NovelToon NovelToon
Kesayangan Tuan Muda

Kesayangan Tuan Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Crazy Rich/Konglomerat / Fantasi
Popularitas:7.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ima susanti

Takdir membawa seorang gadis yang polos harus mengorbankan masa mudanya demi kesembuhan sang nenek.
Tawaran dari majikan tempat ia bekerja sangat menggoda. Dengan berbagi pertimbangan gadis itu menyetujui tawaran majikanya.

"Lahirkan seorang cucu buat saya."
"Cucu, bagaiman caranya nyonya?" tanya gadis yang bernama Laras.
"Meniakh dengan putra saya."
"Tapi tuan muda bukanya sudah punya istri nyonya, harusnya yang melahirkan seirang anak itu istrinya." sanggah Laras.
"Kalau dia mau saya tidak akan menawari kamu."
Laras yang sangat membutuhkan uang untuk biaya pengobatan neneknya menandatangi kontrak dari majikanya.
Apakah hidup Lars akan bahagia atau sebaliknya.
Di tunggu komentar dari kk² semua😘😘🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ima susanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33

Nyonya Veronica sudah dua hari di rawat di rumah sakit. Wanita itu nampak tak bersemangat sama sekali untuk segera pulih.

"Nyonya besar ayo buburnya di makan dulu, dari pagi belum ada sedikitpun makanan yang masuk kedalam tubuh nyonya besar. Jika nyonya mau sembuh nyonya harus makan yang banyak." Rayu pelayan yang di tugaskan untuk melayani nyonya Veronica oleh Dafa.

Nyonya Veronica memalingkan wajahnya menghindar dari suapan bubur dari pelayan. " Ayo nyonya, sedikit aja. Biar habis ini nyonya minum obat." bujuk pelayan tapi nyonya Veronica seakan tak peduli, ia masih saja merapatkan mulutnya sehingga membuat pelayan itu menyerah. Nyonya Veronica memejamkan matanya sebagai bentuk penolakan.

"Hufff......" terdengar helaan nafas dari mulut pelayan.

"Andai saja kalau bukan karena bayarannya yang menggiurkan tidak sudi aku melayani nenek - nenek keras kepala macam dia." bathin pelayan sembari mengurut dadanya agar sabar.

"Baiklah kalau nyonya tak mau makan, nanti kalau nyonya besar lapar panggil saja saya." pelayan itu merapikan kembali bubur yang tidak jadi di makan oleh nyonya Veronica dan pelayan itu pergi meninggalkan nyonya Veronica sendiri di ruangannya dengan membawa bubur tadi.

"Kamu kemana nak? Kenapa tak datang menemui mama? Apakah kamu begitu membenci mama?" gumam nyonya Veronica setelah membuka matanya dan melihat kearah pintu saat pelayan menutupnya.

Sudah seharian ini ia tak mau makan. Bukanya tak mau sembuh tapi tak ada seorang pun yang datang menyemangati dirinya untuk sembuh.

Keesokan harinya Dafa dan Laras pergi bersama membesuk nyonya Veronica. Keduanya berjalan di koridor rumah sakit di ikuti oleh bil Siti dan asistennya.

"Aku gugup, sayang." ujar Laras dengan wajah tegang.

" Santai aja, buang pikiran buruk di kepalamu." Dafa menggenggam tangan Laras yang terasa dingin, menyalurkan energi positif agar istrinya merasa tenang.

"Aku takut nyonya besar menolak, sayang." jangan Laras.

"Sudahlah, kita liat aja nanti. Rileks, tenang, bawa enjoy aja." Dafa mengelus tangan istrinya agar tidak gugup. Saat sampai di depan pintu kaki Laras teras berat sekan ada batu besar yang menghimpitnya sehingga kakinya tak bisa di gerakkan. Laras mengatur nafasnya agar bisa jauh lebih tenang.

Dafa memutar handel pintu dan menyembulkan kepalanya melihat ke arah dalam dimana mamanya terbaring.

Nyinya Veronica langsung menoleh kerah pintu dan tersenyum saat melihat orang yang begitu ia nanti akhirnya datang tapi senyum itu langsung hilang saat melihat wanita yang ada di belakang putranya. Nyonya Veronica langsung memalingkan wajahnya melihat kearah lain karna tak suka dengan kehadiran Laras.

"Mama." sapa Dafa sambil mendekat kerah mamanya di ikuti oleh Laras di belakangnya.

"Selamat siang, nyonya besar." sapa Laras dengan suara bergetar menahan rasa takut yang menyelimuti hatinya..

"Mama udah makan, ini Laras bawakan bronies kesukaan mama. Di makan ya, aku jamin mama pasti suka."

"Buang saja, aku tak sudi makan makanan dari dia." ucap nyonya Veronica membuat hati Laras terluka. Meski ia sudah mempersiapkan hati tetap saja perkataan dari mertuanya itu sungguh mengores hatinya.

