NovelToon NovelToon
Closer To Me

Closer To Me

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Transmigrasi
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ayu 0325

Menceritakan seorang wanita agen mata-mata bertransmigrasi ketubuh seorang Putri kerajaan dalam novel yang dia baca.

Semenjak kematiannya ditangan musuh, wanita itu masuk ketubuh barunya menjadi seorang putri yang tertindas. Setelah dirinya masuk ketubuh putri yang sering tertindas itu, dia berusaha merubah alur cerita dan mencegah satu kejadian dimana dia meninggal mengenaskan ditangan wanita licik.

Terus simak dan mampir jika kalian berminat membaca cerita ini, maaf kalau ada kalimat atau cerita yang sama karena ini murni ide dan khayalan saya sendiri.

Terimakasih banyak yang bersedia mampir dan singgah sebentar 🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu 0325, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 25.

Kemudian Victoria telah diantar kembali oleh Joule kekamarnya seperti biasa. Karena Victoria belum bisa keluar kamar lagi dia memutuskan untuk membaca buku didekat jendela yang tertutup rapat.

Ketika waktu terus berlalu dan malam hari pun tiba, Victoria yang masih senantiasa membaca buku ditempat dan belum beranjak sama sekali.

Tiba-tiba dia mendengar suara langkah kaki berjalan menuju jendela kamarnya, karena suasana tampak sepi sunyi. Victoria mampu mendengar itu dengan jelas, seperti suara langkah kaki mendekati jendela kamarnya.

Buku yang digenggam oleh Victoria turun dengan perlahan, sorot matanya langsung tertuju pada suara aneh yang terdengar dibalik jendela kamarnya.

Mengetahui bahwa ada seseorang yang berniat masuk kedalam kamarnya, Victoria dengan gesit beranjak dari duduknya tanpa bersuara. Melangkah berdiri dibalik tirai menunggu dan memastikan siapa yang datang kekamarnya selarut malam ini.

Tak lama suara itu semakin terdengar jelas ditelinga Victoria, tidak lama suara lain kembali terdengar yaitu suara benda tajam memaksa membuka jendela dari luar.

Merasakan bahaya itu, Victoria melangkah menuju ranjangnya. Lalu membaringkan tubuhnya seolah-olah dia sedang tertidur, agar Victoria mampu memastikan siapa orang yang berniat ingin masuk kedalam kamarnya.

Pada saat yang bersamaan, ketika Victoria mulai berpura-pura tidur demi mengetahui siapa orang yang masuk. Jendela kamarnya langsung terbuka lebar dengan sedikit meninggalkan suara pelan.

Seseorang itu perlahan masuk melompati jendela, kemudian sambil memastikan sekitar lalu melangkah masuk lebih dalam dan mulai mencari keberadaan Victoria.

Saat orang itu sedang mencari, arah tatapan langsung terhenti ketika orang itu melihat Victoria tidur diranjang. Tanpa menyadarinya orang itu melangkah maju tanpa keraguan sama sekali.

Dibalik cadar yang menutupi setengah wajahnya, dia melangkah pelan mendekati ranjang. Kemudian dengan seksama menatap wajah Victoria dengan tatapan penuh kebencian.

"Berani sekali kamu mempermalukanku didepan semua kerabat waktu itu, dan bagaimana bisa kamu begitu disayangi oleh nenek sedangkan aku sama sekali tidak, nenek sangat tidak menyukai keberadaanku padahal aku termasuk cucunya sama sepertimu."ucapnya dengan tatapan penuh kebencian berdiri disamping dengan tangan terkepal erat

"Aku begitu tidak menyukaimu dan sangat membencimu, kenapa semua yang kamu inginkan selalu kamu dapatkan. Sedangkan aku sama sekali tidak mendapatkan yang kumau, tapi sekarang aku tidak akan membiarkanmu mendapatkan semuanya karena semua itu adalah milikku."lanjutnya dengan tatapan sinis lalu mengangkat dua tangannya kedepan

Gerakan tangan orang itu semakin mendekat kearah leher Victoria, dan dalam hitungan detik. Orang itu langsung mencengkeram leher Victoria dengan kekuatan penuh dengan kebencian yang meledak.

"Kamu tidak berhak mendapatkan apa yang seharusnya aku inginkan! Maka menyingkirlah dari kehidupanku wanita sialan! ."lontar Bianca marah lalu berniat ingin membunuh kakaknya sendiri

Merasakan lehernya dicengkeram sangat kuat, Victoria langsung membuka matanya dengan cepat. Bola matanya langsung tertuju pada seorang wanita yang berniat ingin membunuhnya.

