NovelToon NovelToon
Vintage Heartbeats

Vintage Heartbeats

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Berbaikan / Pernikahan Kilat
Popularitas:12.6k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Satu komentar mengubah hidup Dr. Briella Zamora dalam semalam.

Berniat menghancurkan reputasi mantan kekasihnya, Lexington Valerio—Briella justru terjebak dalam skandal yang mengancam Dirinya Sendiri.

"Kau tahu apa yang paling lucu, Lex? Aku menghabiskan waktu untuk memperbaiki wajah orang lain agar terlihat sempurna, hanya agar aku bisa melupakan betapa hancurnya aku karena pria sepertimu."

"Rupanya waktu belum juga merubah kecerobohanmu, Briella Zamora."—Lexington Valerio.

Happy reading 🌷

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#32

Jam digital di atas nakas menunjukkan pukul 02:14 dini hari. Suasana penthouse yang biasanya tenang dan elegan kini terasa berbeda.

Angin malam yang berdesir di balik jendela kaca besar seolah membawa aura dingin yang menusuk. Lexington, yang biasanya memiliki tidur yang sangat teratur seimbang dengan jadwal risetnya, tiba-tiba terusik.

Dalam tidurnya, telinga sang Profesor menangkap sebuah suara asing.

Krak... krak... krak...

Suara itu terdengar ritmis, tajam, dan sangat ganjil. Seperti suara tulang yang remuk atau sesuatu yang keras yang sedang dihancurkan secara paksa.

Lexington mengerutkan keningnya dalam tidur. Bayangan-bayangan film horor yang pernah ia tonton secara tidak sengaja—meskipun ia selalu menyangkal keberadaan hantu dengan hukum fisika—mulai melintas di bawah sadarnya.

Krak... sruuup... krak...

Lexington membuka matanya perlahan. Jantungnya berdegup kencang. Ia merasa ada kehadiran sesuatu di sisi tempat tidurnya.

Dengan gerakan sangat pelan, ia menolehkan kepalanya. Di dalam kegelapan yang hanya dibantu oleh cahaya rembulan yang tembus dari celah gorden, ia melihat siluet seseorang duduk bersila di atas ranjang, tepat di sampingnya.

Sosok itu menunduk. Rambut panjangnya terurai menutupi wajah, dan tangannya bergerak naik turun dalam gerakan yang mekanis.

"Aaaa!"

Lexington berteriak pendek, reflek melompat mundur hingga hampir jatuh dari tepi ranjang. Napasnya memburu. Sebagai pria jenius, ia sempat berpikir apakah ini adalah manifestasi dari stres kerja atau serangan dari "asisten hantu" Late Vera yang menuntut balas.

"Hampir saja aku bertanya... kamu siapa?!" Lexington terengah-engah, tangannya meraba sakelar lampu tidur dan menyalakannya dengan kasar.

Klik.

Cahaya kuning temaram menerangi kamar. Lexington mematung. Di depannya, Briella duduk dengan tenang. Wajahnya yang cantik tampak sangat serius. Di pangkuannya terdapat sebuah mangkuk kaca besar berisi bongkahan es batu yang baru saja dikeluarkan dari freezer.

"Sayang...?" Lexington memanggil dengan suara bergetar, mencoba menetralkan detak jantungnya yang hampir lepas. "Kamu... ngemil es batu?"

Briella mendongak. Di mulutnya masih ada potongan es batu yang menonjol keluar. Ia mengangguk dengan semangat, lalu kembali mengunyahnya dengan bunyi krak yang sangat keras hingga Lexington merasa giginya sendiri ikut linu.

Briella menggelengkan kepalanya seakan sedang merasakan sensasi paling nikmat di seluruh dunia. "Rasanya sangat segar, Lex... sangat renyah. Uuuuh... rasanya seperti aku sedang berada di musim dingin St. Petersburg," gumam Briella dengan nada yang sangat puitis.

Lexington menelan ludahnya dengan paksa. Ia duduk kembali di samping istrinya, menatap mangkuk itu dengan ngeri. "Sejak kapan, Honey? Sejak kapan kau suka es batu? Kau biasanya paling benci makanan dingin. Kau bilang es batu bisa merusak enamel gigimu dan membuat perutmu kembung."

