NovelToon NovelToon
Di Jodohin Sama Santri

Di Jodohin Sama Santri

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Nikahmuda / Romansa
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: Mooniecaa_moon

Celina adalah ratu clubbing yang hidupnya cuma soal hura-hura, alkohol, dan gonta-ganti cowok sesuka hati. Baginya, pakaian seksi adalah seragam wajib untuk menaklukkan malam. Dia nggak butuh aturan, apalagi komitmen.

Muak melihat kelakuan Celina yang makin liar, sang Mama akhirnya memberikan ultimatum keras: Menikah dengan seorang santri pilihan Mama, atau angkat kaki dari rumah tanpa sepeser pun uang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mooniecaa_moon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25

Keesokan paginya, matahari baru saja memancarkan sinar keemasan yang menembus celah gorden kamar Ndalem. Celina menggeliat pelan, merasakan tubuhnya masih didekap erat oleh lengan kokoh suaminya. Sisa-sisa pergulatan panas sore dan malam tadi masih terasa jelas lewat rasa pegal di pinggangnya, ditambah kondisi kasur yang berantakan.

Zuhair terbangun tak lama kemudian. Ia mengecup sekilas bahu polos Celina yang menyembul dari balik selimut. "Ayo bangun, Sayang. Kita harus mandi junub dulu sebelum bersiap ke bandara. Tiket dan paspor sudah saya siapkan di meja."

Celina mengucek matanya sambil mengerucutkan bibir. "Gus... kaki gue lemas banget, beneran. Gara-gara lo kemarin nggak kasih ampun."

Zuhair tidak menjawab dengan kata-kata. Ia justru terkekeh rendah, lalu langsung menyibakkan selimut dan menggendong tubuh polos Celina ala bridal style menuju kamar mandi pribadi mereka. Celina hanya bisa memekik kecil sambil melingkarkan tangannya di leher Zuhair.

Di dalam kamar mandi, uap air hangat langsung memenuhi ruangan begitu Zuhair menyalakan shower. Di bawah kucuran air yang hangat, mereka memulai ritual mandi wajib bersama.

"Gus... ahh, jangan mulai deh. Katanya mau ke bandara," rintih Celina saat merasakan milik Zuhair yang kembali menegang di balik bokongnya.

"Hanya sebentar, Cel. Biar perjalanan di pesawat nanti kamu bisa tidur nyenyak," bisik Zuhair parau tepat di lubang telinganya.

Zuhair memutar tubuh Celina, mengangkat satu kaki istrinya ke pinggangnya, dan melakukan dengan singkat namun sangat dalam di bawah guyuran air hangat. Suara kecipak air beradu dengan de*ahan tertahan Celina yang menggema di dalam kamar mandi. Setelah sesi "pemanasan pagi" yang intens itu selesai, barulah mereka benar-benar membilas diri dan berwudhu untuk menunaikan salat Subuh yang agak kesiangan.

Pukul delapan pagi, sebuah mobil sudah terparkir di halaman Ndalem yang sunyi. Sesuai rencana, hari ini mereka akan terbang menuju tanah suci untuk menunaikan ibadah umroh sekaligus menikmati bulan madu yang sempat tertunda.

Celina tampil sangat anggun dan beda dari biasanya. Ia mengenakan gamis syar'i berwarna moca dengan khimar panjang yang menutup dada, membuat auranya terlihat sangat adem namun tetap memancarkan kecantikan yang hakiki. Sementara Zuhair tampak karismatik dengan kemeja koko modern, celana kain, dan koper di tangannya.

"Udah siap semua, Gus? Nggak ada yang ketinggalan kan? Paspor, visa, dompet?" tanya Celina memastikan sambil merapikan sedikit kerudungnya di kaca mobil.

Zuhair tersenyum, merangkul pundak Celina dan mengecup pelipis istrinya yang kini tertutup kain hijab. "Semua sudah aman di tas saya, Sayang. Tinggal kamunya saja yang harus siap fisik."

"Fisik gue selalu siap ya, asal lo di sana nanti nggak mendadak jadi predator di kamar hotel!" celetuk Celina pelan sambil melirik pak supir travel yang berpura-pura tidak mendengar.

Zuhair hanya menaikkan sebelah alisnya dengan senyum miring yang penuh arti. "Di makkah dan Madinah kita fokus ibadah dulu, Cel. Tapi kalau malam hari di kamar hotel... itu urusan lain."

Celina langsung menyenggol perut Zuhair dengan sikutnya, mukanya merah padam. Mobil perlahan bergerak membelah jalanan pesantren, meninggalkan Ndalem yang kosong menuju bandara internasional. Lembaran baru perjalanan cinta sang Gus dan istri tercintanya kini resmi dimulai menuju tanah suci.

