NovelToon NovelToon
Ruby Yang Berduri

Ruby Yang Berduri

Status: tamat
Genre:Konflik etika / Mengubah Takdir / Bullying dan Balas Dendam / Cinta Karena Taruhan / Putri asli/palsu / Saudara palsu / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 5
Nama Author: Diana Putri Aritonang

Hidup dalam keluarga yang tidak bahagia. Ayahnya, ibunya, serta kakak laki-lakinya lebih perhatian dan melimpahkan kasih sayang pada putri tiri mereka, Rachel Carnida.

Ruby merasa tidak dicintai dan tidak dihargai oleh keluarganya sendiri. Dia berusaha untuk membuktikan dirinya dan mendapatkan perhatian keluarga, tetapi setiap upaya yang ia lakukan selalu gagal.

Ruby tidak pernah menyerah. Sampai suatu hari, Ruby dibawa paksa oleh Cakra ke sebuah club dan diserahkan pada teman-temannya sebagai bentuk kakalahan Cakra dari taruhan. Ruby terkejut, perbuatan Cakra semakin menambah deretan luka yang selama ini sudah ia dapatkan.

Ruby pun akhirnya menyerah. Ia tidak lagi berusaha untuk mendapatkan cinta dari keluarganya. Tujuannya kini hanya satu; membalas dendam terhadap mereka yang selama ini telah menyakiti hatinya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diana Putri Aritonang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

RYB 31. Ruby Bertemu Shinta.

Melewati siang, Ruby sudah selesai dengan jam kuliahnya. Bersama Airis dan Afzal ia berjalan ke luar kampus. Ruby ingin menghubungi Emer, memberi tahu tunangannya itu, tapi sebelum berhasil, netranya sudah menangkap kehadiran seseorang.

"Ruby!"

Calon ibu mertuanya melambai dengan tersenyum dari luar mobil.

"Siapa dia?" tanya Airis yang memang tidak mengenal Amanda.

Ruby bergegas menghampiri Amanda dengan Airis yang mengekorinya.

"Mommy di sini?" Ruby cukup terkejut melihat ibu Emer ada di kampusnya. Apa Amanda datang untuk menjemputnya?

"Mommy ingin mengajakmu ke suatu tempat," kata Amanda dengan tersenyum. "Apa kuliahmu sudah selesai, Sayang?"

Ruby mengangguk. "Ah...iya, Mom. Kenalkan ini sahabatku, Airis." Ruby memperkenalkan Airis pada Amanda. Ia juga tidak lupa memperkenalkan Afzal.

"Kalian pasti teman dekatnya Ruby. Jangan lupa untuk datang di hari pernikahan Ruby dan Emer." Amanda ternyata mengundang Airis dan Afzal secara langsung.

Airis lekas mengangguk. Ia terlihat bersemangat untuk datang di hari bahagia sahabatnya itu. Airis juga terkejut saat Amanda mengatakan waktu pernikahan Ruby dan Emer yang tinggal dua hari lagi.

"Jadi kau akan cuti kuliah besok?" tanya Airis langsung pada Ruby.

Ruby mengangguk dan ia bisa melihat wajah Airis yang berubah sedih, nyaris menangis. Ruby merasa heran sekaligus cemas pada sahabatnya itu. Ia hanya cuti beberapa hari saja.

"Ada apa?" tanya Ruby cepat. Ia menggenggam tangan Airis khawatir.

"Aku...aku tidak menyangka bahwa akan secepat ini?" Airis akhirnya menitikkan air mata. Ia tak sanggup lagi menahannya. Namun, dengan lekas pula Airis mengusap dan setelah itu ia tertawa.

Airis tiba-tiba merasa emosional. Ia pikir Ruby akan menikah beberapa hari atau beberapa bulan lagi. Airis begitu bahagia dengan berita itu. Ia yang paling tahu apa saja yang sudah Ruby lalui selama ini, betapa beratnya hidup Ruby dengan keluarga Sanders.

Dan sekarang, melalui pernikahan ini, Ruby akan memiliki keluarga baru yang Airis harap bisa membawa sahabatnya itu ke kehidupan yang jauh lebih baik daripada sebelumnya.

