NovelToon NovelToon
Sistem Harem Putri Mahkota Iblis

Sistem Harem Putri Mahkota Iblis

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Fantasi / Sistem
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Kend 13

Seorang pria remaja mendapatkan kekuatan dari aura ghaib Putri Mahkota Bangsa Iblis. Yang membuat perubahan seratus delapan puluh derajat dari kehidupan sebelum nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kend 13, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tidur Bareng Aida Lagi

Di perjalanan pulang, Jay dan Shiva ber pas-pasan dengan beberapa mobil polisi yang melaju dengan kecepatan tinggi.

"Mungkin aparat kepolisian sudah mendapatkan kabar tentang kejadian barusan." Ucap Jay setelah tidak lagi melihat adanya rombongan mobil polisi.

Shiva yang di boncengan hanya menganggukkan kepala nya menanggapi ucapan Jay. Dia terlihat begitu letih. Walau secara tak sengaja akhirnya dia bisa berkenalan dengan Anggota Shadow yang populer di kampus nya itu. Namun ada kengerian juga saat melihat korban-korban yang telah mereka habisi. Tanpa ragu mereka membunuh semua preman itu.

Jay langsung saja memarkirkan motor matic nya di garasi rumah.

Tanpa sepatah kata pun, Shiva turun dari boncengan lalu berlalu masuk kedalam rumah.

Jay pun mengikuti dari belakang. Melepaskan sepatu nya di teras terlebih dahulu. Dia duduk di bangku teras yang menghadap ke halaman.

"Jay! Kamu tadi bareng Shiva?" Aida keluar dari dalam rumah. Wanita berkepala empat itu masih lah mengenakan pakaian yang berbahan tipis nan transparan.

Daster berwarna oranye itu sungguh terlihat sempurna di kenakan pada tubuh Aida yang berisi. Wanita yang sudah segar itu tersenyum sangat manis melihat Jay tak berkedip memandangi tubuh nya.

"Bibi! Kenapa kamu begitu cantik sekali?" Ucap Jay menggoda.

"sstttt! Anak-anak lagi di ruang tamu. Jangan ngomong seperti itu!" Ucap Aida dengan suara pelan. Takut ketahuan oleh Shilla dan Shitta yang sedang nongkrong di ruang tamu.

"Hehehe, maaf." Jay cekikikan sambil menutup mulutnya, agar suara cekikikan nya tak terlalu keras.

"Ehem! Kamu tadi jemput Shiva ke kampus?" Tanya Aida lagi dengan suara normal nya. Agar mereka yang di dalam tak mencurigai obrolan mereka berdua.

"Iya bi. Motor Tomi masih kekunci di bengkel kang Evan. Bang Evan nya libur kira-kira sebulan." Jay pun menjawab nya juga seperti nada biasanya.

"Ooh begitu! Udah jam lima lewat, Emangnya kalian tadi jalan-jalan dulu?" Aida pun mendudukkan pantatnya pada kursi teras satunya lagi yang menghadap ke halaman. Antara Kursi yang Jay tempati dan kursinya ada meja kecil sebagai pembatas. (masih ingat kan waktu Tomi dan Jay menunggu kedatangan Shilla dan Shitta waktu itu?) Aida duduk nya di dekat pintu masuk.

"Nggak kok bi, tadi kak Shiva emang telat pulang nya kok.? Ada jam kuliah tambahan katanya." Jawab Jay yang tidak berniat membicarakan tentang kejadian saat bertemu Anggota Shadow tadi.

"Kamu udah makan siang tadi kan?" Tanya Aida pada keponakan nya itu.

"Udah kok bi. Waktu di sekolah tadi sebelum mengerjakan hukuman." Jawab Jay bohong. Karena dia memang tak mau membuat kakak mamahnya itu khawatir soal begituan. Jelas-jelas saat ini dia sedang menahan lapar. Apalagi waktu di hutan tadi dia melihat tubuh-tubuh bergelimpangan di lumuri banyak nya darah segar. Mengingat itu, perutnya semakin mual.

"Ya udah kamu buruan mandi gih!" Titah Aida. "Bau asem tau!" Imbuhnya dengan memelankan nada suara nya sembari mendekat dan menjepit hidung mungil nya dengan lucu.

Jay terkekeh, tangannya terulur mengelus wajah Aida dengan lembut. "Wangi tau! Semalam saja kamu nggak henti-hentinya jilat nih keringat." Balas Jay juga dengan memelankan nada suara nya.

"Ntar malam numpang tidur lagi yah!" Aida semakin mencondongkan wajah nya kearah Jay dengan berbisik. "Buat aku melayang lagi!" Imbuhnya tepat di telinga Jay. Kemudian dia pun segera ngacir ke dalam rumah dengan senyuman yang merekah.

Jay bergidik merasakan hembusan nafas Aida yang menerpa daun telinga nya. Tubuh nya jadi bergetar, seolah di sengat listrik yang menjalar ke setiap saraf-saraf di tubuh nya. Sengatan itu bertumpu ke satu titik. Yup! Pasti pada tombaknya, yang menjadi terbangun dari tidur nya.

Setelah merasa cukup reda dengan keadaan sang tombak, dengan langkah gontai Jay memasuki rumah. Diruang tamu dua pasang mata menatap nya dengan sinis. 'Apa mereka mendengar percakapan rahasia gue sama bibi tadi ya?' Batin Jay yang terus saja melangkah menuju kamar nya mengabaikan tatapan dua sepupunya itu.

'Jelas lah mereka mendengar! Sistem mereka kan perasa dan pendengaran yang tajam!' Ucap Milea setelah Jay menutup pintu kamar nya.

'Hah! Beneran?' Tanya Jay dengan cemas. Berharap apa yang di katakan Milea itu hanya lah sebuah candaannya belaka.

