NovelToon NovelToon
Kecewa Yang Tidak Bertepi

Kecewa Yang Tidak Bertepi

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Romansa Fantasi / CEO
Popularitas:468
Nilai: 5
Nama Author:

Di saat Alice selalu merasakan kekecewaan dari keluarga dan hubungan asmaranya, Carlos datang dalam hidup Alice untuk mengantikan rasa kecewanya menjadi kebahagiaan.. Namun di saat Alice sudah percaya dan memberanikan dirinya untuk berharap bisa bahagia di tengah kecewanya terhadap keluarganya, Carlos menghilang.. Carlos pergi tanpa meninggalkan jejak, seketika membuat Alice mempercayai jika di dunia ini tidak ada yang bisa membuatnya bahagia

Bab 27

Setelah beberapa hari memforsir, pada akhirnya tubuh Alice memprotes ia merasa lemas dan demam tinggi sampai 39 derajat. Maria sangat khawatir karena Alice tidak mau ke rumah sakit, malah memaksakan kerja dari rumah. Pada akhirnya Maria meminta tolong ke Monica.

Monica dan Kelvin membujuk Alice agar ke rumah sakit, Alice tetap tidak mau. Mama Rosaline datang tanpa banyak ngomong langsung membawa Alice ke rumah sakit, Alice tidak berani membantah karena mamanya sudah menunjukkan wajah yang tidak bersahabat. Tidak lama papa Indra juga menyusul, membuat mama Rosaline yang sudah tidak tahan mengeluarkan ocehannya.

“Aku tidak masalah jika Liam dan Lillian kembali mencari dan menganggap Alice sebagai mami mererka, tapi Mas.. tolong jaga Alice dari laki - laki bernama Carlos itu. Aku tidak ingin Alice di dampingi oleh seorang pria yang pengecut.” Ucap Mama Rosaline dengan mata yang berkaca kaca.

“Bu Gisell sudah menjelaskan alasan kenapa anaknya seperti ini. Tapi tetap saja aku tidak bisa menerima anak kita di perlakukan seperti ini.” Ucap mama Rosaline lagi.

Papa Indra menghela napasnya pelan lalu ia pun mengambil langkah kecil duduk di kursi tunggu yang ada di samping pintu ruangan perawatan Alice.

“Aku sempat menaruh harapan yang besar ke Carlos, aku sempat percaya dia akan menjadi pendamping Alice yang ideal karena berhasil menyakinkan Alice yang takut seperti kita. Tapi semua itu lenyap karena dia pergi tanpa kabar di saat anak kita sudah yakin untuk menjalin hubungan serius.” Ucap papa Indra sambil mendongak menatap ke langit koridor rumah sakit dengan tatapan kecewa.

“Tapi apa pun keputusan Alice nantinya kita hanya bisa mendukung, berdoa dan berusaha untuk terus mendampingi Alice.” Ucap papa Indra sambil menatap mama Rosaline yang masih berdiri di samping kursi yang di duduki papa Indra.

Mama Rosaline menganggukkan kepalanya sambil menghela napas panjang. Mama Rosaline menjaga Alice, ia melihat ponsel sang anak bunyi. Mama Rosaline melihat Alice langsung ingin mengangkatnya, tanpa banyak bicara mama Rosaline langsung membantu Alice untuk memposisikan ponselnya agar bisa terlihat wajah Alice.

“Terima kasih mama.” Ucap Alice sambil tersenyum

Setelah Alice selesai berbicara dengan Liam dan Lillian, dokter dan perawat masuk untuk memeriksa keadaan Alice. Setelah selesai mama Rosaline mengikuti langkah dokter keluar dari ruangan.

“Bagaimana dok?” Tanya mama Rosaline.

“Pasien mengalami dehidrasi berat hingga suhu tubuhnya menjadi tinggi, akan kita pantau ya bu. Jika nanti suhu tubuhnya sudah stabil hingga besok, besok siang sudah boleh pulang. Yang penting sekarang harus istirahat dulu.” Jawab sang Dokter

Mendengar jawaban dokter membuat mama Rosaline merasa lega, “baik dok.. terima kasih.” Ucap mama Rosaline.

“Baik sama - sama bu.” Ucap sang dokter sambil tersenyum lalu dokter dan perawat itu langsung undur diri.

Mama Rosaline langsung kembali ke ruangan Alice, ia melihat Alice sudah tertidur. Mama Rosaline mendekat ke rajangnnya Alice, ia menatap sang anak dengan tatapan penuh sayang dan senyum kecil di wajahnya.

