Namanya Takeuchi Hideki. Dia hanyalah seorang pekerja kantoran biasa yang sudah bosan hidup.
Saking bosannya, apapun yang bakalan terjadi padanya takkan ia pedulikan. Hingga suatu hari, Hideki menemukan sebuah portal menuju dunia lain.
Yang dimasukinya adalah negara Inggris dan dirinya berada di dalam tubuh seorang bayi bernama James Darren.
Seorang anak terkutuk dan pria pekerja kantoran, benar-benar perpaduan yang sangat sempurna.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon A Giraldin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 3.7: Kencan!?
Tatsura-sama duduk bersama sahabatnya yang sama-sama cowok tampan dan selalu menjadi nomor dua atau biasa dibilang Watanabe-sama. Nama penuhnya ialah Watanabe Kenta.
Kenapa kami memanggil Tatsura-sama bukan Fujimoto-sama? Karena itu kemauannya.
Oh benar! Tatsura-sama itu adalah seseorang yang menjadi ikon SMA kami. Tanpanya, segala fasilitas hebat takkan ada.
Orang kaya kah? Ya, benar sekali. Keluarganya sangat kaya raya dan bisa disebut juga sebagai seorang pria yang memiliki segalanya.
Saat ini, Tatsura-sama yang sudah duduk di kursinya pastinya sedang merencanakan sesuatu agar Morita-sama bisa menjadi miliknya.
Se-semoga saja murid baru ini akan baik-baik saja, ahaha. Lalu... Ketika Ketua Kelas mau memindahkan kursi untuknya duduk, Morita-sama langsung menahannya.
“Ah! Pe-permisi sebentar, Morita-sama! Di sini tempatnya kotor, jadi anda duduk saja bersama Tatsura-sama ya, ahaha.”
“Nggak kotor kok.”
Dia mengatakan itu tanpa melihat ke sekitarnya. “Ko-kotor sekali lho!”
“Siapa yang kau maksud kotor?”
Pertanyaannya entah kenapa terasa sangat menakutkan. “Eh? Te-tentu saja, dia ini. Ma-maksudku... Endo si jelek.”
Ketua Kelas menepuk-nepuk bahuku dengan cukup keras dan membuatku makin ketakutan.
Lalu... Kenapa aku ingin menjadi terkenal? Alasan itu akan segera diketahui seiring berjalannya waktu.
“Menurutku dia nggak kotor kok!”
Tiba-tiba saja, senyumnya kembali cerah dan membuat Ketua Kelas menyingkir dari tempat duduk di sebelah kananku ini.
Morita-sama pun duduk di kursinya. De-dekat sekali denganku ya! Aku melihat tatapan semua orang sangatlah mengerikan.
Karena tahu apa yang harus ku lakukan, diriku langsung beranjak dari kursi dan begitu mau memindahkan kursi, baru saja berbalik badan, Morita-sama tiba-tiba menahan kain bajuku bagian bawah kiri.
“Duduk saja di sini! Aku nggak keberatan kok!”
Matanya terbuka lebar dan warna hitam itu walau terasa cantik dan membuat siapapun seperti jatuh ke dalam pesonanya, bagiku sangat menatkukan.
“A-aku mau duduk di tempat lain saja. Mo-morita-sama pasti akan dijauhi kalau duduk bersamaku.”
“Benarkah?” ia berbalik badan. “Apakah aku akan dijauhi kalau duduk bersamanya, teman-teman baikku?”
Seperti kena sihir, semuanya termasuk dua pria tampan di kelas ini serentak menjawab: “Mana mungkin! Kami takkan menjauhi anda, Morita-sama.”
“Terimakasih banyak semuanya.”
Kata-kata itu membuat semua orang jatuh ke lantai dan banyak sekali emote hati bertebaran di mana-mana.
“K-kalau begitu baiklah”
Aku mengurungkan niat untuk memindahkan tempat dudukku dan memilih menggeser meja ke tempat yang lebih dekat lagi dengan jendela.
Dia malah mengikutiku untuk melakukan hal yang sama dan kursi kami saling bersentuhan.
Moment ini disaksikan oleh semua orang yang membuat semuanya langsung menatapku marah.
Ini adalah alasan kenapa Tatsura-sama membullyku. Alasan lainnya adalah... Dia tiba-tiba mendekat dan berbisik dengan sangat pelan.
“Cinta bangett!! Lama nggak bertemu ya, Endo sayang! Penampilanku sudah berubah kan! Hehehe. Gadis berambut merah yang dulu menjadi teman masa kecilmu, adalah aku. Sekarang... Pacaran yuk!”
Kata-katanya membuatku sangat ketakutan sampai hampir jatuh dari kursiku ketika berbalik ke kanan.
