NovelToon NovelToon
Rahasia Ratu Mafia

Rahasia Ratu Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Balas Dendam / Romansa Fantasi
Popularitas:998
Nilai: 5
Nama Author: ArsyaNendra

"Jangan nona,kami takut tuan akan memarahi kami."ucap pria itu yang memohon pada Nonanya untuk tidak pergi.
"Sudahlah, biarkan aku pergi sekarang.Lebih baik kalian diam saja."jawab wanita itu dengan nada marah.
Wanita itu langsung pergi dengan membawa sepeda motor jadulnya menuju lokasi tempat tinggal sementara dirinya.
Dibalik semua itu ternyata dia sedang menutupi identitasnya dan mencoba berbaur dengan orang lain , apalagi dibalik dia melakukan itu ada maksud tertentu tentang misi yang sedang dia lakukan untuk mencari informasi penting.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ArsyaNendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10

 Nina segera keluar melihat siapa pria yang sengaja menunggu dirinya .Ekspresi Nina langsung berubah, melihat sosok siapa pria yang ia kenali.

 "Dia lagi." Nina melihat kehadiran Andra yang sudah ada di depan tempat kerjanya.

 "Untuk apa dia datang lagi, apa dia tidak mendengar peringatanku."batin Nina yang terlihat begitu sangat kesal dengan kehadiran Andra di tempat itu.

Nina langsung datang menghampiri Andra yang saat itu berada di dekat sepeda motor miliknya,"Untuk apa kamu datang ke sini lagi?" tanya Nina yang bukannya menyapa baik, tapi dia malah memarahi Andra.

 "Aku hanya ingin menjemputmu saja, bukannya sepeda motor milikmu mogok."Nina menatap sini Andra.

 "Kalau mogok kenapa,apa kamu kira aku anak kecil yang tidak bisa pulang sendiri, lebih baik kamu pulang.Aku pun sudah memperingati mu untuk tidak terus menggangguku."Nina benar-benar kesel dengan Andra yang selalu memancing kemarahannya.

 "Aku hanya ingin menolong mu." ucap Andra pada Nina yang benar-benar tulus ingin membantu.

 "Alasan,pasti kamu memiliki maksud tertentu kan" jawab Nina yang langsung saja pergi meninggalkan Andra. Andra pun tidak tinggal diam langsung menarik tangan Nina.

 Nina langsung meresponnya dengan tatapan sinis,"Lepas." dengan nada menekan.

 "Aku datang ke sini hanya ingin menjemputmu." Nina semakin emosi dan langsung mengibaskan tangannya hingga terlepas tangan Andra.

 "Jangan sembarangan menyentuhku,apa sengaja kamu ingin membuat aku marah." kini kesabaran Nina sudah habis menghadapi Andra.

 "Aku hanya minta kamu ikut aku, akan aku antar kamu pulang tidak ada maksud yang lain." Andra mencoba meyakinkan jika dirinya hanya ingin mengantarkan Nina pulang, tidak ada maksud tertentu dari niatnya.

 Nina menghela nafas panjang, betapa keras kepalanya Andra.

 "Oke, tapi ingat ini yang terakhir dan jangan lagi ganggu aku." Peringatan Nina sangat keras yang Nina lontarkan dan jujur saja Nina terpaksa harus mengikuti pria itu.Walaupun dalam hatinya tak ingin mengikuti pria itu,tapi semuanya pun ada alasannya apalagi posisi ia sedang menyamar dia pun harus berhati-hati.

 Selama perjalanan Nina hanya diam ,malas sekali ia ingin mengobrol dengan pria itu,"Lama-lama pria ini semakin menjadi." batin Nina yang terlihat masih kesal.

 Beberapa menit kemudian

 Akhirnya mereka berdua sampai juga,Nina langsung turun dan mengembalikan helm milik Andra,"Ini." Nina langsung mengembalikan helm itu dan langsung pergi tanpa mengucapkan sepatah kata dari Nina.

 Andra tahu betul jika Nina masih kesal dengannya,Nina bergegas masuk ke dalam kamarnya dan dia diam-diam menghubungi seseorang.

 "Sepeda motorku mogok,siapkan sepeda motor lainnya." Perintah Nina pada seseorang yang sedang ia hubungi.

 "Baik Nona,satu jam lagi sepeda motor yang Nona inginkan akan segera sampai." jawab pria itu yang langsung memutuskan sambungan teleponnya.

 Nina bergegas membersihkan diri, sembari menunggu pesanan itu datang.

 Satu jam kemudian, pesanan yang dia inginkan datang juga.Nina terlihat puas,apa yang dia inginkan.

"Ini baru bagus." Jawab Nina dengan puas.

