NovelToon NovelToon
Maaf Aku Memilih Pergi

Maaf Aku Memilih Pergi

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Mertua Kejam / Poligami
Popularitas:204.5k
Nilai: 5
Nama Author: Mayra Zahra

Nafisha Retno Kinathi adalah seoarang ibu muda yang harus berjuang sendiri menghidupi rumah tangganya, meskipun sosok suaminya masih berdiri gagah.

Hidup berdampingan dengan suami yang begitu menjunjung tinggi rasa hormatnya kepada ibundanya membuat Nafis harus sering mengalah. suaminya selalu menyerahkan segala keputusan di tangan umminya. Termasuk dalam hal urusan rumah tangganya.

Dalam segala hal Nafis mencoba mengalah tapi, ketika ibu mertuanya mengingikan suaminya menikah lagi Nafis berontak.

Masih sangupkah Nafis mempertahankan rumah tangganya, atau dia memelih menyerah ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mayra Zahra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31

    Tiga tahun telah berlalu..

   Siang ini mentari bersinar begitu terik. Tapi, panasnya tak bisa menembus rimbunnya pepohonan yamg tumbuh dengan baik di Taman Kyai Langgeng. Taman yang sangat teduh di setiap sudutnya dengan angin sepoi-sepoi membuat siapa saja betah duduk berlama-lama di sana. Belum lagi pemandangan hamparan sungai Progo yang mengalir meliuk-liuk mampu menghipnotis pandangan mata.

  Ocehan burung yang bertengger diatas dahan seolah menjadi melodi penghantar ayunan langkah kaki. Bebrapa pasang muda-mudi nampak asyik berjalan sembari bergandengan tangan, menyusuri sudut demi sudut taman yang menjadi salah satu ikon wisata Kota Magelang itu.

  Semua pengunjung nampak menikmati suasana asri taman Kyai Langgeng yang sekarang menjadi Taman Kyai Langgeng Ecopark ini. Begitu pula dengan seorang perempuan berjilbab hitam yang asyik duduk di salah satu sudut taman kyai langgeng dengan view sungai progo.

    Tangannya begitu asyik menari di atas keyboard laptopnya. Sedari satu jam lalu dia sudah nampak duduk dengan tenang di sana dengan di temani kopi susu dalam cup yang dia beli di area street food yang ada di taman kyai Langgeng.

   Sengaja dia datang kemari selain mencari tempat nyaman untuk menulis, sekaligus merefresh otak yang sedah beberapa minggu ini dia gunakan untuk berfikir. Memang dia selalu datang kemari jika butuh menyegarkan otak setelah penat menjalani rutinitas kesehariannya.

    Terkadang datang dengan laptopnya, terkadang dia hanya datang untuk menikmati lari pagi di jogging areanya taman kyai langgeng. Bahkan pernah dia hanya sekedar duduk menikmati sejuknya hawa di sana.

   Semenjak pindah ke Magelang, Taman kyai Langgeng seolah menarik perhatiannya. Tidak pernah bosan menatap pepohonan yang begitu rindang.

  Wanita yang sedari tadi asyik duduk dan fokus pada laptopnya adalah Nafisa Retno Kinanthi. Nafis memilih tempat ini untuk melanjutkan menulis novelnya yang sudah seminggu lalu di tunggu penerbit. Kalau tidak aral bulan depan sebelum puasa novelnya akan mulai di cetak. Dan setelah hati raya nanti baru akan di launching.

  Selain itu dia juga harus menyelesaikan naskah sebuah film garapan salah satu sutradara ternama yang pernah mengadopsi novelnya menjadi sebuah film layar lebar.

   Saking fokusnya dia sampai tidak menyadari kalau ada seseorang yang sejak 15 menit lalu memperhatikan setiap gerak-geriknya. Memang begitulah Nafis, jika sedang fokus dengan laptop dan karyanya maka, akan sedikit acuh dengan lingkungan sekitar.

  Orang yang sedari tadi memperhatikannya dari jauh adalah Farid Alamsyah. Duda 3 anak yang begitu terpesona dengan ketenangan Nafis. Matanya bahkan tidak berkedip memandangi Nafis. Walau hanya dari belakang, Farid langsung dapat mengenalinya.