Melihatnya berkedip dan tersenyum manis karena kaget sejenak, membuat jantungku berdetak sangat kencang.
Aku bisa bilang bahwa dia sangat berbahaya. Dan ternyata... Dirinya adalah teman masa kecilku! Ta-takdir yang sangat aneh.
Satu lagi siapa? E-entahlah, ta-tapi kayaknya Morita-sama mengetahui sesuatu tentangnya. Untuk sekarang... Diriku memutuskan untuk kembali duduk.
Suasananya sangat suram dan membuat tubuhku bergetar kencang. Dia malah kelihatan makin bahagia serta langsung berbisik lagi.
“Pacaran yuk! Aku sudah menunggu waktu ini sangat lama. Sudah berapa tahun ya? Benar juga! 10 tahun. Hehehe, tiga tahun sangat menyenangkan bukan! Ahh!!! Pengen main pisau lagi!!!”
Cewek ini benar-benar berbahaya. Aku memilih untuk agak menjauh lagi darinya dan dia malah berhenti melakukan bisik-bisik serta malah mengeluarkan ponselnya.
Suaranya kecil dan ini menjadi percakapannya padaku sambil melihat ke arah ponselnya yang menyala.
“Endo sayang, lihat! Foto-fotomu imut banget kan! Hehehe. Aku memang hebat dan... Kita coba beberapa hal lain yuk!”
“Beberapa hal lain?”
Aku malah menjawabnya. “Ya. Beberapa hal lain.”
_______________________________________________________
Oke... Waktunya saya mengembalikannya pada Takeuchi Hideki dan James Darren. Kelanjutan dua karakter berbeda tersebut kapan lagi?
Hahaha, kalau aku niat pastinya.
_______________________________________________________
[Ugh! Di mana ini? Bukankah tadi aku sudah mati?]
“Suara siapa itu?”
Suara dengkuran keras terdengar dari seorang laki-laki yang suaranya ku kenali. [James Darren!? Hahaha. Sekarang sepertinya aku berada di dalam tubuhmu ya!]
“Tubuh apa?”
Tidurnya parah juga ya! Omong-omong, kayaknya aku berada di dunia ‘Magiort’ sekarang.
[Tubuhmu pastinya. Lalu... Apakah aku saat ini berada di dunia ‘Magiort’? Koreksi kalau salah ya!]
“Y-ya, kau benar sekali. Jangan ganggu tidurku mengerti! Besok saja kita bicaranya lagi.”
Aku melirik ke arah jam dinding. Walau tubuhnya tidur, diriku masih bisa melihat keseluruhan yang ada di ruangannya ini.
[Sudah pukul enam pagi lho!]
“Apa yang kau katakan!!??”
Dia terperanjat cepat sekali dan langsung berlari ke sana kemari seperti orang yang akan ketinggalan sesuatu saja.
[Hahaha. Lucu sekali dirimu di duniamu ya, James Darren!]
“Be-berisik! Dan juga kau siapa?”
[Pertanyaan pertama: Kau tidak kaget kah? Tiba-tiba ada suara yang tidak dirimu kenali ada di kamar tidurmu.]
“Biasa saja. Suara adalah suara, begitupun bentuk tubuhnya. Karena kau tidak ada di sini, ku bilang hantu tidak masalah kan!”
[Y-ya, tidak masalah kok.]
Konsep dunia ini kira-kira seperti apa? Aku nggak pengen mendengar langsung darinya. Jadi... Waktunya mempelajarinya dari awal.
Kalau dikasih tahu, membuatku susah untuk memprosesnya. Otakku bakal rusak karena kelebihan informasi.
Sedikit demi sedikit belajar tidak masalah bukan! Hehehe, harusnya sih seperti itu. Benar juga ya! Aku tidak pernah bertanya banyak hal padanya.
Yang ku ingat sejauh ini adalah: seorang ayah angkat bernama Aterrapa Yukigo, anak unta peliharaan kami bernama Tenko, ‘Bapak Agung’ si pembunuh kami sekeluarga di dunia ‘Bollorta’, ‘Penyihir’ juga ‘Regresi’.
Sisanya... Lupa lagi, hahaha. Mungkin nggak banyak-banyak amat sih. Sekarang, coba tanya lagi deh.
Benar! Mungkin sesuatu yang berhubungan dengan perpustakaan akan menarik. Sekolahnya? Boleh juga.
[Kau sekolah di mana dan apakah di sekolahmu ada perpustakannya? Nama untuk keduanya sebutkan oke!]
“Akademi Sihir Legnald dan di sekolahku ada perpustakaan. Nama perpustakannya adalah Perpustakaan Hollcray.”
Aneh sekali untuk nama keduanya ya! Kira-kira, apakah ada sesuatu yang bisa ku dapatkan di Akademi dan Perpustakaan?
Saling support sabi kali ya😉