WARNING ⚠️
(untuk umur 17 keatas)
...
Arkeas InjitAsmo hidup dalam keteraturan yang mewah. Baginya, hidup adalah tentang estetika dan wangi yang presisi. Namun, dunianya runtuh saat istrinya pergi dan ia harus mengurus Alisya sendirian di tengah kesibukan peluncuran parfum terbaru. Sepuluh pengasuh profesional sudah ia pecat dalam sebulan karena "bau badan mereka tidak estetik."
Masuklah Zollana, melamar pekerjaan. Karena sebuah insiden di mana Zollana tidak sengaja memecahkan Vas bunga kristal itu hingga hancur berkeping-keping, Arkeas justru menyadari satu hal: Alisya anaknya berhenti menangis saat berada di dekat Zollana.
Arkeas terpaksa mempekerjakan Zollana sebagai nanny sekaligus asisten rumah tangga dengan kontrak "Dilarang Ceroboh". Namun, nyatanya? Zollana justru membawa kekacauan yang berwarna di rumah minimalis Arkeas yang dingin.
...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kikyoooo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 28 Jadi Badut Demi Alisya
...🌹🌹🌹...
Pagi hari di penthouse Arkeas InjitAsmo diawali dengan suasana yang jauh dari kata mewah. Alisya, sang pewaris tunggal kerajaan parfum, sedang dalam mode "Super Aktif". Bayi mungil itu menolak duduk di kursi makannya dan lebih memilih merangkak keliling ruang tengah sambil mengejar robot vacuum cleaner yang sedang bekerja.
Zolla, yang masih memakai piyama oversized gambar kelinci dan rambut dicepol asal pakai pensil, tampak kewalahan tapi tetap semangat.
"Alisya! Stop! Itu bukan kuda-kudaan, Sayang! Itu penyedot debu!" teriak Zolla sambil tertawa.
Arkeas keluar dari kamarnya, sudah rapi dengan kemeja hitam yang lengannya digulung—penampilan andalannya yang selalu bikin Zolla glitch. Ia bersandar di pilar marmer, menyesap kopinya sambil memperhatikan kekacauan di depannya.
"Zolla, kamu itu asisten atau pelatih sirkus?" tanya Arkeas, suaranya berat khas bangun tidur, tapi ada nada geli di sana.
"Mas! Bantuin dong! Alisya lagi pengen jadi off-road nih, merangkaknya kenceng banget!" Zolla akhirnya berhasil menangkap Alisya, lalu merebahkannya di atas karpet bulu yang tebal.
...🌹🌹🌹...
Zolla tidak menyerah. Untuk menenangkan Alisya agar mau diam sebentar sementara dia menyiapkan sereal, Zolla melakukan aksi yang sangat "Gen Z Abis". Ia mengambil botol bedak bayi kosong sebagai mikrofon, lalu menyalakan lagu anak-anak versi remix yang lagi viral di TikTok lewat ponselnya.
"Oke, Alisya! Special performance dari Kak Zolla! Let’s go!"
Zolla mulai menari lucu, menggoyangkan pinggulnya ke kiri dan ke kanan, sambil melakukan gerakan-gerakan konyol seperti bebek. Ia bahkan melakukan lipsync dengan ekspresi wajah yang sangat ekspresif, membuat Alisya tertawa melengking sampai air liurnya menetes.
"Hap! Tangkap hidung Kak Zolla!" Zolla mendekatkan wajahnya ke Alisya, lalu menjauh lagi sambil mengeluarkan suara "Blep! Blep!".
Arkeas tertegun di tempatnya. Gelas kopinya hampir miring. Ia belum pernah melihat pemandangan se-transparan ini di rumahnya. Biasanya, rumah ini hanya berisi keheningan atau suara tangis Alisya yang bikin dia stres. Tapi sekarang? Ada tawa yang begitu tulus.
"Kamu nggak malu dilihat CCTV, Zol?" Arkeas akhirnya bersuara, meski sudut bibirnya sudah tidak bisa diajak kompromi untuk tetap lurus.
