NovelToon NovelToon
Gerhana Sembilan Langit 3

Gerhana Sembilan Langit 3

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Transmigrasi ke Dalam Novel / Menjadi NPC / Fantasi Timur
Popularitas:8.3k
Nilai: 5
Nama Author: Kokop Gann

(GERHANA SEMBILAN LANGIT SEASON 3)

Setelah menaklukkan Benua Kuno, Han Luo dan Long Tian bertujuan menginjakkan kaki di Cakrawala Suci—pusat dunia kultivasi yang sesungguhnya.

Di benua super-masif ini, kekuatan Jiwa Baru Lahir hanyalah prajurit biasa, dan para dewa Pemutus Roh menguasai langit. Menjadi buronan faksi raksasa akibat kematian Jian Wuji, Han Luo terpaksa menyembunyikan taringnya.

Dan saat rahasia sebenarnya di balik 'Dao Langit' dan Penjara Benua Kuno mulai terkuak, Han Luo bersiap menyalakan api pemberontakan terbesarnya. Di negeri para dewa, gerhana akan membuktikan bahwa ia mampu menelan matahari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kokop Gann, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penagihan Berdarah

Keheningan di Arena terpecahkan oleh suara batuk yang sangat kering dan menyedihkan dari Tribun VIP.

"Uhuk... uhuk..."

Han Luo (dalam wujud Xie Yan) berdiri dengan susah payah, menyandarkan tubuhnya yang gemetar pada pagar pembatas tribun. Dia menatap ke arah panggung giok yang kini hancur lebur, lalu menatap Long Tian yang berdiri di tengah debu dengan pedang besarnya.

"Hei Mian... dasar anak gunung yang bodoh!" tegur Han Luo dengan suara parau yang memelas. "Bukankah sudah kubilang jangan menggunakan tenaga kuli-mu terlalu keras?! Lihat, kau merusak panggung mahal akademi! Klan kita yang sudah hancur ini tidak punya uang untuk menggantinya!"

Ribuan murid dan para Tetua di tribun saling berpandangan. Otot wajah mereka berkedut.

Pemuda raksasa itu baru saja menghancurkan seorang jenius Pelataran Dalam dalam satu pukulan, dan kakek penyakitan ini malah mengkhawatirkan biaya ganti rugi lantai?!

Pengawas yang melayang di udara menelan ludah. Dia baru saja kehilangan suapan besar dari perjudian karena Kuang Lei kalah. Dia menatap Long Tian dengan ketakutan.

"P-Pemenang, dan berhak masuk ke 100 Besar... Hei Mian!" seru Pengawas dengan suara bergetar.

Long Tian tidak mempedulikan tatapan ngeri dari seluruh arena. Dia menyarungkan pedangnya, membungkuk kaku ke arah Han Luo (memainkan perannya sebagai pelayan yang setia), lalu berjalan turun dari panggung.

Di Tribun VIP, para bangsawan yang sebelumnya menertawakan "Xie Yan" kini secara refleks menggeser kursi mereka menjauh. Pria berpenyakit ini mungkin terlihat seperti angin bisa meniupnya mati, tapi memiliki pengawal dengan kekuatan fisik setingkat monster berarti dia bukanlah domba empuk.

"Target pertama tercapai," batin Han Luo, menyembunyikan senyum dinginnya di balik saputangan. "Tiket Menara Ujian Langit sudah di tangan. Sekarang... saatnya mencairkan kemenanganku."

Malam Hari - Distrik Tikus, Markas Perjudian Tiga Dadu.

Ruang bawah tanah perjudian terbesar di Kota itu biasanya dipenuhi suara dadu dan tawa para pemabuk. Namun malam ini, pintunya ditutup rapat. Papan bertuliskan "TUTUP" dipasang di depan.

Di dalam ruang brankas utama, Bos Mata Satu sedang mengamuk.

Dia baru saja menghancurkan meja kayu cendana dengan satu pukulan Jiwa Baru Lahir Awal-nya. Wajahnya merah padam, urat-urat di kepalanya menonjol seperti cacing.

"LIMA PULUH JUTA! LIMA PULUH JUTA KRISTAL SUCI!" raungnya, menendang wakilnya hingga terpental menabrak jeruji brankas. "Kalian bilang Kuang Lei pasti menang! Kalian bilang pengawas sudah dibeli! Bagaimana bisa dia kalah dalam satu pukulan?!"