"Kau akan menikah, Ruby. Kau akan memiliki keluarga baru," kata Airis lagi. Ia tersenyum bahagia dengan air matanya yang masih menetes. "Aku sungguh bahagia sekali. Aku harap mereka bisa membuatmu bahagia dan memberimu kehidupan yang jauh lebih baik daripada yang kau miliki sekarang."

Ruby tersenyum mendengarnya. Netranya juga sudah berkaca-kaca dan ia mengangguk lekas memeluk Airis yang juga balas mendekapnya.

"Terima kasih, Airis." Ruby terharu. Ia memiliki sahabat setulus Airis, yang selalu ada untuknya dan mendukungnya.

Sementara Amanda yang melihat kejadian itu ikut tersenyum dan merasa haru. Ia juga sudah mengetahui semua kehidupan Ruby bersama keluarga Sanders saat sang suami yang mencari tahu kebenarannya. Ia bersyukur karena gadis cantik yang baik itu akan segera menjadi menantu dan bagian dari keluarga Rykhad.

Airis dan Ruby berpisah di depan kampus. Ruby pergi bersama Amanda menuju ke suatu tempat yang Ruby sama sekali tidak tahu. Ia sudah bertanya pada Amanda, tapi Amanda sengaja hanya membalasnya dengan senyuman.

Tak lama berkendara, mobil yang membawa Ruby dan Amanda itu ternyata berhenti di sebuah mall besar. Amanda turun dari mobil lebih dulu dengan Ruby yang menyusulnya.

"Kita ke mall, Mom?" Ruby memperhatikan bangunan besar itu sampai mendongak. Ia memang anak pengusaha, tapi Ruby sama sekali tidak pernah menginjakkan kakinya di mall terbesar yang ada di kotanya. Selain karena tidak pernah diizinkan oleh Roger, Ruby juga tidak memiliki uang untuk membeli barang yang ada di dalam sana.

"Ayo, masuk! Ada yang harus kita buru di dalam," kata Amanda langsung menggandeng lengan Ruby.

Amanda tampak bersemangat membawa menantunya itu keluar masuk semua toko barang branded. Ruby yang sebelumnya tidak pernah berbelanja, sedikit kewalahan saat ibu mertuanya bertanya apa yang Ruby inginkan, apa yang Ruby suka, dan mana yang akan Ruby pilih.

"Mom, ini terlalu banyak." Ruby terkejut saat Amanda menunjuk puluhan tas saat melihat ia yang kebingungan saat memilih.

"Kau akan membutuhkan ini semua nanti, Sayang. Jika tidak untuk bekerja, kau akan membutuhkan tas ini saat ingin mengantarkan makan siang untuk suamimu nanti," ucap Amanda terkekeh kecil sendiri.

Ruby kesulitan menahan saat jari ibu mertuanya bergerak dengan begitu lincah menunjuk semua barang-barang branded kebutuhan wanita, mulai dari pakaian, sepatu, tas hingga alat kecantikan dan berbagai parfum untuk Ruby.

Ruby pikir semuanya sudah berakhir sampai di situ, tapi ternyata Amanda masih membawanya memasuki sebuah tempat yang berhasil membuat Ruby terbelalak dan tercekat.

"Pilih, Sayang. Set perhiasan mana yang kau suka?" kata Amanda dengan memperhatikan semua perhiasan yang sudah penjaga toko tampilkan di atas meja sofa tempat Amanda dan Ruby duduk.

Ternyata Amanda membawa Ruby masuk ke salah satu luxury jewellery store yang ada di mall tersebut.

"Ini semua yang terbaru?"

"Iya, Nyonya, ini semua yang terbaru. Dan ini yang paling eksklusif." Pelayanan toko itu meletakkan lebih dekat satu kotak set perhiasan di hadapan Ruby dan Amanda.

"Cantik, batunya berwarna kemerahan cocok untukmu, Sayang." Amanda menoleh pada Ruby yang terlihat melamun dengan pandangan lurus pada semua perhiasan yang terpampang di depan mereka. Fokus Ruby adalah harga setiap perhiasan itu. Rasanya Ruby ingin menjerit.

"Ruby!" panggil Amanda sedikit menepuk paha Ruby. Menarik kesadaran calon menantunya itu. "Kau kebingungan memilih yang mana, ya? Kalau begitu ambil saja sem..." Ucapan Amanda langsung terhenti saat Ruby bergegas meraih kotak perhiasan paling ujung.

