NovelToon NovelToon
Sang Pendekar Pengendali Naga

Sang Pendekar Pengendali Naga

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Balas Dendam
Popularitas:850
Nilai: 5
Nama Author: cici aremanita

Lue Ang yang hampir mati diselamatkan oleh wanita tua, di sana Lue Ang diberitahu kalau dirinya memiliki spirit.

Untuk membalaskan dendam yang diterimanya selama ini, Lue Ang mencoba berkulivasi dan mengembangkan spirit yang ada di dalam tubuhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cici aremanita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sesuatu Yang Aneh

Kedua ketua sama-sama tidak menyangka akan menjadi seperti saat ini, murid mereka yang seharusnya menang malah kalah begitu saja, yang membuat mereka tidak mengerti beberapa murid mereka kalah melawan satu orang.

Sama dengan kedua ketua keenam murid yang kalah dari Lue Ang masih terduduk di pinggir lapangan, mereka juga tidak mengerti bagaimana bisa kalah padahal tingkat kultivasi mereka semua berada di atas lawan yang hanya seorang diri.

"Haaaaah, Bagaimana ini bisa terjadi," ucap ketua Qiu.

"Aku juga tidak bisa mempercayainya, Bagaimana bisa baru 3 hari anak baru itu sudah sehebat ini, sebenarnya seperti pelatihan seperti apa yang diberikan ketua Tiang," sahut ketua Puang.

"Maaf ketua sepertinya dia memang sudah hebat sebelum dilatih oleh ketua Tiang, dia bahkan bisa mengalahkan beberapa pembunuh bayaran walaupun tingkat pelatihannya masih sangat rendah," ucap Pangeran Zuan.

"Seberapa kamu mengenalnya?" Tanya ketua Puang.

"Aku tidak terlalu mengenalnya, kami hanya berangkat ke kota bersama-sama, saat diperjalanan dia yang menyelamatkan aku dari pembunuh bayaran," ucap Pangeran Zuan.

"Kalau begitu apa kamu mengetahui apa spiritnya?" Tanya ketua Qiu.

"Tidak, aku tidak mengetahui apa spiritnya," ucap Pangeran Zuan menggelengkan kepala.

"Kalau begitu ya sudahlah mungkin memang takdirnya menjadi murid ketua Tiang," sahut ketua Qiu pasrah.

"Kalian semua bubar, kembali ke tempat masing-masing," sambung ketua Qiu.

Berbeda dari ketua Qiu ketua Puang masih tidak bisa menerima begitu saja kekalahan para muridnya, bagaimanapun juga Lue Ang yang memiliki dua spirit harus menjadi muridnya, dengan begitu ketua Puang berpikir dirinya tidak kalah hebat dari ketua utama mereka.

***

Semua menghampiri Lue Ang yang baru saja tiba, keempatnya tidak memperdulikan ketua Tiang yang masih berada di samping Lue Ang.

"Hebat, kamu benar-benar hebat, aku masih tidak menyangka kamu bisa mengalahkan mereka," ucap senior Ran.

"Kalau aku sudah menebaknya, karena dia adalah adik bungsuku yang berarti dia hebat sama sepertiku saat masih menjadi pemula," sahut senior Yun bangga.

"Kalian datang tepat waktu yang berarti kalian sudah berhasil mendapatkan yang kuinginkan," ucap ketua Tiang.

"Tentu saja kami sudah mendapatkannya ketua," sahut Yun.

"Bagus, karena kalian sudah mendapatkannya aku tidak akan menghalangi kalian kali ini," ucap ketua Tiang.

Mendengar yang dikatakan ketua Tiang keempatnya menjadi bersemangat, karena ini kemenangan pertama adik bungsu mereka harus mengadakan perayaan.

Ketua Tiang langsung pergi karena bisa menebak apa yang akan direncanakan para muridnya, lagipula murid muridnya berhasil mendapatkan yang diinginkannya ketua Tiang tidak akan menggangu mereka.

"Apa kalian memikirkan seperti yang aku pikirkan?" Tanya senior Ran.

"Tentu saja," ucap senior Raksa dan senior Mandu.

"Kalau begitu mari kita memulainya," sahut senior Ran.

"Memulai apa?" Tanya Lue Ang.

"Tentu saja memulai perayaan, perayaan karena kamu sudah berhasil memenangkan pertandingan pertama mu," ucap senior Ran penuh semangat

Lue Ang memilih pulang ke rumahnya untuk beristirahat tidak menghiraukan para seniornya yang pergi begitu saja, Lue Ang tidak memikirkan seperti apa maksud perayaan para seniornya.

Tidak membutuhkan waktu lama Lue Ang yang tertidur tiba-tiba mendengar bisikan di telinganya, bisikan yang terdengar membuat Lue Ang langsung membuka matanya.

