NovelToon NovelToon
Gadis Tulalit Jadi Pengantin Pengganti MR. AROGAN

Gadis Tulalit Jadi Pengantin Pengganti MR. AROGAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Pengganti / Identitas Tersembunyi / Crazy Rich/Konglomerat / Pengasuh
Popularitas:29.1k
Nilai: 5
Nama Author: Mom Ilaa

Demi mengejar cinta masa kecilnya, Raynara rela meninggalkan statusnya sebagai putri mafia Meksiko. Ia menyamar menjadi babysitter sederhana di Jakarta dan bersekolah di tempat yang sama dengan sang pujaan hati.

Namun, dunianya seolah hancur mengetahui Deva telah dijodohkan dengan sahabatnya sendiri.

Sebuah insiden di hari pernikahan memaksa Rayna maju sebagai pengantin pengganti. Mimpi yang jadi nyata? Tidak. Bagi Deva, Rayna hanyalah gadis ambisius yang haus harta.

"​Tugas kamu itu urus Chira, bukan urus hidupku. Jangan mentang-mentang kita satu sekolah dan sekarang kamu pakai cincin ini, kamu bisa atur aku. Di sekolah kita asing, di rumah kamu cuma pengganti yang mencuri posisi orang lain."

Di antara dinginnya sikap Deva dan tuntutan perjodohan di Meksiko, sanggupkah Rayna bertahan? Ataukah ia akan kembali menjadi ratu mafia yang tak punya hati?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mom Ilaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tambah Pesek

Deva kemudian menghela napas panjang, mengusap wajahnya yang masih terasa panas. "Chira... kamu nggak bisa muncul dengan cara yang lebih normal?"

Chira tidak mempedulikan protes Deva. Ia malah merosot turun dari brankar, berjalan mendekat sambil membawa kantong plastiknya. "Onty, ini Chila beliin cilok di pasal. Tapi kayaknya udah dingin gala-gala tadi Chila ketidulan di sini."

Suasana romantis itu kini hancur lebur menjadi canggung. Deva hanya bisa berdiri kaku dengan telinga yang memerah panas, sementara Rayna pura-pura sibuk memeriksa bungkusan cilok Chira seolah benda itu mengandung kode nuklir penting.

​"Wow... ciloknya... bulat banget ya, Chir, kayak pipimu ini," gumam Rayna canggung dan menghindari kontak mata dengan Deva yang jaraknya hanya terpaut satu embusan napas tadi.

​Chira sang pengacau mungil, mengedipkan matanya polos. 

"Onty sama Om Galak napa di sini? Kok ndak belajal? Ndak takut apa belduaan saja? Awas lho… kata Mami, olang ketiga itu biasanya setan."

​“Lah, kamu dong setannya!” tunjuk Deva pada Chira.

​Chira melongo lalu berkacak pinggang dengan kesal. “Chila setannya? Ihh.. ndak benal mata Om ini. Halus dipeliksa bial ndak salah lihat olang lagi. Chila yang imut ini disamain setan? Sungguh tellalu. Chila ndak suka!”

​“Ya udah, lagian aku sukanya sama dia, bukan sama bocah Astral kayak kamu,” ungkap Deva ketus sambil menunjuk Rayna.

​“UHUK! HOEK!”

​Rayna yang sedang berusaha menelan cilok dingin itu seketika tersedak. Pernyataan jujur Deva yang tiba-tiba di depan seorang anak kecil membuat cilok itu pun tersangkut tepat di tengah tenggorokannya. Wajah Rayna mulai membiru, tangannya menggapai-gapai udara, kesusahan bernapas.

​"Ray! Rayna!" Deva panik.

​Tanpa pikir panjang, Deva segera melompat ke belakang Rayna, melingkarkan lengannya di perut gadis itu dan melakukan manuver penyelamatan. Ia memeluk Rayna erat dari belakang, mencoba memberikan tekanan agar benda kenyal itu keluar.

​“Keluarkan, Ray! Keluar! Jangan ditahan!” teriak Deva panik sambil menghentak-hentakkan dekapannya.

​Rayna hanya bisa mengeluarkan suara erangan tertahan karena oksigen yang menipis. Sementara Chira malah bertepuk tangan kegirangan, mengira mereka sedang bermain kuda-kudaan.

​Di luar ruangan, Cloe tampak melangkah santai. Ia membawa pesanan obat dari penjaga UKS yang tadi sempat berpapasan dengannya. Namun, langkah kakinya terhenti mendadak tepat di depan pintu yang tertutup rapat.

​Matanya melebar. Telinganya menangkap suara-suara aneh dari dalam.

​“Keluarkan, Ray! Ayo sedikit lagi! Keluar!” itu suara Deva, terdengar terengah-engah dan penuh usaha.

