Kisah Seorang wanita Angel Abraham yang harus menerima kenyataan bahwa suaminya, laki - laki yang berjanji mencintai dia dengan tulus, ternyata di jodohkan dengan pilihan omanya karena luka lama omanya . Kenyataan pahitnya dia harus berpisah dengan suami karena nyawanya sebagai taruhan, disaat dia sedang mengandung anak dari buah cinta mereka. Bagaimanakah nasib cinta seorang Angel Abraham??? Apakah suaminya menyesal???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Angel Pingsan
Angel sudah berada di bandara Internasional Soekarno Hatta. Dia akan melakukan penerbangan ke Mangarai, Nusa Tenggara Barat. Tawaran mengabdi di salah satu desa yang berada di Mangarai, sudah beberapa hari ditawarkan direktur rumah sakit kepada Angel. Dia yang mau mencari pengalaman pun menyetujuinya tadi pagi sekali. Karena hari ini batas terakhir dari jawabannya.
Tiga jam Angel melakukan perjalanan, karena harus transit di Bali. Angel sengaja berbohong kepada mami dan papinya, karena dia tahu, Aaron akan mencarinya. Tadi jam sebelas siang pesawat sudah membawa Angel menuju Mangarai. Nanti dari sana dia akan di jemput petugas puskesmas disana dan dibawa ke penginapan yang disediakan.
Aaron yang sibuk dengan pekerjaannya dari pagi sampai sore hari dia bertemu dengan rekan bisnisnya sedang membahas pengembangan hotel terbaru di tempat wisata yang ada di Mangarai juga. Jam tujuh malan, baru dia pulang ke rumah.
"Kok hanya berdua makannya??"
"Adek kamu, tadi jam sebelas siang berangkat ke Bali???"
"Bali??? Dalam rangka??"
"Dia dapat tawaran bekerja satu tahun."
"Kenapa harus Bali, disini kan dia juga sudah bekerja??"
"Mau cari pengalaman katanya."
"Mami dan papi langsung memberi ijin. Tanpa mengecek semua???"
"Mami percaya Angel itu anak yang kuat, dia pasti bisa menjalani semuanya."
"Papi juga percaya, dia pasti sukses nanti."
Aaron sudah tidak makan malam, karena dia masih kenyang. Dia masih berpikir, keputusan Angel.
"Kamu mau menghindar setelah apa yang sudah kita berdua lakukan Angel."
Aaron sangat geram. Marah kepada sikap Angel. Ditambah handphone Angel tidak bisa dihubungi. Dia langsung mencari orangtuanya.
"Mami, katanya tadi Angel sudah hubungi mami dan papi. Kenapa Aaron hubungi handphonenya tidak aktif??"
"Masa, tadi Angel baru telephone papi dan mami."
"Mami vidio call ulang. Masak anak perempuannya di biar merantau jauh dan di ijinkan lagi."
Begitu terhubung, Aaron langsung mengambil handphone maminya dibawa ke kamar. Dia tahu Angel akan menutup, namun Aaron mengacam akan memberitahukan mami dan papi perihal kejadian kemarin malam dengan menunjukan bukti seprei Angel yang ada noda darah.
"Kamu dimana??"
"Di Bali???"
"Kamu tidak biasa berbohong sayang."
"Di Bali kak."
"Buka blokir nomorku Angel Abraham. Sekarang!!!"
"Iya."
Aaron langsung menutup sambungan telepon lewat handphone maminya. Dia langsung menghubungi Angel lewat handphonenya.
"Kamu sudah punya Karin Janson, jangan pikirkan aku lagi.
"Kamu gila, mana bisa. Setelah kita berdua sudah melakukan semuanya."
"Anggap itu hadiah perpisahan kita kak."
"Stop bicara omong kosong. Kak, kak, kak. Saya bukan kaka kandungmu Angel Abraham. Saya laki - laki asing yang mencintaimu."
"Stop Ron. Ampuni saya."
"Kamu tidak akan saya ampuni Angel. Saya akan mendapatkan kamu. Kamu tidak bisa bersembunyi dari saya."
Aaron sudah memerintahkan orang kepercayaannya mencari keberadaan Angel. Satu jam kemudian Aaron mendapat berita, bahwa penumpang atas nama Angel Abraham tidak terbang ke Bali seperti yang dia sampaikan kepada orangtua mereka, melainkan ke Manggarai, Nusa Tenggara Barat. Dan sekarang Rido orang kepercayaan Aaron sudah berada disana mencari keberadaan Angel.
