NovelToon NovelToon
Gadis Tulalit Jadi Pengantin Pengganti MR. AROGAN

Gadis Tulalit Jadi Pengantin Pengganti MR. AROGAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Pengganti / Identitas Tersembunyi / Crazy Rich/Konglomerat / Pengasuh
Popularitas:29.1k
Nilai: 5
Nama Author: Mom Ilaa

Demi mengejar cinta masa kecilnya, Raynara rela meninggalkan statusnya sebagai putri mafia Meksiko. Ia menyamar menjadi babysitter sederhana di Jakarta dan bersekolah di tempat yang sama dengan sang pujaan hati.

Namun, dunianya seolah hancur mengetahui Deva telah dijodohkan dengan sahabatnya sendiri.

Sebuah insiden di hari pernikahan memaksa Rayna maju sebagai pengantin pengganti. Mimpi yang jadi nyata? Tidak. Bagi Deva, Rayna hanyalah gadis ambisius yang haus harta.

"​Tugas kamu itu urus Chira, bukan urus hidupku. Jangan mentang-mentang kita satu sekolah dan sekarang kamu pakai cincin ini, kamu bisa atur aku. Di sekolah kita asing, di rumah kamu cuma pengganti yang mencuri posisi orang lain."

Di antara dinginnya sikap Deva dan tuntutan perjodohan di Meksiko, sanggupkah Rayna bertahan? Ataukah ia akan kembali menjadi ratu mafia yang tak punya hati?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mom Ilaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bocah Astral!

Rayna mulai merasa gerah. Bukan hanya karena sengatan matahari yang memanggang lapangan, tapi karena puluhan pasang mata yang menatapnya seolah ia adalah tontonan sirkus yang rendah. Ia harus pergi. Sekarang juga.

“Aduh… aduh!” jerit Rayna tiba-tiba. Ia membungkuk dramatis sambil memegangi kakinya dengan ekspresi kesakitan yang ia poles sedemikian rupa.

Deva yang tadinya berdiri tegak dengan wajah datar, seketika berubah. Ada kilat kecemasan yang melintasi matanya. “Kamu kenapa, Ray?”

“Ka-kakiku... aduh, kesemutan parah! Kayaknya sarafku kejepit. Aku harus ke UKS sekarang—”

SET!

Belum sempat kalimat itu tuntas, dunia Rayna serasa berputar cepat. Dalam satu gerakan sigap yang begitu protektif, Deva menyusupkan lengannya ke bawah lutut dan punggung Rayna. Ia mengangkat tubuh gadis itu dalam gendongan bridal style yang kokoh.

Mata Arita dan gengnya nyaris melompat keluar. Rayna sendiri membeku. Jantungnya berdegup dua kali lebih cepat, dan kali ini, itu murni karena Deva. Di pinggir lapangan, Asha hanya diam menatap pemandangan itu.

“Hei! Kalian mau ke mana?!” teriak Pak Dul sambil berlari kecil mengejar.

Deva menghentikan langkah, namun tidak sedikit pun melonggarkan dekapannya pada Rayna. Ia menatap Pak Dul dengan sorot mata yang tak terbantahkan, dingin namun penuh otoritas.

“Kaki pacar saya kesemutan, Pak. Bahaya kalau sarafnya tidak segera ditangani. Saya bawa dia ke UKS sekarang. Permisi.”

JDAR!

Kalimat itu menghantam lapangan lebih keras dari petir. Pacar? Bisikan maut menjalar dalam sekejap. Arita mematung, wajahnya pucat seolah seluruh pasokan oksigennya direnggut. Pak Dul terpaku dengan mulut menganga, tak sempat memprotes karena Deva sudah melangkah lebar meninggalkan lapangan dengan langkah panjang yang tenang.

Payung biru tua milik Deva terjatuh begitu saja, tergeletak di dekat kaki Arita yang masih syok. 

Suasana UKS terasa begitu kontras dengan keriuhan lapangan. Hening, hanya ada deru halus AC. Setelah petugas UKS pergi ke gudang, tinggallah mereka berdua dalam keheningan yang menyesakkan dada.

Rayna segera duduk tegak di tepi brankar, wajahnya memerah sempurna. “Ta-tadi itu keterlaluan! Kenapa harus bilang pacar di depan semua orang? Kamu gila ya?”

Deva tidak langsung menjawab. Ia menarik kursi kayu, duduk tepat di hadapan Rayna hingga lutut mereka bersentuhan. Ia mengambil handuk hangat, lalu tanpa permisi, meraih kaki Rayna dan meletakkannya di atas pangkuannya.

"Bocah ninja! Aku bisa sendiri!" Rayna mencoba menarik kakinya, tapi genggaman Deva terlalu lembut namun juga tak tergoyahkan.

"Diam sebentar," bisik Deva rendah. Ia mulai mengompres pergelangan kaki Rayna dengan gerakan perlahan yang begitu telaten. "Aku tahu kamu cuma akting. Tapi lihat kamu berdiri di sana di bawah teriknya matahari... itu bikin dadaku sesak. Aku nggak bisa cuma diam menonton."

Rayna terdiam. Matanya terpaku pada jemari Deva yang bergerak hati-hati di kakinya. "Tapi nggak harus ngaku pacar juga kali. Sekarang semua orang bakal incar aku."

Deva menghentikan gerakannya. Ia mendongak, menatap langsung ke dalam manik mata Rayna. Sorot mata yang biasanya sedingin es itu kini mencair, menyisakan ketulusan yang murni dan hangat.