Perjalanan dari pesantren menuju Bandara Internasional memakan waktu sekitar beberapa jam. Di dalam mobil, Celina akhirnya bisa menyandarkan kepalanya di bahu kokoh Zuhair. Rasa lelah bercampur nikmat setelah sesi mandi junub yang "panas" tadi pagi membuat matanya terasa sangat berat, hingga ia tertidur pulas sepanjang jalan sambil memeluk lengan suaminya.

Zuhair hanya tersenyum teduh, sesekali mengusap kepala Celina yang terbalut khimar moka dengan penuh kasih sayang.

Begitu sampai di bandara, suasana sangat ramai oleh calon jemaah umroh lainnya dan para traveler. Zuhair dengan sigap menurunkan koper mereka, sementara Celina berjalan di sampingnya sambil sesekali memegangi pinggangnya yang masih terasa agak kaku.

"Rame banget ya, Gus. Jemaah umrohnya banyak banget," ujar Celina sambil mengedarkan pandangan ke sekeliling terminal keberangkatan internasional.

"Alhamdulillah, sekarang memang sedang musimnya, Cel. Ayo, kita langsung ke konter check-in biar nggak ngantre terlalu panjang," ajak Zuhair sambil menggandeng erat tangan Celina, tidak membiarkan istrinya lepas sedikit pun di tengah kerumunan.

Setelah melewati proses pemeriksaan paspor, imigrasi, dan bagasi yang cukup panjang namun lancar, mereka akhirnya duduk di ruang tunggu (boarding lounge). Celina sibuk memandangi pesawat-pesawat besar yang parkir di balik kaca jendela besar.

"Gus, ini beneran kita mau honeymoon sekalian ibadah. Gue masih ngerasa kayak mimpi tahu nggak. Dari Jakarta yang hancur-hancuran, terus masuk pesantren, sekarang malah mau ke Baitullah sama lo," bisik Celina pelan, matanya mendadak berkaca-kaca karena haru.

Zuhair menoleh, lalu menggenggam jemari Celina dan mengecup punggung tangannya dengan sangat lembut. "Ini namanya takdir, Sayang. Allah panggil kamu lewat jalan yang tidak pernah kamu duga. Dan tugas saya sekarang adalah menuntun kamu sampai ke sana."

“Panggilan terakhir untuk penumpang pesawat Saudi Arabian Airlines dengan nomor

penerbangan SV-817 tujuan Jeddah...”

Suara pengumuman boarding menggema di seisi ruangan. Zuhair langsung berdiri, merapikan tas selempangnya, lalu mengulurkan tangan ke arah Celina. "Ayo, bidadari saya. Pesawat kita sudah siap."

Mereka berjalan bergandengan tangan melewati garbarata dan masuk ke dalam pesawat tersebut. Zuhair sengaja memesan tiket kelas bisnis agar Celina bisa beristirahat dengan nyaman selama penerbangan 9 jam ke depan.

Begitu duduk di kursi mereka yang luas, Celina langsung norak menekan-nekan tombol pengatur kursi. "Wih, bisa rebahan akhirnya gue! Mantap banget, Gus!"

Zuhair cuma bisa geleng-geleng kepala sambil terkekeh rendah melihat tingkah ajaib istrinya. Setelah pesawat lepas landas dan tanda kenakan sabuk pengaman dimatikan, pramugari mulai membagikan selimut tebal.

Zuhair membantu menyelimuti tubuh Celina sampai sebatas dada. Namun, saat tangannya bergerak membetulkan selimut, jemari Zuhair sengaja menyenggol pelan dada Celina yang tersembunyi di balik khimarnya, membuat Celina langsung melotot.

"Zuhair! Ini di pesawat!" bisik Celina dengan muka memerah, melirik pramugari yang baru saja lewat.

Zuhair justru menaikkan sebelah alisnya dengan senyum miring andalannya, lalu berbisik sangat rendah di dekat telinga Celina. "Saya cuma merapikan selimut, Cel. Tapi kalau kamu mau saya 'rapikan' yang lain di toilet pesawat nanti... saya tidak keberatan."

"Gila lo! Otak mesomnya dibawa sampai ke atas awan!" Celina langsung mencubit paha Zuhair dengan gemas, membuat Gus muda itu tertawa pelan.

Di bawah petikan lampu kabin pesawat yang mulai diredupkan, Celina akhirnya memejamkan mata dengan tangan yang digenggam erat oleh Zuhair sepanjang penerbangan menuju tanah suci.

1
Ulfa 168
seru lanjut thor
Veronicacake: aaaaa maacie udah baca yaaaa, jan lupa like komennya yahhhh! aku update tiap hari kok ka💕💕
total 1 replies
ChaManda
😭😭
Veronicacake: kak😭😭
total 1 replies
Ntaaa___
Jangan lupa mampir di ceritaku kak🤭😇
Anonim
SUKAAAA, GA TAMPLATE NARASINYAAAA! SEMANGAT THOR DI TUNGGU UDATE💕💕💕💕
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!