Aaron yang mulai sibuk dengan proyek barunya, ia berencana akan berangkat sendiri ke Manggarai, selain melihat perkembangan pembangunan hotel juga mencari keberadaan Angel perempuan yang dia cintai. Informasi sudah Aaron dapati Angel sementara melayani disebuah puskesmas yang berada di desa Satar satu jam dari Manggarai perjalanannya. Rido orang kepercayaan itu mengatakan bahwa rumah tempat Angel tinggal berdekatan dengan pantai.
Informasi Angel yang Aaron tahu, tidak diberitahu kepada mami dan papinya. orangtua Aaron dan Angel sudah pensiun dari profesi mereka, karena sudah berusia. Di hari tua mereka pasangan suami istri ini lebih menghabiskan waktunya di kebun mereka yang berada di halaman belakang rumah mereka.
Sementara itu dokter Angel Abraham sudah membaur hidup dengan masyarakat disana. Dia yang sudah empat bulan melayani di desa ini. Hari ini dia sedang melakukan kegiatan imunisasi keliling. Sampai di satu rumah yang medan rumahnya cukup terjal, Angel tiba - tiba merasa kurang enak badan, bahkan di rumah itu disempat pingsan. Pagi hari Angel mengetahui bahwa dia datang bulan. Padahal dia tidak sadar bahwa setelah dia berhubungan dengan Aaron malam itu, dia sudah tiba bulan tidak datang bulan. Sampai di pingsan dirumah dukun beranak. Baru dia tahu bahwa dia sementara hamil.
"Dokter, mama mohon maaf sebenarnya dokter sedang hamil."
"Hamil???" Lalu Angel sadar. Dia terdiam. Dia tahu kalau dia hamil bisa saja, karena tiga bulan lalu dia sudah melakukan hubungan badan.
"Kandungan dokter lemah. Biasanya kita di kampung minum daun ini untuk menguatkan kandungan."
"Ini obat apa??"
"Ini herbal dokter." Angel pun menurut, dia meminum obat herbal itu.
"Dokter harus ke kota memeriksa kandungan dokter."
"Iya mama terima kasih. Angel akan ke kota."
Sore itu dengan mobil puskesmas Angel kekota Manggarai di antar oleh Jefry ners di puskesmas yang membantu Angel. Dokter Angel tidak tahu, bahwa orang suruhan Aaron selalu mengikuti dia. Perjalanan satu jam dilalui oleh Angel. karena sudah sore Angel memilih menginap di hotel. Sambil mencari dokter praktek kandungan. Ternyata ada yang dekat dengan hotel tempat Angel menginap. Sementara Jefry sudah kembali ke desa satar.
Oleh resepsionis Rido tahu, apa yang dilakukan oleh Angel. Dan waktu mengikutinya Rido tahu bahwa Angel sedang memeriksa di dokter kandungan. Informasi itu disampaikan oleh Rido kepada Aaron. Dan saat itu juga, Aaron langsung ke Manggarai terbang dengan pesawat jet pribadi dan dengan pakaian seadanya. Itupun dia beli di bandara. Meskipun harganya mahal dia tetap membeli.
Angel baru ketahui, bahwa dia sudah hamil empat bulan, namun kandungannya sedang tidak baik - baik. Dan saat itu Angel dibawa ke rumah sakit daerah untuk di opname. Angel mendapat ruangan kelas. Rido terus mengikuti, sampai Angel berada di rumah sakit.
Pukul tujuh malam, Aaron tiba di Manggarai langsung menuju ke rumah sakit, disana sudah ada Rido disana. Langsung di arahkan ke kamar Angel di ruangan kelas satu. Waktu Aaron membuka pintu kamar matanya langsung tertuju pada sosok perempuan yang terbaring lemah dan pucat di tempat tidur pasien.
Angel yang tertidur, dikagetkan dengan bau parfum yang sudah empat bulan tidak dia cium. Begitu membuka mata, dia melihat Aaron Baruk sedang duduk disamping tempat tidurnya. Aaron meneteskan air matanya. Aaron langsung mengelap air mata itu.
"Maafkan aku kak." Aaron tidak berkata - kata. Dokter datang membawa alat USG untuk memeriksa kandungan Angel.
"Maaf kalau boleh tahu, bapak siapa??"
"Saya suaminya dokter Angel Abraham. Aaron Burak."
"Ooo mohon maaf. Begini pak kondisi kesehatan janin bapak dan ibu sedikit memburuk. Jika hasil USG masih memperlihatkan detak jantung yang melemah maka sangat disayangkan, kami harus melakukan kuret untuk membersihkan kandungan dokter Angel. Karena kalau tidak akan berbahaya."
"Silahkan dokter."