   Farid memang sengaja datang ke Magelang untuk bertemu dengan wanita mungil yang entah sejak kapan mencuri hatinya. Tiga tahun bukan waktu yang singkat untuk dia memastikan bahwa hatinya memang telah tertambat pada wanita itu.

    Awalnya hanya merasa kagum atas ketegaran Nafis menghadapi ujian rumah tangganya. Lambat laun muncul rasa tertarik dan bahkan entah sejak kapan, ada semacam dorongan dalam hati kecilnya untuk selalu melindungi Nafis dan dua anaknya.

   Ada kesejukan mana kala dia bisa menatap wanita pujaannya itu. Ada juga rasa tenang dan nyaman saat sudah memastikan sendiri bahwa Nafis baik-baik saja. Tanpa banyak yang tau, setiap ada berita buruk tentang Nafis dia lah yang pertama kali bergerak untuk diam-diam menghapus berita itu dari peredaran.

   Saat bertemu Nafis, Farid tidak lagi memandang kemolekan dan kecantikan paras. Karena jika di bandingkan dengan Natasya mantan istrinya, tentu sangat jauh berbeda.

     Wajar saja karena Nafis memang selalu tampil sederhana. Berhias pun juga sewajarnya, tidak berlebihan. Lain halnya dengan Anastasya yang seorang anggota dewan dan juga pernah menjadi model papan atas yang hidup dengan segala ke glamorannya. Tapi, justru kesederhanaan Nafis itulah yang mampu memikat hati Farid yang sempat mati rasa karena penghianatan Natasya. Untuk itu dia memberanikan diri mendatangi Nafis kali ini.

   Setelah mengatur Nafas dan menata Hati, Farid mendekati Nafis yang masih fokus dengan laptopnya.

   " Assalamu'alaikum..!" Seru Farid dan itu sukses membuat Nafis terkejut.

   " Wa'alaikum salam. Ya Allah mas Farid. Kok bisa ada di sini ?" Farid tersenyum.

  " Iya mbak, mumpung libur syuting. Pengen main saja"

  " Saya kira sedang ada projek di sini "

  " Enggak, sengaja mau bertemu mbak Nafis " Nafis terkejut, bahkan dia sempat menatap farid yang kini ikut duduk di sebelahnya.

  " Ehm... Dalam rangka apa ya mas ?"

   " Nanti juga mbak Nafis tau " Nafis semakin pemasaran dan bingung saja.

   " Njenengan tau saya disini dari siapa ?" Ucap Nafis mengurangi rasa canggungnya.

   " Dari mbak yang ada di rumah mbak Nafis." Ucap Farid santai.

  " Berarti sudah dari rumah saya ?" Farid mengangguk.

   " Seharusnya njenengan minta mbak Nur telfon saya saja tadi, jadi tidak harus repot-repot sampai kemari."

   " Tidak apa-apa kan jadi tau Magelang ada taman sebagus ini.Yakin sih kalau bawa anak-anak kemari akan sangat suka "

   " Oya kayaknya tadi sedang sibuk ?" Nafis hanya tersenyum.

   " Di kejar deadline ya ?" Nafis mengangguk.

   " Harusnya naskah ini sudah di tanggan bang Ringgo sejak seminggu lalu buat di serahkan ke quality control mereka. Hanya saja saya belum sempat nulis lagi, karena banyak pangilan seminar dan pasien di klinik."

   " Makin sibuk dong ?"

   " Alhamdulillah rejekinya anak-anak mas "

   " Oya kabar anak-anak bagaimana ?"

  " Terakhir ketemu Zizah dua bulan lalu, waktu ikut mendampingi temen yang nyalon anggota dewan berkunjung ke pondok Zizah."

   " Njenengan bertemu Zizah ?" Farid mengangguk.

   " Zizah pasti merepotkan njenengan ya ?"

   " Tidak sama sekali, wong kalau tidak saya dulu yang mendekat dia juga malu-malu. Pas saya ajak keluar cuma minta di beliin bakso nggak mau di beliin yang lain "

   " Terima kasih banyak ya mas, sudah sekalian menyambangi Zizah di pondok."

  " Sama-sama. Zizah gadis luar biasa, mbak Nafis sangat beruntung memiliki putri seperti Azizah."

