NovelToon NovelToon
MATA SAKTI

MATA SAKTI

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: samsu234

"Dulu aku hanyalah sampah yang diinjak-injak, kurir miskin yang tak punya masa depan. Namun, satu tetes darah dewa mengubah segalanya. Dengan Mata Sakti ini, tidak ada rahasia yang tersembunyi, tidak ada musuh yang tak punya celah, dan tidak ada harta yang tak bisa kuraih. Dunia modern ini akan bertekuk lutut di bawah tatapanku!"

#urban_fantasi
#harem #romance#cultivasion

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon samsu234, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 21: DARAH DIBAYAR DARAH, NYAWA DIBAYAR NYAWA

...****************...

Hujan di Jakarta Utara malam ini nggak ada ramah-ramahnya. Air yang turun dari langit rasanya kayak paku-paku es yang mau nembus kulit. Di dalam Lexus hitam yang melesat gila-gilaan, Arka nggak peduli lagi sama rambu lalu lintas. Di pangkuannya, ada sosok yang selama sepuluh tahun ini cuma muncul lewat mimpi buruk: Maria, ibunya.

Tapi Maria yang ini beda. Tubuhnya tinggal tulang dibalut kulit pucat yang hampir transparan. Napasnya pendek, serak, kayak mesin tua yang dipaksa jalan. Arka mencengkeram tangan ibunya yang kasar dan penuh bekas luka cambuk.

Deg.

Mata Dewa Arka berdenyut. Penglihatannya menembus kulit, daging, hingga ke saraf-saraf ibunya. Di sana, di sepanjang tulang belakang Maria, ada semacam rantai energi berwarna hitam pekat yang bergerak-gerak kayak parasit.

Ghost Chain. Segel budak terkutuk.

"Sialan..." Arka menggeram. Suaranya rendah, tapi getarannya bikin kaca mobil retak. "Siapa pun yang masang benda ini di tubuhmu, Bu... aku sumpah bakal bikin mereka mohon-mohon buat mati."

Mobil berhenti mendadak di depan gerbang mansion Tuan Besar Yan. Arka nggak nunggu pintu dibuka. Dia tendang pintu mobil sampai terpental sepuluh meter, lalu keluar sambil menggendong ibunya.

"TUAN YAN! KELUAR SEKARANG!"

Teriakan Arka bukan cuma suara. Itu adalah gelombang tekanan yang bikin para pengawal di gerbang langsung tumbang, muntah darah tanpa sempat narik pelatuk senjata mereka. Tuan Yan lari keluar dengan muka pucat pasi, masih pakai jubah tidur.

"Tuan Arka? Ada apa—" Kalimat Yan terputus saat dia lihat wanita di pelukan Arka. "Maria? Itu... nggak mungkin. Bukannya dia sudah—"

"Jangan banyak bacot!" potong Arka, matanya menyala emas lebih terang dari lampu sorot helikopter. "Siapkan ruang medis paling steril. Isolasi energi total. Kalau ibu saya kenapa-napa, saya ratakan tempat ini sama tanah!"

Di dalam ruangan serba putih, Arka berdiri kaku. Tim dokter terbaik Tuan Yan cuma bisa bengong di depan pintu. Mereka nggak bisa masuk. Aura di sekitar Arka terlalu panas, terlalu padat.

Tuan Yan mendekat pelan, keringat dingin bercucuran. "Tuan Arka, saya harus jujur. Pasar Hantu itu milik Konsorsium Tujuh Klan. Anda nggak cuma menghancurkan tempat usaha mereka, Anda baru saja mencuri 'Aset No. 09'. Mereka nggak akan tinggal diam."

Arka nggak menoleh. Fokusnya cuma pada rantai hitam di punggung ibunya. "Konsorsium? Tujuh Klan? Bilang sama mereka, kalau mereka mau aset ini kembali, datang sendiri ke hadapanku. Aku butuh lebih banyak kepala buat dijadikan alas kaki."

"Tapi sirkuit itu... Ghost Chain itu didesain untuk meledak kalau dicabut paksa," Yan memperingatkan dengan suara gemetar.

"Itu kalau yang nyabut adalah manusia biasa," balas Arka dingin.

Arka duduk bersila di samping ranjang. Dia keluarin batu Nadi Naga yang tadi dia rebut. Batu itu berdenyut, seolah haus akan darah. Arka memejamkan mata. Dia nggak lagi makai tenaga dalam, dia makai Willpower—kehendak murni.

Evolusi Tahap Dua: Rekonstruksi Atas Kehancuran.

Dunia di mata Arka berubah jadi jutaan partikel. Dia narik energi emas dari matanya, dipuntir jadi benang-benang yang lebih tipis dari rambut, lalu dimasukin ke dalam pori-pori ibunya. Ini bukan operasi medis. Ini adalah perang mikroskopis.

Satu per satu, parasit hitam di saraf Maria dihancurkan oleh benang emas Arka. Setiap kali parasit itu mati, Arka ngerasain sakit yang sama di matanya. Darah segar mulai mengalir dari pelupuk mata Arka, jatuh ke lantai putih.

Crak!

