NovelToon NovelToon
TERJERAT CINTA MAJIKAN

TERJERAT CINTA MAJIKAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Romansa Fantasi
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: AlinaKS

Neysa seorang gadis cantik, terperangkap menjadi pelayan karena suatu alasan. Siapa sangka Anak Majikannya, Darren akan jatuh hati padanya. Seribu cara ia lakukan, agar Neysa jatuh ke tangannya. Namun siapa yang tahu, Neysa yang biasa saja, wanita yang selalu terpojok oleh keadaan itu menyimpan sesuatu hal yang besar. Ternyata ....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AlinaKS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 15

...[Kebenaran yang Terungkap]...

...****...

Neysa berdiri di depan cermin, mengenakan gaun biru tua yang memeluk tubuhnya dengan sempurna. Bahannya satin, halus berkilau, dengan potongan bahu terbuka yang dihiasi detail renda tipis di bagian lengan. Gaun itu berujung lebar, menciptakan kesan anggun seperti seorang ratu yang melangkah ke tahtanya.

Di bagian pinggang, terdapat sabuk perak berhiaskan kristal kecil, memberikan aksen yang mempertegas lekuk tubuhnya. Neysa terlihat seperti seseorang yang siap menghadapi dunia, namun hatinya penuh keraguan.

Ia memejamkan mata, membayangkan Yumi yang dengan serius memintanya kembali sebelum pengumuman nama Nona Lawrence. Seharusnya aku pergi kemarin, pikirnya. Tapi, Neysa tenggelam terlalu jauh dalam dunia keluarga Barnes—atau lebih tepatnya, dalam perasaan sebagai istri Darren.

Neysa membuka mata, menatap dirinya sendiri. Apakah aku masih punya pendirian? Rencana yang telah ia bangun bertahun-tahun, perhitungan matang yang ia susun, mengapa kini terasa rapuh hanya karena satu pria? Darren... pria yang membuatnya ragu akan semua keputusan yang pernah ia buat.

Pintu terbuka perlahan. Darren melangkah masuk dan melihat Neysa mematung di depan cermin. Sejenak ia terdiam, terpukau melihat betapa cantiknya Neysa malam ini. Tanpa berkata apa-apa, ia berjalan mendekat dan memeluk Neysa dari belakang. Kepalanya bersandar di bahu Neysa, matanya tertutup, menikmati keheningan di antara mereka. Namun Neysa tidak menunjukkan reaksi. Tidak ada senyum, hanya keheningan yang menguap di udara.

Darren berbisik, "Setelah pertemuan ini, keluarga Barnes akan memiliki pegangan yang kuat. Kamu tak perlu khawatir lagi. Walaupun perjanjian kita dengan keluarga Kanneth tidak sepenuhnya sesuai rencana, aku sudah memutuskan akan mempertahankanmu."

Neysa tetap bergeming, pandangannya kosong. "Walaupun nanti kamu jadi bahan olokan?" tanyanya pelan.

Darren tersenyum kecil, mencium leher Neysa lembut. "Aku tidak peduli. Kamu adalah wanita yang kucintai setelah ibuku. Apapun yang terjadi, aku akan mempertahankanmu."

Neysa menarik napas panjang, mencoba menenangkan debaran hatinya. "Kalau suatu saat ada sesuatu yang membuatku harus kembali ke keluarga Kanneth, apakah kamu masih akan memperjuangkanku?"

Darren mengangguk tegas. "Selama kamu berada di sisiku, aku akan memperjuangkanmu. Kamu percaya padaku, kan?"

Neysa tersenyum tipis. Ia membalas dengan suara pelan, "Aku akan memegang janjimu."

****

Di dalam mobil, Darren memegang tangan Neysa dengan mantap. Ia tampak percaya diri, sesekali membicarakan rencananya setelah pertemuan ini.

"Aku sudah memesan tiket ke luar negeri. Kita akan tinggal di sana bertahun-tahun, hanya kita berdua. Sampai kita punya anak, keluarga kita akan bahagia. Aku juga akan memastikan ibu merasa tenang."

Neysa mendengarkan dalam diam, hatinya mencelos. Rencana Darren terdengar begitu sempurna, tapi itu bukan rencana yang ia pilih. Jika ia tidak pergi sekarang, semuanya akan lebih rumit, dan pada akhirnya akan lebih menyakitkan.

Saat mobil berbelok ke jalan yang terasa familiar, Neysa mulai merasa gelisah.

"Darren," katanya, memecah keheningan, "Jalan ini... seperti pernah aku lewati. Sebenarnya kita akan ke mana?"

Darren melirik Neysa sekilas, senyumnya santai. "Ke pesta keluarga Lawrence. Aku bekerja sama dengan Derrick untuk memastikan semua berjalan lancar."

Neysa langsung menegang. "Apa? Kamu bekerja sama dengan Derrick?" suaranya meninggi. "Berhenti sekarang juga, Darren!"

Darren mengerutkan kening, bingung. "Kenapa? Derrick memberikan tawaran yang bagus. Kamu sendiri yang menyarankan agar aku bekerja sama dengannya."

"Aku tidak pernah mengajukan Derrick!" Neysa memotong, suaranya gemetar. "Dia licik, Darren. Kamu tidak tahu apa yang dia rencanakan."

Darren menghentikan mobil dengan terpaksa, menatap Neysa dengan bingung. "Aku hanya ingin memperkuat posisi kita, Neysa. Apapun risikonya, aku akan melindungimu."