Mengetahui siapa pelaku yang berniat ingin membunuhnya, Victoria masih tetap diam belum melawan meskipun rasa sesak nafas mulai menyerangnya.

"Le-lepaskan aa-aku!."ucap Victoria terbata-bata menatap kearah depan matanya menyipit kesakitan

"Ap-apa yang kamu lakukan, Bi-Bianca!."ucap Victoria terbata-bata berusaha tetap mengontrol dirinya untuk tidak melawan

Sengaja Victoria menutupi kekuatannya untuk sekarang karena tidak ingin diketahui oleh orang lain bahwa dia telah mahir menggunakan kekuatan sihir dan telah berada ditingkat tiga.

Karena semua orang tahu, bahwa Victoria sama sekali tidak memiliki kekuatan sihir. Jika menunjukkan kekuatannya sekarang yang ada dia akan semakin sulit untuk balas dendam.

Saat orang bercadar yang masih berusaha membunuh kakak tirinya itu, sontak saja terkejut ketika Victoria mampu mengenalnya meskipun dia mengunakan penutup wajah sekalipun.

Karena sudah terlanjur ketahuan, Bianca semakin menekan tangannya dengan kekuatan penuh. Sementara Victoria yang semakin mendesak, lalu mengangkat kedua tangannya mendorong tangan Bianca lepas dari lehernya.

"Kamu pantas mati, Victoria. Agar semua yang seharusnya menjadi milikmu jadi milikku juga."lontar Bianca kesal dipenuhi kemarahan dan dendam diwajahnya saat ini

Tangan Victoria tergenggam erat melepaskan kedua tangan Bianca dari hadapannya. Dengan sedikit tenaga, Victoria berusaha menyingkirkan tangan Bianca.

"Kamu harus mati Victoria!."teriak Bianca tatapannya yang tajam tidak berhenti sama sekali meskipun dirinya telah diketahui

Victoria yang mulai merasakan tubuhnya tidak bertenaga, dan dadanya semakin sesak secara mendadak. Hingga dia sama sekali tidak bisa menyingkirkan tangan Bianca.

Kesadaran Victoria seketika menjadi menurun, saat sebelum dia kehilangan kesadarannya, mulutnya terbuka sedikit lalu bersuara dengan nada lemah memanggil.

"Jou-le."rintih Victoria tak berdaya kemudian mulai menutup matanya

Tidak lama setelah Victoria tak sadarkan diri, sebuah cahaya putih memancar keluar dari tubuh Victoria tanpa disadari. Lalu menyerang orang yang berusaha menyakiti Victoria, meskipun dia merasa geram pada tindakan Victoria.

Bukankah sekarang Victoria telah menjadi kuat, kenapa malah berniat ingin mengakhiri hidupnya sendiri, karena itu Joule tidak mengerti apa yang dipikirkan oleh Victoria.

Saat serangan tiba-tiba mengenai Bianca, dia langsung mundur sambil memuntahkan darah segar dari mulutnya, menyentuh perutnya kesakitan.

"Ahh..."rintih Bianca sambil menyentuh perutnya menjauh beberapa langkah dari ranjang

"Apa yang terjadi, siapa yang telah menyerangku?."ucap Bianca memalingkan wajahnya kesetiap arah mencari keberadaan orang yang sedang menyerangnya

Arah tatapan Bianca seketika tertuju pada Victoria dengan ekspresi bingung. Mungkinkah kekuatan itu berasal dari Victoria, tetapi mana mungkin itu terjadi.

Jelas-jelas Victoria sama sekali tidak memiliki kekuatan sihir sejak kecil, bagaimana dia bisa memilikinya. Atau apakah ada orang lain yang telah menyadari keberadaannya dan membantu Victoria.

Karena tidak ingin tertangkap, Bianca langsung pergi secepat kilat keluar dari kamar Victoria. Dalam sekejap suasana kembali hening, menyisahkan Victoria yang terbaring tak sadarkan diri dengan kondisi buruk.

Sementara itu, Joule membawa tubuh Victoria menuju ruangannya. Dan mulai mengobati Victoria yang terlalu ceroboh akan tindakannya yang nyaris merengut nyawanya.

{"DASAR CEROBOH SEKALI, KENAPA TIDAK HABISI SAJA ORANG ITU. LALU APA GUNANYA KEKUATAN SIHIR YANG KAMU PELAJARI SELAMA ENAM HARI INI."}

Sambil mengobati Victoria, Joule terus bergumam jengkel dengan tindakan Victoria, disela-sela mengobati Victoria.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!