   " Alhamdulillah mas, Zizah memang begitu luar biasa. Sejak usia enam tahun susah di paksa mandiri dan harus tumbuh tanpa pendampingan saya. Sempat saya minta untuk di rumah saja sama saya tapi, dia bilang sudah terlalu jatuh cinta dengan pesantrennya dan juga ingin menyelesaikan hafalannya. Saya hanya bisa mesuportnya dan mendoakan saja dari sini " Mata Nafis selalu berkaca-kaca setiap membicarakan putrinya.

   " Mbak Nafis harus bersyukur dan bangga, Zizah tumbuh menjadi gadis yang begitu mandiri, tangguh dan sholeha lagi"

  " Betul mas, saya memang sangat bangga dan bersyukur karena tertakdir menjadi ibunya Azizah. Dia begitu getol mempelajari ilmu agama dan istiqomah dengan hafalannya. Di balik kepahitan ya harus saya alami kemaren, rupanya Allah menyiapkan nikmat yang luar biasa untuk kami. Subhanallah.." Air mata Nafis menitik tanpa mampu dia bendung.

   " Tidak ada perjuangan yang sia-sia. Tidak ada luka yang tanpa obat. Segala sesuatunya akan indah pada masanya bukan ?" Nafis mengangguk sembari mengusap air matanya.

   " Minum dulu.." Farid menyodorkan botol air mineral yang dia beli tadi.

   " Terima kasih." Nafis pun meminum sedikit air mineral yang di sodorkan Farid.

  Tiba-tiba ponsel Nafis berdering. Tertera di layar nama sang asisten yang menghubunginya. Santi memberi tahu jika, baru saja pihak polres Magelang kota menghubunginya. Jika ada seorang korban pelecehan seksual yang membutuhkan pendampingan psikologi. Dan Nafis di minta hadir kesana untuk membantu karena korbannya lebih dari satu.

  " Mas Farid maaf, saya harus segera pulang karena ada panggilan dari polres. Ada korban yang butuh pendampingan saya. Mohon maaf sekali lagi, jadi tidak bisa lama menemani njenengan menikmati keindahan taman kyai langgeng."

   " Tidak apa mbak Nafis. Kan memang sudah menjadi bagian dari profesionalismenya mbak Nafis. Ehm...apakah biasanya lama ?"

   " Tergantung kasusnya mas, bisa lama bisa juga sebentar."

  " Padahal saya mau mengajak mbak Nafis makan malan bersama " Nafis menghela Nafas.

   Akan terlalu beresiko jika dia mengiyakan keinginan Farid tapi, mau menolak juga tidak enak. Nafis selama ini berusaha menghindar dari hal-hal yang berujung membuatnya terkena skandal pemberitaan buruk. Ini malah Farid mengajak dirinya makan malam bersama. Meski jauh dari ibu kota, Nafis yakin kamera netizen itu lebih jeli dari pada kamera awak media.

   Dia tidak mau menciptakan skandal saat ini, terlebih sebentar lagi novelnya bakal rilis. Dia tak mau gosip ini di anggap sebagai pendongkrak novelnya agar laris di pasaran.

   " Maaf mas Farid, saya tidak bisa janji karena belum tau seberapa lama saya di Polres nanti "

   " Semoga cepat selesai ya mbak, ada yang mau saya sampaikan ke mbak Nafis "

  " Semoga saja ya mas."

  " Ini mau langsung pulang ?" Nafis menganguk.

" Ya sudah hayo "

" Tapi, saya naik motor tadi kesini " Ucap Nafis dengan wajah bingungnya.

" Gitu ya "

" Memang mas Farid kesini naik apa ?"

" Ojek online tadi, di pesenin orangnya mbak Nafis."

" Sebentar " Nafis meraih Hp yang dia taruh di dalam tas Laptopnya. Dia lantas menghubungi kang Tejo agar menjemput tamunya di Kyai Langgeng. Beruntung sopirnya itu sedang tidak sibuk mengantar pesanan butik jadi, bisa segera datang.

"Njenengan nanti akan di jemput kang Tejo. Kita tunggu di parkiran saja njeh " Farid menganguk.

" Terus mbak Nafis ?"

" Saya pakai motor saya " Farid terngaga.

" Apa tidak bahaya ?" Nafis tersenyum.

" Insya Allah tidak mas, susah biasa."

