NovelToon NovelToon
Takhta Yang Di Curi

Takhta Yang Di Curi

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Crazy Rich/Konglomerat / Action
Popularitas:15k
Nilai: 5
Nama Author: Siti Marina

karena ambisi untuk menjadi kaya, seseorang rela menukar bayinya dengan bayi dari pria masa lalunya....

yuk ikuti kisah nasib bayi yang di tukar...
akankah berakhir bahagia atau semakin menderita....
dan adakah rencana balas dendam, ataukah perebutan kekuasaan...?






Assalamualaikum....
masih biasa, bertemu lagi dengan Author receh... yang masih asal njeplak kalau bikin cerita... tanpa memikirkan plot dan twist...asal ngalir saja di pikiran...
yang masih setia dengan cerita-cerita author,mohon dukungannya... yang tidak suka , bisa di skip tanpa meninggalkan bintang satu....
dukungan kalian, adalah motivasi author...
terimakasih...
salam sehat selalu...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Marina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4

Waktu berlalu dengan cepat di kediaman Daneswara. Empat tahun telah lewat sejak malam tragis pertukaran itu. Kini, perbedaan nasib antara ketiga anak itu semakin terlihat jelas, menciptakan dinamika yang penuh dengan kepedihan bagi si kecil Maudi.

Di halaman belakang yang luas, Eliza berlari-lari dengan gaun sutra mewahnya. Ia tumbuh menjadi balita yang cantik, berkulit putih bersih, namun memiliki sifat yang sangat manja dan temperamental. Apapun yang ia inginkan harus dituruti seketika.

"Mama! Mama Seina! Lihat Eliza!" teriak Eliza sambil berlari ke arah paviliun.

Seina keluar dengan wajah berseri-seri. Ia segera merentangkan tangan dan memeluk Eliza dengan penuh kasih sayang. "Anak Mama cantik sekali. Jangan lari-lari nanti keringatan, sayang."

Panggilan Mama itu menjadi rahasia umum di rumah tersebut. Meski di depan Doni, Eliza memanggil Seina "Ibu Pengasuh", namun saat Doni tidak ada, Seina telah mencuci otak Eliza untuk memanggilnya Mama. Seina menikmati setiap detik ia menjadi ibu bagi Putri Daneswara.

Sementara itu, di sudut dapur paviliun, seorang gadis kecil berusia empat tahun sedang duduk di lantai semen yang dingin. Dialah Maudi.

Wajahnya jauh dari kata cantik. Karena perawatan keji Seina yang terus-menerus menggunakan bahan kimia sejak bayi, kulit wajah Maudi tampak kusam, berbercak gelap, dan penuh bekas iritasi yang tak pernah sembuh sempurna. Bahkan di bagian tubuhnya yang lain banyak bekas luka , baik luka pukulan benda tumpul,maupun bekas cubitan setiap melihat Eliza menangis....Seina sengaja membiarkan wajah Maudi terlihat jelek agar tidak ada satu pun orang yang bisa melihat kemiripan luar biasa antara Maudi dengan mendiang Ambar.

Maudi tumbuh menjadi anak yang sangat pendiam, namun matanya memancarkan kecerdasan yang luar biasa. Ia tidak pernah menangis meski hanya diberi makan nasi sisa dan harus mencuci piring plastiknya sendiri.

"Maudi! Cepat bereskan mainan Eliza! Jangan malas!" bentak Seina dari jauh.

Maudi mengangguk kecil. "Iya, Ma..."

"Jangan panggil aku Mama kalau ada orang! Panggil aku Ibu!" sahut Seina ketus.

melihat Maudi yang berjalan pelan, Seina langsung menghampiri Maudi,lalu menyeretnya dengan paksa, Maudi tidak menangis, karena ia sudah terbiasa mendapatkan perlakuan buruk dari Seina. Ini sudah menjadi pemandangan setiap hari saat tidak ada orang.

Saka, yang kini berusia lima tahun lebih, mulai berubah. Dulu ia adalah pelindung Maudi, namun Seina terus meracuni pikirannya setiap hari.

"Saka, kamu lihat kan? Gara-gara ada Maudi, makanan kita jadi sedikit. Maudi itu pembawa sial, wajahnya saja jelek seperti itu. Kalau tidak ada Maudi, mungkin kita bisa tinggal di rumah besar bersama Eliza," hasut Seina saat mereka hanya berdua.

Saka yang masih kecil mulai menelan mentah-mentah ucapan ibunya. Ia mulai merasa malu memiliki adik seperti Maudi.

"iya mah, Saka juga malu memiliki adik jelek seperti Maudi, nanti kalau temen-temen di sekolah saka lihat bagaimana?" ucap Saka yang sudah mulai benci dengan adiknya.