"Sejak tadi," jawab Briella santai, matanya berbinar. "Aku tiba-tiba terbangun dan merasa sangat haus, tapi bukan haus air putih. Aku ingin sesuatu yang bisa kukunyah tapi tidak punya rasa yang berat. Dan es batu adalah jawabannya."

"Tapi kenapa tidak membangunkan aku, Honey? Aku merasa bersalah melihatmu duduk di kegelapan seperti... seperti penunggu rumah tua," Lexington mengusap dadanya, masih merinding dengan suara kunyahan tadi.

Briella menatap suaminya dengan tatapan polos. "Aku tidak ingin mengganggu tidurmu, Lex. Lagipula, aku menikmati kesunyian ini bersama es batuku. Mau?"

Briella menyodorkan sepotong es batu berbentuk kubus yang sangat dingin ke depan bibir Lexington.

"Tidak. Terima kasih," jawab Lexington cepat sambil menjauhkan wajahnya.

Tiba-tiba, suasana menjadi lebih aneh. Briella menjangkau nakas, mengambil sebuah toples selai coklat yang entah sejak kapan sudah ada di sana. Dengan gerakan pelan, ia membuka tutupnya.

"Itu untuk apa lagi, Sayang? Itu terlalu manis untuk jam dua pagi," ucap Lexington saat melihat Briella mencocol es batunya ke dalam coklat kental itu.

"Aku ingin mengetes rasa, Lex. Semuanya ingin kucoba," Briella menjilat coklat yang menempel di es batunya sebelum kemudian mengunyahnya kembali. "Hmm... perpaduan dingin, keras, dan manis. Ini luar biasa."

Lexington hanya bisa melongo. Logikanya tidak mampu memproses fenomena kuliner yang sedang terjadi di depan matanya.

"Lex," panggil Briella tiba-tiba, matanya menatap langit-langit kamar dengan pandangan menerawang. "Tiba-tiba aku terpikirkan sesuatu."

"Apa itu, Sayang? Kau ingin es batu rasa stroberi?"

"Bukan," Briella menoleh pada Lexington. "Aku ingin makan... taburan coklat butiran meises di atas Pizza Keju yang sangat panas. Apa rasanya akan sangat enak? Perpaduan keju yang asin, roti yang gurih, dan coklat yang lumer karena panas..."

Lexington membelalakkan matanya. "Tidak, Sayang! Tidak! Kumohon, jangan bunuh anak kita dengan kombinasi makanan seperti itu! Itu adalah penistaan terhadap kuliner!"

Briella tertawa kecil melihat ekspresi horor suaminya. "Tenang saja, Lex. Aku tidak benar-benar ingin memakannya sekarang. Aku hanya... memikirkannya. Membayangkan rasanya saja sudah membuatku senang."

Lexington menghela napas lega, namun ia tetap merasa merinding. Ia menggeser duduknya, mendekat ke arah perut Briella yang masih tertutup piyama. Ia menempelkan telinganya di sana, lalu mulai berbisik dengan nada yang sangat serius.

"Nak... ini Daddy," bisik Lexington. "Dengarkan Daddy baik-baik. Tolong, jangan buat Mommy menjadi aneh seperti ini. Daddy tahu kau haus, tapi tolong mintalah jus jeruk atau susu hangat, jangan es batu di tengah malam. Dan tolong, jangan pernah setujui ide pizza coklat itu. Kita adalah keluarga dengan selera yang berkelas, oke?"

Briella mengusap rambut Lexington sambil tersenyum geli. "Dia tidak akan mendengarmu, Lex. Dia sedang sibuk menikmati sensasi dingin yang kukirimkan lewat es batu ini."

"Apa ini yang namanya mengidam, Sayang? Kenapa rasanya lebih menakutkan daripada ujian doktoral?" tanya Lexington sambil menatap mangkuk es batu yang kini mulai mencair.

"Ini baru permulaan, Profesor," goda Briella. "Siapkan dirimu untuk permintaan-permintaan yang lebih ajaib lainnya."

