Seri Kedua dari Lahirnya Pendekar Naga!
___
Kemunculan Pendekar Naga telah mengguncang keseimbangan dunia—membangunkan makhluk kuno dan menarik perhatian kekuatan yang telah lama menunggu dalam bayang-bayang.
Dunia berubah.
Sekte-sekte hancur tanpa sisa. Jejak kehancuran menyebar tanpa arah… dan pelakunya adalah sosok yang tidak pernah dibayangkan oleh Wei Zhang Zihan.
Chu Kai.
Sebagai Pendekar Suci, Wei Zhang Zihan tidak punya pilihan selain menelusuri jejak itu—mengungkap kebenaran yang tersembunyi, dan menghadapi satu kenyataan yang tidak ingin ia percayai:
Mungkin, orang yang harus ia hentikan… adalah orang yang seharusnya menjadi pelindung dunia.
Pendekar Naga itu sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hamtaro Dasha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
36 - Wu Ming
PERHATIAN..!
EPISODE MENGANDUNG ADEGAN KEKERASAN, BERDARAH, DAN SEDIKIT EKSTRIM. PENULIS BERUSAHA UNTUK TIDAK MENDESKRIPSIKAN TERLALU JAUH. HARAP BIJAK DALAM MEMBACA DAN TERIMA KASIH^^
*
*
Jarak serangan Wu Ming hanya sejengkal dari wajah Wei Zhang Zihan, bahkan cukup dekat untuk merasakan hembusan napas kematian.
Hanya saja, Wei Zhang Zihan berhasil menghindari serangan yang nyaris merenggut nyawanya itu. Dia bahkan memanfaatkan celah sempit untuk merendahkan gerakannya dan memberi serangan balasan.
Pedang pusaka Wei Zhang Zihan melesat seperti kilat, membelah udara, dan mengarah lurus ke perut Pilar Bulan tersebut.
Wu Ming melompat mundur, namun ujung pedang lawannya tetap berhasil menyentuh tubuhnya, merobek kain pakaiannya dan meninggalkan garis luka di perutnya.
Udara pun seketika berubah dan tatapan Wu Ming menjadi gelap.
"Beraninya kau..."
Geramannya rendah, namun mengguncang. Energi spiritual yang dahsyat meledak dari tubuh Wu Ming, berputar liar seperti badai yang kehilangan kendali. Aura pembunuhnya menyeruak dan menekan ke segala arah. Terasa berat, dingin, dan mematikan.
!!
Wei Zhang Zihan tersentak, kakinya mundur tanpa sadar. Nalurinya seakan mendorongnya untuk menjaga jarak dari lawannya itu.
Di hadapan Wei Zhang Zihan, sesuatu telah berubah.
Kuku Wu Ming memanjang, tajam bagai cakar binatang buas. Pupil matanya menyempit dan berubah menjadi sorot liar yang tidak lagi menyerupai manusia.
Rambut Wu Ming berubah menjadi ungu gelap dan berkibar meski tidak tertiup angin, bahkan perubahan itu tidak berhenti di sana.
Di depan mata Wei Zhang Zihan, dia menyaksikan bagaimana kulit tubuh Wu Ming perlahan berubah hitam, bukan sekadar gelap tetapi seperti bayangan yang merayap keluar dari dalam dagingnya sendiri.
Ada dua simbol bulan sabit yang terbentuk di punggung tangan sosok itu. Simbol bulan yang berpendar perak, dingin dan asing—bahkan perubahannya membuat angin seketika berbalik arah.
Debu dan daun-daun kering terseret mundur, berputar mengelilingi sosok Wu Ming yang kini berdiri seperti pusat dari sesuatu yang tidak hanya berbahaya, tetapi juga mematikan.
Ekspresi Wei Zhang Zihan mengeras. Tatapan matanya semakin dingin seakan ia tahu persis arti dari perubahan tersebut. Jelas sekali bahwa dirinya telah memancing kemarahan lawan hingga membangkitkan hal yang tidak seharusnya.
!!
Tatapan Wu Ming terangkat dan menatap lurus ke arah Wei Zhang Zihan. Dalam satu kedipan mata, dia pun menghilang dan muncul tepat di depan lawannya.
Tubuh Wei Zhang Zihan bahkan belum sempat bereaksi ketika sebuah tendangan datang dan menghantam dadanya dengan kekuatan yang menghancurkan.
Dunia seolah berputar.
Wei Zhang Zihan terlempar, menembus udara, dan menghantam batang pohon raksasa hingga patah.
Serpihan kayu beterbangan ke segala arah dan bahkan tubuh pemuda itu tidak berhenti di sana, sampai Wei Shezi menangkapnya dari belakang.
Tubuh wanita itu sebelumnya sudah berlumuran darah dan terluka parah, dengan napas yang tidak beraturan, namun ia tetap memaksakan diri melesat dan meraih Wei Zhang Zihan—berusaha menyelamatkannya.
BLAAAAR...!
Punggung Wei Shezi menghantam dinding spiritual milik Sekte Bulan Mati hingga menciptakan suara keras dan retakan pada dinding tersebut.
