"Pe-periksa Hadiah Aktivasi Sistem…" kata Liam dengan sedikit keraguan dalam suaranya.
Ding!
[Selamat telah berhasil memperoleh Sistem Tamparan Wajah. Berikut adalah hadiah aktivasi satu kali]
[1.000.000 Dolar (Silakan periksa sakumu untuk detailnya)]
Liam, seorang mahasiswa miskin yang hidup sederhana dan sering dipandang rendah oleh orang lain. Hidupnya berubah drastis setelah ia dikhianati oleh pacarnya, Bella, yang memilih pria kaya dan berkuasa. Dalam kondisi hancur dan putus asa, Liam tiba-tiba mendapatkan sebuah sistem misterius yang memberinya kekuatan untuk membalas hinaan orang lain dengan cara mempermalukan mereka.
Dengan bantuan sistem tersebut, Liam memperoleh kekayaan, kekuatan, dan berbagai kemampuan luar biasa. Dari seorang pemuda lemah yang diremehkan, ia perlahan bangkit menjadi sosok yang percaya diri, kuat, dan bertekad untuk mengubah nasibnya serta membalas semua orang yang pernah merendahkannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ZHRCY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21 - Apakah Kalian Sudah Bosan Bekerja Disini?
Penjelasan dari penjaga keamanan itu sangat detail. Dia bahkan sampai menjelaskan orang-orang yang datang ke sini kemarin, dan dia mengatakan bahwa semuanya datang dengan mobil-mobil super mewah, bukan sedan jelek yang hanya bernilai seribu Dolar saja.
Kepala penjaga mengangguk dengan tegas, menganggap kata-kata penjaga itu sangat masuk akal.
"Kalian sudah mendengar sendiri kata-katanya, bukan? Tolong jangan buat kami semakin repot dan segera putar balik," kata kepala penjaga, setelah berpikir sejenak.
Dia sudah memiliki beberapa dugaan mengenai situasi ini.
Dia menduga bahwa mereka berdua adalah paparazzi yang sedang menguntit selebritis yang tinggal di dalam Kawasan Azure Ansten.
Dan sebenarnya, ini bukan pertama kalinya dia menghadapi hal seperti ini. Sering kali, ketika dia membiarkan paparazzi lolos masuk, dia selalu dimarahi oleh atasannya.
Paparazzi adalah orang-orang yang sangat licik. Mereka bahkan rela menyewa mobil mewah hanya agar bisa masuk ke Kawasan Azure Ansten dan menguntit selebriti yang mereka incar.
Kali ini, Daniel tidak mau mengambil risiko dengan membiarkan dua paparazzi yang sudah jelas ini lolos di depan matanya.
"A-aku sudah bilang, aku membeli properti di dalam kawasan ini tadi malam. Kalian bisa memeriksa dokumen ini sebagai bukti," kata Liam dengan suara gemetar. Seolah-olah dia tertangkap basah dan sedang berusaha sekuat tenaga untuk menguji keberuntungannya.
Melihat reaksinya justru membuat keyakinan penjaga keamanan dan Kepala keamanan semakin kuat.
Penjaga keamanan itu tertawa sambil memegangi perutnya.
"Lihat dia, pak. Menurutmu orang seperti itu bisa memiliki properti di kawasan ini? Aku bahkan berani bertaruh gajiku sebulan penuh kalau dia hanya berpura-pura, bagaimana menurutmu, pak?"
Daniel menggelengkan kepalanya dengan ekspresi tidak percaya.
"Tentu saja tidak! Apa kau menganggapku bodoh?”
Sudah jelas dia akan kalah jika menerima taruhan itu, jadi mengapa dia harus menerimanya?
"K-kalian benar-benar tidak percaya padaku?" Liam terus berakting.
"Kenapa kami harus percaya padamu? Kalau kau benar-benar memiliki properti di dalam, aku akan makan kotoran untukmu!"
Penjaga keamanan itu memang arogan dan… nekat. Dia bahkan berani makan kotoran hanya untuk hal kecil seperti ini.
"Apa? Bro, kau benar-benar kejam, bahkan kotoran pun tidak kau sisakan? Baiklah, baiklah, kalau kau suka makan kotoran sebanyak itu, sepertinya aku harus membantumu," pikir Liam. Dia merasa cukup sudah dan saatnya mengakhiri ini semua.