"kalau begitu,saka tidak usah memanggil Maudi dengan sebutan adek, cukup Maudi saja, beda dengan Eliza, saka boleh memanggilnya adek" jawab Seina tersenyum.

"jadi Saka boleh anggap nona Eliza seperti adek saka sendiri?" tanya Saka dengan wajah berbinar.

" tentu sayang...., jadi,mulai sekarang, saka harus jagain dek Eliza ya!" seina mengelus wajah putranya yang semakin tampan seperti almarhum papanya....

Suatu hari, saat Maudi mencoba mendekat untuk ikut bermain mobil-mobilan dengan Saka, Saka justru mendorongnya.

"Pergi sana, Maudi! Wajahmu jelek, nanti mainanku jadi kotor!" teriak Saka kasar.

Maudi terjatuh, lututnya tergores lantai yang kasar. Namun, ia tidak menangis. Ia hanya menatap Saka dengan tatapan sedih yang dalam, lalu berdiri pelan dan pergi ke sudut ruangan untuk mengambil sebuah buku cerita bekas yang sudah robek milik Saka.

Di saat Eliza sibuk merengek minta mainan baru, Maudi justru asyik dengan dunianya sendiri. Ia memiliki kemampuan luar biasa untuk belajar. Hanya dengan mendengarkan guru privat Eliza mengajar dari balik pintu rumah utama, Maudi sudah bisa menghafal huruf dan angka, bahkan mulai bisa membaca di usia empat tahun.

Suatu sore, Doni pulang lebih awal. Ia melewati paviliun dan melihat Maudi sedang menggambar sesuatu di atas tanah menggunakan ranting pohon. Doni berhenti sejenak, melihat pola yang digambar anak itu.

Maudi sedang menggambar pola geometri yang cukup rumit, sesuatu yang bahkan mungkin belum dipahami Eliza. Namun, saat Maudi menyadari kehadiran Doni, ia segera menghapus gambar itu dengan tangannya, merasa takut karena Seina selalu melarangnya menonjolkan diri di depan Tuan Doni.

Doni menatap wajah Maudi yang penuh bercak merah dan kusam. Ada rasa iba, namun juga rasa asing yang kuat. "Kenapa dihapus?" tanya Doni datar.

Maudi hanya menunduk dalam, tangannya yang kotor karena tanah gemetar. "Maaf, Tuan... Maudi cuma main."

"apa kau tidak punya alat tulis?" tanya Doni pelan.

Maudi menggelengkan kepalanya pelan,

Doni mendesah, lalu merogoh saku celananya,mengambil uang seratus ribu dua lembar "Ambillah, kau bisa beli alat tulis, " ucap Doni datar lalu ia berjalan pergi tanpa berkata apa-apa lagi. Ia merasa anak itu sangat menyedihkan, tanpa tahu bahwa anak yang ia anggap jelek dan kotor itu adalah satu-satunya darah dagingnya yang asli.

Setelah kepergian Doni, Seina yang melihat dari jarak jauh segera menghampiri Maudi.

"apa yang kau lakukan di sini hah?" tanya Seina dengan wajah sangarnya, wajah yang hanya diperlihatkan hanya pada Maud saja

" tidak ada Bu, Maudy hanya bermain saja" jawab Maudi polos.

"Bohong.... tadi aku melihat Tuan Doni memberikan sesuatu kepadamu , apa itu cepat katakan atau ibu akan memukulmu lagi" ancam Seina membuat Maudy mau tidak mau memperlihatkan uang 200.000 Yang barusan diberikan oleh Tuan Doni.

Seina merampas uang tersebut dari tangan mungil Maudi"ibu... kata tuan Doni itu untuk membeli alat tulis untuk Maudi" ucap Maudi dengan berani.

Seina memeluk Maudi,tapi tangannya mencubit keras punggung Maudi sampai Maudi meringis. Karena tidak sengaja melihat pelayan yang sedang berjalan ke area taman untuk membuang sampah.

" Kau tidak membutuhkan alat tulis, tugasmu hanya menjaga Eliza agar Eliza tidak terjatuh " bisik Seina dengan geram.

Karena cubitan itu tidak terlepas juga, akhirnya Maudi mengangguk" iya Bu, maafkan Maudi, tolong lepaskan Bu , ini sakit sekali" Maudi meringis menahan sakit dan panas yang menjalar di punggungnya, bahkan kukunya sempat menancap di kulit tipis Maudi.

'" bagus , tetap patuh, kalau tidak, ibu akan membuang mu ke kandang buaya" bisik Seina dengan senyum mengerikan...lalu ia meninggalkan Maudi yang berwajah pucat karena menahan sakit yang luar biasa.

