NovelToon NovelToon
POSESIF

POSESIF

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Terlarang / Diam-Diam Cinta / Pihak Ketiga / LGBTQ
Popularitas:280
Nilai: 5
Nama Author: Na_1411

Sepasang mata berwarna coklat tampak menyorot tajam menatap seorang laki laki yang masih berdiri memaku tanpa bergerak sedikitpun dari tempatnya semula, seakan tatapn mata berwarna coklat itu mampu menelannya hidup hidup saat ini juga.

"apa kamu tidak ingin menjelaskan semuanya stave...?"

suara yang baru saja keluar dari laki laki tersebut terdengar seperti sebuah kilatan petir, membuat stave semakinn menundukkan kepalanya semakin dalam.

"apa yang harus aku katakan setelah kamu sudah melihat semuanya."

kepalan tangan dan tonjolan urat yang terlihat jelas saat steave memberanikan diri menatap kearah di mana tangan leon dia letakkan di atas meja, steave rasanya ingin segera menghilang dan berlari dari depan leo, dia tahu dan paham akan tabiat leon ketika marah seperti sekarang.

"jika kamu tidak ingn menjelaskan siapa dia, maka..."

Leon menghentikan ucapannya, terdengar bunyi deritan kursi yang bergeser. seketika steve memberanikan diri menatap ke arah leon, yang kini dekatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Na_1411, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bobok bareng walau fantasi semata.

Bunyi suara handphone milik Niko menyadarkan atensi ke empat orang pemuda yang saat ini sedang asik menonton film di televisi led lima puluh lima inch di dalam kamar Niko, pandangan mata Steve terarah di mana handphone Niko tergeletak tanpa dosa di atas bantal pink milik Niko.

“Dari dimas…” ucap Niko yang segera mengangkat telpon dari teman satu kampusnya.

“Halo dim…” jawab Niko dengan suara berat dan terdengar berwibawa.

“Halo nik, Sorry… gue kayaknya datang agak telat nih. Motor kesayangan gue tiba tiba bocor ban nya, sial…! Padahal tinggal beberapa kilo lagi sampai di rumah lo.”

Gerutu dimas dengan semua kekesalannya.

“Santai bro, lo aman sekarang. Semua tugas dosen udah kita kerjain, satu jam lagi tinggal nunggu acara inti. Dan lo harus sudah sampai di rumah gue.”

Niko tahu jika dimas menyeringai senang karena ucapan Niko, dimas lega karena dia tidak akan pusing mikirin tugas dosen yang terasa sangat sulit bagi otak secetek milik dimas.

“Bangke lo, tahu aja kalau gue ogah mikirin tugas dari dosen.” Dimas tertawa sumbang menjawab ucapan Niko.

“Udah lo cepetan tuh cari tambal ban yang masih buka, jangan lupa beli martabak di mang ujang sebelum masuk ke gang rumah gue.” Mandat Niko ke dimas yang mendapat jawaban tawa segar dari dimas.

Niko segera mematikan panggilan telponnya, dengan kesal Niko melempar kembali handphone bergambar apel yang di makan seperempat tersebut kembali di atas bantal pink nya.

“Dimas kena musibah nik….?” Tanya Steve yang mendapat anggukan samar dari Niko.

“Apa nggak sebaiknya salah satu dari kita bantu dimas, kasihan juga dimas sendirian di jalan.” Ucapan Andre mendapat angukan dari Steve.

“Enggak perlu, dia cowok enggak mungkin hamil juga.” Jawab neo sontak mendapat tatapan bingung dari beberapa teman temannya.

“Maksud lo….!!” Ucap Andre, Steve dan Niko bersamaan.

Cengiran terlihat dari neo tanpa rasa bersalah, neo yang enggan menjawab kembali memfokuskan dirinya melihat film aksi di depannya. Steve, Niko dan Andre saling bertatapan satu sama lain. Mereka sama sama menggelengkan kepalanya mendapati neo yang kembali melihat tayangan film tanpa menjawab pertanyaan mereka.

“Kebiasaan, sukanya menggantung.” Celetuk Niko sambil mengambil bantal pink yang ada di sampingnya.

Lemparan bantal yang tepat sasaran membuat neo menjerit seperti wanita, Steve yang mendengar jeritan neo sampai membuka mulutnya tak percaya.

“Lo cewek apa cowok neo? tiba tiba menjerit kayak cewek.” Seru Niko yang risih melihat reaksi berlebihan neo.

“Lo belum tahu ya, kalau gue setengah cewek setenagh cowok….?” Seru neo tanpa basa basi.

“Udah udah, ribut aja kalian. Gue mau keluar, mau beli camilan di minimarket depan. Andre, pinjam motor lo.” Steve menengadahkan tangannya meminta kunci motor Andre.

“Enggak, gue anter lo. Gue takut lo kenapa kenapa, trus gue harus nga depan kemarahan kak Leon.”