1
Lee Mba Young
kata si Ning hafizah tak Ada anak perempuan yg baik baik saja pisah dng bpk nya, what the hell gimana kbar anak pertama hanafi juga cewek kok tp km kekepin bpk nya smp lupa anaknya kn km enjoy saja 🤣😁. giliran aqila katanya gk baik baik saja krn gk ketemu bpk nya Mang mulut hafizah kayak comberan kl ngomong. sebagai pelakor gk pernh ngingetin hanafi ngasih nafkah anak anak Dr istri sah 🤭. anak kyai tp gk punya ilmu agama. cocok sih hanafi yg tulang selengki ma Ning yg pelakor. 👍
Dilla Fadilla: pelakor teriak pelakor mau menang sendiri 😡anak nya yg di utamakan bila bisa bikin koit anaknya Ning nong Thor gedek aku rasanya 😡
total 1 replies
Lee Mba Young
semoga adil 15th penjara. hafizah bertahan krn kl janda gk laku lagi tau kenapa krn gadis saja cm dpt laki orang apalagi sdh janda plus pelakor lagi siapa yg mau mnjadikan dia menantu. hidup juga di topang ortu kl ortu gk kaya gk akn makan tu anaknya 🤣.
kl nafis bisa jadi janda krn punya value Dan hidup gk jd parasit yg nadah uang ortu 😁🤣. Beda level banget Mang pelakor itu selalu gk punya value mkne kelihatan gk berani pisah dng hanafi krn kl pisah jelas gk akn punya suami lagi 🤣.
Dewi Sri
Jgn lama lama menjadi halal nya thor, nafis sama farid
Lee Mba Young
Ning hafizah kurang karma nya, Nafis wanita punya harga diri sdng seorang Ning anak kyai tp mulut kayak comberan ya bgini urung tau di sampluk malaikat.
Wes pelakor lambene elek e Amit Amit. mkne gk laku dpt Gus dpt e laki orang 🤣🤣🤣🤣.
jodoh cerminan diri.
Dilla Fadilla
pelakor pelakor kurang karmanya Thor masa karmanya mati orangtuanya aja harusnya anaknya juga jd adil arti kehilangan sesungguhnya 😄
Lee Mba Young: padahal anak kyai gelar Ning tp mulut nya kayak comberan 🤣. pantes gk laku dapat laki terhormat atau Gus, dpt nya ya cm hanafi laki orang pula 🤭.
total 1 replies
Susi Lawati
mungkin dengan cara ini mulut nya bisa istirahat nyakiti orang lain
𝐈𝐬𝐭𝐲
Alhamdulillah 🤭😂😂
Mayra Zahra: lho-lho ndak bahaya ta🤭🤭🤭
total 1 replies
nunik rahyuni
nah lo...kena karma apa tu struk kah 🤔
Tarwiyah Nasa
kena struk tu nnk lampir 😄
𝐈𝐬𝐭𝐲
biarin pingsan terus bangun² dia stroke
𝐈𝐬𝐭𝐲
kok zizah thor bukan Anin ya🤔
Mayra Zahra: ya Allah iya kak, terima kasih sudah di ingatkan🙏🙏
total 1 replies
Dini Anggraini
MasyaAllah nafis setelah kamu di sia2kan hanafi sekarang akan dapatkan farid yang semua anaknya, ortunya mendukung penuh keputusan farid sekarang saja belum jadi istrinya saja anakmu azizah dan naufal sudah di anggap cucu sama ortunya farid. 👍👍👍😍😍😍😍
mama
Tuban ny kota ku kak🤣
Laila Amilia
laras lewat sama suami, y & nolongin riana sama aisyah dari kejaran Edwin
Lin
aku aja yg baca nangis
Femmy Dauhan
ko gantung ceritanya endingnya mana ?
Dilla Fadilla
Thor kapan karma Hanafi dan uminya berserta para pelakor muslimah 😡
Laila Amilia
kon si hanafi sama umi, y dpt karna jgn la,2 karma buat mrk
nunik rahyuni
aminah ooooeee aminah atiati
.
mamang karman datang ke arah mu 🤣🤣🤣
dibuatnya kmu kesot mulut perot muka peyot baru tau 🤣🤣
nunik rahyuni
kantut....pandai banar lidah nya berdusta...malah sebaliknya ..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!