NovelToon NovelToon
Takdir Cinta

Takdir Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:743
Nilai: 5
Nama Author: BintangFRY

Nikah? itu adalah hal yang paling dihindari oleh Yiwa saat ini, nanti atau sampai kapanpun itu. Bahkan di kamus hidupnya pun kayaknya gak ada tuh yang namanya 'nikah'.

Tapi balik lagi, kalau takdir udah ditentukan, mau jungkir balik salto pun akan tetap gak bisa dihindari lagi.

Satu hal yang disesali Yiwa, harusnya dia gak usah ikut mbahnya lihat acara desa malam itu atau justru seharusnya ia gak usah pulang ke desa sekalian. Tapi kalau gitu malah kasihan mbahnya gak ketemu cucu satu-satunya ini.

namun setelah kejadian itu justru cucunya ini yang harus dikasihani.

Karena apa? karena Yiwa, cucu satu-satunya Mbah ini harus dinikahkan dengan pemuda desa yang cukup disegani disana.

Yiwa sampai bingung, gimana bisa orang sekaku ini bisa punya jabatan penting di desa. Dan sialnya, dialah yang akan jadi istrinya.

Tapi mau bagaimana lagi, Yiwa cuma bisa pasrah sambil misuh-misuh tentunya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BintangFRY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

diculik Sinden

"Loh? kita mau nonton wayang ya, Mbah?"

Yiwa menunjuk panggung yang berada tak jauh didepannya.

Panggung itu menghadap ke Utara dan membelakangi bangunan balai desa. Posisi panggung yang diminta sang dalang. Di atas panggung itu sudah lengkap semua peralatan untuk pertunjukan wayang kulit. Dan di depan panggung itu tersedia beberapa tikar yang sudah di gelar untuk para penonton duduk. Namun ada beberapa kursi kosong yang diletakkan di setiap sudut menghadap ke arah penonton.

Mah Sekar mengangguk. "Ayo kita duduk di barisan depan."

Yiwa menunjuk tikar yang letaknya agak pojok dan minim cahaya. "Eh! Aku duduk sini aja, Mbah. Malu kalo di depan. nanti jadi pusat perhatian lagi, soalnya ada bidadari dari kota." Alasan banget, aslinya biar nanti kalo ketiduran nggak keliatan aja itu mah. Dan biar gampang juga kalau mau kabur pulang duluan.

"Ya sudah. Tapi ingat pesan Mbah. Jangan pulang dulu sebelum selesai."

Yiwa tertawa dengan canggung mendengar pesan mbahnya itu. Seakan tau rencana busuknya saja. "Enggak lah, Mbah. Udah Mbah kesana aja, keburu barisan depan penuh."

"Ingat pesan, Mbah." Setelah mengucapkannya, Mbah Sekar pun berjalan menuju tikar yang berada di barisan depan.

Yiwa tersenyum senang karena rencananya berhasil. Ia pun segera duduk di tikar yang paling pojok dan paling remang.

acaranya belum mulai, tapi orang-orang sudah mulai duduk dengan tenang. Bahkan tidak ada yang mengobrol. Seluruh tikar juga sudah dipenuhi orang-orang. Cuma tikarnya Yiwa saja yang hanya diisi lima orang termasuk dirinya. Tapi Yiwa tidak peduli, yang penting kalau ngantuk bisa tidur.

Beberapa jam sudah berlalu.

Yiwa tersentak dari tidurnya saat tiba-tiba suara gong menggema di telinganya. Ia memperhatikan sekelilingnya. Orang-orang menyaksikan wayang dengan tenang dan fokus. Ia melihat kursi-kursi yang mengelilingi tikar. Masih kosong.

"Buat setan kali ya?" lirih Yiwa. "Udah jam berapa ini?"

Ia segera mengeluarkan ponselnya dari saku kardigan rajutnya. "Udah jam dua belas? selesai jam berapa sih acaranya?"

Yiwa memperhatikan sekelilingnya lagi, "apa gue kabur pulang duluan aja ya? Orang-orang juga lagi pada fokus."

Setelah memasukkan ponselnya ke dalam saku kembali, Yiwa berdiri dari duduknya dengan pelan-pelan agar orang yang duduk di dekatnya tidak menyadari pergerakannya. Ia langsung memakai sandal jepit pemberian mbahnya dan segera berbalik pergi meninggalkan area lapangan. Tanpa Yiwa ketahui bahwa setiap gerak-geriknya sudah di pantau sesuatu, bahkan sebelum acara dimulai tadi.

