NovelToon NovelToon
Dunia Akan Hancur Lagi Dan Aku Sudah Pernah Mati

Dunia Akan Hancur Lagi Dan Aku Sudah Pernah Mati

Status: sedang berlangsung
Genre:Hari Kiamat / Reinkarnasi / Fantasi Wanita / Ruang Ajaib
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Rizqi Handayani Mu'arifah

Aku sudah mati sekali di hari kiamat.

Sekarang aku kembali—3 hari sebelum semuanya dimulai.

Aku tahu siapa yang akan mati.
Aku tahu monster apa yang akan muncul.
Aku tahu dunia ini tidak bisa diselamatkan.

Jadi kali ini…
aku akan mengubah semuanya.

Atau menghancurkannya dengan caraku sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rizqi Handayani Mu'arifah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

31

Tiga bulan setelah pertempuran terakhir.

Dunia berubah.

Langit merah yang bertahun-tahun menggantung di atas bumi akhirnya menghilang. Matahari kembali muncul meski cahayanya masih redup. Monster-monster tidak benar-benar punah, tetapi jumlah mereka menurun drastis.

Reina mengorbankan dirinya, menghancurkan tubuhnya beserta ruang dimensi yang ada didalam dirinya. Dunia menjadi sedikit tenang.

Kota-kota kecil mulai dihuni lagi. Manusia kembali berharap. Namun, bagi empat orang yang berdiri di atas reruntuhan kota tua itu... dunia terasa jauh lebih sepi.

Prisma duduk di pinggir gedung sambil memandangi langit senja. Palu besarnya tergeletak di sampingnya, penuh retakan yang belum diperbaiki.

Dandi datang membawa dua botol minuman kaleng. “Masih di sini?”

Prisma menerima kaleng itu pelan. “…Aku masih merasa dia bakal muncul sambil marah-marah.”

Dandi tersenyum kecil. “Ya.”

Namun senyum itu cepat menghilang. Karena mereka semua tahu, Reina benar-benar telah menghilang.

Sementara itu di bawah reruntuhan kota, Andri sedang memeriksa sisa teknologi kuno yang berhasil mereka ambil dari area gerbang dulu.

Layar-layar rusak berkedip pelan. Data dunia lama terus muncul. Tentang kiamat. Tentang eksperimen. Tentang “Pembawa Tanda”.

Dan satu kalimat membuat Andri membeku. “Subjek utama tidak dapat mati sepenuhnya.”

“Selama inti dunia masih aktif, siklus akan terus berulang.”

Mata Andri menyipit. “…Apa maksudnya ini?”

Di sisi lain kota, Santo berdiri sendirian di depan bekas lokasi gerbang.

Angin malam berhembus pelan melewati mantel hitamnya. Tiba-tiba bayangannya bergerak sendiri. Santo langsung memegang pedangnya. “Keluar.”

Kabut hitam perlahan berkumpul di depannya. Lalu muncul sosok kecil berjubah putih lusuh. Wajahnya tertutup kain. Namun suaranya terdengar seperti anak kecil. “Kalian belum selesai.”

Tatapan Santo berubah dingin. “Kau siapa?”

Sosok itu perlahan menunjuk langit. Dan untuk pertama kalinya sejak dunia tenang, retakan merah kecil terlihat muncul di atas bulan. “Gerbang pertama sudah tertutup.”

“Tapi masih ada enam lagi.”

Mata Santo langsung membesar kecil. “...Apa?”

Sosok berjubah itu mundur perlahan ke dalam kabut. “Jika semua gerbang terbuka…”

“Maka Raja yang sebenarnya akan bangun.”

Kabut hitam langsung menghilang. Menyisakan Santo berdiri diam seorang diri.

Malam itu empat anggota terakhir tim kembali berkumpul. Suasana sunyi menyelimuti mereka saat Santo menjelaskan semuanya.

Andri langsung berdiri. “Jadi selama ini… yang kita lawan belum yang terkuat?”

“Sepertinya begitu.”

Dandi menatap langit dengan wajah berat. “Berapa banyak lagi monster seperti itu…”

Prisma mengepalkan tangannya perlahan.

Namun sebelum siapa pun bicara lagi, angin hangat tiba-tiba berhembus melewati mereka.

Lembut. Aneh. Dan sangat familiar.

Prisma langsung menoleh.

Di kejauhan, di antara reruntuhan jalan, terlihat siluet seorang gadis berdiri membelakangi mereka. Rambut panjangnya bergerak tertiup angin malam.

Dandi membelalakkan mata. “...Reina?”

Siluet itu perlahan menoleh sedikit. Memperlihatkan mata merah samar yang kini jauh lebih tenang.

Lalu...ia tersenyum kecil. Dan menghilang bersama cahaya merah lembut sebelum mereka sempat mendekat.

Malam itu terasa berbeda. Angin yang berhembus di reruntuhan kota tidak lagi membawa bau darah dan kematian seperti dulu. Namun setelah kemunculan siluet Reina tadi, tidak ada seorang pun yang bisa tenang.

Prisma berdiri paling lama di tempat itu. Tatapannya terus mengarah ke jalan kosong tempat Reina menghilang. “Itu dia…”

Andri langsung memotong. “Atau sesuatu yang menyerupai nya.”

Prisma menatap tajam ke arah Andri. “Kau lihat sendiri matanya.”

