NovelToon NovelToon
Perjalanan Dewa Jahat Menentang Langit

Perjalanan Dewa Jahat Menentang Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Dikelilingi wanita cantik / Epik Petualangan
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: Chizella

Yun Zhu hanyalah seorang murid rendahan dari Sekte Qingyun. Tanpa orang tua, tanpa latar belakang yang berarti—ia hanya bisa masuk sekte itu secara kebetulan setelah sebuah bencana menghancurkan hidupnya.

Akar spiritualnya lemah, bakatnya pun nyaris tak terlihat. Di mata orang lain, ia tak lebih dari sampah yang tak layak diperhitungkan. Tatapan meremehkan dan hinaan telah menjadi bagian dari kesehariannya.

Namun takdir mulai berbalik arah ketika Yun Zhu secara tak terduga memperoleh sebuah kekuatan misterius—kekuatan yang perlahan akan mengubah nasibnya… dan mengguncang dunia yang selama ini merendahkannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chizella, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31: Nona Muda Keluarga Han—Han Ping'er

Ruang tamu pribadi di dalam kediaman keluarga Han terasa sangat hangat, diselimuti oleh cahaya matahari sore yang menembus tirai sutra transparan.

Aroma kayu cendana yang mahal menguar di udara, berpadu dengan kemewahan perabotan kayu jati berukir emas yang menegaskan reputasi tinggi keluarga tersebut sebagai penguasa Kota Zhiyang.

​Yun Zhu duduk dengan tegak di sebuah kursi panjang bermotif naga. Han Ping'er duduk dengan santai, menyilangkan kaki jenjangnya dengan keanggunan yang disengaja.

​Penampilan Han Ping'er kini telah berganti sepenuhnya. Ia mengenakan gaun putih tipis yang sangat lembut, dihiasi ornamen bunga emas kecil yang berkilau setiap kali ia bergerak.

Potongan gaun tanpa tali itu memamerkan bahu mulusnya yang seputih salju serta sedikit belahan dadanya. Sebuah choker hitam melingkar di leher jenjangnya, menambah kesan elegan sekaligus berani.

​Kain gaun yang sangat ringan itu sedikit tersingkap saat ia menyesuaikan posisi duduknya, memperlihatkan paha jenjang yang dihiasi rantai perak halus yang melingkar cantik di kulitnya.

Potongan terbuka di bagian samping gaun juga menampilkan lekuk pinggangnya yang ramping, menciptakan kesan anggun yang sangat memikat bagi siapa pun yang memandangnya.

​Sepasang mata berwarna merah muda miliknya menatap Yun Zhu dengan lekat, sebuah tatapan yang sulit dimengerti namun penuh dengan maksud tersembunyi.

​"Nona Han, kenapa memilihku?"

​Tanpa basa-basi atau basa-basi formal, Yun Zhu langsung melontarkan pertanyaan inti. Ia tidak ingin terjebak dalam permainan kata-kata bangsawan.

​Bibir merah muda Han Ping'er mulai melengkung, membentuk senyum misterius yang mematikan.

​"Haruskah aku menjawabnya..."

​Suaranya merendah, terdengar serak dan menggoda di telinga Yun Zhu. Lidahnya menyapu bibir bawahnya perlahan, seolah-olah ia sedang memandangi seekor mangsa lezat yang baru saja tertangkap di jaringnya.

​Gerakan itu seketika membuat kewaspadaan Yun Zhu meningkat tajam.

Tubuhnya menegang, dan satu tangannya bergerak mendekat ke arah cincin penyimpanan di jarinya, bersiap untuk menarik senjata jika situasi berubah menjadi ancaman.

​"Tidak perlu khawatir."

​Han Ping'er akhirnya kembali bicara, menyadari reaksi defensif dari pemuda di depannya.

Ia menyandarkan punggungnya, membiarkan rambut putih saljunya jatuh terurai di bahunya yang terbuka.

​"Aku tertarik denganmu."

​Ia mengucapkan kalimat itu dengan nada yang sangat lugas, namun matanya tetap mengunci pandangan Yun Zhu, mencari reaksi apa pun dari pemuda yang tampak begitu dingin dan terkendali tersebut.

Yun Zhu sedikit memiringkan kepalanya, matanya yang kelam tetap datar tanpa riak emosi meski aroma parfum bunga dari tubuh Han Ping'er mulai memenuhi rongga hidungnya.

​"Maksudnya?"

​Han Ping'er menyandarkan punggungnya, membiarkan kain sutra gaunnya mengikuti lekuk tubuhnya yang menggoda.

Ia menatap Yun Zhu dengan binar mata merah muda yang seolah bisa menembus kulit.

​"Meski hanya melihatmu sekilas pada hari itu, tapi aku tau jelas kau memiliki kekuatan yang spesial."

