NovelToon NovelToon
Kultivator Elemen Abadi

Kultivator Elemen Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:9.5k
Nilai: 5
Nama Author: Blizzardauthor

Di Benua Langit Biru, hukum kultivasi berlaku mutlak: fokus pada satu elemen murni adalah satu-satunya jalan pintas menuju keabadian. Mereka yang lahir dengan banyak elemen justru dianggap memiliki meridian cacat—sebuah wadah bocor yang hanya akan memperlambat kultivasi dan berakhir sebagai sampah masyarakat.

Namun, takdir justru menertawakan Ling Yun. Ia lahir dengan kutukan terjahat: memeluk empat elemen utama bumi sekaligus—Tanah, Air, Api, dan Udara—di dalam satu tubuh. Dicaci, dikhianati, dan dibuang oleh dunianya, ia menolak untuk berlutut pasrah pada nasib. Dengan tekad seteguh karang, ia merayap dari titik terendah demi membalikkan takdir langit.
Menggenggam bara api, membelah samudra, menggoncang bumi, dan memotong badai, Ling Yun menantang dunia:

"Siapa bilang empat elemen adalah sampah? Dengan empat elemen ini, aku akan menghancurkan para dewa yang angkuh, membakar kesombongan langit, dan menulis ulang hukum alam semesta!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Blizzardauthor, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tetua Agung dan Sosok yang Tidak Terduga

Malam pun tiba, melarutkan seluruh kegaduhan siang tadi ke dalam keheningan yang pekat. Di dalam gua kediaman yang remang-remang, Ling Yun sedang duduk bersila di atas bantalan batu ketika riak energi spiritual di sekitarnya mendadak melunak, kehilangan seluruh ketajamannya di bawah tekanan sebuah kekuatan yang sangat murni.

Sesosok pria tua dengan jubah rami sederhana melangkah masuk dari kegelapan mulut gua.

Tetua Agung Tian Xuan.

Sama seperti malam-malam kunjungan rahasianya selama sepuluh tahun penderitaan Ling Yun di gudang logistik, Tian Xuan mengibaskan lengan jubahnya, mengeluarkan kendi tanah liat berisi arak fana biasa yang biasa mereka nikmati bersama.

"Hahaha! Yun-er, bocah nakal! Kau benar-benar memanfaatkan lampu hijau yang kuberikan dengan sangat baik!" tawa renyah Tian Xuan meledak pelan, meredam keheningan malam. "Menyeret Zhao Mo ke kehancuran... kau tidak hanya membalikkan meja Aula Pengawas, kau meruntuhkan seluruh langit sekte luar pagi ini!"

Ling Yun membuka matanya, menurunkan segel tangannya dengan sangat tenang sembari menerima cangkir tanah liat yang dituangkan oleh kakek tua penyelamat hidupnya itu. "Bukankah itu yang Anda inginkan, Kakek Tua? Sekte luar ini sudah terlalu lama dikotori oleh politik dan tingkah semena-mena nya."

Tian Xuan meneguk araknya, namun raut wajahnya perlahan berubah serius. "Kau memang menang secara hukum, Yun-er. Dan selama enam bulan ke depan di sekte luar, jaminan keamananku tetap mutlak. Keluarga Zhao tidak akan berani menyentuh seujung rambutmu karena mataku dan Divisi Penegak Hukum mengawasi mereka dengan ketat. Namun, kau harus ingat... begitu gerbang Ujian Promosi Sekte Dalam dibuka..."

"Di dalam panggung ujian, hidup dan mati berada di tangan para peserta, dan intervensi dari luar—termasuk dari Tetua Agung sepertimu—dilarang keras oleh hukum leluhur sekte," potong Ling Yun, matanya berkilat dingin di balik cangkir araknya. "Mereka pasti akan mengirim harimau-harimau muda terbaik mereka untuk mengoyakku di dalam sana."