“Mama hanya ingin anak - anak mama sehat dan bahagia. Apa pun yang jadi keputusan kalian nanti, mama dan papa akan selalu mendukung dan mendoakan kalian.” Ucap mama Rosaline dengan lirih sambil mengelus kepala Alice.

Keesokan harinya, setelah dokter visit selesai.. Kelvin langsung memproses kepulangan sang adik, karena keadaan sang adik sudah membaik jadi sudah diperbolehkan untuk pulang.

Alice sangat senang akhirnya ia bisa kembali ke kamarnya lagi, ia lebih memilih untuk beristirahat di kamarnya sendiri di bandingkan beristirahat di kamar rumah sakit.

Sedangkan di kota S, Liam dan Lillian sedang menunggu neneknya yang sedang dalam perjalanan ke rumah mereka. Nenek dan Omanya berangkat dari subuh agar bisa membawa cucu - cucunya pulang siang harinya.

Liam dan Lillian tersenyum lega ketika melihat Oma Mayang dan Nenek Gisell masuk ke dalam rumah. Mereka langsung memeluk Oma dan Neneknya, di sudut ruangan Carlos hanya memperhatikan anaknya memeluk nenek dan omanya. Tanpa ingin menginterupsi momen mereka.

Ketika Liam dan Lillian sedang membereskan barang mereka, Oma Mayang dan Nenek Gisell langsung berbicara dengan Carlos.

“Lucy meninggal bukan karena kamu, dia meninggal memang karena pendarahan yang hebat setelah melahirkan anak kalian. Bukan karena mencintai kamu terus Lucy meninggal.” Ucap Oma Mayang

“Jadi jika kalian menikah, Alice tidak boleh mengandung anak kamu?” Tanya Nenek Gisell ke Carlos

Carlos tidak bisa menjawab pertanyaan mamanya, karena itulah rencanannya jika mereka sampai di tahap menikah.

Melihat anaknya yang hanya diam saja, membuat Nenek Gisell dan Oma Mayang mengerti maunya Carlos seperti apa. Dan itu membuat Nenek Gisell tertawa kecewa dengan pemikiran anaknya yang sangat sempit ini.

“Aku sendiri yang akan menjauhkan Alice dari laki - laki seperti kamu, kamu memang anak mama. Tapi apa yang kamu pikirkan itu benar - benar membuat mama kecewa, Carlos.” Ucap nenek Gisell

“Tidak setiap kehamilan dan melahirkan itu seperti apa yang di alami Lucy, Carlos.. kalau kamu berbuat begitu keluarga mana pun tidak akan terima anak perempuannya di perlakukan seperti itu sama suaminya sendiri.” Ucap Oma Mayang

“Kami sendiri yang akan membuat Alice melupakan kamu, karena Alice berhak mendapatkan pria yang lebih baik dari kamu. Selesaikan luka masa lalu kamu sebelum kamu melengkah dengan Alice. Jika sekarang kamu bersih keras untuk meluluhkan hati Alice dan melarangnya untuk hamil. Kami tidak akan pernah setuju kamu menikah lagi.” Ucap oma Mayang.

Carlos benar - benar kehilangan kata - kata. Ia tidak bisa membantah karena apa yang di pikirkan oleh kedua mama nya. Semua percakapan itu di dengar oleh Liam dan Lillian.

Liam tersulut emosi, dan Lillian merasakan kekecewaan. Mereka sudah beranjak dewasa dan sedikit banyaknya mereka mengerti sedikit permasalahan orang dewasa.

Liam yang sudah tidak tahan akhirnya keluar menghampiri nenek dan omanya.

“Tenang saja Oma, nenek.. aku akan menjaga mami dari papa.. karena papa sama sekali tidak pantas untuk jadi pasangan mami.” Ucap Liam.

Nenek Gisell menghela napas lelahnya, “dan satu lagi yang harus kamu ingat Carlos.. kamu punya anak perempuan.” Ucap nenek Gisell sambil langsung mengiringi cucunya untuk bersiap ke bandara.

“Renungkan lah.. jangan keputusan kamu ini membuat semua orang terluka terutama Alice. Dia perempuan yang sangat hebat, Carlos jangan karena ketakutan kamu itu kamu membuatnya semakin kecewa dengan kamu.” Ucap Oma Mayang sambil menepuk pelan pundak Carlos.

Lalu ia menyusul Nenek Gisell, mereka langsung ke bandara, untuknya tiket pesawatnya masih ada untuk mereka kalau tidak mereka harus menunggu hingga besok..

Liam dan Lillian sangat tidak sabar ingin bertemu dengan Alice. Mereka sangat bersemangat karena sebentar lagi merekaa akan menemui Alice

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!