Zolla menoleh sambil masih memegang botol bedak. "Malu? Buat apa malu demi kebahagiaan Tuan Putri? Mas Arkeas sini dong, ikutan! Masa CEO cuma bisa nonton?"
"Nggak. Saya punya martabat," jawab Arkeas ketus, tapi kakinya malah melangkah mendekat ke arah karpet.
...🌹🌹🌹...
Zolla menarik ujung celana kain Arkeas. "Ayo Mas, satu gerakan aja! Biar Alisya makin seneng!"
Arkeas menghela napas, seolah-olah sedang dipaksa menandatangani kontrak kerugian. Tapi kemudian, ia berlutut di samping Alisya. Ia mengambil boneka kelinci milik anaknya, lalu menggerakkannya di depan wajah Alisya sambil membuat suara perut yang lucu.
"Halo Alisya... Papa kelinci datang," ucap Arkeas dengan nada suara yang sengaja dicemprengkan.
Zolla melongo. Matanya membulat sempurna. "WAH! Mas Arkeas bisa sulap suara?! Kok lucu banget sih!"
Arkeas langsung kembali ke wajah datar. "Jangan dibahas. Ini rahasia perusahaan."
Tapi Zolla tidak peduli. Ia malah makin semangat. Ia menumpuk beberapa bantal menjadi "benteng", lalu ia bersembunyi di baliknya. "Serang benteng Papa, Alisya! Serbuuu!"
Alisya merangkak menabrak tumpukan bantal itu, dan Zolla sengaja menjatuhkan dirinya sambil berpura-pura "kalah". Arkeas tertawa. Ya, Arkeas tertawa lepas melihat kekonyolan Zolla yang terjepit di antara bantal-bantal empuk itu.
Tawa itu membuat Zolla terpaku sejenak. Arkeas yang tertawa tanpa beban adalah pemandangan paling indah (dan paling berbahaya) yang pernah ia lihat.
"Mas... Mas kalau ketawa gitu, gantengnya ilegal tahu nggak?" celetuk Zolla jujur tanpa filter.
Tawa Arkeas berhenti, berganti menjadi tatapan yang sangat intens. Ia menarik satu bantal yang menutupi wajah Zolla, hingga wajah mereka hanya berjarak beberapa senti di atas karpet.
"Ilegal? Berarti saya harus ditangkap?" tanya Arkeas, suaranya kembali rendah dan serak.
"I-iya... ditangkap sama polisi cinta," jawab Zolla ngasal karena sudah telanjur baper tingkat provinsi.
...🌹🌹🌹...
Arkeas mengulurkan tangannya, merapikan anak rambut Zolla yang berantakan karena perang bantal tadi. Jarinya menyentuh kulit pipi Zolla dengan sangat lembut, seolah-olah Zolla adalah botol parfum paling langka yang pernah ia miliki.
"Zol... makasih ya," bisik Arkeas.
"Buat apa, Mas?"
"Buat tawa ini. Selama ini saya cuma kasih Alisya barang mewah, tapi kamu kasih dia... nyawa," Arkeas mendekatkan wajahnya, mencium kening Zolla lama sekali, mengabaikan Alisya yang sekarang malah sibuk menarik-narik kaos kakinya. "Besok malam di Gala Dinner, saya nggak mau kamu jadi 'bintang'. Saya mau kamu jadi 'rumah' buat saya. Bisa?"
Zolla mengangguk pelan, matanya berkaca-kaca karena terharu. "Bisa, Mas. Selama Mas nggak blokir nomor cowok lain lagi secara sepihak ya."
Arkeas terkekeh, lalu ia menarik Zolla ke dalam pelukannya—posisi mereka sekarang bertiga dengan Alisya yang berada di tengah-tengah. "Soal itu... saya nggak janji. Posesif itu bawaan lahir, Zol."
...
(Bersambung ke Episode 29...)