1
Aisyah Virendra
Pelan-pelan 🥰 Maudi dan Rasya akan sama² saling menyadari perasaan masing² 🤝 Eliza dan Nenek Salamah yaaahh lihat aja nantii apa yg akan dilakukan Rasya untuk menyakiti dan mempermalukan Eliza dihadapan kolega ditempat perjamuan 🫠 Maudi akan menjadi satu²nya Cinta milik seorang Tuan Higienis 🥰
Aisyah Virendra
/Puke//Puke//Puke//Puke/

Dasar kau nenek tua yg buta mata dan hati
pilih kerikil daripada berlian murni, jgn² Ambar juga bukan anak kandungmu ya mkany kmu buta mata dan hati tak bisa membedakan segala sesuat ttg maudi 🤔🤔🤔
@Mita🥰
idih si nenek
Aisyah Virendra
Nenek Salamah matamuuu butaaaakahhh atau hatimu yg MA TI Hmmmm ??!!!
kau bilang Ambar adalah putrimu satu²nya, kau bilang sangat mencintai putrimu dan mengasihinya tapi kenapa mata hatimu butaa saat melihat cucu dari putrimu sendiri, dan bisa²nya kau tak melihatnya dengan kasih sayang, kau sungguh² buta mata dan hati.
kakek Harison yg benar² tulus dan sangat jeli melihat cucu dari putrinya 🫠
Sri Supriatin
insting kakek sm ayah luar biasa....🙏🙏🙏
suti markonah
klo dah kyk gini cerita nya , eliza pasti terbang tinggi krna merasa di sayangi sang penguasa nini gerandong dan kemudian eliza jd titisan mak lampir plus nini gerangdong
suti markonah
ternyata setelah mak lampir masuk hotel prodeo, skrg berganti ada nini gerandong..
@Mita🥰
kan ..kan bener si nenek gak mau
Aisyah Virendra
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
aduhhhh nenek Salamah ini dikerjain sm Maudi 🤣🤣🤣 tapiiii.... jika memang dia memiliki insting yg baik maka dia akan membawa garis mata yg dimiliki oleh cucu kandungnya yg sama persis seperti anak perempuannya yaitu Ambar. seburuk apapun rupa jika hatinya bersih maka akan terlihat berbeda dimata orang yg baik pula hatinya.
@Mita🥰
seperti nya nenek gak bakal suka sama Maudy
suti markonah
apa nenek juga ga mau mengakui maudi sebagai cucu nya
Diana Dwiari
jangan pelakor ya....akhirnya jadi jahat karena obsesi
@Mita🥰
jangan bilang nanti Eliza jahat sama maudi Krn ambisi pada Rasya
Aisyah Virendra
Diiiihhh kepedean kali kau Eliza 😏😏😏 kau pikir Rasya akan menyukaimu, heiiiiii dia lelaki baik walau menyebalkan tentang masalah kuman tapiiii hatinya juga pasti lebih memilih Maudi si kuman ampun pembasmi trauma buruk yg ada dipikirannya. kau jangan pernah bermimpi akan memiliki Rasya jika kau tak ingin hancur sendirian.😏
suti markonah
klo aku lebih seneng yg jadi saingan itu wanita yg tergila gila sm rasya dari pada di dalam keluarga..seinget ku othor dah beberapa kali bikin cerita segi tiga antara saudara tiri dan putri kandung
suti markonah
masa mau ada cerita segita lg di dalam keluarga antara saudara tiri dan putri kandung thor~nanti pada akhirnya saudara tiri berubah jadi iri dengki berunjung dendam
Lovita BM
setelah semua masalah beres teratasi, kini timbul konflik cinta²an Eliza dan Maudi 😁, jgn sampai Elisa nanti ambisi dan obsesinya sampai merugikan dirinya sendiri kyk Mak e 😏
Uba Muhammad Al-varo
bagaimana pun keadaannya semoga Maudy baik' saja dan Rasya selalu setia menemani Maudy dari sakit sampai sembuh kembali 💪💪💪
Aisyah Virendra
🙄🙄🙄🙄🙄🙄
Eliza bakalan jadi musuh lagi buat Maudi, bakalan mengira kalau Maudi merebut Rasya darinya 🤣🤣🤣🤣 padahal Rasya menyelamatkan Eliza karena Maudi 😂 ahh elahhj Elizaaaa jangan jadi kacang lupa kulit kau, atau kami piteeeessss palamu yaaa 😏
@Mita🥰
wah semoga Eliza jangan ...jadi cinta sama Rasya ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!