"Dasar anak Kunti!"
"Aku bukan anak Kunti! berhenti memanggilku anak Kunti! namaku Kalingga Arsana!"
Kalingga sering di panggil anak Kunti oleh teman temannya dan para warga di tempat dia tinggal, bukan tanpa alasan, itu karena dia lahir dari rahim seorang perempuan yang sudah di kubur.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridwan01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bisa keluar
"Hihihi..."
Kalingga terlihat senang sekali bermain dengan Arsana di rumah Liam dan Lintang, Kaelan datang ke sana setelah bertemu dengan Karman, dia setuju untuk menikahi Kinanti tapi nanti setelah dia membicarakan semuanya dengan Jamal dan Saidah, di tambah Kaelan masih merasa ragu karena dia hanya menganggap Kinanti sebagai seorang adik tapi dia juga tidak mau Kinanti jatuh ke tangan orang licik seperti Narno.
"Kalau kamu menikah dengan Kinanti, kamu pasti akan semakin di benci Narno" ucap Liam
"Benar sekali kak, sekarang saja Kaelan tidak bisa pergi terlalu lama, entah apa yang di tahan Narno dari Kaelan dan Kalingga, padahal kalau dia benci kami kan seharusnya dia biarkan saja kami pergi" jawab Kaelan
"Mungkin ada sesuatu yang lain yang di incar Narno dari kalian, Kalingga ini bukan manusia biasanya, lihat saja auranya sudah mulai terlihat sekarang, Kalingga bahkan sudah bisa melenyapkan kuyang" ungkap Lintang
"Kaelan juga tidak tahu kak, tapi... ada beberapa kelonggaran di kampung cadas sekarang, pasar di tempat kami masih yang paling besar dan komplit tapi dulu pendidikan di larang di sana, dan sekarang Narno mengijinkan anak laki laki sekolah sampai SMA" ungkap Kaelan
"Dia punya ambisi untuk jadi pemimpin yang di hormati semua tetua di setiap kampung, tapi dia tidak akan mampu menyaingi bapak Karman" ungkap Liam yang menikah dengan putri Karman yang bernama Kenanga
"Bang, kalau Kaelan jadi menikah dengan Kinanti, itu artinya Kaelan adik ipar Lo dong sama seperti kak Karna yang jadi kakak ipar Lo" ledek Lintang
"Padahal gue udah rencana mau jodohin Kinanti sama Liandanu loh, mereka seumuran" ucap Liam melirik Kaelan
"Liandanu mah lebih muda kak dari Kinanti" protes Kaelan
"Cieee... dia cemburu" ledek Liam dan Lintang
"Cieee... Kaelan cembulu" ledek Kenanga istri Liam
"Berisik cadel" ledek balik Kaelan karena Kenanga memang cadel
"Huaa.... Liam! Kaelan ledekin Anga tuh Anga tidak suka!" pekik Kenanga
"Sstt... sudah tidak apa apa kamu cadel yang penting kamu cantik, dan punya suami kalau dia kan duda" bujuk Liam mengusap rambut istrinya
"Duda wleee" sinis Kenanga yang memang punya sifat seperti anak kecil karena dulu, keberadaan Kenanga di sembunyikan Karman.
Berbeda dengan Kinanti yang di sembunyikan Karman karena merupakan anak dari perselingkuhan Karman dengan istri kedua Karna, keberadaan Kenanga di sembunyikan karena Kenanga punya darah yang di sukai para makhluk halus untuk di jadikan pengantin gaib, bahkan Kenanga pernah di culik dan hampir di lenyapkan istri ketiga Karman setelah Karman memilih untuk bertaubat dan tidak lagi melakukan ritual sesat di kampung Mahoni.
"Jangan mengatakan sesuatu yang akan membuat Kaelan sakit hati kak" keluh Kaelan
"Maaf mas duda" ledek Liam dan Lintang membuat Kaelan frustasi
"Sudah kang, kenapa meledek Kaelan terus, kasihan dia" ucap Laily istri dari Lintang
"Habisnya dia lucu sayang, masa dia mau menikah dengan Kinanti hanya karena takut Kinanti di gondol Narno" jawab Lintang
"Bawa kabur ke kota saja Kinantinya, nikahkan dengan anak Kita kang" ucap Laily
"Anak kakak yang mana? Ali juga sama lebih muda dari Kinanti" gerutu Kaelan
"Kan brondong lebih menggoda" jawab Liam
"Anga suka berondong buatan kak Aini, enak" celetuk Kenanga membuat semuanya tertawa
Suasana santai dan hangat Itulah yang tidak di dapatkan Kaelan di kampung cadas, tidak ada yang bisa dia ajak bicara di sana selain dari Jamal dan Saidah, Wisnu juga tidak bisa bebas di ajak berdiskusi karena pasti para warga akan curiga mereka punya hubungan yang baik.
