NovelToon NovelToon
Legenda Naga Pemakan Langit 2

Legenda Naga Pemakan Langit 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Fantasi Timur / Balas Dendam
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: Baldy

(SEASON 2) Di benua baru ini, Alam Inti Emas hanyalah debu di bawah sepatu para bangsawan. Raja Fana menjadi prajurit biasa, dan monster-monster Alam Penyatuan Langit berjalan membelah gunung dan membelokkan bintang. Tidak ada sekte lemah di sini; yang ada hanyalah Kekaisaran Kuno dan Klan Dewa yang dihormati layaknya pencipta.

Membawa garis keturunan Dewa Naga Primordial yang diburu oleh surga, Chu Chen menolak untuk merunduk. Di tanah di mana naga hanya dianggap sebagai mitos yang telah punah, ia akan membangkitkan kembali era dominasi mutlak. Jika surga menghalanginya, ia akan menelan surga itu sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Baldy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kedatangan Kaisar

Aula Kuil Leluhur itu dipenuhi oleh kabut emas yang sangat pekat, berdenyut dengan irama yang selaras dengan detak jantung alam semesta. Di tengah-tengahnya, kolam raksasa tempat Urat Nadi Naga Emas mengalir tampak seperti cawan dewa yang tak ternilai harganya.

Bagi Kekaisaran Matahari Suci, urat nadi ini adalah akar kehidupan. Energi murni yang telah terkumpul selama seratus ribu tahun inilah yang membuat pulau-pulau di Lingkar Dalam melayang, dan yang memberi tenaga pada Sembilan Matahari Buatan di angkasa.

Chu Chen berdiri di tepi kolam. Matanya yang gelap memantulkan cahaya keemasan dari cairan kental di bawahnya.

"Dewa Agung..." Meng Fan bergumam dengan kaki lemas, hampir merangkak mendekati bibir kolam. Hanya dengan menghirup udara di ruangan ini, Dantian pelanginya bergemuruh, serta-merta menyerap energi murni yang cukup untuk membuatnya menerobos lapisan kultivasi dalam hitungan hari. "Ini... ini adalah lautan kekayaan sejati!"

Bai berdiri tak jauh di belakang, wajahnya menegang. "Chu Chen, energi bumi ini terlalu luar biasa besar. Jika kau menyerapnya terlalu banyak sekaligus, Dantianmu akan meledak! Urat nadi ini menopang sebuah kota raksasa, tubuh fana tidak akan bisa—"

"Aku bukan fana."

Chu Chen tidak ragu sedikit pun. Ia tidak hanya mencelupkan tangannya; ia melangkah maju dan melompat langsung ke tengah-tengah kolam Urat Nadi Naga Emas tersebut.

BYUURR!

Cairan emas yang kental itu menyiprat, membakar lantai batu di sekitarnya. Suhu cairan ini tidak sepanas lahar, namun tekanannya jutaan kali lipat lebih berat. Ini adalah berat dari sejarah dan hukum bumi.

Chu Chen membiarkan tubuhnya tenggelam hingga sebatas dada. Ia memejamkan mata, memusatkan Niat Spiritualnya, dan melepaskan segel Istana Jiwa Naga di dalam Dantiannya secara penuh.

Seni Kaisar Naga Penelan Semesta: Pelahapan Langit dan Bumi!

BUMMMMM!!!

Sebuah pusaran hitam raksasa meledak tepat di tengah-tengah kolam emas tersebut. Bukannya menyedot cairan itu setetes demi setetes, pusaran Chu Chen merobek aliran urat nadi tersebut dari dasar bumi, menarik energi seratus ribu tahun itu bagaikan badai yang menelan lautan!

"ARGH!" Chu Chen mengerang tertahan.

Sensasi ini jauh lebih buas daripada menelan Pil Sumsum Darah atau Api Teratai Merah. Energi Urat Nadi Bumi membawa kehendak alam yang menolak untuk ditundukkan. Garis keturunan Dewa Naga Primordial di tubuh Chu Chen mendidih, bertarung habis-habisan melawan kehendak bumi untuk memaksakan tunduk energi tersebut.

Cairan emas itu mulai menyusut dengan kecepatan mata telanjang, mengalir masuk ke dalam setiap pori-pori kulit Chu Chen, mengisi Istana Jiwa Naganya hingga batas paling puncak.

Namun, tindakan ini membawa malapetaka seketika bagi dunia luar.

Di atas langit Ibukota Suci, delapan matahari buatan yang tersisa tiba-tiba berkedip-kedip liar secara serempak. Cahaya keemasan yang biasanya menghangatkan kota mendadak berubah redup, memancarkan warna merah darah yang pucat.

Lalu, sebuah suara retakan yang terdengar seperti kiamat membelah langit.

KRAAAK... BUMMM!

Salah satu matahari buatan itu kehilangan tenaga angkatnya. Bola logam raksasa itu padam sepenuhnya, lalu jatuh menukik dari langit, menghantam salah satu kawasan padat penduduk di Lingkar Tengah. Ledakan yang setara dengan ribuan bintang jatuh meratakan kawasan tersebut menjadi kawah abu dalam hitungan detik.

"M-Matahari... mataharinya jatuh!" jeritan histeris meledak di seluruh penjuru kota.

Bencana tidak berhenti di situ. Susunan formasi yang menopang pulau-pulau melayang di Lingkar Dalam mulai kehilangan pasokan Qi. Istana-istana giok yang megah, taman-taman gantung, dan paviliun para bangsawan mulai kehilangan daya tolak bumi.

Satu per satu, pulau-pulau raksasa itu bergetar, miring, dan akhirnya jatuh menabrak daratan di bawahnya dengan suara gemuruh yang menghancurkan gendang telinga.