"Akhirnya kamu bangun juga," ucap senior Raksa yang sudah duduk di samping Lue Ang.

"Ada apa?" Tanya Lue Ang.

"Bukankah kami sudah bilang kalau akan mengadakan perayaan, sekarang semuanya sudah selesai disiapkan," ucap senior Raksa.

Lue Ang bergegas mengikuti seniornya yang sudah berjalan di depannya, setelah keluar dari rumahnya Lue Ang baru sadar kalau dirinya ternyata tertidur cukup lama dan hari sudah malam.

Sesampainya di lapangan Lue Ang terkejut melihat sudah banyak makanan yang tersedia di meja yang ada di lapangan, beberapa mangkuk berisi arak disediakan seniornya juga minuman keras lainnya.

"Kamu membangunkannya saja lama," ucap senior Ran.

"Tanyakan saja sendiri padanya kenapa aku bisa lama," sahut senior Raksa.

"Maaf semua," ucap Lue Ang.

"Kamu tidak perlu menghiraukan mereka, ini perayaan yang kami siapkan untukmu mari kita mulai pestanya," sahut senior Yun.

Lue Ang ditarik duduk oleh senior Mandu, Lue Ang diminta meminum arak yang sudah dituangkan senior Mandu khusus untuknya.

Lue Ang yang belum pernah meminum arak merasa sangat ragu untuk meminumnya, tapi demi menghargai para senior yang sudah bersusah payah menyiapkan untuknya Lue Ang langsung meminumnya.

"Itu arak terbaik bagaimana rasanya?" Tanya senior Ran.

"Aku tidak bisa menilainya, aku baru pertama kali meminumnya," ucap Lue Ang.

"Ternyata dia masih anak kecil," sahut senior Ran.

"Aku bukan anak kecil," ucap Lue Ang.

"Sudah jangan mengganggunya, biarkan dia menikmati makanannya," ucap senior Yun.

"Kalau begitu nikmatilah, dengan ini kamu sudah resmi menjadi adik bungsu kami," sahut senior Ran.

Lue Ang dan para seniornya menikmati hidangan yang tersedia di meja, beberapa kali seniornya mengajaknya mengangkat mangkok untuk bersulang.

Di saat para seniornya sudah mulai merasakan pusing Lue Ang sama sekali tidak merasakan apapun, padahal hari ini dirinya baru pertama kali minum arak dan meminum minuman keras lainnya, dirinya juga meminum sama banyak dengan para seniornya.

"Apa kamu tahu kenapa aku tidak bisa mabuk?" Tanya Lue Ang.

"Tidak, aku sebenarnya ingin membantumu minum tapi karena kamu masih baik-baik saja aku tidak jadi melakukannya," ucap Ameng.

"Itu aneh, selama beberapa hari ini aku merasakan keanehan cukup banyak yang terjadi," sahut Lue Ang semakin merasa bingung.

Sampai menghabiskan minuman terakhir Lue Ang masih tidak juga mabuk, Padahal keempat sendiri sudah tertidur pulas dan tidak bisa dibangunkan.

Lue Ang memilih masuk ke dalam rumahnya dan tidur di kamarnya, Lue Ang mencoba berpikir apa yang sebenarnya membuat merasakan banyak keanehan selama beberapa hari terakhir.

Setelah mencoba berpikir Lue Ang tiba-tiba terpikirkan sesuatu yang mungkin saja sudah terjadi, mungkinkah spiritnya yang satu lagi sudah terbentuk.

"Menurutmu spiritku satu lagi sudah terlepas?" Tanya Lue Ang.

"Karena kamu bertanya Aku tidak akan berbohong, sebenarnya saudara ku sudah mulai terlepas dari bola, tapi bentuknya masih sangat kecil," ucap Ameng.

"Tapi kenapa tiba-tiba kamu kepikiran bertanya tentangnya?" Tanya Ameng.

"Karena selama beberapa hari terakhir aku banyak merasakan sesuatu, tapi saat aku bertanya padamu kamu tidak melakukannya dan itu sangat aneh," ucap Lue Ang.

"Seperti yang terjadi hari ini, aku merasakan aura berbeda keluar dari diriku," sambung Lue Ang.

"Yang kamu pikirkan mungkin saja, karena Naga walau masih kecil sudah memiliki kekuatan yang sangat besar," sahut Ameng.

"Apa itu berarti aku harus memberikannya energi lagi?" Tanya Lue Ang.

"Saat kamu melakukan penyerapan kemarin kamu sudah memberikan energi padaku dan saudara ku, jadi saat ini kamu tidak perlu menyerap energi lagi," ucap Ameng.

"Apa aku boleh meminta sesuatu," sambung Ameng.

"Ini pertama kalinya kamu meminta sesuatu padaku, katakan apa yang kamu inginkan," sahut Lue Ang.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!