Charlotte tidak pernah meminta dilahirkan kembali sebagai mekanik kelas teri di zona perang paling mematikan. Namun, sebuah antarmuka Sistem yang dingin dan sarkastik muncul di pelupuk matanya, mengubah setiap tetes keringat dan darah menjadi poin statistik yang berharga.
Masalahnya, sistem ini tidak didesain untuk menjadi pahlawan. Sistem Charlotte bekerja seperti algoritma pemangsa yang mengoptimalkan penderitaan demi keuntungan pribadi. Baginya, para "Pahlawan" terpilih hanyalah sumber daya pengalaman yang bisa diperas, dan kiamat yang mengancam dunia hanyalah sebuah fluktuasi data yang perlu dikelola.
Dengan kunci inggris berlumuran oli dan logika mesin yang tanpa ampun, Charlotte mulai memanipulasi takdir. Jika dunia harus hancur, setidaknya ia harus memastikan bahwa dialah yang memegang kendali atas rongsokannya. Siapa sangka, menjadi dalang di balik layar ternyata jauh lebih menguntungkan daripada menyelamatkan dunia yang sudah rusak ini?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EsKobok, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 4: EKSPERIMEN KECIL
Kegelapan di dalam bangkai bus sekolah itu terasa seperti pelukan dingin bagi Charlotte. Di luar, suara frekuensi tinggi dari granat gangguan ciptaannya masih mendenging, membuat para Automaton pencakar menari kaku seperti boneka rusak. Namun, Charlotte tidak memperhatikan mereka. Matanya terpaku pada layar antarmuka sistem yang berkedip cepat, memproses aliran data dari modul sensor yang baru saja ia jarah.
[Proses Manufaktur Darurat Selesai.]
[Item Tercipta: Kunci Inggris Multi-Fungsi (Grade: Rongsokan yang Diberkati).]
[Efek: +15% Kecepatan Bongkar-Pasang, +5% Peluang 'Kejutan Listrik' saat memukul musuh mekanik.]
[Catatan: Alat ini terlihat seperti sampah, tapi di tangan Anda, ini adalah instrumen penyiksaan bagi mesin.]
Charlotte memutar kunci inggris berat itu di tangannya. Logamnya dingin dan berminyak, tapi beratnya memberikan rasa aman yang aneh. Ia menarik napas dalam, mengabaikan bau ozon yang masih menyengat lubang hidungnya akibat sengatan listrik tadi.
"Sistem, tampilkan status integritas kakiku," perintahnya dalam hati.
[Status Prostetik Darurat: 32%.]
[Peringatan: Motor hidrolik mikro mengalami 'Overheat' akibat lonjakan arus EM tadi. Efisiensi gerakan menurun 20%.]
[Saran: Lakukan perbaikan segera atau Anda akan merangkak kembali seperti larva.]
"Aku tahu, aku tahu," desis Charlotte.
Ia melihat ke luar jendela bus yang pecah. Sang Ksatria Penjaga masih berlutut, mencoba mengatur napasnya yang tersengal di balik helm emasnya. Sang Penyihir Pendukung menatap Charlotte dengan campuran rasa syukur dan ngeri. Mereka adalah penonton yang sempurna untuk eksperimen kecilnya. Namun, Charlotte tidak akan membantu mereka secara gratis. Belum saatnya.
Ia berbalik ke arah tumpukan puing di sudut bus. Di sana terdapat sisa-sisa kursi besi yang rangkanya mencuat, beberapa kabel tembaga dari sistem kelistrikan bus, dan botol-botol plastik kosong. Bagi orang biasa, itu adalah sampah. Bagi Charlotte, itu adalah laboratorium.
"Mari kita lihat apa yang bisa dilakukan oleh 400 MP," gumam Charlotte.
Ia mulai bekerja. Tangannya bergerak dengan sinkronisasi yang tidak manusiawi. Kunci inggrisnya menghantam sambungan kursi besi dengan presisi matematis, mematahkan bagian yang ia butuhkan tanpa membuang energi. Ia menggunakan giginya untuk mengupas isolasi kabel tembaga, membiarkan rasa pahit tembaga menyentuh lidahnya.
[Skill Aktif: Perbaikan Darurat Tanpa Alat (Level 2).]
[Menganalisis Komponen... Mengoptimalkan Alur Energi...]
Setiap kali ia melakukan kesalahan kecil—seperti ujung kabel yang tajam menusuk ibu jarinya—sistem segera beraksi.