Kekaisaran Matahari Suci, peradaban fana tertinggi di benua ini, sedang runtuh!

"Chu Chen! Berhenti! Kau menghancurkan seluruh kota!" jerit Bai di dalam Kuil Leluhur, merasakan gempa bumi yang membuat pilar-pilar batu hitam di sekeliling mereka mulai retak.

Namun Chu Chen sama sekali tidak mendengar. Seluruh kesadarannya terpusat pada Dantiannya. Istana Jiwa Naganya telah menyerap energi hingga batas mutlak. Fondasi Setengah Langkah Raja Fananya mulai retak, bukan karena hancur, melainkan karena ia sedang merobek cangkang fana menuju ranah keilahian.

"Tembus!" raung Chu Chen di dalam batinnya.

BLAAAAAAR!!!

Sebuah pilar cahaya merah keemasan meledak dari tubuh Chu Chen, menembus langit-langit Kuil Leluhur hingga hancur berkeping-keping. Sisa cairan Urat Nadi Naga Emas di dalam kolam itu seketika mengering tak bersisa, ditelan habis dalam satu tarikan napas terakhir.

Di dalam Dantiannya, Istana Jiwa Naga miliknya tidak lagi berbentuk bangunan bayangan semu. Istana itu kini memadat, memancarkan wujud nyata mutlak yang menentang hukum alam semesta. Sebuah singgasana hitam terbentuk di tengah istana tersebut, melambangkan kekuasaan seorang Raja.

Alam Raja Fana Tahap Awal!

Tubuh Chu Chen melayang naik dari dasar kolam yang kini hanya berupa kawah batu kering. Sisik-sisik naga hitam legam di bawah kulitnya berkedip dengan pendaran keemasan kuno. Tekanan yang ia pancarkan tidak lagi menyatu dengan alam, melainkan menekan alam itu sendiri.

Ia membuka matanya, sepasang pupil vertikal yang menyala dengan kekuasaan mutlak.

Namun, sebelum ia bisa menikmati kekuatan barunya, langit di atas Kuil Leluhur yang telah hancur itu mendadak terbelah.

Sebuah tekanan spiritual yang jutaan kali lipat lebih mengerikan dari reruntuhan kota turun menghantam sisa-sisa kuil. Meng Fan dan Bai langsung memuntahkan darah, terjerembab ke tanah tanpa bisa menggerakkan satu otot pun. Tekanan ini bukan sekadar penindasan ruang; ini adalah murka murni dari seorang kaisar yang negaranya baru saja dihancurkan.

Dari balik awan debu, sesosok pria berjubah naga emas turun dengan wajah yang berkerut hebat oleh amarah yang tak terlukiskan.

Kaisar Yan Luo! Penguasa Puncak Penyatuan Langit!

Mata Kaisar Yan Luo menyapu Kuil Leluhur yang hancur, kolam urat nadi yang mengering, mayat Tiga Bayangan Kaisar yang menjadi debu, dan akhirnya terkunci pada sosok pemuda berjubah abu-abu yang melayang di udara.

"Urat Nadi Kekaisaranku..." suara Kaisar Yan Luo bergetar, bukan karena takut, melainkan karena guncangan batin yang meremukkan kewarasannya. "Kau... kau meminum darah peradabanku hingga kering?!"

Kaisar itu menengadah, melihat pulau-pulau Lingkar Dalam yang terus berjatuhan dan sisa tujuh matahari yang berkedip sekarat. Ratusan ribu tahun sejarah kekaisarannya, musnah dalam waktu kurang dari setengah jam!

"KAU AKAN MATI DENGAN CARA YANG BELUM PERNAH DICIPTAKAN OLEH NERAKA!"

Kaisar Yan Luo kehilangan seluruh wibawanya. Ia meraung bagaikan makhluk buas yang terluka. Ia tidak merapal sihir atau mencabut senjata. Ia mengangkat kedua telapak tangannya, dan seluruh Hukum Alam di Ibukota Suci—meskipun sedang runtuh—bereaksi terhadap panggilannya.

Hukum Kaisar Mutlak: Kiamat Langit dan Bumi!

Ruang dalam jangkauan seratus mil di sekitar Kuil Leluhur mendadak membeku, lalu hancur ke dalam. Ribuan celah ruang berwarna hitam pekat terbuka di udara, berniat menyedot dan merobek Chu Chen menjadi ketiadaan mutlak. Ini adalah serangan pamungkas dari Puncak Penyatuan Langit; sebuah serangan yang bisa menghapus keberadaan seorang ahli dari sejarah.

Menghadapi kemurkaan seorang kaisar dan kiamat yang merobek ruang, Chu Chen tidak menghindar.

Ia berdiri di tengah badai celah ruang itu. Senyum buas perlahan terukir di wajahnya.

"Kerajaanmu terlalu rapuh, Yan Luo," suara Chu Chen tenang, namun menembus gemuruh kiamat dengan sangat jelas. "Kau pikir menyatu dengan langit yang runtuh ini bisa membunuhku?"

Chu Chen merentangkan tangan kanannya. Di dalam Dantiannya, Istana Jiwa Naga yang baru saja mencapai Alam Raja Fana meledakkan kekuatannya. Zirah Tulang Naga Hitam di tubuhnya berderak, memancarkan cahaya yang menolak segala bentuk kehancuran ruang.

"Mari kita lihat," bisik Chu Chen, mengayunkan tangannya menyongsong badai ruang tersebut, "Apakah lehermu lebih keras dari fondasi kotamu."

1
black swan
...
Nur Aini
Thor, yg kaisar abadi penentang surga 2 kok blm update juga
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!