Takdir membawa seorang gadis yang polos harus mengorbankan masa mudanya demi kesembuhan sang nenek.
Tawaran dari majikan tempat ia bekerja sangat menggoda. Dengan berbagi pertimbangan gadis itu menyetujui tawaran majikanya.
"Lahirkan seorang cucu buat saya."
"Cucu, bagaiman caranya nyonya?" tanya gadis yang bernama Laras.
"Meniakh dengan putra saya."
"Tapi tuan muda bukanya sudah punya istri nyonya, harusnya yang melahirkan seirang anak itu istrinya." sanggah Laras.
"Kalau dia mau saya tidak akan menawari kamu."
Laras yang sangat membutuhkan uang untuk biaya pengobatan neneknya menandatangi kontrak dari majikanya.
Apakah hidup Lars akan bahagia atau sebaliknya.
Di tunggu komentar dari kk² semua😘😘🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ima susanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14
Manusia boleh punya rencana tapi tuhan yang menentukan. Takdir hidup sudah di gariskan tak seorang pun yang tau akan seperti apa dan tak satu orang pun mampu menolaknya.
Seperti takdir hidup Laras yang selama ini tak pernah terlintas dalam pikiranya. Di nikahi oleh Dafa Satrio seorang CEO yang di segani oleh kalangan bisnis. Anak yatim piatu yang di besarkan oleh neneknya yang merupakan satu - satunya keluarga yang ia punyai.
Pernikahan berdasarkan perjanjian sukses mengubah hidupnya merangkak naik ke level yang lebih tinggi. Perlahan Laras sudah bisa menerima Dafa sebagai suaminya dan menikmati peran barunya.
Sementara itu Dafa yang awlanya tak begitu tertarik dengan Laras tapi seiring berjalannya waktu perlahan gunung es itu mulai sedikit demi sedikit mencair. Ada getar aneh yang mulai mengerigoti hatinya. Perlakuan Laras yang tak pernah ia terima dari Mila membuat dirinya nyaman. Perlahan cinta yang dulu mengebu gebu perlahan pudar terhitung semenjak Mila menolak untuk memberikannya seorang anak sebagai penerus keluarga Satrio.
Mila yang kesal karna perhatian suaminya berpindah sepenuhnya pada sang madu. Walau sidah pernah di peringatkan oleh suaminya agar menjauhi Laras tapi Mila nekad kembali menekan Laras dengan sengaja menghembuskan gosip yang menjatuhkan nak baik Laras.
"Selamat pagi nak Laras." tegur seorang wanita yang merupakan tetangganya.
"Pagi bu Maryam." sapa Laras sopan.
"Ibu mau tanya sedikit boleh?" ijin bu Maryam.
"Silahkan bu, kalau saya bisa jawab akan saya jawab jika tidak harap maklum." Laras menghentikan jalanya dan duduk di bangku taman di temani oleh bibik. Di depanya duduk bu Maryam yang sudah seperti ibu sendiri karna kebaikan hatinya.
"Maaf jika saya lancang, saya cuma mau memastikan saja. Apa benar nak Laras menikah dengan lelaki yang sudah beristri?" Awalnya bu Maryam tak percaya tapi karan terlalu banyak desas desus beredar membuatnya tak tahan ingin mengetahui kebenaranya.
"Hmm....." angguk Laras jujur dan itu membuat bu Maryam membulatkan matanya dengan mulut sedikit terbuka.
"Jadi benar nak Laras simpanan lelaki beristri?" tanya bu Maryam.
"Bukan begitu bu Maryam. Saya bukan simpanan, saya istri sah yang di nikahi secara siri atas ijin istri pertamanya." jelas Laras tanpa menyebut siapa suaminya.
"Jadi begitu, jadi gosip yang mengatakan bahwa nak Laras adalah seorang pelakor itu bohong. Wanita yang menggoda lelaki kaya yang sudah beristri demi uang."
"Maaf bu, nina saya tidak sepeti itu orangnya." kali ini bibik yang menjawab mewakili Laras. Sedari tadi ia hanya jadi pendengar tapi karna geram dengan berita yang menyudutkan nyonya, wanita itu tak tahan dan angkat bicara.
Tugas bibik bukan hanya untuk menemani Laras kemana pun pergi tapi juga jadi garda terdepan untuk membelanya dari intimidasi dari orang luar.
"Maaf saya cuma ingin tau biar saya tidak ikut - ikutan percaya gosip itu. Saya juga dari awal juga sudah yakin jika nak Laras bukan orang seperti itu, meski pernikahan nak Laras misterius."
"Gosip murahan kaya gitu aja percaya, info itu ibu dapat dari mana?" tanya bibik.
"Dari mulut ke mulut." bu Maryam sedikit takut saat melihat wajah bibik yang tegas.
"Sudahkah bu, ga usah di pikirkan lagi. Yang jelas ibu sudah tau kebenaranyakan?" Laras memutusketegangan diantar mereka.
"Iya nak Laras. Maaf membuat nak Laras ga nyaman. Kalau gitu saya permisi dulu." pamit bu Maryam dengan wajah tegang.
"Lebih baik kita pulang non. Tak baik lama - lama dibalut apalagi dengan tersebarnya gosip murahan seperti kata bu Maryam tadi." Laras patuh apa yang bibik katakan. Ia juga merasa tak nyaman, takut bertemu dengan ibu - ibu yang lain.
...****************...
Assalamualaikum kk, selamat malam.
Thor kembali up menemani malam kk²
Di tunggu saran dan masukannya serat jangan lupa like dan komenya serta vote yang bnyak sebagai penyemangat thor😘😘🙏🙏🙏