NovelToon NovelToon
Brine Dan Marine Garis Takdir

Brine Dan Marine Garis Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mafia / Balas Dendam
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: istimariellaahmad

Di bawah langit Jakarta yang lembap dan aroma melati yang pekat, Nikolai Brine tidak pernah menyangka akan menemukan kelemahannya. Sang predator berdarah Dubai-Rusia ini datang ke Indonesia untuk menghancurkan musuh, namun ia justru terpaku pada Clara Marine.
Pertemuan tak terduga itu memicu obsesi liar yang membawa Clara dari hangatnya tanah tropis menuju dinginnya benteng baja di Moskow. Nikolai tidak hanya menculik seorang wanita; ia menculik takdirnya sendiri. Di antara dinding es Rusia, sang mafia yang kejam harus belajar bahwa satu-satunya cara memiliki Clara adalah dengan bertekuk lutut pada kelembutannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon istimariellaahmad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Detak jantung di balik keheningan

Minggu-minggu berlalu sejak insiden surat misterius itu. Nikolai tidak pernah benar-benar membiarkan Clara jauh dari pengawasannya, namun hari ini, sebuah urusan mendesak di kantor pusat Brine Corp memaksanya pergi selama beberapa jam. Ia baru saja selesai meninjau laporan keamanan saat ponsel pribadinya—yang hanya memiliki nomor akses orang-orang terdekat—bergetar hebat.

Itu dari kepala pelayan di rumah.

"Tuan Nikolai... Nyonya Clara... dia pingsan di taman," suara di seberang telepon terdengar panik.

Dunia Nikolai seolah berhenti berputar. Pena di tangannya patah menjadi dua. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun pada para direksi yang sedang presentasi, ia berlari keluar, menendang pintu kantornya hingga terbuka lebar. Di kepalanya, hanya ada satu pikiran: Seseorang telah menyentuhnya. Seseorang telah menyakitinya.

Kemarahan yang Menjadi Ketakutan

Nikolai mengendarai mobilnya seperti orang gila, menerjang salju yang mulai mencair di jalanan Moskow. Saat ia sampai di mansion, ia melompat keluar bahkan sebelum mobil benar-benar berhenti.

"DI MANA DIA?!" raungnya saat memasuki aula.

Ia menemukan Clara terbaring di sofa besar di ruang tengah, wajahnya sepucat salju, dikelilingi oleh dua dokter pribadi yang selalu siaga di rumah itu. Nikolai menerjang maju, menyingkirkan semua orang dengan kasar untuk bisa berlutut di samping istrinya.

"Clara! Buka matamu!" Nikolai menggenggam tangan istrinya, menciuminya dengan penuh keputusasaan. Matanya berkilat dengan amarah yang mematikan saat menatap dokter. "Jika sesuatu terjadi padanya, aku akan meratakan tempat ini!"

"Tuan, tenanglah," ucap dokter senior itu dengan suara gemetar namun tenang. "Nyonya tidak dalam bahaya. Dia pingsan karena kelelahan dan... perubahan hormon yang drastis."

Nikolai membeku. Rahangnya yang mengeras perlahan mengendur. "Apa maksudmu?"

"Nyonya Clara hamil, Tuan Nikolai. Usia kandungannya baru memasuki minggu keempat. Itulah sebabnya dia merasa sangat lemah belakangan ini."

Obsesi yang Berlipat Ganda

Hening. Nikolai menatap wajah Clara yang masih terpejam. Rasa takut yang tadinya mencekik kini berubah menjadi sesuatu yang jauh lebih besar, lebih intens, dan jauh lebih obsesif. Ada kehidupan lain di dalam tubuh wanita yang ia puja. Darahnya, dan darah Clara, kini menyatu.

Perlahan, Clara mulai membuka matanya. Hal pertama yang ia lihat adalah mata biru Nikolai yang basah oleh air mata yang jarang terlihat.

"Nikolai..." bisik Clara lemah.

Nikolai langsung mendekapnya, namun kali ini dengan kelembutan yang luar biasa seolah Clara adalah sayap malaikat yang bisa patah kapan saja. "Jangan bergerak, Clara. Jangan pernah bergerak lagi jika kau tidak perlu."

"Aku hanya pingsan, Nikolai. Aku tidak apa-apa," Clara mencoba tersenyum saat tangannya menyentuh perutnya yang masih rata, menyadari berita besar itu dari ekspresi suaminya.

"Kau membawa hidupku di dalam dirimu, Clara," bisik Nikolai di telinganya, suaranya parau oleh emosi yang meluap. "Jika sebelumnya aku terobsesi menjagamu, sekarang... aku akan membangun benteng yang tidak bisa ditembus oleh matahari sekalipun. Tidak akan ada yang boleh mendekatimu. Tidak ada."

Penjara Cinta yang Baru

Kabar kehamilan ini membuat sifat posesif Nikolai meledak ke level yang belum pernah dibayangkan. Sore itu juga, ia memerintahkan seluruh lantai dua mansion dikosongkan untuk kenyamanan Clara. Ia memecat setengah dari pelayan rumah karena dianggap "tidak cukup waspada" saat Clara pingsan.

Nikolai bahkan tidak membiarkan Clara berjalan ke kamar mandi sendirian. Ia akan menggendongnya, menemaninya, dan menatapnya setiap detik seolah-olah jika ia berkedip, keajaiban itu akan hilang.

"Nikolai, aku ingin menghirup udara segar di balkon," ucap Clara saat malam tiba.

"Tidak. Udara di luar terlalu tajam untukmu dan bayi kita," jawab Nikolai sambil menyuapkan buah potong ke mulut Clara. Ia duduk di sampingnya, tangannya tak pernah lepas dari pinggang istrinya. "Aku sudah memasang sistem penyaring udara terbaik di kamar ini. Kau tidak perlu keluar untuk apa pun."

Clara menatap suaminya. Ia melihat cinta yang begitu besar, namun juga kegelapan obsesi yang kini semakin pekat. Nikolai tidak hanya mencintai istrinya; ia kini menyembah setiap napas yang diambil Clara. Bagi Nikolai, kehamilan ini adalah tanda bahwa ia telah memenangkan pertempuran melawan masa lalu—ia telah memiliki masa depan, dan ia akan memastikan masa depan itu terkunci rapat dalam pelukannya selamanya.

Happy reading sayang...

Baca juga cerita bebu yang lain...

Annyeong love...

1
Mega Maharani
lanjut thor ditunggu update bab selanjutnya
olyv
mampir thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!