[Luka Tusuk Terdeteksi: +5 MP.]
[Komentar Sistem: Rasa sakit yang produktif. Teruskan, jangan biarkan jari Anda tetap utuh jika itu berarti mendapatkan poin.]
Charlotte mengabaikan sarkasme sistem. Ia sedang sibuk merakit sesuatu yang ia sebut sebagai "Unit Pemulih Tekanan". Ia menggunakan baterai bus yang hampir habis sebagai inti, membungkusnya dengan lilitan tembaga untuk menciptakan medan magnet kecil yang bisa menstabilkan aliran cairan hidrolik di kakinya.
Ia tidak hanya memperbaiki; ia bereksperimen. Ia mencoba menggabungkan logika sistem saraf biologisnya dengan sirkuit mesin. Ia menghubungkan satu ujung kabel tembaga langsung ke kulit pangkal pahanya yang terluka, membiarkan listrik statis dari baterai berinteraksi dengan saraf sensoriknya.
"Gah...!" Charlotte tersentak. Seluruh tubuhnya menegang. Penglihatannya bergetar hebat.
[Sinkronisasi Saraf-Mesin Terdeteksi!]
[Peringatan: Risiko kerusakan saraf permanen sebesar 14%.]
[Keuntungan: Peningkatan respon motorik prostetik sebesar 40%.]
[Akumulasi Penderitaan Eksperimental: +200 MP!]
"Hah... hah... ini... luar biasa," Charlotte menyeringai.
Meskipun rasa sakitnya terasa seperti ada ribuan semut api yang merayap di bawah kulitnya, ia bisa merasakan kakinya sekarang. Bukan hanya sekadar "alat yang menempel", tapi ia bisa merasakan torsi motornya, tekanan olinya, bahkan getaran terkecil dari baut yang melonggar. Ia telah mengubah cacat fisiknya menjadi sensor input data yang sangat sensitif.
Ia berdiri. Kali ini, gerakan berdirinya jauh lebih mulus. Derit logam yang tadinya mengganggu kini terdengar seperti irama yang bisa ia kendalikan.
[Eksperimen Sukses: Unit Fiksasi Saraf (Tipe Alpha).]
[Level Up! Level 2 -> Level 3.]
[Anda mendapatkan poin atribut bebas: +2. Menyarankan untuk dimasukkan ke 'Intelligence' untuk mempercepat kalkulasi data.]
Charlotte memasukkan poin tersebut ke Intelligence tanpa ragu. Seketika, arus informasi di kepalanya terasa lebih jernih. Ia bisa memproses ribuan kemungkinan dalam satu detik. Ia melihat ke arah medan tempur di luar. Efek granat gangguannya mulai memudar. Para Automaton mulai mendapatkan kembali keseimbangan mereka.
"Waktu pertunjukan sudah hampir habis," kata Charlotte.
Ia melangkah keluar dari bus. Cahaya api dari gedung-gedung yang terbakar menyinari sosoknya yang compang-camping. Rambutnya berantakan, wajahnya kotor oleh jelaga, dan kabel tembaga mencuat dari celana pendeknya yang robek, menghubungkan baterai di pinggangnya ke kaki logamnya.
"Hei, kau!" teriak sang Ksatria Penjaga, suaranya parau. "Siapa kau? Apakah kau dikirim oleh Markas Besar?"
Charlotte tidak menjawab. Ia berjalan mendekati salah satu Automaton yang paling dekat dengannya—sebuah unit pencakar yang masih kebingungan. Robot itu mendeteksi kehadiran Charlotte dan mencoba mengayunkan cakarnya, tapi gerakannya lambat karena sistem navigasinya yang masih rebooting.
Dengan satu gerakan efisien, Charlotte menunduk. Ia tidak menggunakan kekuatan otot, melainkan menggunakan momentum dari motor hidrolik di kakinya yang kini tersinkronisasi sempurna. Ia menghantam sendi siku robot itu dengan kunci inggrisnya.
BANG!
Bukan hanya sekadar pukulan fisik. Berkat 'Kejutan Listrik' dari kunci inggrisnya dan analisis data sistem yang menunjukkan titik lemah arus pendek, sirkuit lengan robot itu meledak dalam percikan biru. Lengan logam seberat lima puluh kilogram itu jatuh terlepas ke tanah.
[Kerusakan Kritis Terdeteksi pada Musuh.]
[Anda mendapatkan 50 MP dari 'Kekacauan Mekanik'.]