"Ini, Mom. Ruby suka ini." Ruby langsung meraih satu set perhiasan dengan harga yang paling murah di antara semuanya. Itupun angka yang tertera sudah menyentuh delapan digit.

Amanda mengangguk dan meminta pelayan toko untuk segera mengemasnya. "Ini juga," kata Amanda seraya meraih satu set perhiasan dengan batu permata berwarna kemerahan yang ada di hadapannya. "Dan yang di sana. Sesuaikan semua ukurannya dengan menantuku."

Amanda terkekeh saat melihat wajah pias Ruby karena ia memilih banyak perhiasan untuk calon menantunya itu. Ia juga kembali mengatakan kalau semua itu nantinya pasti akan Ruby butuhkan, terlebih saat mendampingi Emer-putranya.

"Ini banyak sekali, Mom." Ruby dan Amanda berjalan keluar dari toko perhiasan. Mendengar keluhan Ruby Amanda hanya terkekeh.

Dan kebersamaan Ruby serta Amanda itu ternyata dilihat oleh Shinta. Ia yang tengah berkumpul dengan teman-teman sosialitanya sontak saja memicing, memastikan apakah itu benar Ruby dan Amanda.

Shinta tersenyum ketika melihat Ruby dan Amanda yang ternyata membawa langkah mereka menuju restoran tempat saat ini Shinta berada. Dengan lekas Shinta berdiri dari duduknya dan menyapa putri juga calon besannya itu.

"Ruby, Sayang!" panggil Shinta sedikit keras. Ia tersenyum pada teman-teman sosialitanya. "Itu putriku. Dia sedang bersama Nyonya Rykhad, besan kami," ucapnya bangga.

Teman-teman Shinta langsung terlihat antusias mendengar nama Nyonya Rykhad disebut. Dan melihat itu, Shinta semakin ingin membanggakan putrinya juga status mereka yang sebentar lagi akan berbesanan dengan keluarga Rykhad. Shinta pun dengan cepat, serta senyum lebar di wajahnya langsung mendekat pada Ruby dan Amanda.

1
Ipeh tiga Putra
lh uncle cakra nya gk krbagian bhgia
Ipeh tiga Putra
msa hutang roger di tgih ma safira sih gelo si wiliam ini
Ipeh tiga Putra
harus nya kn perusahaan ibu ny jtuh ke cakra gk ya
Ipeh tiga Putra
mati bae kw roger enak ny mnta mf stlh tau rachel bkn ank ny
Ipeh tiga Putra
ah emer ngapain ngakuin itu bpk mertua
Ipeh tiga Putra
emak gila🤣🤣
Ipeh tiga Putra
aduh jgn smpe knpa npa ruby nya thor jgn biarin si culas menang bkin pinter dkit ruby dlm brtindak ngadepin si culas
Ipeh tiga Putra
koq aku lbh srek si rex yg tatoan ya kek lbh cool 🤭
Ipeh tiga Putra
ya bilang lh pd keluarga tunangan mu ,,koq msih di lindungi
Ipeh tiga Putra
cba lh minggat yg jauh si ruby knp msih satu kota thor
Ririn Nursisminingsih
sadar diri kau anak pungut 😄😄
Simba Berry
cerita aneh.masak lebih suka jadi anak angkat daripada anak kandung.😄😄😄😄😄
Ririn Nursisminingsih
lagian heran anak sendiri disia2kan anak pungut disayang ada yaa ortu kyak keluarga sanders
Aisyah Suyuti
good
Siun Ajah
emerrr si budak cinta😄
𝄟⃝Ruby࿐
keren sih.. kirain akan lemah dan ngandelin org lain buat balas dendam.
aku lbih suka begni, balas dendam dgn cara sdri.
𝄟⃝Ruby࿐
saingan emer bikn ngakak /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
𝄟⃝Ruby࿐
baca si roger sibuk dgn mslh yg di buat aku jg ikutan puyeng sampe2 baca nm othornya jd diana pontang panting 😭 pas baca ulang ternyata mataku yg typo 😂
𝄟⃝Ruby࿐
bodoh
Amiera Syaqilla
aku kasihan banget ama Ruby🥲
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!