Bianca berjalan seorang diri menyusuri taman yang mulai sepi pengunjung. Taman yang biasanya ramai lalu lalang orang-orang berolahraga lari ataupun jalan santai. Suasana dingin mulai menusuk kedalam jiwanya, Ia menengadahkan wajahnya ke langit yang terdapat beberapa bintang. Sesekali ia mengasihani dirinya sendiri, "Pekerjaan bagus,pendidikan bagus semua berjalan sesuai keinginan,tapi entah kenapa rasanya semua hampa.." gumamnya. "Bugh bugh bugh.." Terdengar suara pukulan tak jauh dari tempatnya berdiri,ia segera berlari sembunyi di salah satu pohon besar. "Aku ga salah denger kan,kaya ada yang sedang dihajar.." bathinnya dengan perasaan was-was. Hampir 10 menit ia duduk bersandar dibawah pohon tersebut,merasa aman dengan keadaan ia berjalan keluar sedikit berlari. "Tolonggg aakuuu.." Ucap seseorang dibalik semak-semak tak jauh dari tempat ia bersembunyi. "Astaagaaa.." "Kenapa ini..apa yang terjadii.." ucap bianca meraih tangan seseorang pemuda yang berjalan gontai menghampirinya. Pria tersebut langsung jatuh kepelukan bianca, Darah yang menetes dari sudut bibirnya menetes mengenai sisi bahu bianca.
Bab 27
Tepat setelah kepergian nadisya,bianca baru bisa merebahkan diri di sofa empuknya,
Meraih remot lalu membuka chanel netflix langgananannya.
"Duuhh ga ada apa film bagus.."
Sesaat bianca membiarkan tvnya tetap menyala namun pandangannya ke arah langit-langit plafon apartemennya.
"Jonathan.."
"Apa dia masih menunggu.." ucapnya lalu membuka pesan masuk yang dikirim oleh jonathan.
"Astagaa apa ini?.."
"Ahhh jangan-jangan di masang cctv di setiap sudut.." ucap bianca lalu matanya celingak celinguk kesetiap sudut ruangannya.
"(Aku sengaja memasang beberapa cctv di tempatmu agar jika sedang tidak bersama aku bisa tetap melihatmu).." bianca membaca pesan dengan sedikit kesal.
Bianca membaca pesan berikutnya yang berisi pujian terhadap bianca dari pujian yang paling manis,hingga pujian paling hot.
"Apa iyaa seperti itu.." ucapnya lalu membuka video rekaman dirinya bersama jonathan.
"Aahh aku sedikit sakit kepala karna menonton seperti ini.." ucapnya sembari meletakkan ponsel diatas nakas sebelah ranjang tempat tidur.
Kini bianca bangkit dari tidurnya,ia merendam tubuhnya di bath tub dengan air dingin untuk beberapa saat.
"Kemana dia ya.." bathin bianca lalu kembali memejamkan matanya.
Disore harinya bianca sedang menikmati anggur merah milik jonathan didepan balkon apartemen.
Ting "aku sedang perjalanan pulang.."
Bianca langsung tersentak,namun tetap bertahan di dalam posisinya.
Minuman yang sempat ia minum tidak membuatnya mabuk,tapi cukup membuat tubuhnya panas.
Kini ia berjalan kekamar lalu membuka lemari baju yang sekarang menjadi miliknya.
"Ah ini dia.."
Dengan tubuh hanya berbalut lingerie hitam bertali,hanya dengan sedikit tarikan sudah pasti akan membuat dirinya terlihat polos.
Suara pintu terdengar,bianca bersembunyi di balik pintu,lalu mengagetkan jonathan yang masih tergopoh-gopoh membawa hadiah untuk bianca.
"Aahhh.." pekik jonathan ketika mendapat perlakuan mengejutkan dari bianca.
"Loh haii sayang.."
"Kok kaget..memangnya kamu sedang menunggu siapa.." bianca kini menarik paksa dasi jonathan hingga wajah mereka hampir bertubrukan.
"Apa kamu menghabiskan minumanku.." ucap jonathan yang kini merangkul tubuh bianca lalu mencium bibirnya dengan sedikit kasar.
"Sejak kapan kamu menungguku baby.."
"Sejak pagi tadi ketika kamu menghampiriku.." bianca kini membalas ciuman jonathan dengan tak kalah buas.
"Ohh baby.." kini jonathan membopong tubuh bianca lalu melemparkannya ke atas kasur.
Bruk
"Aaaww.."