 "Apa anda yakin,masih ada sepeda motor yang lebih bagus dari ini Nona." ucap Lukas dengan suara lirih.

 "Aku tak ingin terlalu mencolok,takutnya semua orang akan tahu siapa aku sebenarnya."Lukas hanya bisa pasrah setelah apa yang Nonanya lakukan.

 "Baiklah Nona,jika itu keinginan anda." Lukas hanya bisa pasrah mengikuti perintah Nonanya.

 Lukas segera pergi dari tempat itu sebelum orang lain mencurigai mereka berdua.dari belakang ada Lina yang datang menghampiri Nina.

 "Siapa pria tadi?" tanya Lina yang penasaran dengan sosok pria itu.

 "Dia anak tanteku,dia kesini mau mengantarkan ini." Nina menunjukkan sepeda motor baru miliknya,Nina pun mengarang cerita tentang siapa pria itu sebenarnya.

 "Sepeda motor?"

 Nina menjelaskan semuanya,dan tanggapan Lina hanya menganggukkan kepala.

 "Jadi begitu." jawab Lina yang baru mengerti, akhirnya mereka kembali ke tempat mereka masing-masing

 Seminggu kemudian

 Nina mulai beradaptasi dengan keadaan lingkungan,tapi tidak meninggalkan tujuan dia ada disana.

 Posisi Nina baru saja pulang dari tempat kerjanya, sebelum ia masuk kedalam kamarnya tiba-tiba saja Airin dan Lina menghampiri dirinya.

 "Nina." Ia langsung menoleh dan melihat kedua temannya mendekati dirinya.

 "Ada apa?" tanya Nina pada mereka berdua.

 Airin langsung menjelaskan apa yang ingin dia bicarakan dengan Nina, Nina pun hanya terdiam mendengar penjelasan dari Airin.

"Bisa tidak, nanti kita keluar makan malam bersama di luar." Nina membalas dengan merespon menganggukkan kepala.

 "Aku akan ikut." jawab Nina yang langsung saja dibalas dengan senyuman.

 "Ingat,jam 7 malam kita keluar." Airin mengingat kembali Nina untuk rencana mereka bertiga.

 setelah dengan rencana mereka, Nina kebalik masuk ke dalam kamarnya. Tiba-tiba saja ponsel milihnya berdering.

 "Halo."

 "Apa kamu kamu bilang?"

 "Secepatnya kalian ikuti mereka, kumpulkan semua informasi tentang mereka semua. Setelah itu kita kepung markas mereka,kalian harus mencari satu-persatu data mereka kemana saja mereka melakukan transaksi itu." Setelah itu Nina Menutup sambungan telepon itu.

 "Sebentar lagi semua akan terungkap,jangan anggap remeh ancaman ku." batin Nina yang sebentar lagi semua rencananya akan berhasil ia selesaikan.

 Malam hari

 Terlihat mereka bertiga sudah siap keluar dengan rencana mereka,ketiganya pergi dengan membawa sepeda motor masing-masing yang akhirnya tujuan mereka kearah warung makan tenda yang malam.

 Suasana malam itu terlihat begitu ramai,mereka duduk dan memesan makanan mereka masing-masing.

 "Khusus malam ini,aku yang akan membayar makanan kalian." ucap Lina dengan semangat.

 "Tumben,elo mau bayar makanan kami.Kesambar petir apa Lo?" tanya Airin yang melihat ekspresi bahagia dari wajah Lina.

"Aku ini lagi bahagia, akhirnya apa yang kuinginkan terwujud juga."

"Terwujud apanya?" tanya Airin pada Lina.

"Akhirnya aku diterima juga bekerja diperusahaan Anxel company." mendengar nama itu, Nina langsung terdiam.

 "Bukannya itu perusahaan ku,aku baru tahu ternyata Lina bekerja disana." batin Nina yang baru mengetahui jika Lina bekerja di perusahaan miliknya.

 "Selamat ya, akhirnya kamu diterima. Beberapa hari yang lalu kamu selalu mengeluh begitu sulitnya masuk perusahaan itu." jawab Airin yang sebenarnya sudah tahu sejak beberapa hari, Lina selalu mengeluh betapa sulitnya masuk ke perusahaan itu.

 "Lalu kapan kamu mulai bekerja?"tanya Nina yang sekedar bertanya.

 "Mulai besok aku sudah mulai bekerja, maka dari itu aku ingin malam ini merayakan pesta bersama kalian." Mereka bertiga merayakan di malam itu, Tiba-tiba saja dari arah pojokan terlihat ada seseorang mengamati mereka.

 "Ayo kita kesana." ucap salah satu dari mereka yang langsung mendekati meja Nina dan teman-temannya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!