"Astagfirullah! kak Kaelan! itu Kalingga terbang kenapa di biarkan saja!" pekik Kinanti yang baru pulang mengajar di sekolah SD tapi saat melirik pohon keramat dia melihat Kalingga mengapung di dahannya.
"Dia sedang bermain dengan leluhurnya Kinanti kamu tenang saja, kamu bukannya mengajar TK?" tanya Kaelan yang melihat Kalingga sedang di gendong Arsana di atas pohon depan rumah Liam dan Lintang.
"Tadi guru SD yang biasa mengajar sedang sakit jadi Om Zaher minta Kinanti yang ngajar" jawab Kinanti duduk di samping Kenanga dan memeluk kakak manjanya Itu.
"Kinanti, katanya Kinanti mau menikah sama duda ya?" tanya Kenanga
"Siapa yang bilang?" kaget Kinanti
"Bapak" jawab Kenanga polos
"Ko bapak tidak bilang sama aku?"
"Katanya duda anak satu dan dari kampung cadas, Anga lupa namanya" celetuk Kenanga membuat semuanya tepuk jidat
"Anga..." keluh Liam geregetan karena Kinanti langsung pergi ke arah kampung Mahoni.
"Susul sana Kaelan, mungkin Kinanti mengira dia akan di jodohkan dengan Narno, Narno juga kan duda anak satu" ucap Lintang
"Tidak ah, nanti juga kakek akan bicara sama dia, Kaelan canggung" jawab Kaelan mengambil buah semangka yang di makan Kenanga dan langsung mendapatkan geplakan dari Liam
"Kamu pikirkan baik-baik, jangan sampai kamu menyesal nanti kalau kamu menikah karena terpaksa, Kinanti itu perempuan baik dan dia juga pantas bahagia, terima dia karena kamu juga ingin membahagiakan dia bukan karena terpaksa membahagiakan Kinanti" ungkap Liam
"Iya kak" jawab Kaelan menunduk
"Maryani... dia"
"Maryani ikhlas makanya dia tidak menampakkan diri di depan kamu lagi, dia hanya menjaga Kalingga dari jauh sekarang" ucap Lintang yang melihat keberadaan Maryani di dekat Arsana, duduk bersama Parta di dekat pagar pembatas rumah Liam dan Lintang.
"Lagipula Maryani yang kamu lihat sekarang bukanlah Maryani Kaelan, dia itu sosok qorin Maryani, Maryani asli sudah tenang di sana" ucap Liam
"Benarkah Maryani sudah tenang?" tanya Kaelan
"Insya Allah" jawab keduanya
"Tapi Maryani tidak tertarik ke kampung cadas kak, kata Maryani dua kali dia pergi sendiri dan selalu tertarik kembali ke rumah bapak" ucap Kaelan
"Mungkin karena ada Kalingga di sini" jawab Lintang
"Bukan bukan, itu kalena Malyani ada talinya" jawab Kenanga yang memang kadang tidak bisa di mengerti saat bicara.
"Ada talinya bagaimana?" tanya Liam memastikan
"Ada Liam, tuh di kaki Malyani ada tali keciiilll sekali dan Malyani telikat dengan tali itu" jawab Kenanga
"Bisa di putus dengan ritual seperti tali Teluh pelet mati milik Anjas tidak?" tanya Lintang
"Tidak bisa, itu akan hilang saat Kalingga menikah nanti" jawab Kenanga membuat Kaelan semakin lemas.
Kalingga di kembalikan Arsana karena sepertinya Kalingga sudah mengantuk, Kaelan langsung membuatkan susu untuk Kalingga bahkan membiarkan Kalingga tertidur di sofa rumah Liam Lintang. Kaelan masih punya waktu dua jam sampai nanti Karna menjemputnya di sana untuk kembali ke kampung cadas dan dia ingin menggunakan waktu itu untuk membahas ari ari Kalingga.
"Ari ari Kalingga aman, kata Tante Kalia ada di dasar air terjun Sagara, dia menjaganya" ucap Liam
"Lalu bagaimana kalau Kaelan bawa Kalingga ke kota?" tanya Kaelan
"Sepertinya aman" jawab Liam dan Lintang setuju
"Tunggu lima tahun berarti, aki aki itu masih mau melihat Kaelan lima tahun ke depan" ucap Kaelan
"Tidak apa apa, lima tahun itu bisa kamu gunakan untuk mengajari Kalingga banyak hal, Kalingga akan membutuhkan itu nanti di dalam kampung yang di penuhi manusia sesat" ucap Lintang
"Kalau Kaelan menikah dengan Kinanti, dia pasti ikut Kaelan kan, apa tidak berbahaya Kinanti tinggal di kampung cadas?" tanya Kaelan
"Iya juga, bisa saja Narno nekat menculik Kinanti saat kamu tidak ada" ucap Liam