"Rayna, dengarkan aku," suara Deva melembut. "Aku tidak mencari alasan untuk menyelamatkanmu. Aku hanya menggunakan momen itu untuk mengatakan apa yang selama ini tertahan di sini." Ia menyentuh dadanya sendiri.

Deva meletakkan handuk itu, lalu meraih kedua tangan Rayna dan menggenggamnya erat seolah takut gadis itu akan menghilang.

"Pernyataan tadi... itu bukan sekadar ucapan saja. Itu adalah deklarasi. Aku ingin dunia tahu, aku ini adalah pelindungmu. Bahwa aku ada di pihakmu. Selalu."

Rayna menelan ludah, dadanya bergemuruh hebat. "Kenapa aku?”

Deva tersenyum tipis sebuah senyum langka yang sanggup meruntuhkan pertahanan siapa pun. "Karena hanya kamu yang berani menatapku tanpa rasa takut. Karena hanya kamu yang bisa membuatku merasa 'hidup' kembali hanya dengan satu senyuman jahilmu."

Ia memajukan wajahnya, memperpendek jarak hingga Rayna bisa merasakan kehangatan napasnya. "Beri aku kesempatan, Ray. Jangan lihat aku sebagai bocah ninja lagi. Lihat aku sebagai laki-laki yang sedang jatuh cinta padamu."

Rayna terpaku. Di ruang UKS yang sempit itu, ia menyadari bahwa Deva tidak sedang bermain peran. Deva mengulurkan tangannya, ibu jarinya mengusap lembut pipi Rayna yang panas. Sentuhan itu membuat jantung Rayna berdetak liar.

Deva menatap bibir Rayna sejenak, teringat saat Rayna pernah mencium pipinya dulu secara tiba-tiba. Perlahan, ia mendekatkan wajahnya, memejamkan mata, membiarkan nalurinya menuntun untuk membalas kecupan itu dengan cara yang jauh lebih dalam.

“Di-dia mau ngapain?” gumam Rayna dalam hati, panik dengan jantung berdebar-debar kencang.

Napas Deva yang hangat mulai terasa di kulit Rayna, dan dunia seolah berhenti berputar hanya untuk mereka berdua. Rayna perlahan memejamkan mata, menyerah pada debaran jantungnya sendiri.

Namun, tepat sebelum bibir mereka bersentuhan...

"Hayoo.... lagi ngapain belduaan?"

Suara cempreng dan cadel itu tiba-tiba muncul dari balik tirai brankar sebelah, disusul oleh munculnya kepala mungil dengan rambut berantakan khas orang bangun tidur.

Chira?

Bagaikan dua kutub magnet yang mendadak saling tolak-menolak, Deva dan Rayna meloncat menjauh. Rayna hampir saja terjungkal dari brankar kalau tidak berpegangan pada tiang infus, sementara Deva, ia mendadak sibuk merapikan tatanan rambutnya yang sebenarnya sudah rapi.

"Uhuk! Uhuk-uhuk!" Rayna batuk-batuk hebat, wajahnya sudah semerah tomat yang terlalu matang.

Deva berdeham keras, mencoba memungut kembali harga dirinya yang tercecer di lantai UKS. Ia menoleh ke samping dan mendapati Chira, bocah lima tahun itu, sedang duduk santai di atas brankar lain sambil mengucek matanya yang masih mengantuk.

"Bocah Astral?! Darimana kau muncul?" pekik Deva dengan suara melengking.

Chira mengerjapkan mata, menatap Rayna dan Deva bergantian dengan tatapan polos namun penuh selidik. Di sampingnya, terdapat sebuah kantong plastik berisi jajanan pasar yang sudah agak lecek.

"Chila tadi dali pasal sama Bibi Malia, telus Chila ke sekolah nyali Onty Layna. Kata Bu Gulu… tunggu di sini, ya udah Chila bobo deh di situ," jelasnya sambil menunjuk brankar yang tadi ia tempati. "Telus tadi pas bangun, Chila liat Om deketin Onty. Mau makan Onty ya?" Tatap Chira serius tanpa berkedip sedikitpun.

Rayna rasanya ingin menenggelamkan diri ke dalam selimut saat itu juga. Ternyata dari tadi bocah ini ada di sana, tidur dengan tenang di balik tirai sementara mereka asyik bermesraan berdua.

1
tia
semangat thor ,, dn sukses karya nya.
Annabelle
mmm...deva romantis banget ..
tia
lanjut thor ,,belom lengkap kalo gk ada cedal
Mom Ilaa: di bab barunya nanti kak😆
total 1 replies
Gita ayu Puspitasari
lucu🤣
Lisa Halik
mmmmm
AltaeAT
lanjut thor
Heni Mulyani
lanjut
Riana
🤭
Lisa Halik
sudah bagi gift thir...lagi2 updatenya...makin seru/penasaran sebab kalendra bakal turun ke jarkarta indonesia
Mom Ilaa: siap-siap Dev disidang ayah mertua 🤭, trima kasih dukungannya ♥️
total 1 replies
ovi eliani
bagus rayna kasih pelqjarqn tuh Deva
Virenneluplup
nih bocah, kirain napa tadi
Heni Mulyani
lanjut
Jj^
terimakasih Thor 🤗
semangat update trs ya sampai tamat💪🤗
Nurjannah Rajja
Kurkas rusak mana dingin, panas malah....😁
Nurjannah Rajja
Salah duga😁
Adinda
lanjut thor sampai 5bab lagi😄
Lisa Halik
sudah beri gift thor...lagi thor di lanjut updatenya......biar deva galau&betul2 nyesal atas perbuatannya
Lisa Halik
makasih updatenya thor...
tia
lanjut thor 💪
Lisa Halik
sudah bagi gift thor..semangat updatenya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!