Rantai gaib itu hancur. Napas Maria tiba-tiba jadi plong. Warna merah mulai balik ke pipinya yang kempot. Arka jatuh terduduk, napasnya memburu. Matanya merah darah, tapi senyumnya puas.

Tiba-tiba, HP di kantongnya bergetar. Nomor tak dikenal.

"Halo, Arka," suara di seberang sana berat, dingin, dan penuh nada ngejek. "Hebat ya, bisa menyelamatkan si 'Barang No. 09'. Tapi kamu tahu kan, reuni keluarga itu paling seru kalau ada kembang apinya?"

BRAAAKKK!

Atap kaca ruang medis hancur berkeping-keping. Tujuh sosok berpakaian ninja modern—serba hitam dengan masker fiber—turun dari langit-langit. Masing-masing pegang katana yang dialiri listrik tegangan tinggi.

The Shadow Seven. Pembunuh bayaran elit milik Konsorsium.

"Arka, serahkan wanita itu, dan kami akan bikin matimu cepat," salah satu dari mereka bicara.

Arka berdiri pelan. Dia ngelap darah di matanya pakai punggung tangan. Dia nggak ambil senjata. Dia cuma buka telapak tangannya, dan tiba-tiba tekanan udara di ruangan itu jadi berat banget sampai lantai marmernya retak-retak.

"Tadi ada yang bilang reuni ini butuh kembang api?" Arka nyengir, tapi matanya nggak ada tanda-tanda bercanda. "Gimana kalau kita pakai kepala kalian sebagai petasannya?"

Arka melesat. Kecepatannya bukan lagi level manusia. Dia cuma lewat di antara ketujuh orang itu. Suara slash nggak kedengeran, yang kedengeran cuma suara daging yang robek barengan.

Detik berikutnya, ketujuh pembunuh itu mematung. Senjata mereka patah. Dan dalam satu kedipan mata, tubuh mereka pecah jadi potongan-potongan rapi, seolah-olah baru saja dilewati oleh ribuan benang kawat yang tak kasat mata.

Darah nyiprat ke dinding putih, tapi nggak ada satu tetes pun yang kena ke ranjang ibunya.

Arka berdiri di tengah genangan darah, menatap tangannya yang berpendar emas. Dia tahu, ini baru permulaan. Konsorsium baru saja ngetuk pintu neraka, dan dia dengan senang hati bakal bukain pintunya lebar-lebar.

"Tuan Yan!" teriak Arka tanpa menoleh.

Tuan Yan muncul dari balik pintu, kakinya lemes sampai harus pegangan tembok. "Y-ya, Tuan Arka?"

"Cari tahu siapa yang punya suara di telepon tadi. Saya mau alamatnya dalam satu jam. Kalau telat..." Arka menoleh, matanya yang merah-emas bikin Yan hampir pingsan. "Saya bakal anggap kamu bagian dari mereka."

Malam itu, Jakarta nggak cuma basah karena hujan. Tapi juga mulai merah karena dendam yang baru saja bangun dari tidurnya.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
SANG
Berlanjut terus💪👍
SANG
Semangat👍
SANG
Lanjut terus
SANG
like👍
Tang xu
terlalu terbuka soal kekuatannya
the misterius author 🐐: buka dikit aja bg belum semua
total 1 replies
the misterius author 🐐
arc 1 tamat lanjut ke Arc 2
SANG
Like, suka
SANG
menarik
SANG
Mampir Thor
the misterius author 🐐: ok bg
total 7 replies
Sules Tiyanto
👍👍,, lanjut Thor,,
the misterius author 🐐: nanti lanjut kan bg
total 1 replies
Gege
dahlah otor menyembah AI buat generate kata..
the misterius author 🐐: bg bukan nyembah itu di gantung cerita nya soal nanti Abraham bakal mati sabr aja
total 1 replies
Gege
yaaah ga dapat duit jadinya si MC.. gass teroos bang 10k kata sekali update...jangan nanggung keluarkan semua...🤭
the misterius author 🐐: fokus perbaiki plot nya sistem si mulut pedas dulu bg
total 1 replies
Manusia Biasa
jadi MC🤣
Manusia Biasa
yakin?? kwk
Manusia Biasa
lanjutt 😂 ditunggu next Thor semangat
the misterius author 🐐: sudah tu thor
total 1 replies
Manusia Biasa
ngakak gw sekilas mikir santet😂
the misterius author 🐐: jangan bg itu paru paru ada gumpalan darah hitam bg 🤣
total 1 replies
Manusia Biasa
Menarik, novelnya berpotensi masuk jajaran Rekomendasi NT dan halaman beranda

semangat kak👍
the misterius author 🐐: ARKA cocok jadi Sigma 🤣 kak
total 6 replies
Manusia Biasa
potensi menjadi sigma ini mc🗿
the misterius author 🐐: tenang bg nanti bab tertentu ada saingan Clarissa bg 🤣
total 1 replies
Manusia Biasa
seperti biasa🗿
Manusia Biasa
iyalah boss, untuk rakyat jelata kaya kita kita bisa buat generasi beberapa keluarga itu😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!