Wakilnya merangkak sambil memuntahkan darah. "A-Ampun, Bos! Pengawal itu bukan manusia! Dia tidak menggunakan Qi, dia menggunakan kekuatan fisik murni yang melampaui batas fana! Kuang Lei bahkan tidak sempat mengaktifkan petirnya!"

Bos Mata Satu mondar-mandir seperti harimau yang terperangkap. Perjudian ini memutar uang para bangsawan kota atas. Jika dia gagal membayar taruhan dengan rasio 1 banding 100 itu, para bangsawan yang menitipkan saham di sini akan mengulitinya hidup-hidup.

"Kita tidak akan membayar sepeser pun," desis Bos Mata Satu, matanya yang tersisa memancarkan niat membunuh yang pekat. "Aturan dunia bawah sederhana. Jika pemegang karcis taruhan mati sebelum menagih, taruhannya hangus!"

Dia mencabut pedang bengkoknya.

"Kumpulkan seluruh Pasukan Elit Bayaran kita. Lima puluh orang! Kita pergi ke markas Laba-Laba Besi malam ini juga. Potong kepala Zhuo Mang, lalu kita cari penginapan tempat kakek penyakitan itu tinggal dan kita cincang dia beserta pengawalnya saat mereka tidur!"

"Tidak perlu repot-repot mencari."

Sebuah suara tenang, serak, dan memancarkan arogansi absolut terdengar dari arah pintu brankas yang tertutup rapat.

Bos Mata Satu dan wakilnya membeku. Penjagaan di luar ruangan ini terdiri dari dua puluh preman elit. Bagaimana seseorang bisa masuk tanpa memicu alarm?

KREK...

Pintu brankas baja setebal setengah meter itu tidak dibuka. Pintu itu didorong ke dalam hingga engselnya robek, lalu jatuh berdebum ke lantai.

Di ambang pintu, berdiri sesosok pemuda raksasa berwajah datar. Tangannya masih terulur setelah mendorong pintu baja itu layaknya mendorong tirai kertas. Di balik punggungnya, terlihat dua puluh mayat penjaga yang terkapar tanpa suara di lorong gelap.

Long Tian.

Dan dari balik bayangan Long Tian, melangkah seorang pria dengan postur bungkuk dan jubah cendekiawan yang kusam.

Han Luo terbatuk pelan ke dalam saputangannya.

"Kudengar kau ingin membatalkan kemenanganku, Tuan Bos," Han Luo (Xie Yan) menatap Bos Mata Satu dengan mata abu-abu matinya. "Di desaku, orang yang tidak membayar hutang biasanya harus membayarnya dengan organ dalam mereka."

Bos Mata Satu tersentak mundur, tapi insting bertarungnya dengan cepat mengambil alih. Pria di depannya ini memancarkan aura lemah. Yang berbahaya hanya pengawalnya.

"Hahaha! Kau berani mengantarkan nyawamu sendiri ke sarangku, Tua Bangka?!" Bos Mata Satu tertawa liar, mengayunkan pedang bengkoknya yang memancarkan aura hijau beracun.

"Kau mungkin punya pengawal mutan, tapi di ruangan tertutup ini, dia tidak bisa melindungimu dari racun Jiwa Baru Lahir-ku! MATI!"

Bos Mata Satu menerjang lurus ke arah Han Luo, melewati Long Tian. Dia berniat membunuh sang majikan terlebih dahulu. Kecepatannya membelah udara.

Long Tian tidak bergerak sedikit pun untuk melindungi Han Luo. Dia hanya berdiri di pintu, menatap Bos Mata Satu dengan ekspresi campuran antara kasihan dan mengejek.

Bodoh, batin Long Tian. Kau sedang menerjang jurang neraka yang terbuka.

Tepat saat pedang beracun itu berjarak satu jengkal dari leher Han Luo...

Postur bungkuk Han Luo lenyap. Punggungnya tegak lurus. Saputangan di tangannya dijatuhkan.

Mata kiri Han Luo yang berwarna abu-abu redup tiba-tiba berkedip. Cincin biru es menyala terang di dalam pupil hitam pekatnya.

Mata Dewa Gerhana: Domain Kesunyian Mutlak.

ZIIING!

Ruang di dalam brankas itu seketika membeku secara konseptual.