Andre segera berdiri dari tempat duduknya, dia segera menarik lengan Steve. Merasakan tarikan kuat dari Andre, Steve hanya bisa menurut tanpa harus berdebat. Niko yang melihat kepergian dua temannya hanya bisa diam terpaku, sedangkan neo masih menatap fokus ke layar televisi.

“Nih pake, gue enggak mau lo kenapa napa.”

Andre menyerahkan helm miliknya ke depan Steve, sedangkan Andre memilih tidak memakai helm.

“Hei, kenapa gue yang pake helm. Sedangkan lo malah enggak pake helm…?” Seru Steve tak terima.

“Gue enggak mau berhadapan sama abang lo yang super cerewet, gue akan jaga in lo sebelum kak leon datang jemput lo.”

Steve diam mematung mendengar ucapan Andre, dia hanya bisa pasrah tanpa harus mendebat keinginan Andre.

“Oke, gue pake. Sorry, kak Leon buat lo nggak nyaman selama gue dekat sama lo.” Ucap Steve terdengar menyesal karena ulah protectif Leon.

“Yuk kita berangkat sekarang.” Ajak Andre segera menghidupkan mesin motornya.

Laju motor Andre yang tidak begitu kencang membuat tubuh Steve merasa kedinginan, berulang kali Steve memeluk dirinya sendiri untuk menghilangkan rasa dingin yang semakin terasa di antara kulit putihnya.

Andre yang menyadari saat tatapan matanya melihat ke arah spion, segera menghentikan motornya di pinggir jalanan yang terlihat sangat sepi.

“Hlo… kenapa berhenti…? Minimarketnya masih jauh dre.” Ucap Steve dengan nada sedikit meninggi agar Andre mendengar ucapannya.

Tanpa banyak basa basi Andre segera melepaskan jaket yang tadi dia pake, segera dia pake kam ke Steve.

“Pake ini…!! Dan gue enggak mau dengar penolakan dari lo.” Ucap Andre yang tidak ingin di bantah.

“Tapi…”

Steve merasa jika ucapan Andre tidak ingin ada penolakan, dan Steve paham akan karakter sifat yang di miliki Andre. Steve yang tidak ingin berdebat menuruti ucapan Andre, segera dia pake jaket kulit yang Andre pake tadi.

Mesin motor kembali menyala saat mereka sudah naik, laju motor Andre sedikit kencang kali ini sampai Steve berinisiatif memeluk tubuh belakang Andre. Steve pikir jika dia memeluk Andre, maka Andre akan merasa sedikit hangat.

Senyuman terulas di kedua bibir Andre tanpa Steve sadari, sepertinya dewa keberuntungan berpihak dengan Andre yang dari tadi berbaik hati membantu Steve.

Sedangkan di tempat lain, Leon yang baru saja pulang dari mengantarkan dias merasakan kesunyian saat dia memasuki apartemennya. Tatapan mata Leon terarah melihat pintu kamar setega yang tertutup rapat, perlahan Leon berjalan ke arah di mana kamar Steve berada.

Handel pintu kamar Steve perlahan Leon tekan, suasana gelap karena lampu yang belum di nyalakan menyambut kedatangan Leon di kamar Steve.

Senyuman Leon terulas saat dia mencium bau parfum maskulin milik Steve yang masih tertinggal, Leo mencari di mana letak saklar lampu yang ada di samping pintu. Bunyi klik dan di ikuti dengan sinar lampu yang menyala terang membuat Leon merasakan kehangatan saat dia menatap beberapa tumpukan baju yang ada di atas ranjang milik Steve.

“Kebiasanaan…” gumam Leon sambil memunguti pakaian Steve yang tampak berserakan.

“Apa harus setiap hari aku harus mengecek kamar kamu Steve, aku seperti seorang suami yang selalu merapikan baju istrinya yang terlihat berantakan.” Batin Leon masih memunguti baju baju milik Steve.

Bayangan Steve tiba tiba melintas di pikiran Leon, rasa kehilangan terasa menyiksa di batin Leon saat ini. Helaan nafas berat Leon terdengar sangat menyiksa, dia mendudukan dirinya setelah melihat tempat tidur Steve yang terlihat sangat rapi dan bersih dari tumpukan baju milik Steve.

“Masih beberapa jam kamu tidak ada di sini, tapi kenapa hati ini terasa hampa tanpa adanya kamu di sini Steve. Aku tidak bisa menimba yang kan jika kamu kembali pulang ke negara tempat asalmu, dan kamu jauh dariku Steve.”

Leon mengelus pelan seprai berwarna abu, bau khas dari Steve kembali dapat Leon cium dengan jelas. Malam ini Leon memutuskan akan tidur di kamar Steve, dia ingin merasakan jika malam ini Steve menemaninya walau hanya bayangan dan fantasi Leon semata.

1
Vanni Sr
deemi???? ini crta Gay?? kek gni lolosss?? astgaaa bner² gila
Reichan Muhammad: mengerikan,
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!