NovelToon NovelToon
Sugar Mommy Online

Sugar Mommy Online

Status: sedang berlangsung
Genre:Berondong / Sistem / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:5.2k
Nilai: 5
Nama Author: RAS( BY.AR)

💸Sugar Mommy Online💸

Lulus kuliah jadi pengangguran, sampai umur 28 tahun pun masih nganggur, nikah gak ada calon, kerja di perusahaan gak ada koneksi, bikin usaha sendiri gak ada modal. Langganan Melolo, tontonan dracin dapat cuan receh yang bermimpi jadi istri CEO tampan dan media sosial-- tempat live nya gege-oppa-phi-akang tampan yang bermodalkan tap-tap layar dan spam komentar.

Itulah Lusi, atau gadis melar yang olahraga cuma niat dalam hati--- yang bernama asli Zhu Lusi Arsana. Anak yatim-piatu blasteran Cindo.

Hingga entah dia beruntung atau memang sudah takdir nya, sesuatu mengubahnya~

***
Mohon jangan hanya sekedar mampir, bacalah sampai tuntas agar penulis juga bisa menyelesaikan cerita sampai tuntas 🥹🤧
***
Jika alur sedikit menyimpang dari judul dan sinopsis maka mohon maaf 🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RAS( BY.AR), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31 Pengalihan Rumah Sakit Internasional

Di dalam kamar Lusi, Rayyan dengan perhatian membantu menyusun barang-barang Lusi.

Lusi hanya duduk di kursi kamar, menatap Rayyan yang sedang membereskan tempat tidurnya.

"Apakah di kamu menjadi ART di rumah mu? Cekatan sekali, bagaimana jika menjadi ART ku saja?"

Rayyan hanya mendengus malas, tidak menghiraukannya.

Lusi tertawa pelan, ia bangkit dan mendekati Rayyan. Lalu seperti gerakan Rayyan tadi, dia memeluk nya dari belakang. Membuat Rayyan seketika membeku.

"Pacar muda ku ini rajin sekali ya, bagaimana jika aku hadiahi kecupan?" Suara Lusi terdengar rendah dengan dibuat-buat lembut menggoda.

Tinggi nya hanya sebatas punggung, tangan nya dengan sengaja mengusap-usap bagian perut depan.

Baik tubuh maupun wajah Rayyan tiba-tiba memanas, dia terdiam dan merasakan sentuhan Lusi selama beberapa saat dan ajaib nya ia merasa senang. Dirinya sama sekali tidak merasa risih dengan sentuhan itu, malah merasa senang dan berharap lebih.

"Sayang~" suara rendah Rayyan terdengar dari depan.

"Hum?"

Kepala Lusi menjulur ke depan dan melihat bagian samping wajahnya memerah, namun sebelum ia melihat lebih banyak lagi tubuhnya tersentak ke atas ranjang. Dalam sekali gerakan Rayyan sudah menindih nya.

Pria itu dengan cepat dan tanpa memberikan ruang bicara untuk Lusi, tiba-tiba langsung melahap bibir merahnya.

Lusi tersentak kaget, untuk sesaat begitu bibir mereka bersatu-- tubuhnya merinding dan kepalanya agak kosong. Baru setelah sadar dia dengan kesadaran penuh mengalungkan tangannya di leher Rayyan, telinganya memerah secara perlahan.

Beberapa waktu kemudian.

Ruangan itu di penuhi suara ambigu cpk~ cpk~ wajah keduanya sudah memerah dan suhu sudah mulai panas tidak wajar.

Lusi terbuai dengan ciuman Rayyan, sepanjang hidupnya dia baru tahu jika ciuman bisa menikmat ini. Ini memang bukan pertama kalinya dia berciuman, namun ini pertama kalinya dia berciuman senikmat ini.

Dia kira hanya hubungan skx yang kata orang katanya nikmat, ternyata ciuman pun begitu enak.

Bibir Rayyan terasa lembut dan panas, rasanya sedikit manis dan Lusi tidak mencium bau tak sedap seperti dengan yang pertama. Malah napas Rayyan tercium wangi mint yang menyegarkan.

Saat ciuman semakin sengit dan turun ke bawah, Lusi langsung mendorong nya. "Cukup!"