Begitu tiba di depan balai desa, Yiwa mengeluarkan ponselnya untuk menyalakan senter. Ia mengarahkan cahaya senternya ke arah kegelapan di sekelilingnya.

"Untungnya gak ada yang jaga di sekitaran."

Ia segera memasukkan ponselnya kembali kedalam saku kardigannya.

Angin malam ini berembus cukup kencang dan hawa dinginnya seakan menembus sampai ke tulang. Saking dinginnya Yiwa sampai harus merapatkan kardigannya. Ditambah lagi malam ini ia hanya pakai set piyama lengan pendek bahan satin dengan luaran kardigan.

Yiwa segera mempercepat langkahnya agar segera sampai ke rumah. Jarak antara balai desa ke rumahnya itu cukup dekat. Mungkin harus melewati sekitar sepuluh rumah.

"Yiwa,"

Langkah Yiwa agak melambat, tapi tidak menoleh. Ia seperti mendengar seseorang memanggil namanya.

"Yiwa? kenapa pulang duluan?"

Ia pun menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakang saat seperti mendengar seorang berbicara dengannya. Namun dibelakangnya tidak ada siapapun.

"Apa gue salah dengar ya?" Yiwa mengangkat bahunya acuh, kemudian melanjutkan langkahnya.

"Yiwa?"

Lagi-lagi ia mendengar seorang memanggilnya. Tapi Yiwa tetap mengabaikannya.

"Yiwa,"

Ia pun berdecak kesal, "Siapa sih?!" lalu menoleh ke belakang.

Yiwa hampir saja jatuh terjengkang kebelakang saking terkejutnya. Di depannya saat ini ada seorang perempuan paruh baya yang sangat cantik dengan pakaian kebaya berwarna merah dan tak lupa rambutnya yang disanggul.

"Ini sindennya kenapa sampai sini?", "Eh? maaf, siapa ya?" Tanya Yiwa.

Perempuan paruh baya itu tersenyum sangat lebar, mungkin saking lebarnya kedua sudut bibirnya bisa mencapai mata.

"Kenapa pulang duluan?"

"Itu--

belum sempat Yiwa menjawab, perempuan itu lebih dulu menyela. "Bukankah sudah diberitahu, tidak boleh pulang sebelum selesai. kenapa pulang duluan?"

Tanpa Yiwa sadari ternyata posisi mereka sudah sangat dekat. Bahkan Yiwa bisa mencium bau harum melati yang sangat menyengat dari tubuh perempuan itu.

"Kamu sudah membuat banyak kesalahan." Kuku panjang perempuan berkebaya itu bergerak membelai pipi Yiwa. Tubuh Yiwa sampai merinding dibuatnya.

Yiwa ingin menghindar, tapi tubuhnya tidak bisa digerakkan sama sekali. Bahkan mulutnya juga tidak bisa bergerak untuk berbicara. Sekarang ia menjadi semakin panik. "Ini kenapa gue gak bisa gerak?!"

"Wajahmu cukup cantik. Bagaimana jika kamu ikut denganku. Anakku pasti menyukaimu."

Mata Yiwa sontak melotot dan netra hitamnya bergerak kekiri ke kanan tanda penolakan. "Sialan! Ini gue kenapa?apa gue di hipnotis?"

Tangan perempuan itu membelai wajah Yiwa. Mulai dari pipi Yiwa lalu semakin bergerak naik sampai ke atas kepalanya, mengelus rambut hitamnya. Kemudian menempelkan telapak tangan dinginnya pada dahi Yiwa dan mulutnya mulai bergerak seperti membaca mantra.

"Berhenti!" Teriakan menggema seorang laki-laki dari belakang. Perempuan itu langsung menoleh. Di sana, berdiri seorang laki-laki muda dengan baju beskap yang sangat pas ditubuhnya yang tinggi dan gagah.

"Aduh! Itu siapa lagi? Jangan-jangan temennya!" batin Yiwa benar-benar menjerit meminta pertolongan.

"Raden Abhiromo? kau selalu ikut campur urusanku!"

Laki-laki yang dipanggil Raden Abhiromo itu menatap tajam lawan bicaranya.

"Ini adalah tanahku. manusia yang berada di tanah ku menjadi tanggung jawabku." Tutur bicaranya begitu tenang, namun syarat akan ketegasan tak terbantah.

"Oh? Bukan! Tolong gue, Raden!" Yiwa benar-benar ingin lari ke arah Raden itu, tapi tubuhnya tidak bisa digerakkan sama sekali.