Jonathan dengan secepat kilat melucuti pakaiannya tanpa meninggalkan sisa,lalu naik ketubuh bianca.
Berbeda dari biasanya yang hanya menerima serangan-serangan dari jonathan,
Kali ini bianca ingin mengambil alih,ia mendorong jonathan agar telentang lalu menindihnya.
"Aku yang akan mencarinya sendiri sayang.."
Jonathan hampir tak bisa menahan serangan-serangan yang diberikan bianca mulai dari menyerang leher,dada,hingga ke area intim miliknya.
"Oh sayangg..teruss.."
"Apa yang membuatmu seperti ini baby..aaahh.." jonathan sedikit memekik ketika bianca mencium leher dengan sedikit hisapan yang mampu membuat bekas.
Bianca mengarahkan milik jo untuk memasuki area intim miliknya.
"Aahh besaaar sekalii.." erangnya yang kemudian ia mulai bergoyang kedepan belakang,tubuhnya yang meliuk-liuk membuat jo tak ada henti-hentinya untuk memuji kehebatan bianca.
Bianca benar ingin mencari kenikmatan itu sendiri, sekitar 10 menit berikutnya tubuhnya menegang dan bergetar,ia kini ambruk di atas tubuh jonathan."aaaahhhkk aku ga kuat.."
"Kamu sangat indah baby.." puji jonathan dengan mengelus-elus rambut bianca yang mulai basah karna keringat.
Jonathan membiarkan bianca yang kini terkapar di sebelahnya lalu bangkit dari kasur memungut baju-baju yang berserakan dan memasukkan ke dalam keranjang pakaian.membersihkan diri lalu tidur di samping bianca.
Malam harinya ketika jam masih menunjukkan pukul 06:00 jonathan terbangun,ia merasa sesak karna ternyata tangan bianca berada diatas perutnya.
"Hmm..."
Sejenak jonathan menatap wajah bianca yang polos tanpa polesan makeup sama sekali,
Bibir merah yang segar membuatnya sesekali mengecupnya secara halus.
Dengan langkah pasti kini jonathan yang sudah berada di kantor berjalan menyusuri lorong dengan membawa secangkir kopi susu di telinganya terpasang dua benda kecil yang membuatnya tak bisa mendengar suara dari luar.
"Sutt suutt liat kan??.." bisik-bisik beberapa pegawai setelah pak jo melewati mereka.
"Wahh iyaa ternyata benar..mana jelas banget lagi.."
"Ga nyangka ternyata sedingin itu tapi punya pasangan.."
"Hayolohhh..." suara reno dan bianca terdengar bersamaan.
"Sini deh..nanti kalau pas lagi di ruang rapat kalian perhatiin,dileher bagian kanan pak jo ada bekas hisapan.."
"Iyaa,sebelah kiri ada tapi ga terlalu keliatan.."
"Uhuuk uhuuk uhuuk.."
"Sorry-sorry kaget..emang iya ada?..." tanya bianca berpura-pura tidak tau padahal dialah pelakunya.
"Yakin seratus persen itu bukan serangga atau alergi.."
"Itu bekas hisapan.."
"Waahh seperti apa ya malam yang di lalui pak jo pada saat itu.."
"Ehh atau bisa siang,bisa pagi.."
"Orang kalau lagi keenakan suka lupa waktu.." sambung rekan yang lain.
"Huuss bubar-bubar.."
"Udah waktunya kerja.." ucap bianca menarik reno untuk kembali ke meja kerjanya.
"Dihh kok aku yang di tarik.." reno mengikuti bianca tapi dengan rasa kesal karna harus berhenti gosip.
"Soalnya kalau ngmongnya sama kamu,.ga lama pasti nyampe itu ke kuping pak jo.." saut bianca yang akhirnya membuat para pegawai mengiyakan dan kembali bekerja.
"Dia mandi,dia berdandan ga lihat cermin apa yaa.."
Hai readers..
Hai readers..
Selamat datang di karya pertamaku.
Aku sangat berantusias untuk menyelesaikan ceritaku ini..
Aku berharap dukungan dari kalian yang sebesar-besarnya agar aku semangat terus.
Jangan lupa untuk memberikan tanggapan-tanggapannya juga.
Selamat datang di karya pertamaku.
Aku sangat berantusias untuk menyelesaikan ceritaku ini..
Aku berharap dukungan dari kalian yang sebesar-besarnya agar aku semangat terus.
Jangan lupa untuk memberikan tanggapan-tanggapannya juga.