Rayyan menatap Lusi dengan tidak mengerti, matanya sayu, bibirnya merah membengkak sama seperti Lusi. Namun pesona nya yang seperti ini sulit di tolak, namun Lusi masih tahu akal.

Melihat kekecewaan nya, Lusi segera berkata. "Kita tidak bisa melanjutkan ini. Aku sedang datang bulan"

Rayyan mengerutkan keningnya, merasa familiar dengan kata datang bulan. Sedikit kemudian wajahnya membeku, dan berubah menjadi memerah.

Seolah akal sehatnya juga telah kembali, Rayyan bangkit dan langsung pergi begitu saja.

Lusi tidak memandang nya, dia memperbaiki bagian atas pakaiannya. 'Ah, sayang sekali aku baru ingat jika sedang datang bulan. Jika bukan sedang bulan nya mungkin, kamu akan melakukan nya' pikir Lusi.

Dia mengambil handphone nya dan mengetikan sesuatu.

Rayyan berlari cepat seperti di kejar anjing, dia memasuki mobilnya dan langsung menutup pintu depan kuat. Lalu bernapas kasar seolah sedang marah, Rayyan menekan pahanya dan dia merasa sangat kesal. Padahal sedikit lagi, namun semuanya harus hancur karena wanita itu tidak mau bicara dari awal.

Tring!

Suara notifikasi handphone nya.

[ Akun bank anda dengan nomor belakang 9529 telah menerima transferan uang sebesar Rp2.000.000.000, 00 (Bank Nusantara) ]

Rayyan mengerutkan keningnya dan sedikit bingung, lalu pesan dari Lusi muncul.

"Uang jajan untukmu~" (emot mata berkedip satu).

"Brengsek" ucapannya mengumpat, namun mulutnya tersenyum. Matanya berkilat samar, dia menutup handphone dan melakukan mobil dari area Luxhaven.

Entah kenapa bukannya senang menerima uang 2 M, dia malah merasa kesal sampai rasanya ingin memukul orang.

Keesokan harinya.

Jam 8 pagi, bertepatan dengan Lusi yang baru menuruni tangga untuk keluar. Suara bel pintu terdengar.

Begitu dia membuka pintu, terlihat tiga orang pria paruh baya di hadapannya. "Mencari siapa?"

"Maaf Nona, kamu mencari Zhu Lusi Arsena" ucap seorang pria yang berada di tengah.

"Dengan saya sendiri, silahkan masuk"

Di ruang tengah.

"Nona Lusi, saya Edwin Winata, dekan Rumah Sakit Internasional Permata Hati. Merupakan suatu kehormatan besar bertemu dengan Anda."

"Dekan Edwin, terima kasih sudah datang jauh-jauh ke sini."

Lusi awalnya bertanya-tanya siapa orang itu, tetapi setelah mendengar "Rumah Sakit Internasional Jiahui," dia mengerti.

Menghadapi tangan yang diulurkan oleh Edwin, dia mengulurkan tangan kanannya, menjabat tangannya, dan mengangguk sebagai jawaban.

"Sama sekali tidak masalah, sama sekali tidak masalah." Edwin sedikit tersanjung.

"Ini yang seharusnya kulakukan."

Setelah Lusi duduk di kursi utama, yang lainnya duduk. Edwin kemudian menunjuk ke dua pria paruh baya lainnya di sampingnya dan memperkenalkan mereka kepada Lusi.

"Nona Lusi, kedua orang ini adalah notaris senior dari Asosiasi Notaris Ibukota. Mereka berdua ditunjuk oleh hakim Pengadilan Tinggi Ibukota dan juga merupakan pengacara senior nasional yang disertifikasi oleh Kementerian Kehakiman Republik Rakyat Konoha. Ini adalah Pengacara Wirman , dan ini adalah Pengacara Zhuma."

"Halo." Lusi mengikuti arah yang ditunjuk Edwin, mengangguk, dan menyapa mereka dengan sederhana.

"Halo, Nona Lusi."

Meskipun Wirman dan Zhuma sama-sama pengacara senior dengan gaji tahunan hampir 10 miliar, benar-benar termasuk dalam kelas elit, mereka tidak menunjukkan kesombongan di hadapan Lusi. Kata-kata mereka penuh dengan rasa hormat, mereka sangat jelas tahu tentang nilai isi notaris saat ini.