Lexington hanya bisa menghela napas pasrah. Ia menarik Briella ke dalam pelukannya, membiarkan istrinya kembali mengunyah es batu terakhirnya sambil ia sendiri berusaha memejamkan mata, berdoa agar besok pagi ia tidak menemukan Briella sedang mencoba makan nasi dengan taburan es krim.

"Tidur, Honey. Besok kita punya jadwal padat untuk tidak makan pizza coklat," gumam Lexington, yang akhirnya tertidur dengan sisa-sisa rasa merinding di tengkuknya.

1
azzura faradiva
biasanya tiap hari ngebut up terbaru bisa 3-4x,hari ini tumben enggak up...😔
Ros 🍂: Pengen Rasain dirindukan Reader dulu 🫶🌷🤭
total 1 replies
Almeera
Aku butuh Abang kaya gini, co di keranjang kuning ada gak ya?
Ros 🍂: bentar kak, author siapkan 😭🤭
total 1 replies
Almeera
Pasangan satu frekuensi 😍😍
Ros 🍂: Ma'aciww ya atas Jejak nya kak🫶😘
total 1 replies
Almeera
Kaaaaaa, Demi Tuhan aku kecanduan baca ini 😍😍😍
mana aku bacanya pake nada...
ditambah berada ikut kedalam alurnya
Ros 🍂: Walahhh ma'aciww kak🫶😘
total 1 replies
Almeera
nih coffe latte ginii nih, percaya diri itu perlu tapi Tahu Diri lebih penting
Ros 🍂: coffee latte 😭🤣
total 1 replies
Almeera
Astaga
Almeera
definisi mari bertemu di versi terbaik 🥲🥲🥲
Ros 🍂: Aaakkk😭
total 1 replies
Almeera
jokes orang cerdas selalu tepat 😍😍😍
Ros 🍂: wkwkwk🤭
total 1 replies
Almeera
Diborong semua sih Lex, terus aku harus cari kamu di orang yang mana 🥲🥲
Ros 🍂: semoga bisa dicari di dunia nyata ya kak🤭😘
total 1 replies
Almeera
🌹🌹🌹🌹 mawar terkirim, bentar aku meeting dulu
Ros 🍂: aaa Cemunguttt kak🫶💪🏼
total 1 replies
Almeera
yaa masa nyalahin pak RT
Ros 🍂: pak RT angkat tangan kak 😭
total 1 replies
Almeera
Kaaan kaaann kaaannn apa aku bilang dibahas teros hahahhaa
Ros 🍂: hahah Lexington said : 100 kebaikan tetap kalah dengan 1 perkataan 🤭🤣
total 1 replies
Almeera
Lex ini bisa dibahas sampe akhir hayat lohh 🥲🥲🥲
Ros 🍂: wanita paling suka ngungkit 🤣
total 1 replies
Almeera
Tuhan, yang gini loh maksudnya 😍😍😍
Ros 🍂: Aminin aja dulu kak, siapa tau diijabah neh 🫶🤭
total 1 replies
Almeera
coffe latte yang menurut dia sempurna mana bisa diginiin, gigit jari gih sana dipojokan 😁😁😁😁
Ros 🍂: kak ngakak aku kak🤭🤣
total 1 replies
mini
luar biasa
Ros 🍂: Ma'aciww kak 😘🫶
total 1 replies
Almeera
Kaaaaaa karya kamu bagus banget, bikin aku baper sampe kepikiran dikantor pengen baca lagi dan lagi...
emosinya kaya nyata dapet banget.

sehat selalu yaaa, semoga hari kamu baik terus
Tuhan memberkati 😇😇😇
Ros 🍂: Ma'aciww kak 🫶 Do'a Yang baik untuk kakak Juga, Semoga kakak juga sehat selalu juga yaak, God bless you 😘
total 1 replies
Almeera
Late liat nih dia kesayangan mertuanya kamu kalahh🥲
Ros 🍂: Hihihi kak 🫶🤭
total 1 replies
Almeera
😍😍😍
Ros 🍂: 😍😍😍😍😍
total 1 replies
Almeera
Lebih terhormat wanita ceroboh dari pada wanita yang masih bertumpu pada orangtua demi sebuah ambisi late 🥲
Ros 🍂: Late perlu reader sadarin kak 🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!