"Aku bukan dari Markas Besar," Charlotte akhirnya berbicara, menatap sang Ksatria dari balik bahunya. "Aku hanya seorang mekanik yang sedang mencari makan di tengah tumpukan rongsokan yang kalian buat."
Sang Penyihir Pendukung mencoba berdiri, tangannya masih gemetar. "Terima kasih... kau menyelamatkan kami. Jika kau bisa membantu kami keluar dari sini, Faksi Radiant akan memberimu imbalan yang besar."
"Imbalan?" Charlotte memiringkan kepalanya. "Aku tidak tertarik pada janji. Aku lebih tertarik pada apa yang kalian punya sekarang."
Ia menunjuk ke arah tas logistik yang tergantung di sabuk sang Ksatria Penjaga. "Sistemku mendeteksi ada dua botol 'Nano-Repair Fluid' di dalam sana. Berikan padaku, dan aku akan memastikan sisa Automaton ini tidak memakan kalian hidup-hidup."
"Tapi itu adalah cadangan darurat kami!" protes sang Ksatria. "Tanpa itu, zirahku tidak akan bisa diperbaiki sampai kami kembali ke markas!"
"Tanpa bantuanku, kau tidak akan punya 'nanti' untuk memakai zirah itu," balas Charlotte dingin. "Pilihannya sederhana: Berikan cairan itu padaku, atau aku kembali ke dalam bus dan menonton kalian dicabik-cabik. Aku punya banyak waktu, dan sistemku sangat suka menonton orang menderita."
[Status Negosiasi: Menekan.]
[Penderitaan Mental Target meningkat: +40 MP.]
Sang Ksatria menatap para Automaton yang mulai mengepung mereka kembali. Suara deru mesin pembunuh itu semakin keras. Dengan geraman frustrasi, ia melemparkan tas logistiknya ke arah Charlotte.
"Ambil! Dasar pemulung sialan!"
Charlotte menangkap tas itu dengan tangan kirinya, senyum tipis menghiasi wajahnya. Ia mengeluarkan satu botol cairan perak berkilau—Nano-Repair Fluid. Bagi pahlawan, ini adalah alat P3K zirah. Bagi Charlotte, ini adalah bahan mentah untuk eksperimen berikutnya.
[Item Diperoleh: Nano-Repair Fluid (High Grade) x2.]
[Pesan Sistem: Pencapaian Terbuka: 'Perampok Pahlawan'. Anda benar-benar tidak memiliki rasa malu. Saya sangat bangga.]
"Senang berbisnis denganmu, Ksatria," Charlotte membuka botol itu dan tanpa ragu menuangkannya langsung ke sela-sela kabel dan daging di kaki prostetiknya.
Cairan nano itu mulai bekerja, merayap seperti ribuan serangga mikroskopis yang menjahit kembali jaringan otot dan memperbaiki integritas logam dalam sekejap. Rasa gatal yang luar biasa menyiksa muncul, membuat Charlotte harus menggertakkan gigi.
[Prostetik Darurat Diperbarui: Kaki Mekanik-Bio Versi 1.1.]
[Integritas: 95%.]
[Peningkatan Performa: Permanen.]
Sekarang, Charlotte merasa lebih dari sekadar "pulih". Ia merasa kuat. Ia menatap sisa tiga Automaton yang kini sudah sepenuhnya sadar dan bersiap menyerang.
"Sekarang," Charlotte memutar kunci inggrisnya kembali, matanya berkilat penuh perhitungan. "Mari kita lihat berapa banyak poin yang bisa kudapatkan dari rongsokan bergerak ini sebelum matahari terbenam."
Ia menerjang maju. Bukan sebagai pahlawan yang menyelamatkan orang, tapi sebagai seorang pengrajin yang melihat bahan baku berkualitas sedang berjalan ke arahnya. Di tengah kekacauan Sektor 13, Charlotte mulai menyadari bahwa ia tidak membutuhkan dunia yang damai. Ia hanya membutuhkan dunia yang cukup rusak agar ia bisa terus memperbaikinya demi keuntungan pribadi.
[Eksperimen Kecil: Selesai.]
[Hasil: Poin maksimal, moralitas minimal.]
Para Ksatria Radiant hanya bisa menonton dengan mulut terbuka saat gadis "pemulung" yang mereka remehkan mulai membantai mesin-mesin pembunuh itu dengan efisiensi yang mengerikan, seolah-olah ia sedang menari di tengah simfoni kehancuran yang ia konduktori sendiri.