"Bagus jika kau paham—"

WUTTTT!

Kalimat Tian Xuan mendadak terputus. Formasi pelindung di mulut gua kembali bergetar lembut. Detik berikutnya, sesosok gadis cantik dengan jubah sutra biru langit melangkah masuk dengan napas yang sedikit terengah-engah.

Shui Xiao Ran.

"Senior Ling, aku membawa—" Kalimat Shui Xiao Ran seketika membeku di tenggorokannya. Sepasang mata indahnya membelalak lebar penuh keterkejutan melihat sosok kakek tua berjubah rami yang sedang duduk santai di atas batu bersama Ling Yun. "T-Tetua Agung Tian Xuan?! Mengapa Anda ada di sini?!"

Shui Xiao Ran benar-benar syok. Meskipun dia adalah putri kandung sekaligus murid langsung dari Ketua Sekte, di hadapan Tian Xuan yang sudah menganggapnya seperti cucu sendiri, dia tahu betul betapa sulitnya menemui pria tua legendaris ini. Namun sekarang, sang Tetua Agung justru sedang minum arak murah di dalam gubuk murid luar!

Di sisi lain, Ling Yun juga tidak bisa menyembunyikan rasa keterkejutan di sepasang manik matanya, mengingat gadis tersebut bisa melewati dengan mudah formasinya. Dia tahu gadis ini memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi, tetapi dia sama sekali tidak menyangka bahwa seorang anak Ketua Sekte akan sudi mengabaikan aturan, turun langsung ke kediaman kumuh sekte luar secara pribadi di jam seperti ini.

"Walaupun terlihat cuek dan acuh tak acuh di luar, sifat tentang mengkhawatirkan orang yang lebih lemah secara berlebihan masih tidak berubah ya." Gumam Ling Yun seraya tersenyum samar.

Shui Xiao Ran yang menyadari pandangan Ling Yun, mendadak melihat sekelilingnya yang memang sudah malam dan terbilang sangat larut. Wajah cantiknya seketika memerah padam karena malu. Akibat terlalu cemas memikirkan ancaman Keluarga Zhao sepanjang sore, dia terus memikirkan cara untuk membantu Ling Yun hingga benar-benar tidak sadar dengan sekitarnya.

"Nona Muda Shui, sebuah kehormatan besar Anda sudi berkunjung ke kediaman murid luar yang sederhana ini," ucap Ling Yun, memecah keheningan dengan nada suara yang teramat formal dan sopan, layaknya seorang murid biasa yang menyapa putri penguasa sekte.

Shui Xiao Ran meremas ujung lengan bajunya dengan canggung, matanya melirik ke arah meja batu. "S-Senior Ling... Anda tidak perlu bersikap seformal itu. Aku hanya... aku datang untuk mengantarkan ini."

Melihat interaksi tersebut, Tetua Agung Tian Xuan yang sedang memegang cangkir araknya mendadak tertegun di tempat. Jantung tuanya berdegup aneh, dan rasa heran yang teramat sangat membuncah di dalam dadanya.

‘Tunggu... Mengapa interaksi mereka berdua terdengar sekaku dan seformal ini?’ batin Tian Xuan dengan otak yang seolah mengalami korsleting. ‘Siang tadi di Aula Pengawas aku tidak terlalu memperhatikan, tapi sekarang... Xiao Ran memanggilnya Senior dengan canggung, dan Yun-er membalasnya dengan formalitas yang begitu dingin? Padahal... padahal sebelum tragedi pengkhianatan mengerikan sepuluh tahun lalu menghancurkan keluarga Ling, Ling Yun dan Shui Xiao Ran adalah teman masa kecil yang sangat dekat! Mereka tumbuh bersama sebelum Yun-er kehilangan segalanya!’

