Kisah cinta yang terhalang dengan keegoisan orang tua. Namun kembali dipertemukan oleh takdir setelah semuanya berubah.
Cerita hanya fiktif belaka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sarah Mai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32
Hartati mulai berbicara sebagai suhu yang sudah berpengalaman.
"Mila. Hal pertama yang harus kamu lakukan dalam menyambut kepulangan suami adalah;
Mandi bersih, pastikan tubuhmu sudah harum mewangi tidak berbau terasi, ompol anak atau bau-bau tak sedap lainnya.
Berhias lah dengan dandanan semenarik mungkin tetapi bukan dengan dandanan yang norak atau menakutkan.
Begitu suami kamu pulang bekerja, sambut lah ia dengan senyum terbaik, sapaan dalam nada yang lembut menenangkan. Kemudian cium tangannya, lalu tanyakanlah apa keperluan yang ingin ia dahulukan pertama.
Misalnya suami ingin Mandi? Bergegaslah segera siapkan mandian dan pakaian gantinya.
Apabila ia ingin minum atau makan terlebih dahulu, maka segera hidangkan pula makanan.
Atau mau langsung terjun ke ranjang, juga boleh, langsung kau terkam," ucap centil Hartati begitu kocak mendaratkan tubuhnya di kasur. Mila sontak terkejut sampai garuk-garuk kepala melihat aksi total sang mertua dalam memberikan arahan.
"Setelah keperluan suami seperti bersih-bersih, makan telah terpenuhi dengan baik. Tahap selanjutnya ajak suami ngobrol santai dengan tatapan manis menenangkan dan yang paling penting adalah nyambung diajak ngobrol. Apabila suami ingin pelayanan ranjang maka bersiaplah tanpa menundanya karena pekerjaan lain atau ia langsung meminta ingin tertidur sejenak, temani lah sampai ia terlelap tidur. Hanya itu saja, mudah dan simpel kan?" ucap Hartati.
"Tapi...Bagaimana jika Mas Bagas tidak menyukai pelayananku justru marah kepadaku dan Bu-bukankah pernikahan kami hanyalah sementara!" ucap ragu Mila penuh dengan rasa khawatir.
"Kamu pikir anakku monster tidak suka dengan rayuan wanita dan tidak punya hasrat?"
"Emang lu ibunya monster kan?" gumam Mila dengan dahi berkerut.
"Mila, tidak ada pasangan manusia yang bisa menjamin seberapa lama usia rumah tangganya berjalan. Ada banyak pasangan yang menikah karena cinta dan keromantisan namun berujung perceraian dan malah ada yang menikah karena keterpaksaan justru langgeng sampai maut memisahkan. Lakukan saja dulu yang terbaik baru kau boleh tagih hasilnya.
Ingat, kartu As kelanggengan rumah tangga itu ada pada istri. Kenapa para pria begitu bodoh memilih pelakor dibandingkan istri sahnya yang justru jauh lebih cantik. Jawabnya hanya satu Mila, karena perempuan penggoda, pelayanannya luar biasa sedangkan istri sah sangat mengenaskan. Karena suami sudah lelah diluar bekerja ia cuma butuh ketenangan istrinya di dalam rumah. Mila, Jadikan rumah ini adalah surganya Bagas bukan nerakanya."
"Bagaimana jika kita sudah memberikan pelayanan terbaik, tetapi tidak pernah dihargai oleh suami dan justru suami selingkuh di luar sana?" tanya kesal Mila yang memiliki pengalaman pribadi.
"Tuhan itu tidak setega itu kepada kamu Mila. Jika kamu sudah melakukan yang terbaik sebagai istri, suami tetap selingkuh mencari yang lain. Percaya kepada ibu. Ujung-ujungnya dia pasti akan menyesal dan berjuang keras untuk balik lagi kepadamu atau Tuhan sendiri yang akan mengganti suami yang lebih baik untuk kamu. Percaya saja, wanita baik akan berpasangan dengan pria yang baik."
Mila terdiam dengan nasehat Hartati. Ia merupakan salah satu wanita yang gagal dalam membina rumah tangga bersama pria yang salah di masa lalu.
"Coba chat Bagas, jam berapa dia pulang hari ini, jadi kamu bisa siap-siap lebih awal," saran Hartati kemudian wanita tua itu keluar meninggalkan Mila.
Mila masih duduk termenung di sofa.
"Sebenarnya ibu Hartati itu sedang menjodohkan ku dengan Mas Bagas atau justru malah menjebak ku. Tentu dia tau kan jika putranya itu sebenarnya sudah memiliki wanita pilihan sendiri. Lalu aku harus menjadi posisi seperti apa? Istri sholehah yang selalu sabar memberikan pelayanan terbaik kepada suami yang sudah jelas-jelas mengetahui pernikahannya hanyalah sementara. Sebenarnya Mas Bagas ingin menikahi Lia yang saat ini tengah kuliah di Belanda."
