Merasa kesal karena ada yang mengatakan bahwa dirinya tidak akan laku bahkan akan terus menjomblo seumur hidup, tidak ada satu pun pria yang tertarik padanya.
"Enak aja dia bilang begitu padaku! Awas saja kau! Akan aku buktikan diriku ini bisa memiliki seorang kekasih dan layak untuk dicintai!" geramnya wanita cantik itu.
Ia bersumpah pada dirinya sendiri, setelah mendapatkan kekasih justru ia akan langsung memamerkan kemesraannya terhadap orang yang telah berani berkata seperti itu.
"Tapi tunggu! Dari mana aku akan mendapatkan seorang kekasih!?" ia gelisah dan mondar-mandir.
"Astaga..." dirinya mengusap wajah dengan kasar.
"Hah, semoga dapat ya?" batinnya berdoa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon xeynica_10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tidak Ingin Hubungan Ini Berakhir
Cellsyia, wanita itu dibuat terkejut kembali saat Aren berteriak di depannya.
"Astaga..." wanita itu tipe yang tidak suka dibentak, namun dirinya berusaha menahan rasa ingin menangisnya.
"Baik, aku akan menjawabnya" seru Cellsyia.
Posisi keduanya tengah berdiri saling berhadapan.
"Kita hanya orang asing tanpa bertemu sapa, lalu kau datang ke dalam kehidupanku, menyatakan rasa, dan resmi menjadi sepasang kekasih" ujar wanita itu.
"....." pria bule itu menatap lekat padanya.
"Belum beberapa hari, dan hatiku merasa..." perkataannya sengaja terjeda.
"Gundah kala ketika di lift toko buku itu" lanjut wanita itu berkata.
"Aku tidak tahu bagaimana nanti untuk ke depannya, dan akan seperti apa hubungan ini juga apakah terus berlanjut atau berakhir dengan tragis" kata Cellsyia dengan suaranya yang lirih.
"Kau pernah dijodohkan dengan wanita asal Korea, lalu jika tidak salah dia bernama Jieyen Camien Park, dan kau tidak perlu tahu dari mana aku mengetahui namanya" wanita itu berkata.
Mendengar hal itu, Aren terkejut kekasihnya bisa tahu nama wanita yang hampir dijodohkan dengan dirinya, bahkan ia sendiri belum memberitahukannya.
"Jieyen Camien Park, seorang model terkenal, cantik, tinggi, putih, kaya, dan segalanya" Cellsyia berucap sambil memutari tubuhnya pria itu.
"Sebelum kau bertemu denganku, belum sampai ke Indonesia, aku pernah melihat hal yang mengejutkan....." ucap Cellsyia.
"Katanya sih anti wanita, anti sama kamera, tapi sekali upload langsung bersama wanita itu, apalagi fotonya itu sedang dinner berduaan di tempat dengan suasana romance penuh bunga-bunga mawar merah" Cellsyia mundur satu langkah.
"Dengan caption..." lalu melanjutkan bicaranya.
"Pria yang aku impikan, sulit ditaklukkan, pria sedingin es batu kini sebentar lagi akan menjadi milikku untuk seumur hidup. Dan sekali pun wanita lain, tak dapat merebutnya dariku!"
"Caption yang ih! Menggelikan sekali!" celetuk wanita itu.
"Aku tidak terbayang jika kau bertemu lagi dengannya, kau pasti akan berlari ke arahnya, memeluknya erat seakan tak ingin kehilangan dirimu, kemudian mengutarakan rasa kerinduanmu terhadapnya. Aku hanya membutuhkan seseorang yang bisa menerimaku apa adanya, tapi sepertinya kau ini sebentar lagi akan membuang diriku bagaikan sebuah tisu yang telah digunakan sekali lalu kau buang begitu saja tanpa mengatakan apapun. Sekali dirinya memakai pakaian agak aduhai, dirimu akan tergoda dalam sekejap angin, dan terikat padanya lalu perjodohan itu dilanjutkan lagi"
"Hubungan kita sampai disini saja, ya? Aku tidak sanggup jika kekasihku lebih memilih wanita lain dibanding kekasihnya sendiri, dan apalagi kedua orang tuamu tidak menyetujuinya jika mempunyai mantu pemilik toko bunga" kata Cellsyia.
"Asal kau tahu, aku ini wanita yang tidak suka dibentak, diduakan cintanya, apalagi ketika pasangannya selingkuh di depan matanya sendiri, diriku membutuhkan kekasih yang setia, tidak pernah membentakku, atau sampai melakukan hal yang membuatku membencinya" ujar wanita tersebut.
"Lebih baik aku mundur, lalu menyuruh Aleix untuk mencari pria lain sebagai penggantinya" katanya Cellsyia.
Dirinya membalikkan badan saat akan melangkah pergi, Aren mencekal engannya lalu ditarik ke dekapannya.
Grep
"Sayang kumohon dengarkan aku" pintanya pria itu dengan suara lirih.
"Sampai kapan pun kita tak akan pernah putus hubungan, soal postingan itu sudah dihapus setelah makan malam di hari itu, dihatiku ini hanya ada kamu. Pemilik tubuhku, hatiku, kamu seorang, dan diriku tidak akan tergoda"