Dinding itu bergetar, nyaris runtuh.
"Ukh..." Wei Shezi memuntahkan darah segar. Tubuhnya gemetar hebat dan kakinya hampir tidak mampu menopang beban.
Di pelukannya, Wei Zhang Zihan terbatuk keras. Darah mengalir dari sudut bibirnya. Dadanya terasa remuk, bahkan setiap tarikan napasnya kini seperti menusuk paru-parunya sendiri.
Hanya saja, bukan rasa sakit itu yang membuat Wei Zhang Zihan terguncang. Dia menoleh, menatap Wei Shezi dan baru akan buka suara ketika udara di depannya terbelah.
Wu Ming telah kembali tanpa peringatan.
Pilar Bulan itu berdiri tepat di hadapan mereka. Cakar panjangnya terangkat dan berkilat dengan racun gelap yang menetes perlahan.
CRAAASH..!!
!!!
Wei Zhang Zihan membeku. Dia tidak sempat menghindari serangan itu, namun ekspresi wajahnya jelas sangat terkejut saat kuku dari Wu Ming berhenti dengan jarak yang begitu dekat dari matanya.
Ekspresi Wu Ming sendiri yang sebelumnya dipenuhi kegilaan kini berubah. Matanya terbelalak dengan pupil yang menyempit tajam. Urat-urat di dahi dan lehernya menonjol. Darah segar terlihat merembes keluar dari sudut bibirnya.
Tubuh Wu Ming kaku. Perlahan... kepalanya menunduk.
"A-Apa...?"
Suara itu pecah, nyaris tidak terdengar.
Wei Zhang Zihan mengikuti arah pandangan itu dan napasnya tertahan. Dia melihat sebuah tangan menembus dada Wu Ming dari belakang.
!!
Tangan tersebut mencengkeram gumpalan daging merah kehitaman yang berdetak di antara jemarinya.
Tubuh Wu Ming bergetar hebat. Dia menoleh dengan kaku, seolah seluruh sendinya telah membatu. Baru saat itulah dia menyadari keberadaan seseorang di belakangnya.
"Tsk. Kau jadi jelek sekali."
Suara itu dingin dan ringan, terdengar seperti sedang bermain-main.
Wei Zhang Zihan mengenal subjek yang menyerang Wu Ming dan sosok itu tidak lain adalah Xiao Shuxiang.
Roh itu menyeringai. Matanya berbinar dengan kegilaan yang aneh. Lidah Xiao Shuxiang menjilat bibir bawahnya perlahan, seakan menikmati pemandangan di depannya.
Tangan Xiao Shuxiang yang lain mengusap lengan Wu Ming dengan lembut, hampir seperti belas kasih. Tetapi detik berikutnya, cengkeraman tangan itu mengeras dan tulang lengan Wu Ming remuk dalam satu genggaman.
"AAAAKH..!!"
Jeritan itu pecah, liar dan penuh rasa sakit.
Xiao Shuxiang menarik kembali tangan yang sebelumnya menembus dada Wu Ming, membawa serta gumpalan daging itu keluar sepenuhnya.
Wu Ming memuncratkan darah dan tubuhnya pun ambruk ke tanah. Hanya saja, dia masih hidup meski dengan lubang besar di dadanya dan dengan darah yang mengalir deras tanpa henti.
Melihat itu, Xiao Shuxiang mendengus pelan. "Hmph... kau sama seperti rekanmu."
Suara Xiao Shuxiang tenang. Dia memiringkan kepalanya sedikit, menatap Wu Ming sebelum tersenyum. "Kalian pasti sudah berlatih teknik kultivasi iblis. Tapi.. Aiya, kekurangannya hanya satu..."
"Kalian berubah menjadi jelek." Xiao Shuxiang berdecak pelan lalu mulai mengigit gumpalan daging di tangannya.
Darah mengalir di bibir Xiao Shuxiang sebelum ia meludahkannya begitu saja.
"Ini adalah jantung terburuk yang pernah kumakan. Sama sekali tidak seenak milik rekanmu."
Aura merah menyelimuti gumpalan daging di tangan Xiao Shuxiang dan benda itu pun seketika meledak.
Tubuh Wu Ming tersentak dan matanya melebar sebelum akhirnya pandangannya menjadi gelap.
Wei Zhang Zihan menyaksikan Pilar Bulan itu mengembuskan napas terakhirnya. Namun sebelum pikirannya sempat mencerna situasi yang terjadi, tatapannya perlahan terangkat.
Wei Zhang Zihan baru akan menatap Xiao Shuxiang, namun perhatiannya lantas tertuju pada sesuatu yang jauh melewati subjek ini.
Jauh di belakang Xiao Shuxiang, di atas langit—ada sesuatu yang melayang.
Dari kejauhan, itu tampak seperti kepompong raksasa yang terbentuk dari benang-benang tipis yang saling terjalin, berputar perlahan di udara. Namun semakin lama, mulai terlihat jelas bahwa benda itu bukanlah kepompong tetapi potongan tubuh yang sudah tidak berbentuk.
!!!
******