Bos Mata Satu, yang sedang melesat di udara, tiba-tiba berhenti total. Gerakannya membeku. Pedang beracunnya tertahan di udara, Qi hijaunya padam seolah disedot oleh ruang hampa.

"U-Ugh... A-Apa ini?!" Bos Mata Satu membelalakkan matanya ngeri. Dia merasa seolah ratusan gunung es menekan organ dalamnya. Dia adalah seorang Jiwa Baru Lahir, tapi tekanan ini membuatnya merasa seperti serangga.

Han Luo melangkah maju. Tidak ada lagi langkah terseret. Langkahnya kini anggun, mematikan, dan dipenuhi otoritas seorang raja.

"Lima puluh juta Batu Kristal Suci," bisik Han Luo, berjongkok sedikit agar wajahnya sejajar dengan Bos Mata Satu yang membeku di udara. "Itu hanyalah pokok hutangmu."

Han Luo mengulurkan tangan kirinya yang pucat. Lengan yang menyembunyikan tulang iblis di baliknya.

Dia menempelkan ujung jarinya ke dahi Bos Mata Satu.

Sutra Hati Es Abadi: Jarum Pembeku Jiwa.

"Dan nyawamu, beserta seluruh aset, budak, dan jaringan perjudian ini... adalah bunganya."

Cesss.

"TIDA—"

Suara Bos Mata Satu terputus secara permanen. Hawa dingin nol mutlak melesat menembus tengkoraknya, langsung membekukan Bayi Jiwa di dalam Dantiannya.

Tubuhnya berubah menjadi patung es berwarna biru gelap dalam hitungan detik.

Han Luo menarik tangannya.

PRANG!

Patung es Bos Mata Satu hancur berkeping-keping, jatuh ke lantai menjadi serpihan debu kristal yang berkilauan di bawah cahaya lampu brankas.

Wakil bos yang bersembunyi di sudut ruangan kencing di celana. Akal sehatnya hancur. Penguasa dunia bawah baru saja dihapus dari eksistensi dengan satu jentikan jari kakek berpenyakitan itu?!

"Hei Mian," panggil Han Luo tanpa menoleh.

"Siap, Tuan."

"Panggil Zhuo Mang ke sini. Suruh dia membawa pasukan Laba-Laba Besi-nya untuk membersihkan sisa-sisa loyalis di perjudian ini. Mulai malam ini, Judi Tiga Dadu resmi diakuisisi oleh kita."

"Sesuai perintah Anda."

Han Luo berjalan ke tengah brankas. Ruangan ini dipenuhi oleh tumpukan Batu Kristal Suci, pusaka, dan sertifikat kepemilikan bisnis dari berbagai bangsawan di kota atas.

Ini bukan sekadar kemenangan taruhan. Ini adalah pengambilalihan paksa seluruh urat nadi ekonomi bawah tanah ini.

Sang Dalang menyapukan tangan kirinya. Cincin Penyimpanan-nya yang tak kasat mata menyala, menyedot seluruh kekayaan di brankas tersebut seperti pusaran air hitam.

"Dengan dana operasional sebesar ini, penyamaran 'Xie Yan' kita sudah cukup stabil untuk melangkah ke tahap selanjutnya," gumam Han Luo, matanya yang merah dan biru menatap pantulan dirinya di sebuah cermin perak di dalam brankas.

"Besok pagi, Menara Ujian Langit akan dibuka. Ratusan jenius dari faksi-faksi kecil Cakrawala Suci akan berkumpul di sana untuk mencari Hukum Dao Murni."

Han Luo tersenyum licik.

"Mari kita lihat, seberapa banyak pencerahan yang bisa kuselundupkan keluar dari kandang emas para dewa itu."

1
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Hentooopz 🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
The Boos 🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Jlebz 🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Njoooooost 🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Jlebz 🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Jlebz 🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Hancurken 🔥🌽
Budi Wahyono
han luo sampai di lantai 10 dgn waktu 30 menit,sedangkan disana sudah ada jenius selama 3 hari...
bukankah mereka masuk secara bersamaan ?
Dianrp
bantai
Hoky Wong: mana ini AUDIO nya mazeee...
total 1 replies
Dianrp
luar biasa
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Makslendhepz 🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Yuhuuuuu 🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Yup yup yup 🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Muantebz boos 🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Yeaaah 🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Waooow 🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Jlebz 🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Clink 🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Yup yup yup 🔥🌽
Mamat Stone
/Smirk/💥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!