Menjadi pengasuh CEO yang berpura pura menjadi anak berumur 7 tahun?
CEO bernama Halton Felix berumur 25 tahun, tubuh tinggi kekar dan juga berisi.
Menceritakan kehidupan yang sungguh pahit yang di jalani seorang perempuan polos yang bernama Qiandra Januar Putri. Dia berstatus pelajar kelas 2 di sekolah SMA Negeri yang ada di kota nya.
Dia seorang gadis yang cantik, baik dan juga ramah. Dia adalah anak yatim piatu, yang di tinggal orang tua nya sejak dia duduk di bangku kelas 6 SD.
Setiap hari dia berjualan donat di sekolah untuk menghidupi kehidupan dirinya dan juga adik kandungnya.
Di sekolah Qiandra adalah korban perundungan. Karena semua orang membenci dirinya akibat kemiskinan yang dia jalani.
Qiandra juga disukai Rio Dewandaru tuan muda yang terkenal akan kekayaan dan juga ketampanannya di sekolah.
Alih alih melindungi orang yang dia cintai, tuan muda yang terkenal akan kecerdasannya malah menjadi orang pertama yang ...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria callista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28.
Di sebuah kamar yang terlihat begitu besar, bahkan sangat mewah. Karena itu adalah sebuah kamar dari rumah mewah yang berada di jalan merak.
"Bangun, kalau gak bangun aku gigit loh!" Ucap laki laki dengan suara berat nan nge bass tapi nada bicara laki laki itu, mirip seperti seorang anak berusia 7 tahun.
"Apakah ini mimpi? Atau aku sedang berada di surga. Apakah memang suara malaikat kecil itu mirip seperti suara laki laki dewasa," ucap Qiandra sembari menggeliat kan tubuh nya. Tubuh nya terasa enteng.
Tapi Qiandra merasa aneh, kala dada nya terasa begitu dingin. Dia merasa jika dia tidak memakai atasan maupun kaca mata dada. Karena angin AC begitu dingin melewati pori pori kulit yang ada di dada nya.
"Qian, bangun lah! Di suruh bangun malah berbicara sendiri. Aku lapar aku haus, aku mau nenen." Laki laki itu tampak tidak sabar.
Karena tidak mendapat kan jawaban atas pertanyaan nya, laki laki itu menjilat puting Qiandra seperti lolipop. Lalu memasuk kan puting milik Qiandra ke dalam mulut nya. Bahkan dia menyedot ASI yang ada di dada Qiandra dengan sangat kuat.
Aksi nya sukses membuat mata Qiandra membulat sempurna, karena saking kaget nya dengan aksi yang laki laki itu lakukan.
"Argghhhh." Jeritan Qiandra menggema di seluruh rumah mewah itu.
Julia pun yang duduk di sofa yang berada tak jauh dari pintu kamar anak nya. Langsung masuk saja ke dalam kamar, setelah mendengar jeritan menantu nya.
"Aduh nyusu nya pelan pelan dong, sakit! Gak usah di gigit. Gak lucu tau, wajah om om tapi tingkah seperti anak kecil." Suara Qiandra mencibir ke pada laki laki yang berumur 25 tahun, yang berada di depan nya. Qiandra merasa risih kala mata laki laki itu terus menatap nya. Sembari nyusu memainkan puting nya itu dengan lidah nya, kadang juga menggigit puting nya. Sampai dia merasa kesakitan.
Laki laki 25 tahun itu adalah Halton Felix Wayne.
Lalu Felix mengeluarkan puting Qiandra dari mulut nya, membuat air asi itu keluar kemana mana, bahkan mengenai wajah Felix sendiri.
Lalu Felix memasang wajah ingin menangis, karena Qiandra memarahi diri nya.
"Hiks hiks hiks, aku itu cuman lapar! Kenapa Qian sejahat itu sama aku." Dengan nada kecil, Felix berucap dengan suara parau. Bahkan dia mulai menangis tersedu sedu.
Qiandra hanya melongo, dia sebenar nya tidak tega memarahi Felix, bahkan sampai membuat nya menangis. Tapi Felix membuat puting nya perih dan mau copot.
Tapi Qiandra juga ingin tertawa lebar. Kala melihat wajah Felix yang maskulin malah bertingkah seperti anak kecil. Sungguh tidak pantas untuk di bayangkan.
Ceklek
Julia pun datang dengan beberapa dokter yang mengekor di belakang nya. Mereka datang untuk memeriksa keadaan Felix.
Karena saat Qiandra berada di sekolah, tiba tiba Felix sadar dari koma nya.
Tapi setelah sadar tingkah Felix malah berubah, tingkah nya sekarang seperti anak yang berusia 7 tahun.
Padahal jika tidak terjadi sesuatu dengan Qiandra di sekolah, pasti sepulang sekolah. Felix sudah dibawa ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan otak.
Melihat mommy nya masuk ke dalam kamar nya, Felix pun bangun dari tempat tidur nya. Lalu berlari ke arah mamah nya.
"Mommy, Qian jahat sama Felix, dia baru saja marahi Felix," ucap Felix dengan nada manja lalu memeluk mamahnya seperti anak kecil.
Julia hanya melongo melihat aksi putra semata wayang nya itu. Bahkan Julia tidak sanggup mengeluarkan kata kata dari mulut nya. Kala melihat tingkah anak nya.
Kini pemeriksaan pun dimulai, Qiandra duduk di sisi ranjang sebelah kiri. Sedangkan Felix berada di sisi ujung sebelah kanan. Qiandra hanya menatap suami nya. Felix sendiri, saat ini dikerubungi oleh beberapa dokter yang sedang memeriksa nya.
20 menit berlalu. Dokter yang tadi memeriksa Felix akhirnya selesai.
"Sudah kami simpulkan, jika Otak tuan muda Felix kembali seperti anak kecil yang masih berusia 7 tahun." Ucap dokter senior yang merawat Felix, bahkan mengoperasi otak Felix saat kecelakaan itu terjadi.
"Appa?" Pekik Qiandra dan juga Julia bersamaan. Bahkan kedua nya tampak saling pandang.
Keduaanya begitu syok dan juga kaget dengan fakta yang baru saja dikatakan oleh dokter senior itu.
'benarkah? Jadi aku akan merawat dan juga menyusui bayi besar itu. Padahal aku kira Felix akan tetap koma selama bertahun tahun. Karena Jika dia sadar dan sudah bisa makan, tentu dia sudah tidak membutuhkan ASI ku lagi. Tapi fakta apa lagi ini? Apakah Felix itu mau di sapih (berhenti minum asi). Saat aku melihat nya menyusu dengan kuat dan terlihat begitu kelaparan. Bahkan tak segan memainkan puting ku yang satu nya, saat sedang menyedot ASI, seperti anak kecil yang sedang menyusu pada ibunya. Padahal gaji bulan ini saja lumayan cukup untuk operasi Diandra.' Qiandra melamun, sembari membatin.
Membatin masa depan nya nanti.