​Mata Yun Zhu sedikit menyipit mendengar pengakuan itu. Ia bertanya-tanya dalam hati sejauh mana putri keluarga Han ini bisa merasakan rahasia kekuatannya.

​"Perjalanan ke Makam Abadi tidak bisa diremehkan, memilihmu mungkin akan membawa keberuntungan," sambung Han Ping'er dengan nada yang lebih serius namun tetap tenang.

​"Sebenarnya apa tujuan kalian di Makam Abadi?" Yun Zhu kembali bertanya, mencoba mengalihkan pembicaraan dari dirinya sendiri.

​Alih-alih menjawab dengan jarak yang aman, Han Ping'er justru menggeser duduknya secara perlahan.

Jarak di antara mereka menghilang seketika, paha mulusnya yang hanya tertutup kain tipis kini sedikit bersentuhan dengan kaki Yun Zhu, memberikan sensasi hangat yang mengejutkan.

Ia mencondongkan tubuhnya, membiarkan rambut putih saljunya jatuh menjuntai di bahu Yun Zhu, lalu mendekatkan bibir merahnya tepat ke lubang telinga pemuda itu.

​"Pedang Penebas Immortal," bisiknya dengan suara yang begitu rendah hingga menyerupai desiran angin.

​Yun Zhu secara refleks sedikit menjauh setelah mendengar nama pusaka legendaris itu. Ia menatap Han Ping'er yang kini kembali duduk tegak namun dengan senyum yang semakin lebar.

​"Pedang itu sudah lama dicari, karena memiliki kekuatan tak terkalahkan. Sayangnya tiap Makam Abadi terbuka tidak pernah ada yang membawa pedang itu pulang. Meski begitu juga tetap mendapatkan harta lain, walau tidak sebanding dengan pedang itu."

​Han Ping'er kemudian menyilangkan satu kakinya di atas kaki satunya dengan gerakan yang sengaja diperlambat. Belahan gaunnya tersingkap lebar, memamerkan paha jenjangnya yang putih dan mulus hampir sepenuhnya.

​"Kau memiliki aura gelap yang tidak bisa kulihat. Tapi aku tau, itu sangat berbahaya."

​Yun Zhu terdiam, memahami sepenuhnya apa yang dimaksud oleh Han Ping'er. Namun, ia tetap membisu, menjaga rahasia tentang Qi hitam dan teknik terlarangnya rapat-rapat di dalam lubuk hati.

​"Ngomong-ngomong, siapa namamu?"

​Yun Zhu menoleh, menatap wajah cantik di sampingnya itu sejenak. Sebelum akhirnya ia memberikan jawaban.

​"Yu—" suaranya terhenti sejenak di tenggorokan. Ia segera mengubah arah bicaranya. "Xu Mu."

​Han Ping'er sedikit terkejut, pupil matanya membesar sesaat sebelum ia tertawa kecil dan menyandarkan tubuhnya kembali, sedikit menjauh dari Yun Zhu namun tetap menatapnya dengan penuh minat.

​"Begitu, yah. Sangat berhati-hati."​

...---...

...[ Ilustrasi: Han Ping'er ]...

1
Fajar Fathur rizky
habis klan wang bantai juga klan Qin thor ambil sumber daya mereka
Huo Ling'er
upp
☕︎⃝❥Mengare (Comeback)
kayak milih suami aja🤣
☕︎⃝❥Mengare (Comeback)
Saatnya memerah sapi, eh, keuntungan maksudnya /Pray//Doge/
Cecilia: yep, tpi lama sih
total 5 replies
Nadia Annazwa
/Determined//Determined//Determined/
Nadia Annazwa
alamakkk bahaya nihh
Chen Xi
nextt~
Fajar Fathur rizky
thor cepat naikin ranah kultivasi mcnya habis itu bantai klan wang
Cecilia: udh kutulis kok, tinggal up aja, nunggu waktunya
total 1 replies
Chen Xi
nexttt/Determined//Determined/
Nadia Annazwa
yoshaa🔥
Huo Ling'er
yeyy cwk baruuu
☕︎⃝❥Mengare (Comeback)
Infokan cara bungkus istri kayak gini 🙃
Cecilia: aku jga mw
total 1 replies
[?.?.?]
yandere kah?🗿
Chen Xi
next bantai²
Huo Ling'er
makin gg aja ni mc!
Nadia Annazwa
lanjuttt🔥
Fajar Fathur rizky
bantai juga sekte itu thor
Fajar Fathur rizky
cepat naikin ranah kultivasi sampai golden core bantai klan wang dengan cara paling kejam thor
BlueHeaven: Klan Wang😭
total 1 replies
☕︎⃝❥Mengare (Comeback)
Satu kandidat lagi terlihat /Doge/
Cecilia: tinggal nunggu ketemu aja, aku juga pengen liat reaksi nona yan pas liat kelakuan emsi sama tianqiong/Doge/
total 7 replies
Nadia Annazwa
lanjuttt🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!