Dengan itu, Liam mengeluarkan Iphone miliknya dan menekan nomor yang tertera di dokumen yang diberikan oleh Sistem semalam.
Begitu Liam menekan tombol panggil, suara wanita yang lembut langsung terdengar dari telepon.
"Halo, siapa ini?"
"Halo, apakah ini Cordelia dari manajemen properti Kawasan Azure Ansten?"
"Ya, ini siapa?"
"Baik, aku Liam. Aku yang membeli Prince and Princess Mansion tadi malam dan sekarang aku ingin melihat properti itu."
Telepon sempat hening sejenak sebelum Cordelia berbicara lagi, "Baik. Aku sudah memeriksa data dan yang kau katakan memang benar. Apakah ada masalah yang kau hadapi sekarang?"
"Begini. Kami sedang dalam perjalanan menuju mansion yang baru aku beli, tapi dua penjaga keamanan di pintu masuk tidak mau mengizinkan kami masuk. Aku bahkan sudah mengatakan kalau aku memiliki dokumen kepemilikan, tapi mereka tetap tidak percaya," kata Liam.
"Baiklah, biar aku urus ini untukmu. Tunggu sebentar."
Setelah itu, Cordelia kembali terdiam.
Di sisi lain, melihat Liam seolah sedang berbicara dengan seseorang, penjaga keamanan dan kepala keamanan mengira dia masih berpura-pura. Liam tidak menyalakan pengeras suara, jadi mereka tidak mendengar seluruh percakapan tadi.
Bahkan Sylvie juga tidak tahu percakapan tadi. Namun berbeda dengan kemarin, kali ini dia tidak meragukan Liam lagi. Jika dia mengatakan sudah membeli properti di Kawasan Azure Ansten, maka itu pasti benar.
"Pak, lihat orang ini masih saja berpura-pura. Aku benar-benar tidak suka orang seperti ini. Kenapa mereka tidak mau mengakui saja kalau tidak memiliki uang? Kenapa harus berpura-pura seolah mereka memiliki segalanya?" penjaga keamanan itu menggelengkan kepalanya.
Penilaiannya terhadap gigolo itu semakin menurun seiring berjalannya waktu. Dia semakin merasa jijik pada pria itu.
Kepala Daniel mengangguk setuju dengan apa yang dikatakan bawahannya tersebut. Menurutnya, orang seperti ini yang terus berpura-pura meskipun sudah tertangkap basah adalah yang terburuk di antara semua jenis paparazzi yang pernah ia temui.
"Yah, memang ada banyak macam orang di dunia ini. Kita—"
Bzz Bzz
Ucapan kepala keamanan Daniel tiba-tiba terhenti saat dia merasakan getaran dari saku di sampingnya. Itu adalah ponsel dinas yang disediakan oleh perusahaan keamanan tempat mereka bekerja.
Menyadari bahwa itu panggilan penting, Daniel langsung mengangkatnya tanpa mempedulikan bawahannya tadi.
"Ya, bos?" jawabnya dengan nada hormat.
Namun, detik berikutnya, wajah Daniel langsung berubah saat suara marah terdengar dari telepon.
"Apakah kalian sedang menahan seseorang di pintu masuk sekarang?!"
Jika saja panggilan itu diaktifkan ke pengeras suara, mungkin telinganya sudah pecah karena kerasnya suara di seberang sana.
Daniel gemetar ketakutan saat menjawab, "I-iya! B-bos, bagaimana kau—"
Namun ucapannya kembali terpotong.
"Apa kalian sudah gila?! Itu pemilik baru dari mansion yang paling mahal di Kawasan Azure Ansten, berani-beraninya kalian menahan mereka di pintu masuk?! Apa kalian sudah tidak mau bekerja disini lagi? Kalau begitu, langsung saja katakan padaku! Tidak perlu melibatkan bisnisku juga, apa kalian mengerti?!"
Bos itu benar-benar marah kali ini. Daniel bahkan bisa membayangkan wajah bosnya sekarang, serta ludah yang mungkin menyembur keluar karena amarahnya.