Perempuan itu tertawa terbahak-bahak. Bahkan suara tawanya begitu melengking di tengah sunyinya malam. Butuh beberapa detik sampai perempuan itu menghentikan tawanya. Kemudian ia mendekatkan wajahnya pada Yiwa dan mengendus bau tubuh Yiwa.

"Bahkan dari bau tubuhnya sudah jelas bahwa dia bukan berasal dari tanah ini. Bukankah berarti dia bukan tanggung jawab mu. Kau pun sudah tahu bahwa perempuan ini sudah melanggar larangannya. Biarkan aku membawanya. Dia akan ku jadikan istri untuk anakku."

"Tidak."

"Tidak? Aku akan tetap membawanya sekalipun kau bilang tidak." Perempuan itu tertawa lagi. Telapak tangan kanannya kembali menyentuh dahi Yiwa dan menggumamkan sebuah mantra.

Tiba-tiba angin berembus semakin kencang. Dengan perlahan tubuh perempuan berkebaya itu memudar, kemudian berubah menjadi asap hitam. Dan tubuh Yiwa juga menegang kaku dan kedua bola matanya memutih sempurna. Mulutnya terbuka dan mengeluarkan suara erangan yang sangat berat. Seperti sesuatu berusaha keluar dari mulutnya.

Raden Abhiromo pun segera berlari mendekati tubuh Yiwa yang sudah tergeletak lemas di tanah.

"Mregati!" Begitu nama itu disebut , Tak berselang lama terdengar suara auman harimau yang begitu menggema. Lalu muncullah perwujudan harimau putih dengan ukuran cukup besar.

"Kau jaga ragaku dan raga perempuan ini. Aku akan menggunakan misah raga untuk mengejar Nyi Menuh Ke alamnya sebelum hal yang tidak diinginkan terjadi."

Harimau putih itu mengaum dengan kuat, lalu membuat gerakan seperti mengkibas-kibaskan bulunya. Sebuah cahaya putih menyilaukan keluar dari dalam tubuh harimau itu. Sampai cahaya putih itu mulai pudar, Wujud harimau putih tadi sudah berubah menjadi laki -laki muda yang gagah dengan rambut putih panjang menggunakan celana longgar berwarna hitam. Bertelanjang dada, di lengan kanan dan kirinya melingkar gelang emas. Dan tak lupa jubah dengan motif bulu harimau berwarna putih.

Mregati menunduk patuh. "Saya akan menjaganya, Raden."

Raden Abhiromo melepas kalung emasnya, kemudian memasangkannya pada Yiwa.

" Bila aku tidak segera kembali dan kalung ini mengeluarkan cahaya, maka segera lakukan Ritual sawiji ing Iudira."

Mregati langsung menegakkan kepalanya begitu mendengar perintah Raden Abhiromo. Ia cukup terkejut dengan perintah tuannya. Pasalnya Sawiji ing Ludira bukanlah sembarang Ritual.

"Tapi, Raden. Sawiji ing Ludira itu terlalu---

"Tidak apa-apa. Kau cukup lakukan apa yang aku perintah. Nanti kau juga akan mengerti maksudku."

...♡Bersambung♡...

1
Kim Borahae
seru!! semangat yaa💪

Btw saya pun baru mula menulis novel, kalau ada masa boleh singgah profile saya. Terima kasih /Smirk/
Ana Dww
maaf yiwa, aku adalah Nara yang setiap pulang dari pergi agak jauh harus mandi
Ana Dww
Lanjuttt kakk
Ana Dww
Aku suka karena emang ada horor, romantis dan komedinyaaa
Ana Dww
🤣🤣🤣
Ana Dww
🤣🤣🤣🤣
Ana Dww
heeeyy siapa lagi ini
Ana Dww
Woy, kram kamar mandi kosku sering bocir dikit malam hari 😭😭😭😭
seren_dpty: positif thinking aja, mungkin lagi di buat mainan🤭
total 1 replies
Ana Dww
Yiwa, kita sama tidur terlalu hening bikin pikiran berisik
Ana Dww: 🤣 biar nanti tidurnya sambil mimpi kicau mania
total 2 replies
Ana Dww
waittt
Ana Dww
Kak, ini cerita horor romantiskah?
seren_dpty: iyaps betull
total 1 replies
Ana Dww
Waaahhh , suka sama ceritanya
seren_dpty: makasih ya kakkk
total 1 replies
Ana Dww
Waaah keren kak 😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!