Sebelum ataupun sesudah menikah dengan Bagas. Mila beberapa kali tidak sengaja melihat Bagas bertelepon dan chat mesra dengan Lia.
Mila teringat lagi dengan kata-kata ibunya di desa.
"Nak, kalau kamu sedang berada di posisi istri yang tidak mendapatkan cinta dan perhatian dari suami. Kamu harus sabar, tetaplah berikan pelayanan yang terbaik!" Ajaran wirda hampir sama dengan ajaran Hartati.
"Tapi nyatanya aku bukanlah wanita yang memliki kesabaran hati yang cukup luas seperti ibuku?" ucap Mila bangkit meraih ponselnya melihat waktu sudah berada di angka lima sore hari.
*
"Mas, hari ini pulang jam berapa, aku mau persiapan untuk menyambut kepulangan kamu!" chat polos Mila kepada Bagas.
Bagas yang tengah minum karena baru saja selesai meeting dengan beberapa rekan stafnya reflek tersedak membaca pesan dari Mila.
Bagas terbatuk-batuk dengan wajahnya yang memerah. Untungnya Ia sudah berada di ruangannya sendiri.
Sebuah Fenomenal cinta yang tak dapat didustakan sampai organ tubuh pria itu ikut salah tingkah.
Bagas tersenyum-senyum sendiri mengetik balasan chat Mila.
"Prediksinya pukul 9 atau 10 malam tiba di rumah. Jika sudah di jalan pulang aku akan chat kamu!" balas Bagas.
Setelah mengetahui hal itu. Bagas hanya melakukan istirahat sebentar. Ia lebih mempercepat pekerjaannya.
Setelah memandikan Emma dan memberikan makan. Mila menyerahkan anak asuhannya itu kepada sang Nenek.
Wanita cantik itu sudah mulai melakukan persiapan mulai pukul setengah enam sore untuk menyambut kepulangan suami. Raut wajahnya begitu tampak pasrah saja menjalani perjalanan hidupnya.
Di depan cermin. Mila mulai memberikan polesan natural yang membuat dirinya semakin cantik menggoda.
"Wahai diri, meskipun saat ini kau adalah istri simpanan, pemuas ranjang Bagas, tetaplah tegar dan sabar menghadapi segalanya, perjalanan kita masih jauh!" ucap Mila sambil menyisir rambutnya yang halus dan panjang di depan cermin kemudian ia memberikan aroma parfum yang harum di tubuhnya. Sesuai dengan arahan ibu mertua.
Namun disisi lain. Mila sudah mempersiapkan banyak hal tentang nasib dirinya ke depan. Salah satunya ia sudah mendaftar sebagai TKI ke Qatar dan Dubai. Sebagai Babysitter keluarga crazy rich atau perawat bayi di rumah sakit sesuai ijazah dan keahliannya dan pelan-pelan wanita itu juga mulai belajar bahasa inggris.
Mila sudah bertekad tak ingin kembali menetap di desa dan menelan lebih banyak bully an sebelum berhasil. Bahkan Mila juga sudah berpikir, jika sang ibu tidak memiliki usia yang panjang ia akan mengajak kakaknya merantau ke luar negeri, mengadu nasib di negeri orang sekaligus menemani dirinya.
Pukul 20.40 WIb malam. Bagas sudah duduk di mobilnya bersiap untuk pulang.
"Mas, perbincangan proyek Tani sebaiknya dilanjutkan besok sore," Bagas menelpon Yoga.
"Besok sore? Bagaimana jika nanti malam saja pukul 22 atau 23 malam seperti biasa!" Yoga menawarkan waktu tenang.
"Uh, jangan dong, justru di jam itulah waktu ku sangat penting dan padat?" ucap Bagas mulai melajukan mobilnya.
"Penting dan padat? Bukankah kamu sudah pulang dari kantor?" tanya polos Yoga.
"Sudahlah Mas, suatu hari nanti kau akan mengerti, sudah yah! gua buru-buru nih?" ucap Bagas menutup ponselnya.
Yoga tidak mengetahui jika malam itu Bagas akan bertempur hebat bersama Mila menikmati malam pertama kedua mereka.
trimakasih banyak kaaaaa🙏🙏🙏🙏 akhir'y pecah telor
bikin karya baru yoook
Doa Bu Wirda tembus ke langit sehingga anak² beliau bisa mendapatkan kebahagiaan,,,
Very cepat datang dong tolong bos Bagas jangan sampai terlambat,,,
Mila jangan keluar nurut apa kata Bagas tetap di dalam mobil saja
Emang paling susah ngurusin anak mertua di lawan takut dosa, sudah bawel ya apalagi monster biawak😂😂😂