Neysa menghela napas berat, tidak ada lagi yang bisa ia lakukan untuk menghentikannya. Mereka pun melanjutkan perjalanan hingga akhirnya tiba di rumah megah keluarga Lawrence. Bangunan itu berdiri menjulang, bercahaya seperti istana dalam dongeng. Neysa terpaku di tempat, tapi Darren menggenggam tangannya erat, membawanya melangkah di atas karpet merah yang terbentang panjang.

****

Begitu mereka memasuki luar aula besar, semua kamera langsung menyorot ke arah mereka. Bisik-bisik memenuhi ruangan, banyak yang terkejut melihat Darren datang bersama seorang wanita yang bukan Jessica.

Jessica, yang duduk di salah satu sudut aula, tampak pucat ketika mendengar desas-desus itu. Seseorang di sebelahnya berkata, "Darren datang bersama wanita lain. Apa itu pelayannya?"

Jessica mendengus, mencoba menyembunyikan rasa malunya.

"Ya, mungkin dia pelayan baru. Selalu ada drama dengan Darren," katanya sinis, mencoba mengalihkan perhatian.

Sementara itu, Derrick berjalan dengan anggun di tengah kerumunan. Pria tampan dengan rambut hitam legam yang tertata rapi, mengenakan setelan jas hitam dengan aksen perak di saku dadanya. Matanya tajam, memancarkan aura kekuasaan dan intrik. Dengan segelas anggur merah di tangannya, ia berdiri di tengah aula, senyum tipis menghiasi wajahnya.

"Dalam hitungan detik," kata Derrick, suaranya tenang namun menggema, "Nona Lawrence yang sebenarnya akan hadir di sini. Pewaris sah keluarga Lawrence."

Jessica tersentak, lalu tertawa kecil. "Mungkin itu Yumi," gumamnya, mencoba menenangkan dirinya sendiri.

Namun, ketika lampu sorot mengarah ke pintu utama, suara Derrick kembali bergema, "Selamat datang, Nona Neysa Lawrence."

Ruangan mendadak sunyi. Jessica langsung terbatuk-batuk, matanya melebar ketika ia melihat Neysa berdiri di ambang pintu. Neysa tampak percaya diri, menggenggam tangan Darren dengan erat.

Darren juga membeku, tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar. Tangannya perlahan terlepas dari genggaman Neysa, matanya penuh kebingungan dan pertanyaan. Namun, Neysa tidak menghiraukannya. Dengan langkah mantap, ia berjalan menuju Derrick yang menunggu dengan senyuman penuh kemenangan.

Kini Neysa tahu, tidak ada lagi jalan untuk mundur. Ia telah melangkah ke takdir yang selama ini ia hindari.

Ketika Neysa mendekat ke arah Derrick, pria itu meletakkan gelas anggurnya di meja terdekat. Senyum tipis yang selalu menghiasi wajahnya kini terlihat lebih tajam, penuh makna tersembunyi. Tanpa memberi kesempatan untuk menghindar, Derrick langsung meraih Neysa ke dalam pelukannya, menahan tubuh wanita itu dengan erat di depan ratusan pasang mata.

Ruangan yang sudah sunyi menjadi semakin mencekam. Semua tamu terpaku, tidak percaya dengan apa yang mereka lihat. Jessica di sudut ruangan hampir menjatuhkan gelasnya, sementara Darren hanya berdiri kaku di tempat, matanya tidak pernah lepas dari Neysa.

Derrick menatap Darren dengan pandangan yang tajam seperti pisau, menusuk tanpa ampun. Bibirnya sedikit mendekat ke telinga Neysa, berbisik dengan suara yang hanya bisa didengar oleh Neysa.

"Jadi, ini tumbal yang kau bawa ke rumah Lawrence?" katanya pelan namun penuh sindiran.

Neysa menggigit bibir, berusaha menenangkan dirinya. Tanpa gentar, ia mendorong pelan Derrick menjauh dari pelukannya, lalu melangkah ke tengah aula. Mata Neysa menyapu sekeliling, lalu berhenti pada Darren yang masih terlihat kebingungan. Dengan lantang, suaranya bergema di aula besar itu.

"Pria yang kalian lihat di sana adalah Darren Barnes, suamiku!"

Teriakan Neysa membuat kerumunan terhenyak. Bahkan Derrick, yang biasanya selalu tenang, terlihat sedikit terkejut mendengar pengumuman itu. Tapi Neysa tidak berhenti di situ. Ia menunjuk Darren dengan bangga, tatapannya penuh tekad.

"Dia adalah orang yang akan membantuku mengurus usaha keluarga Lawrence. Bersama-sama, kami akan membawa keluarga ini ke puncak kejayaan."

Tatapan Neysa beralih ke Derrick, dingin namun penuh keyakinan. "Dan aku harap kita bisa bekerja sama untuk membangun keluarga ini dengan lebih baik, Derrick."

Derrick tertawa kecil, suaranya rendah namun menggema seperti ejekan. Ia melangkah mendekati Neysa, lalu berhenti tepat di hadapannya.

"Kamu selalu tahu cara membuat kejutan, Neysa," katanya, senyum penuh arti kembali menghiasi wajahnya. "Kalau begitu, mari kita lihat seberapa jauh kamu bisa membawanya bertahan di dunia kita."

B e r s a m b u n g .....

Apa yang terjadi? Tunggu besok. Tinggalkan jejak, biar Mimin semangat (⁠^⁠^⁠)

1
asy
lanjuttt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!