​“Mmphhh... mmghhh...” dan itu suara Rayna yang terdengar seperti sedang merintih tertahan.

​Cloe mematung. Botol obat-obatan di tangannya hampir saja jatuh. Pikiran liarnya sebagai remaja langsung melanglang buana ke arah yang sangat salah.

​“Mereka lagi ngapain?” bisik Cloe dengan wajah pucat pasi. “Jangan-jangan... lagi praktek pembuatan bayi?”

​Cloe menelan ludah dengan susah payah. Sebagai putra ketiga keluarga Nicholas, ia tahu adiknya memang impulsif, tapi ia tidak menyangka Deva seberani itu melakukannya di lingkungan sekolah, di jam pelajaran, dan di ruang UKS yang sepi.

“Deva, aku tahu kamu dan Rayna sudah menikah. Tapi kalian terlalu cepat punya anak!” teriak Cloe akhirnya sambil menendang pintu UKS dengan lebar.

BRAKK!

Pintu menghantam dinding. Cloe menyerbu masuk dengan wajah siap tempur, namun seketika terdiam membisu melihat pemandangan di depannya. Deva sedang memeluk Rayna dari belakang, sementara Chira malah asyik makan sisa cilok di pojokan sambil menonton mereka.

PLOP!

Tepat di saat itu, butiran cilok meluncur keluar dari mulut Rayna dan mendarat sukses di lantai. 

Keheningan melanda ruangan itu.

"Eh, ternyata... cuma keselek cilok? Bukan lagi bikin anak ya?" gumam Cloe, wajahnya yang tadi pucat menjadi merah padam karena malu. 

“Hah? Anak? Maksudmu?” ucap Deva dan Rayna kompak. 

Cloe tidak menjawab, ia buru-buru meletakkan obatnya ke meja. “Lupakan, kalian lanjutkan saja!” lalu ia pergi secepat kilat. Meninggalkan ipar dan adiknya yang kebingungan. Keduanya pun saling membuang muka karena ditertawakan oleh Chira akibat kecerobohan mereka sendiri yang hampir saja membuat Cloe salah paham.

Mendadak tawa Chira terhenti karena kini Rayna dan Deva menatapnya membuat bocah cilik itu merinding. Dengan cepat, Chira berlari ke arah pintu UKS, namun saat ia hendak melewatinya, ia tiba-tiba saja ditubruk seseorang, tak lain adalah Arita dan Asha.

"Aduh... siapa yang nablak Chila? Ndak lihat apa Chila mau kelual? Bisa tambah pesek ini hidung Chila kalo ditablak telus!" omel bocah cilik itu sambil mengusap pantatnya yang juga sakit.

"Hm, adek, kamu kenapa duduk di sini? Kotor lho," ucap Arita dengan senyuman yang dibuat semanis mungkin di depan Asha.

"Ihh... halusnya minta maaf dulu, bukan disenyumin. Dikila sakitnya bisa ilang ya?" omelnya tanpa ampun.

"Dih, siapa sih anak ini? Cerewet banget tuh mulut," gerutu Arita dalam hati merasa jengkel.

_____

Alhamdulillah, novelnya lolos kontrak juga. Sesuai janji, author bakal terus lanjut sampai tamat di sini. Mohon dukungannya ya readers tercinta Rayna ♥️ thank you very much...

1
tia
semangat thor ,, dn sukses karya nya.
Annabelle
mmm...deva romantis banget ..
tia
lanjut thor ,,belom lengkap kalo gk ada cedal
Mom Ilaa: di bab barunya nanti kak😆
total 1 replies
Gita ayu Puspitasari
lucu🤣
Lisa Halik
mmmmm
AltaeAT
lanjut thor
Heni Mulyani
lanjut
Riana
🤭
Lisa Halik
sudah bagi gift thir...lagi2 updatenya...makin seru/penasaran sebab kalendra bakal turun ke jarkarta indonesia
Mom Ilaa: siap-siap Dev disidang ayah mertua 🤭, trima kasih dukungannya ♥️
total 1 replies
ovi eliani
bagus rayna kasih pelqjarqn tuh Deva
Virenneluplup
nih bocah, kirain napa tadi
Heni Mulyani
lanjut
Jj^
terimakasih Thor 🤗
semangat update trs ya sampai tamat💪🤗
Nurjannah Rajja
Kurkas rusak mana dingin, panas malah....😁
Nurjannah Rajja
Salah duga😁
Adinda
lanjut thor sampai 5bab lagi😄
Lisa Halik
sudah beri gift thor...lagi thor di lanjut updatenya......biar deva galau&betul2 nyesal atas perbuatannya
Lisa Halik
makasih updatenya thor...
tia
lanjut thor 💪
Lisa Halik
sudah bagi gift thor..semangat updatenya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!