“Justru itu masalahnya.” Andri mengepalkan tangannya. “Setelah semua yang kita lihat tentang gerbang dan Raja Kehancuran… kau masih yakin itu benar-benar Reina?”

Suasana langsung membeku. Dandi mencoba menenangkan keadaan. “Setidaknya dia tidak menyerang.”

Namun Santo yang sedari tadi diam akhirnya bicara pelan. “Karena dia sedang menahan dirinya.”

Semua langsung menoleh. Tatapan Santo tetap mengarah ke bulan yang retak merah. “Energi di sekitar tadi… bukan energi manusia.”

Jantung Prisma berdegup keras. “Tapi itu tetap Reina.”

Santo tidak membantah. Namun ia juga tidak mengiyakan. Dan itulah yang paling membuat mereka gelisah.

Sementara itu...jauh di luar reruntuhan kota…di sebuah tempat asing yang dipenuhi hujan cahaya merah, Reina perlahan membuka matanya.

Sunyi. Tidak ada suara monster. Tidak ada suara angin. Tidak ada dunia.

Hanya lautan gelap tanpa ujung dengan pecahan cahaya merah mengambang seperti bintang.

Tubuh Reina terasa ringan. Terlalu ringan. Ia perlahan bangkit.

Namun langkahnya berhenti saat melihat pantulan dirinya di permukaan hitam di bawah kaki. Matanya merah menyala. Simbol hitam kini menetap hingga lehernya.

Dan di belakang punggungnya terdapat retakan cahaya merah seperti sayap yang belum sempurna.

Reina memegang dadanya pelan. Detak jantungnya masih ada. Namun terasa berbeda.

Lalu suara lembut terdengar dari belakangnya. “Akhirnya kau bangun.”

Reina langsung berbalik.

Seorang wanita berdiri di kejauhan. Rambutnya panjang berwarna hitam keperakan. Matanya merah keemasan.

Gaun putihnya dipenuhi simbol kuno yang sama seperti gerbang. Dan wajahnya sangat mirip dengan Reina.

Mata Reina membesar. “…Siapa kau?”

Wanita itu tersenyum kecil. Sedih. “Aku adalah dirimu… sebelum dunia pertama hancur.”

Udara di sekitar langsung bergetar. Potongan-potongan ingatan mulai muncul di sekeliling mereka: dunia kuno, para dewa, perang besar, dan gerbang-gerbang raksasa yang jatuh dari langit.

Wanita itu berjalan perlahan mendekati Reina. “Kau memanggilku sebagai suara di kepalamu.”

“Tapi nama asliku sudah lama hilang.”

Reina mundur setengah langkah. “Jadi… aku benar-benar bukan manusia?”

Wanita itu mengangkat tangannya perlahan lalu menyentuh dada Reina. Hangat. “Tidak.” “Kau tetap manusia.”

Lalu matanya berubah sendu. “Dan itulah yang membuatmu berbeda dariku.”

Dalam sekejap.. seluruh lautan gelap di sekitar mereka berubah menjadi bayangan dunia yang hancur.

Monster-monster raksasa. Langit terbakar. Gerbang terbuka satu per satu. “Enam gerbang tersisa akan segera bangun.”

Reina menatap bayangan kehancuran itu dengan napas tertahan. “Kalau begitu aku harus kembali.”

Namun wanita itu perlahan menggeleng. “Jika kau kembali sekarang…”

“Jiwa dewi dalam dirimu akan bangkit sepenuhnya.”

Retakan merah di punggung Reina langsung bersinar. Dan untuk sesaat, bayangan mahkota hitam muncul samar di atas kepalanya.

Wanita itu menatap Reina dalam diam sebelum berkata pelan:

“Saat hari itu tiba…”

“Kau harus memilih.”

“Menjadi penyelamat dunia…”

“Atau menjadi dewi terakhir yang menghancurkannya.”

1
DRR_LOVE
Keren loh, wajib dibaca..
Ellasama
cari referensi Thor supaya tau dan bisa bikin novel yang bagus apalagi reader gak suka type karakter yang lemah apalagi untuk si fl
DRR_LOVE: tentu kak, terimakasih
total 1 replies
Ellasama
gak heran makin dikit yg kasih like
Ellasama
alah ternyata type fl menyek-menye please paling gak suka kalau karakter ny gitu, katanya terlahir kembali dan sudah pernah ngalamin gitu aja gak bisa ngatasin
DRR_LOVE: halo kak, maaf kalau tidak sesuai dengan pemikiran kakak ya.. karena murni hasil dari imajinasi 🙏🙏
total 1 replies
Ellasama
kukira ada zombie ny ternyata dewa-dewi alurnya,,,, agak aneh tp suka kalau ada space entah seterusnya kek mana/NosePick/
Ellasama
Dewi Sinta? film India kah,,,, ada ada aja ni author. pasti ni ada benang merahnya ni🤭
Anime aikō-kā
.
yang
semngat💪
DRR_LOVE: terimakasih suportnya kak😍💪🙏
total 1 replies
yang
hus sana pergi
yang
hmm
DRR_LOVE: halo kak, terimakasih sudah suport😍🙏
total 1 replies
Andira Rahmawati
lanjuttt trusss semangat💪💪💪
DRR_LOVE: terimakasih sudah support kak🙏😍
total 1 replies
Andira Rahmawati
hadir thorrr
DRR_LOVE: Terimakasih kak 😍😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!