NovelToon NovelToon
REPLAY

REPLAY

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Romansa Fantasi / CEO
Popularitas:327
Nilai: 5
Nama Author: Anyelir 02

Berawal dari pertemuan di sebuah pernikahan menjadi kisah cinta yang rumit. Kisah antara Devika Nala Arutala dengan Raditya Arya Wijaya. Bagi Arya, Nala bukan hanya masa kini namun juga masa lalu. Masa lalu yang tak mungkin bisa ia lupakan begitu saja.

Berawal dari pertemuan tanpa sengaja di sebuah pernikahan. Sekian lama kembali bertemu, Arya mengetahui sebuah rahasia tentang kisah mereka di masa lalu, membuat tekadnya yang padam menjadi membara.

Pertemuan mereka bukanlah hanya sebuah kebetulan, namun takdir. Bertemu kembali, mengulang kisah. Jika dahulu berakhir menyedihkan, maka kini haruslah indah. Air mata yang dulu tumpah haruslah berganti menjadi pelangi.

Waktu mungkin saja berjalan, namun hati selalu tahu tempat mereka pulang. Bunga yang layu mampu kembali mekar, sama seperti manusia. Ada saatnya kita layu untuk merenung dan mekar untuk bersinar. Cinta sejati tidak pernah benar-benar mati, ia hanya layu untuk mengajarkan kita cara merawatnya dengan lebih baik.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anyelir 02, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 27

Sesampainya di Lazuardi Studio, Citra dapat melihat beberapa wartawan sudah mengerubungi area depan studio. Terkejut? Tentu saja, Citra terkejut dengan kecepatan para wartawan dalam memburu sebuah berita. Berita mengenai Arya baru saja beredar sekitar 1 jam yang lalu, dan mereka sudah menemukan letak dimana Arya berada.

Mengingat pintu belakang studio berada, berbekal pengalaman saat menangani Zara Citra segera masuk melalui pintu itu.

“Sial, kedua kalinya manjat pagar kek gini setelah dewasa. Untung gue pengalaman manjat buat kabur waktu SMA.” gumam Citra

Bruk!

Citra mendarat dengan sempurna. Melihat area itu sepi, Citra segera masuk.

“Hah.... hah... hah..., dimana sih mereka?” Citra mencari keberadaan Zara dan Nala. Zara mungkin sudah biasa menghadapi hal ini dan ada Arsyad yang mampu mengatasinya. Citra lebih memikirkan Nala untuk saat ini. Apalagi ini adalah awal Nala kembali ke dunia entertainment. Itu pun hanya ingin membantu desainer kenalan saja.

Melihat keberadaan Lila, Citra segera bergegas menghampiri.

“Lila!!”

Lila yang baru saja keluar dari ruang rias, berbalik melihat keberadaan Citra.

“Nona Citra, ada apa?” Lila terkejut melihat keberadaan Citra di studio. Apalagi mengingat saat ini masih jam kerja.

“Kau tak lihat berita?”

“Berita?” Lila segera melihat ponselnya. Melihat berita yang sedang beredar. Dirinya terkejut dengan berita yang ada. Kemudian melihat ke arah jendela, banyak wartawan yang berkumpul di bawah.

“Mana Nala sama Zara? Kak Arya? Arsyad?”

“Mereka sedang di ruang Tuan Hari, Saya baru saja mengambil tas keperluan Nona.” Lila menunjukkan tas milik Nala yang dibawanya. “Mari saya antar,”

Hahaha

Terdengar suara tawa dari dalam ruangan itu. Lantai 2 adalah tempat mereka tuju, tempat ruang istirahat khusus milik Hari dan Tania. Dan itulah tempat Nala dan yang lain berada.

“Mereka tertawa sedangkan diluar sedang memburu mereka layaknya sebuah mangsa,” Zara memang tak terlalu memikirkan berita mengenai dirinya, apalagi jika itu hanya sebuah gosip tak bermutu mana mungkin ia pikirkan. Sedangkan Nala, pada dasarnya lebih cuek lagi. Jika Zara cuek, maka Nala lebih lagi. Mereka berdua adalah combo bodo amat yang sangat menyeramkan bagi Citra yang over thinking.

“Wah, senangnya bercanda bersama,” Datang berkacak pinggang dengan wajah seperti menuntut penjelasan. Citra seolah sedang sebagai hakim yang menunggu penjelasan para tersangka.

Nala yang masih belum paham, melihat ke arah Lila yang datang bersama Citra. Lila mengangkat ponselnya dan menggoyangkannya. Mengetahui kode itu, Nala segera membuka ponsel miliknya. Terdapat beberapa panggilan tak terjawab dari Citra dan pesan dari Lila dan Maya. Membaca pesan keduanya, mereka memberikan isi pesan yang sama yaitu lihat berita di internet.

Melihat berita, Nala terbelalak saat melihatnya. Zara yang melihat reaksi tak biasa Nala, segera merampas ponsel milik Nala.

“Apa?!!!” teriak Zara saat melihat headline yang ada. Kemudian berlari ke arah jendela, dan betapa terkejutnya Zara melihat banyaknya wartawan yang berkumpul.

“Gila! Ini gila!!” gumam Zara histeris melihat banyaknya wartawan. Namun, jika dilihat-lihat memang pose antara Arya dengan Nala yang beredar terlihat terlalu romantis. Seakan mereka berdua memang sepasang kekasih.

