NovelToon NovelToon
Ranting Kaku Yang Di Peluk Badai

Ranting Kaku Yang Di Peluk Badai

Status: sedang berlangsung
Genre:Kaya Raya / Romantis / Perjodohan
Popularitas:996
Nilai: 5
Nama Author: istimariellaahmad

Violet Aolani, mahasiswi tengil yang tak kenal kata mundur, nekat mengejar Arden Elio Bayu, CEO kaku yang hidupnya sedingin es. Di mata Arden, Violet hanyalah anak kecil yang mengganggu; namun bagi Violet, Arden adalah takhta yang harus ia taklukkan. Ini adalah kisah tentang "badai" muda yang meruntuhkan tembok beku sang penguasa korporat dengan keberanian yang nyaris lancang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon istimariellaahmad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Inagurasi dan umpan cantik

Di parkiran kampus, sebuah mobil sport merah berhenti. Violet turun dengan gaun backless berwarna ungu tua yang memeluk tubuhnya dengan sempurna. Di sampingnya, Evara mengenakan gaun mini berbahan latex hitam yang memancarkan aura pemberontak.

"Gila, Vi. Gue berasa balik jadi perawan lagi kalau dandan gini," celetuk Evara sambil membenarkan posisi push-up bra-nya.

"Perawan dari mana? Lo tiap malam aja udah 'dijamah' tatapan maut Kak Danan," balas Violet sambil tertawa tengil. "Inget ya, target kita si Raka, adiknya Arjuna. Dia suka banget sama cewek yang kelihatan 'liar' tapi pinter."

Pemantauan dari Markas

Di dalam mobil SUV hitam yang terparkir agak jauh, Arden menatap layar tablet yang terhubung dengan kamera kecil di kalung Violet. Wajahnya mengeras setiap kali melihat mahasiswa pria melirik ke arah tunangannya.

"Danan, aku bersumpah setelah malam ini selesai, aku akan mengunci Violet di kamar selama seminggu. Gaun itu... tidak ada bedanya dengan tidak pakai baju," geram Arden.

Danantya yang duduk di kursi kemudi tidak jauh berbeda. Ia terus-menerus meremas setir saat melihat Evara di layar mulai menari tipis mengikuti musik. "Aku setuju, Den. Evara bahkan tidak memakai celana yang benar. Itu hanya sepotong kain yang menempel."

Eksekusi Rencana

Di dalam gedung, Lavanya dan Avyana berperan sebagai pengamat. Lavanya duduk di barisan sofa dengan Julian Vance yang menyamar sebagai "kakak sepupu", sementara Kenzo berdiri di dekat bar bersama Avyana.

"Target masuk pukul sembilan tepat," suara Lavanya terdengar jernih di earpiece Violet.

Violet mulai beraksi. Ia sengaja menabrak Raka, adik Arjuna, di dekat meja minuman. "Ups, sorry... aku nggak sengaja," ucap Violet dengan nada paling manis namun sensual.

Raka, yang memang sudah mengincar Violet sejak tadi, langsung tersenyum lebar. "Nggak apa-apa. Untuk cewek secantik kamu, jatuh ke pelukan aku juga nggak masalah."

Violet tertawa renyah, sebuah tawa yang ia tahu akan membuat Arden di luar sana ingin meledak. "Mulut kamu manis juga ya. Tapi aku lebih suka pria yang punya rahasia besar. Kayak kakak kamu, misalnya?"

Raka tertegun. "Kamu tahu soal kakakku?"

"Siapa yang nggak tahu Arjuna? Tapi denger-denger dia lagi 'liburan' ya? Sayang banget, padahal aku ada tawaran bisnis yang bisa bikin keluarga kamu balik lagi ke puncak," bisik Violet tepat di telinga Raka, sambil tangannya mengusap dada pria itu dengan sangat berani.

Si Vulgar yang Mematikan

Di sisi lain, Evara menjalankan perannya sebagai pengalih perhatian. Ia mendekati sekelompok teman Raka yang bertugas sebagai "penjaga".

"Hai cowok-cowok... bosen banget ya cuma berdiri di sini? Nggak mau nemenin aku 'main' di belakang?" ajak Evara sambil memainkan lidahnya di pinggiran gelas.

Sambil menggoda mereka dengan kata-kata vulgar yang membuat para pria itu kehilangan fokus, tangan Evara dengan cekatan menempelkan alat penyadap di bawah meja tempat mereka berkumpul.

"Kak Danan, denger kan? Mereka lagi ngomongin koordinat gudang di Bogor. Cepetan catat sebelum aku khilaf gigit salah satu dari mereka!" bisik Evara ke mikrofon tersembunyi.

"EVARA! Menjauh dari mereka sekarang juga atau aku masuk ke sana!" suara Danantya menggelegar di telinga Evara.

Hasil Tangkapan

Violet berhasil membuat Raka mabuk kepayang hingga pria itu tanpa sadar menunjukkan lokasi persembunyian Arjuna lewat foto di ponselnya.

"Dia di sini, Vi. Tapi jangan bilang siapa-siapa ya," ucap Raka sambil menunjukkan foto sebuah vila tua di pinggiran hutan.

"Pinter banget sih kamu," ucap Violet sambil mencium pipi Raka singkat sebagai tanda "terima kasih", lalu ia segera memberikan sinyal pada Avyana dan Lavanya untuk bergerak keluar.

Konfrontasi di Dalam Mobil

Begitu Violet masuk ke mobil Arden, ia langsung disambut dengan tarikan napas kasar dari sang CEO. Arden langsung melepas jasnya dan membungkus tubuh Violet dengan paksa.

"Tuan Bos, ih! Sesek tahu!" protes Violet.

"Diam, Violet. Kamu tahu berapa banyak pria yang membayangkan tubuhmu malam ini karena gaun sialan ini?" suara Arden berat karena menahan amarah dan gairah yang bercampur.

"Tapi kan aku dapet lokasinya, Tuan Bos! Arjuna di Bogor!"

Arden tidak membalas. Ia justru mendekatkan wajahnya ke leher Violet, menghirup aroma tubuh tunangannya yang selalu membuatnya gila. "Lokasi itu urusan Danantya. Urusanku sekarang adalah memberi pelajaran pada tunanganku yang terlalu berani ini."

"Pelajaran yang 'panas' kan, Tuan Bos?" bisik Violet sambil nyengir tengil, tangannya mulai membuka kancing kemeja Arden dengan vulgar. "Tuan udah tegang banget loh dari tadi di layar..."

Arden tidak tahan lagi. Ia menekan tombol kunci pintu mobil dan menarik tengkuk Violet untuk ciuman yang sangat dalam dan menuntut. Malam itu, inagurasi kampus bukan hanya soal kemenangan misi, tapi juga soal bagaimana Arden menunjukkan siapa pemilik mutlak dari "mentari kecil" yang nakal ini.

Happy reading sayang...

Baca juga cerita bebu yang lain...

Annyeong love...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!