"Nona Lusi, ini adalah perjanjian pengalihan saham untuk Rumah Sakit Internasional Permata Hati. Semua direktur di dewan direksi telah menandatanganinya, dan stempel resmi telah ditempelkan. Jika Anda memeriksanya dan tidak menemukan masalah dengan perjanjian pengalihan saham ini, silakan tanda tangani dan bubuhkan cap tangan Anda. Perjanjian pengalihan saham ini akan segera berlaku." Setelah memperkenalkan kedua notaris, Edwin segera menyerahkan perjanjian pengalihan saham yang telah disiapkan kepada Lusi dari tangan sekretarisnya.

Seluruh perjanjian pengalihan saham setebal hampir 5 sentimeter dan ditulis dalam bahasa Konoha dan Inggris. Teks yang padat di dalamnya membuat orang pusing melihatnya.

Lusi mengambil perjanjian pengalihan saham yang diserahkan Edwin, memindainya dengan cepat, lalu meletakkan dokumen itu di atas meja. "Tidak perlu. Aku percaya pada karaktermu. Aku bisa langsung menandatanganinya."

Bagaimanapun, dia tidak bisa memahaminya, jadi dia percaya saja pada bos sistem. Edwin juga terkejut karena Lusi bahkan tidak menyiapkan pengacara untuk meninjaunya.

Dia langsung kagum dengan keberaniannya.

Aset senilai puluhan miliar, ditandatangani begitu saja. Pola pikir seperti ini bukanlah sesuatu yang bisa dimiliki orang biasa.

Edwin juga menyingkirkan sebagian dari rasa meremehkannya terhadap masa muda Lusi.

1
Nixc~
lanjut thor------/Grin//Grin//Grin/
semangat terus ya~~~/Slight//Slight//Slight/
Owner MBG, Amiin: Siap makasih kak
total 1 replies
Nixc~
*jika
Nixc~
Lusi: harus jaga image.... biar keliatan cool😎😎
Nixc~
karena lu udah kecintaan sama si Lusi kan?🤭🤭🤭
Dedi Dahlia
up up lanjut semangat terus ceritanya🙂🙂
Owner MBG, Amiin
Dukungan nya guys ☺️
Ragil Aja
lanjut
Owner MBG, Amiin: Shap

.
total 1 replies
Nixc~
ayo lanjut thor------😊😊😊
semangat terus ya~~~😋😋😋
Owner MBG, Amiin: Shiap, makasih kak ☺️
total 1 replies
Nixc~
yang ditawarin siapa.... yang excited siapa🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
Nixc~
sat set bgt si Lusi ini😌😌
Nixc~
Rayyan shak shik shok🤣🤣🤣
Nixc~
si Rayyan lagi terpesona ngeliat kecantikan Lusi🤣🤣🤣
irena
klo bisa si lusi punya keahlian bela diri.. bisnis.. supaya ga dibegoin... biar si mantannya kapok.. klo perlu si Arga liat sendiri klo si luci sudah kaya
Owner MBG, Amiin: Insyaallah deh☺️
total 1 replies
irena
lanjut thor..
Owner MBG, Amiin: Ashap!
total 1 replies
Nixc~
lanjut thor------🤩🤩🤩
semangat terus ya~~~/Grin//Grin//Grin/
Owner MBG, Amiin: Shap makasih kak
total 1 replies
Nixc~
hahahaha.... pasti langsung kicep tuh anak manja🤣🤣🤣
Owner MBG, Amiin: Nice ☺️
total 1 replies
Akila Nauva
ceritanya menarik
Owner MBG, Amiin: Makasih Kila ☺️
total 1 replies
El Sunda
meski belum tamat,aku udh jatuh cinta sama ceritanya! alurnya bikin penasaran dan gk sabar nunggu update selanjutnya, semangat bang anan! 💪🔥
Owner MBG, Amiin: Makasih El!! Pantengin terus yaa ☺️🙏
total 1 replies
Owner MBG, Amiin
Like dan komentar~☺️
Nixc~
lanjut thor-----/Slight//Slight//Slight/
semangat terus/Proud//Proud//Proud/
Owner MBG, Amiin: Shap, tengkyu ☺️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!