“Jadi rencana kalian?” Citra menuntut penjelasan. Wajah santai semua orang berubah menjadi berpikir keras.

“Siapa orang yang bocor? Sungguh tangannya ingin sekali ku patahkan!” celetuk Zara yang kesal. Pemotretan hari ini adalah pemotretan yang paling menyenangkan baginya, namun harus berakhir menjadi berita yang tak bermutu.

“Sepasang kekasih ataukah selingkuhan? Arya memilih Nala sang model legendaris yang kembali atau model yang sedang naik daun? Berita apaan ini?” Kemudian Zara kembali membaca headline “Sang matahari bertemu rembulan di pemotretan, Apakah publish hubungan?”

“Heh, mereka cuma lagi foto doang. Emang sih kayak sepasang kekasih, tapi kan aslinya enggak!” Zara sungguh kesal. Sebenarnya dia agak senang dengan berita Nala yang disangka sebagai kekasih Arya. Hanya saja, Zara kurang setuju juga mengingat Arya adalah orang hang kejam dan kurang cocok untuk Nala yang lembut.

Zara sangat tau bagaimana cara kerja Arya. Dia memang mantan anggota kepolisian, namun saat ia menjabat sebagai CEO dan membangun kembali perusahaan yang hampir hancur, ia begitu dingin. Zara melihat sendiri kekejaman Arya saat menghukum para pengkhianat. Memukul, cambukan, bahkan mematahkan tulang-tulang targetnya akan sangat mudah dilakukan Arya. Hal yang paling diingat Zara adalah melihat sendiri Arya melukai lawannya dan menurutnya itu kurang manusiawi. Namun, dirinya tau bahwa itu perlu dilakukan karena lawannya telah melewati batas.

“Masa istri gue di kira selingkuhan? Emang belum ada berita Zara sudah menjadi bagian keluarga Wijaya?” kesal Arsyad yang melihat istrinya dibawa-bawa dan sangka sedang selingkuh. Headline yang tak bermutu baginya.

“Sepertinya, para wartawan dan jurnalis perlu diberi bimbingan yang lebih baik lagi,” ujar santai Nala.

“Maksudnya?” Kata jurnalis dari Nala sungguh tak mengenakkan. Nala sepertinya lupa bahwa temannya juga seorang jurnalis.

“Yang ku maksud bukan kau, Citra. Jangan sensi dong!” Nala memberikan cengirangan yang manis pada Citra dan Citra berdecih saat melihat Nala yang mulai usil.

“Tapi yang dikatakan Nala tidak salah juga. Mereka perlu diberikan pukulan berat agar tak membuat berita sampah seperti ini.” Nada dingin Arya menguasai ruangan. Semua terdiam, melirik ke arah tempat duduk Arya. Nala yang awalnya santai menjadi ikut menegang saat merasakan aura yang tak mengenakkan berasal dari Arya.

“Mereka berani sekali mengusik dan membuat berita tak bermutu seperti ini!” Arya bukannya tak menyukai berita kedekatan antara dirinya dengan Nala. Namun, mengatakan dirinya jatuh cinta dengan 2 wanita? Mana mungkin itu terjadi. Vika-nya sudah cukup, bahkan cintanya sudah habis untuk Vika. Hatinya tak sebesar itu untuk menerima dan menempatkan 2 wanita untuk dirinya.

Namun, berbeda dengan yang lain. Semua dalam ruangan itu berpikir bahwa Arya tak suka dengan kabar kedekatan antara dirinya dengan Nala, kecuali Kevin. Sedangkan Arsyad merasa ada yang aneh dengan Arya. Melirik ke arah ponsel Arya, dirinya membaca sedikit apa yang ada di layar itu.

“Pfft!”

Semua mata terarah pada Arsyad. “Yang, apanya yang lucu?” kesal Zara saat melihat suaminya yang tak tau situasi malah menahan tawa. Padahal tidak yang lucu.

“Sekarang cara membereskan ini?”

“Gue ada ide. Pertama kita publish pernikahan gue sama Zara. Jadi berita Zara yang dianggap berselingkuh kelar.”

“Publish??”

“Yap! Jika kalian lupa, hanya beberapa orang yang tau kalau kita sudah menikah sayang. Para karyawan termasuk talent, para rekan bisnis. Media? Mereka tidak ada yang tau.”

Penjelasan itu masuk akal. Pernikahan yang berlangsung saat itu begitu private. Hanya keluarga, rekan bisnis yang diundang. Karyawan kantor serta talent saja yang tau kabar pernikahan waktu itu segera menutup mulut mereka agar tak bocor keluar.

“Boleh, itu ide yang bagus!” Nala setuju dengan rencana yang diberikan Arsyad. Nala tau, hubungan Zara dan Citra dirahasiakan karena demi keselamatan keduanya. Namun, bagi Nala keselamatan mereka berdua tak harus sampai merahasiakan kabar bahagia yang ada. Bagi Nala, cukup Arsyad selalu ada di samping Zara dan selalu membantunya itu sudah cukup. Jika terus disembunyikan, nantinya akan ada hal lebih besar akan terjadi. Dan itu akan menjadi masalah besar jika itu sampai terjadi.

“Lalu soal Nala dan Kak Arya?” Semua menjadi diam. Inilah yang sulit mereka lakukan.

“Sebenarnya ada yang gue pikirin. Tapi entah kalian terima atau nggak?” ujar Arsyad.

“Apa???”

1
Noona Rara
Aku mampir yah kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!