"Kalau mama ga mau ya sudah, nanti aku suruh pelayan untuk membawanya dan membagikan pada penjaga di luar." Dafa meletakan kue tersebut di nakas samping ranjang mamanya.

"Mama cepat sembuh ya, mama ga mau gendong cucu mama nanti?" Dafa mengelus perut istrinya sambil tersenyum. Bohong jika nyonya Veronica tidak merasa tersentuh saat melihat perut buncit Laras karna ia juga begitu mendambakan kehadiran penerus di rumahnya. Tapi saat mengingat status Laras membuatnya kecewa.

"Maaf ma, aku ga bisa lama - lama di sini, kasihan istriku. Aku pamit ya, jangan lupa makan dan minum obat." Dafa mencium kening mamanya dan membawa Laras kelaur dari sana. Ia tau jika istrinya pasti tertekan berada di sana, makanya ia memutuskan untuk segera pergi.

Nyonya Veronica menatap pintu dengan perasan sedih. Putranya meninggalkan dirinya dan memilih membawa Laras keluar dari sana. Harusnya Dafa menemani dirinya dan bercerita tentang banyak hal agar dirinya kembali bersemangat.

Nyonya Veronica sebenarnya tidak jahat dan buruk, hanya karna ambisi dan egonya menutupi sisi baiknya serta pengaruh buruk dari Alex membuatnya melupakan kebaikan dirinya.

$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$

Assalamualaikum kk, apa kabar?

Di tunggu saran dan masukannya serta jangan lupa tinggalkan jejak berupa like dan komen serta vote yang banyak biar thor semakin semangat untuk melanjutkannya bab berikutnya 💪🙏🙏

1
ardiana dili
lanjut kak
Ima Susanti: siap kk🙏🙏
total 1 replies
ardiana dili
lanjut
ardiana dili
maaf kakak Salah tulis dafa kok jadi panca🙏
Ima Susanti: terimaksih koreksinya kk, nanti thor revisi 🙏🙏😘
total 1 replies
ardiana dili
lanjut
Ima Susanti: /Ok//Good//Pray/
total 1 replies
ardiana dili
lanjut kak
Ima Susanti: /Ok//Good/
total 1 replies
ardiana dili
lanjut
Ima Susanti: /Ok/ kk🙏🙏
total 1 replies
ardiana dili
semangat kak
Ima Susanti: /Determined//Determined/
total 1 replies
ardiana dili
lanjut
ardiana dili
semangat kak
Ima Susanti: terimakasih kk😘😘🙏🙏🙏
total 1 replies
ardiana dili
lanjut
Ima Susanti: udh up kk, silahkan lanjut baca😘🙏🙏
total 1 replies
sunaryati jarum
Dafa jangan lupakan Mila,nanti marah buat i masalah,jaga Laras agar bayi dan ibunya sehat
Ima Susanti: siap kk🙏🙏😘
total 1 replies
sunaryati jarum
Selamat Dafa akhirnya kerja kerasmu membuahkan hasil
Ima Susanti: /Chuckle//Chuckle//Joyful//Joyful/
total 1 replies
sunaryati jarum
Itu konsekuensi kamu Mila , kebanyakan ibu ingin punya lha kok menolak
Ima Susanti: tanggung akibatnya sendiri, nangis deh 😊
total 1 replies
ardiana dili
ceritanya bagus
Ima Susanti: terima kasih kk🙏🙏🙏
total 1 replies
ardiana dili
lanjut
Ima Susanti: siap kk😘👍
total 1 replies
sunaryati jarum
Yang bener namanya Laras atau Lidia🤩 Thoor Beberapa kali menyebut Lidia
Ima Susanti: maaf thor salah tulis🙏🙏
total 1 replies
sunaryati jarum
Jangan lemah Laras, lawan saja dengan perkataan dan perilaku sopan dan lembut.Suruh minta ke Dafa langsung
Ima Susanti: /Determined//Determined//Kiss/
total 1 replies
sunaryati jarum
Semoga segera hamil dan Dafa yang ngidam tidak mau jauh dari Laras
Ima Susanti: terimaksih saranya kk, thor skip ya😘🙏🙏
total 1 replies
sunaryati jarum
Ny Veronika seharus belajar dari pengalaman rumah tangganya, pernikahan yang dibangun tanpa kecocokan hanya karena status sosial, yang tidak bertahan lama, kenapa mau diulangi pada Dafa putranya.Ku kira Mila itu artis atau model kok tidak mau melahirkan
Ima Susanti: biasa wanita zaman sekarang ga mau tubuhnya rusak karna melahirkan 🤭🤭
total 1 replies
sunaryati jarum
Karena kau tinggal ya pastinya Mila kesepian, awas Dafa istri pertamamu nanti cari kehangatan lain lho, mungkin sudah terbiasa
Ima Susanti: kebanyakan gitu ga sih, maknya banyak istri yg selingkuh karna kurang dapat perhatian dari suaminya🤭🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!