NovelToon NovelToon
DIAMNYA MENJAHIT LUKA YANG PERNAH MEREKA ROBEK

DIAMNYA MENJAHIT LUKA YANG PERNAH MEREKA ROBEK

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Romansa
Popularitas:737
Nilai: 5
Nama Author: Rienza27

SINOPSIS

Gretta Alesia Nobara, 18 tahun, pindah ke SMA Binara 2 untuk melarikan diri dari trauma perundungan di sekolah lama. Ia mengubah penampilannya agar lebih percaya diri dan bertekad memulai hidup baru dengan fokus pada pelajaran.
.
Gian Leminzo cowok pemalas di kelas bahkan sering tidur saat guru menerangkan, di snagat tampan dan di sukai banyak cewe tapi dia selalu menghiraukan cewek-cewek yang mendekatinya.

Namun pertemuan Gretta dengan Gian menjadi sebuah hal yang tidak terduga di antara keduanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rienza27, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 29 PERTEMUAN YANG TAK DI INGINKAN

Mata Gretta terbelalak lebar, tubuhnya kaku terpaku di tempat, matanya menatap tak percaya pada siapa yang berdiri tegak di hadapannya saat ini. Jantungnya berdegup kencang, rasanya ingin berhenti berdetak sejak saat itu juga.

“Halo? Kenapa diam saja? Kenapa kamu lihat aku begitu? Kayak lihat hantu saja,” ujar gadis itu dengan nada mengejek, sudut bibirnya terangkat membentuk senyum yang sangat tidak menyenangkan. Gadis itu adalah Ema. Orang yang paling Gretta benci, orang yang dulu sering membuat hidupnya bagaikan neraka di sekolah lamanya.

“Halo! Aku tanya, kenapa diam saja ha?!” pekik Ema lagi, matanya menyipit seolah benar-benar tidak mengenali siapa gadis di depannya itu.

Di belakang Ema, ada Shasa yang baru saja datang membawa beberapa baju di tangannya. Shasa melirik sekilas, lalu matanya membelalak, seolah baru saja menemukan barang hilang. Dia mengamati wajah Gretta dari ujung kaki sampai ujung kepala.

“Eh, bukannya kamu Alesia ya?” tanya Shasa dengan nada tertahan, sambil menyenggol lengan Ema.

Ema kembali menatap Gretta lebih tajam, lalu tertawa kecil yang terdengar sangat menyakitkan. “Woy, Alesia ya? Iya kah? Apa benar kamu Alesia si pengecut itu? Tapi… kok penampilanmu agak beda ya? Rambutnya dipotong, bajunya agak rapi dikit… wah, jangan-jangan kamu lagi berdandan biar kelihatan cantik ya?” ujar Ema sambil tersenyum jahat, senyum yang menyimpan ribuan kejahatan.

“Sepertinya dia hari ini mau pamer diri deh, Ma. Lihat tuh, berani-beraninya masuk ke toko mahal begini,” sahut Shasa sambil tertawa sinis, mendukung teman jahatnya itu.

“Benarkah? Wah, hebat sekali ya,” bisik Ema pelan, mendekatkan wajahnya tepat ke telinga Gretta, suaranya rendah tapi menusuk hingga ke tulang sumsum.

Gretta menelan ludah dengan susah payah, tangannya gemetar hebat di samping tubuhnya, keringat dingin mulai membasahi telapak tangannya. Meski ketakutan, dia mencoba mengumpulkan sisa keberaniannya. “Ti-tidak mungkin… kalian salah mengenali orang,” jawabnya terbata-bata, berusaha menantang, meski suaranya terdengar sangat lemah.

“Hah?! Gak mungkin! Temanku gak mungkin salah mengenali makhluk lemah kayak kamu!” pekik Ema tiba-tiba keras, lalu dengan kasar dia menyambar dan menarik rambut Gretta dengan sangat kuat dan kejam.

“Aduhhh! Sakit! Lepaskan Ema, sakit sekali!” Gretta merintih kesakitan, tangannya refleks berusaha melepaskan cengkeraman tangan Ema dari rambutnya, tapi cengkeraman itu terlalu kuat. Lehernya tertarik ke atas, membuat pandangannya seolah menatap langit-langit toko yang tinggi itu.

“Emmm… jadi selama ini kamu masih hidup ya? Ups, aku pikir kamu sudah membusuk dan dimakan cacing di dalam pemakaman sana!” ujar Ema sambil tertawa keras dan sinis, semakin menarik rambut Gretta semakin keras hingga gadis itu meringis kesakitan dan hampir jatuh berlutut.

Shasa di sebelahnya hanya tertawa terbahak-bahak, menikmati pemandangan menyedihkan di depannya itu. “Hahaha! Lihat tuh, mukanya pucat pasi kayak mayat hidup! Lucu banget sih dia!”

Di balik tumpukan baju yang digantung tidak jauh dari situ, ada dua sosok laki-laki yang baru saja melangkah masuk ke dalam toko yang sama. Mereka adalah Gian dan Reo. Awalnya mereka hanya ingin melihat-lihat sepatu, tapi suara keributan dan tawa yang tidak wajar itu menarik perhatian mereka.

Gian mengerutkan keningnya, rasa penasaran membuatnya berjalan perlahan mendekati sumber suara itu, diikuti oleh Reo yang sama bingungnya. Saat mereka melihat apa yang terjadi di sana, kening Gian makin berkerut dalam, sementara Reo menahan napas. Mereka melihat Gretta yang sedang tertunduk kesakitan, rambutnya ditarik kasar oleh seorang gadis berwajah sombong, sementara gadis lain di sebelahnya terus menertawakan penderitaan Gretta.

“Lho? Bukannya itu Gretta?” bisik Reo pelan sambil menyenggol lengan Gian.

Gian tidak menjawab, tapi matanya menatap tajam ke arah Ema dan Shasa.

Sementara itu, Ema masih belum puas menyiksa. Dia malah semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Gretta yang sudah berlinang air mata. “Kamu pikir dengan ganti penampilan, kamu bisa jadi orang lain hah? Dasar sampah tetaplah sampah! Mau dibungkus kertas emas pun tetap baunya busuk!” ujar Ema sambil mendorong bahu Gretta hingga gadis itu terhuyung ke belakang dan hampir jatuh menabrak rak baju.

Gretta menahan isak tangisnya, dadanya sesak bukan main. Dia ingin berteriak minta tolong, tapi suaranya tercekat di tenggorokan. Dia merasa sangat kecil, sangat tidak berdaya, persis seperti perasaannya dulu saat masih sering dijadikan sasaran empuk kejahatan kedua gadis itu, seharusnya ada tiga, tapi entah kemana satunya.

“Kenapa diam? Nangis dong! Aku lebih suka kalau kamu nangis dan minta ampun!” seru Ema lagi sambil menendang pelan ujung kaki Gretta, membuat gadis itu melompat kaget.

Shasa kembali tertawa renyah, “Hahaha! Lihat deh dia gemetar semua! Takut banget ya, Ma? Kasihan deh, padahal tadi mukanya sok berani banget ya!”

1
Miska
semangat terus author, ceritamu keren👍
Nora
ceritanya bagus bnget aku suka
Nora
Ceritanya bagus dan menyentuh hati tapi adegan pertama sungguh kejam , semngat terus author aku menunggu kelanjutannya.💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!