Rasa penasaran yang tak tertahankan membuat Tian Xuan secara refleks membuka mulutnya. "Yun-er, Xiao Ran, mengapa kalian berdua—"

Namun, kalimat itu mendadak bisu. Kata-kata yang hendak meluncur dari bibir Tian Xuan seketika ditelan kembali ke dalam tenggorokannya, membeku jadi keheningan yang mutlak.

Tepat sebelum dia menyelesaikan pertanyaan nya, Ling Yun mendadak menggeser pandangannya dan melemparkan seberkas tatapan mata langsung ke arah Tian Xuan. Itu adalah tatapan yang teramat tajam, dingin, dan dipenuhi pendaran kuno yang sangat mendalam—sebuah tatapan mata dari seorang pria yang tahu persis apa yang sedang dipikirkan lawan bicaranya, dan secara mutlak mengisyaratkan:

'Jangan tanyakan itu sekarang, orang tua.'

Melihat tatapan dingin anak sahabat lamanya yang seolah mampu mengunci jiwanya sendiri, Tian Xuan memilih untuk bungkam. Pria tua itu berdeham pelan, lalu berdiri dari kursi batunya sembari tersenyum penuh arti untuk mencairkan suasana canggung yang menekan.

"Aha... sepertinya orang tua ini sudah terlalu lama berada di sini dan mengganggu urusan penting anak muda. Xiao Ran, jangan biarkan ayahmu tahu kau berkeliaran di sini malam-malam. Yun-er, gunakan waktu enam bulan ini dengan baik. Aku pergi dulu!"

Tanpa menunggu jawaban, tubuh Tetua Agung Tian Xuan mengabur dan lenyap selembut embun malam, meninggalkan kedua remaja itu dalam keheningan gua yang kian pekat.

Shui Xiao Ran menarik napas dalam-dalam untuk menenangkan debaran jantungnya yang sempat kacau karena kehadiran Tian Xuan yang jelas membuat ia penasaran. Dia melangkah mendekati meja batu, lalu meletakkan sebuah kotak kayu cendana kecil yang memancarkan aroma obat yang sangat pekat, bersama dengan sebuah gulungan kulit domba kuno.

"Senior Ling, Token Perak di Aula Pengawas tadi adalah hak resmi dari sekte. Namun, ini... adalah bentuk balas budi pribadiku karena kau telah menyelamatkan nyawaku di Lembah Tulang Putih," ucap Shui Xiao Ran dengan kesungguhan yang tulus. "Di dalam kotak ini ada Pil Pemurni Meridian Tingkat Tiga untuk meredam efek samping saat kau menyerap obat berenergi tinggi. Dan gulungan ini... adalah peta rahasia dari area Ujian Promosi Sekte Dalam yang sering digunakan oleh Keluarga Zhao untuk menjebak lawan-lawan mereka."

Shui Xiao Ran menatap mata Ling Yun dengan lurus, ada secercah kecemasan yang tak bisa disembunyikan di sana. "Keluarga Zhao memiliki tiga jenius besar di ranah Pendirian Fondasi puncak yang akan mengikuti ujian enam bulan lagi. Tolong... jangan mati di tangan mereka."

Ling Yun menatap barang-barang di atas meja, lalu beralih menatap wajah tulus gadis di depannya. Rasa formalitas dingin di wajahnya perlahan mencair, digantikan oleh seulas senyuman yang hangat—senyuman tulus yang sangat jarang ia perlihatkan kepada orang luar setelah sepuluh tahun menahan kepedihan hidup.

"Terima kasih, Nona Muda Shui. Kebaikan dan keberanianmu untuk datang langsung ke sini malam-malam... akan selalu kuingat," ucap Ling Yun pelan, namun sarat akan ketulusan yang mendalam.

Mendengar pujian lembut itu dan melihat senyuman hangat Ling Yun, Shui Xiao Ran merasakan jantungnya berdegup sedikit lebih cepat. Untuk menyembunyikan kegugupannya, dia buru-buru menangkupkan tangan, memberikan salam perpisahan, lalu berbalik dan berjalan pergi meninggalkan halaman kediaman Ling Yun dengan langkah cepat.