'Beneran lah! Tapi mereka nggak bisa ngelakuin apa-apa, karena itu bisa mempermalukan mamah nya sendiri.!' Timpal Milea menjelaskan alasan kedua anak bibinya itu tidak berani untuk ikut campur dalam urusan begituan.

'Mereka bisa saja kan buat ngancem gue?'

'Mana bisa begitu! Sistem yang menyatu pada tubuh mereka di bawah kendali gue. Jika mereka berani sama lu, sistem mereka langsung memberi kan peringatan." Jelas Milea singkat.

'Sistem mereka lemah dong!' Ucap Jay memberi kesimpulan.

'Memang sih! Tapi kalau lu bisa menduplikasi kemampuan sistem mereka berdua dan beberapa kemampuan sistem lemah lainnya, lu bisa saja melawan si kembar lima tadi seorang diri. Mereka berlima tadi ternyata tak sekuat yang gue bayangkan, sayang sekali. Tapi kalau lu juga bisa menundukkan mereka, malah lebih baik, tim mereka berfokus pada Kecepatan, Doppelganger, Daya ingat, Penglihatan dalam gelap, juga Pelacak yang ideal. Kombinasi yang sempurna jika lu bisa taklukkan semua, karena mereka hanya memiliki satu untuk masing-masing." Milea kembali berucap panjang lebar.

'Baik lah, gue pengen cek Status gue dulu. Pengen tau apa ada yang berubah.'

'Oke! Gue juga harus istirahat dulu kayaknya.' Balas Milea secara tidak langsung berpamitan untuk melakukan penyerapan energi secara manual.

(Perlu di ketahui, Milea bisa saja memulihkan energinya dengan cara menyerap energi murni di sekitar Jay berada. Namun, kegiatan itu sangat lambat untuk mengisi ulang energi nya. Jika Jay menjalankan misi bercinta, Energi nya akan bertambah satu persen dalam sekali penyatuan. dan Dua persen jika target nya seorang gadis perawan.

Waktu pertama kali melakukan nya bersama Aida dapat lima belas persen dikarenakan hal itu adalah misi pertama nya dan juga pertama juga bagi tubuh Jay yang seorang perjaka.)

'Cek Status!' Perintah Jay pada sistem nya.

‎'STATUS SISTEM HAREM'

‎Nama : Jay Pradana

‎Umur : 17 tahun

‎Tinggi : 185 cm

‎Berat badan : 73 Kg

‎Ras : Manusia

‎Kekayaan : 77.940.000

‎Pesona : level satu 6/10

‎Kekuatan : level satu 4/10

‎Kemampuan : Mata tembus pandang durasi 5 menit, Teknik dasar bela diri level satu 1/10

‎Anggota Harem :

‎1. Aida Wilhelm.

'Hadeh! Nggak ada yang berubah ternyata. Cuma nambah Teknik kecil Shiva doang.!' Keluh Jay dengan lesu.

***

Setelah mandi, hari sudah gelap. Jam tujuh malam mereka makan bersama seperti biasanya. Dan malam ini Jay dibantu Shiva kembali untuk mencuci piring bekas mereka makan tadi.

Tak ada obrolan yang menarik seputaran kegiatan mereka malam ini. Setelah menyaksikan acara televisi di ruang keluarga satu per satu mereka memasuki kamar tidur masing-masing.

Termasuk Jay yang kini sudah rebahan telentang di ranjang nya sambil memainkan ponsel nya, menonton drama china kesukaannya.

Sudah jam sepuluh Jay menunggu Aida sembari menonton drama. Namun, anggota harem pertama nya itu belum juga menampakkan payu daranya. (hehehe)

Ce klek.

Jam sebelas lewat Aida dengan berjinjit memasuki kamar Jay. Wanita itu langsung mengunci pintu kamar.

"Sudah tidur?" Gumamnya pelan. Ada raut kekecewaan terpancar pada wajah nya yang masih terlihat sangat menarik itu.

Melihat Jay yang ber telan jang dada sudah pulas, Aida meloloskan daster nya ke lantai begitu saja. Dengan tubuh polosnya, Bibi dari Jay itu menaiki ranjang dan langsung saja memeluk tubuh pemuda itu dengan erat.

"Ehm." Merasa ada yang memeluk nya, tanpa membuka mata, Jay pun menyelipkan satu tangan yang berada tepat dengan si pelaku. Merasa sudah nyaman, pemuda itu pun memeluk balik orang yang memeluk nya itu. Sehingga wajah mereka berdua kini saling berhadapan.

Aida yang melihat Jay seperti itu tersenyum geli. Wajah tampan keponakan nya itu begitu dekat dengan wajah nya, sehingga hembusan nafas yang teratur itu menerpa ke seluruh bagian wajah nya.

"chup."

Mendapatkan kecupan di bibir nya, Jay membuka matanya perlahan. Dia pun kembali mengulangi kecupan itu dengan lebih intens dan sedikit lebih lama. "Kita tidur aja ya malam ini. Aku capek banget sayang." Bisik Jay pelan.

Aida tersenyum lembut, kemudian mengangguk pelan. "Duh kasian! Suami aku capek banget kayaknya." Ujar nya sembari menoel ujung hidung pemuda itu menggunakan ujung jari telunjuk nya. "Ya udah, kita tidur ajah. Pelukan nya jangan di lepasin yah!" Lanjut nya dengan rengekkan yang sangat menggemaskan.

"Iya sayang, nih kan masih aku peluk!" Balas Jay sembari menggesek kan ujung hidung nya pada ujung hidung wanita dewasa itu.

Hampir jam dua belas malam, mereka pun terlelap ke alam mimpi masing-masing.

*****

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!