Lu Han yang sejak tadi bersembunyi di balik pintu akhirnya berjalan mendekat dengan mata berbinar-binar. "Adik Kecil... Nona Muda Shui benar-benar menaruh perhatian yang luar biasa kepadamu. Dia bahkan memberikan peta rahasia Keluarga Zhao!"

Ling Yun tersenyum tipis, matanya menatap tajam ke arah peta di atas meja batu. "Dia tidak hanya memberikan bantuan, Kakak. Dia baru saja memberikan kita semua amunisi untuk membalikkan keadaan dan menghancurkan perangkap Keluarga Zhao jika memang mereka ingin melakukan sesuatu nantinya."

Ling Yun mengeluarkan Tanaman Obat Tulang Hitam kualitas puncak dari kantong penyimpanannya, lalu membaginya menjadi dua bagian yang sama besar. Satu bagian diserahkannya langsung ke tangan Lu Han bersama dengan sebuah kotak yang berisi instruksi modifikasi Teknik Bumi Guntur.

"Enam bulan, Kakak," ucap Ling Yun, suaranya kini dipenuhi oleh ambisi yang membubung tinggi dan tekad yang tak tergoyahkan.

Lu Han menerima obat tersebut dengan tangan bergetar, matanya menyala oleh tekad yang sama membara. "Aku bersumpah, tidak akan mengecewakanmu, Adik Kecil!"

"Tapi sebelum itu Yun, aku sudah sangat penasaran sebenarnya." Ucap Lu Han membuat Ling Yun memasang raut wajah bingung sekaligus penasaran, lalu menaikkan sebelah alisnya menunggu kelanjutan dari perkataan kakak angkatnya itu.

"Apa yang ingin kau ketahui, Kakak?" tanya Ling Yun dengan nada tenang sembari melipat kedua tangannya di dada.

"Kenapa Nona Muda Shui memanggil mu dengan 'Senior' ya? Padahal jelas-jelas umurmu dan Nona Muda tidak terpaut terlalu jauh. Sebaliknya bukankah kita yang harusnya memanggil ia 'Senior' ya?" Tanya Lu Han penasaran.

"Jujur saja, Kakak... aku pun tidak tahu apa alasan di balik panggilan itu," jawab Ling Yun akhirnya sembari menggelengkan kepala pasrah, karena dirinya pun tidak mengetahui jelas apa yang dipikirkan oleh Shui Xiao Ran.

"Ya biarkan saja. Tidak perlu memikirkan hal itu lebih rumit." Timpal Ling Yun lagi dengan tenang.

Lu Han yang mendengar itu mengangguk, ia lalu berjalan menuju ruangannya dan diikuti dengan Ling Yun ke ruangannya sendiri. Formasi pengumpul energi kuno mulai diaktifkan oleh Ling Yun dari dalam, mengunci seluruh wilayah gunung ke dalam keheningan meditasi maut selama enam bulan ke depan.

>>>>>> Bersambung

~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya. semoga senantiasa sehat selalu untuk saudara-saudara ku.

1
Adhittma
like dan komennya jangan lupa ya man teman🤗
Dark knight
nexttt
Palatio
🆙🆙
Ta Ma
pertama thorrr
Somebody
lagi thor
Ren Sa
nexttt
korek ngok
up
Fahru Ahmad
lanjuttttt
Ghksňnn
Mantapo
Ghksňnn
Up up kuyy
Ren Sa
Gass
Ren Sa
Mantap
korek ngok
Lanjut lagi
Somebody
Good novel👍🏼👍🏼👍🏼
Somebody
Lanjutkan thorrr
Palatio
🙌🏼🙌🏼
Palatio
🆙🆙🆙
Palatio
🆙🆙
Palatio
wkwk mantap
Palatio
Bantai semuanya 🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!