seorang anak yang harus menjadi korban perceraian orang tua nya,hidup dengan nenek dan kakek dengan begitu banyak cemoohan dari orang orang maupun teman-teman nya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pena merpati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 27
Haripun terus berlalu kini tepat dimana Aira akan memutuskan mengatakan keputusannya terhadap Bima.
Bima pun mengirim pesan kepada Aira dan menanyakan apa keputusan Aira,Aira yang melihat itupun segera membalas pesan Bima .Aira memang sudah memikirkan keputusan nya ia juga lelah dengan suasana di rumah jadi ia ingin mendapatkan kesenangan di luar sana meskipun dengan cara yang salah. namun Aira pun tak memikirkan itu lagi selagi ia bisa merasakan kesenangan di luar ia tak masalah jika harus menyakiti orang lain.
"Ya aku sudah memutuskan nya ,dan yaa aku menerima mu"ketik Aira pada ponsel nya
"Ya aku serius,kau tidak percaya"
"Bukan,jadi sekarabg kita jadian,kita pacaran"
"Hem ya"
.
.
.
.
Aira pun terus bertukar pesan dengan bima,hubungan nya dengan Bima pun baik-baik saja. Namun semua itu tak bertahan lama saat Bima dengan terang-terangan menunjukkan kepada semua orang bahwa mereka memiliki hubungan sebagai sepasang kekasih. Aira yang sebenar nya tak suka apabila semua orang tau pun hanya diam ia akan melihat sampai mana Bima bertahan dengan nya.
Namun semua tak sesuai yang di harapkan Aira,Bima masih saja seperti biasa yang dimana saat pulang sekolah Bima akan menemui Aira di depan kelas atau menunggunya di parkiran sekolah hingga saat Aira pulang dengan motor nya Aira selalu mendapati bahwa Bima berada di belakang nya dan mengikuti nya,sebenarnya sudah berulang kali Aira mengatakan bahwa ia tak suka seperti itu namun Bima tetap kekek melakukan nya. Hingga Aira benar-benar kesal dengan Bima yang setiap hari nya seperti itu dan akhir nya Aira pun mengatakan putus kepada Bima,Bima yang mendengar bahwa Aira meminta putus pun enggan meng iya kan namun Aira tetap mengatakan bahwa ia dan Bima sudah tak memiliki hubungan apa-apa
"Bima aku sudah katakan berulang kali,tolong jangan mengikutiku saat pulang sekolah dengan cara kamu terus berada di belakang ku ataupun di samping ku saat berkendara,mau tau itu sangat berbahaya lagipun aku malu jika di setiap jalan kita jadi tontonan orang-orang"ucap Aira
"Tapi Aira,aku hanya ingin memastikan kalau kau baik-baik saja dan selamat sampai rumah hanya itu"jelas Bima
"Aku baik-baik saja oke,jadi jangan pernah lagi mengikuti ku "ucap Aira
"Tapi Aira"ucap Bima terpotong karena Aira
"Sudah tidak ada tapi,bagaimana jika kita putus saja aku tidak suka kau seperti ini"ucap Aira
"Tidak aku tidak ingin putus dengan mu,Aira ini hanya masalah sepele kenapa kau langsung saja meminta putus dari ku"ucap Bima
"Terserah ku,yang penting kita sudah tidak ada hubungan apapun"ucap Aira kemudian melangkah pergi
"Tidak,Aira tolong beri aku kesempatan aku tidak akan mengulangi nya lagi aku janji"ucap Bima sambil mencegah kepergian Aira
"Oh benarkah,apa aku bisa mempercayai kata-kata mu"ucap Aira sambil menatap mata Bima
"Ya aku janji kau bisa mempercayai ucapan ku"ucap Bima yakin
"Hemm baiklah,aku akan memberimu satu kali kesempatan tapi kau harus membuktikan bahwa ucapan mu itu bisa aku percaya"ucap Aira
"Baiklah Aira,aku akan memastikan bahwa kau tidak akan kecewa dengan ku"ucap Bima
Setelah itu mereka pun pergi ke kelas karena memang saat tadi berbicara Aira dengan Bima sedang berada di parkiran sekolah karena Bima sengaja berangkat pagi agar bisa bertemu dengan Aira ,Bima memang tau bahwa Aira sering berangkat pagi jadi ia juga ikut berangkat pagi agar bisa berbicara dengan Aira.
Berbeda dengan di sekolah berbeda juga dengan di rumah Aira , kini sikap Eka pada Aira semakin dingin bahkan ketika ia sedang marah airal ah yang selalu mendapat amukan dari sang ibu,tak jarang juga Aira selalu di tampar ataupun di pukul oleh ibu nya,Aira pun hanya bisa terdiam saat semua luka itu ia dapatkan ia menahan tangis nya karena tak mau di anggap lemah . Namun Aira tak pernah sekalipun mengatakan semua nya yang terjadi kepada nenek dan kakek nya bahkan Aira yang dulu sering bercerita tentang apapun kepada sahabat nya santi sekarang ia sudah tak pernah mengatakan nya ia memendam nya sendiri,bahkan ia juga yang memeluk diri nya sendiri dalam kegelapan malam,tak jarang juga ia selalu tak memperhatikan diri nya sendiri sehingga membuat Aira sakit. Ketika Aira merasakan tubuhnya sakit ia selalu memaksa kan diri nya agar terlihat sehat bahkan ia menyembunyikan kesedihan nya dengan tersenyum masih kepada semua orang.
Pada saat itu Eka tengah bertengkar kembali dengan Arif ,entah apa yang jadi masalah kali ini Aira pun tak tau Aira juga tidak perduli,ketika itu Aira tengah berada di belakang sedang mencuci baju namun tiba-tiba sang ibu menghampiri Aira dengan amarah yang meledak-ledak,Aira yang tidak tau apa-apa hanya diam menatap sang ibu,Eka yang di tatap dengan begitu dalam oleh Aira pun tidak menjadi lembut dan sadar malah semakin marah ia bahkan melontar kata-kata yang tidak sepatutnya ia katakan pada sang putri.
"Aira,kau itu bagaimana jika mengerjakan pekerjaan rumah bisa tidak jangan setengah-setengah,ini baju ibu kotor semua kamu cuci jangan hanya yang berada di tempat kotor kau cuci tapi semua kau lihat dulu di dalam masih ada cucian atau tidak,dan ya jangan lupa kau menyapu,dan saat pagi kau tidak boleh bangun terlambat kau harus membantu ibu memasak,,kau itu anak gadis tidak boleh malas-malasan harus yang rajin dan bisa masak,,lihat anak nya Bu ayuk dia itu lebih muda dari pada kamu tapi dia itu pintar,tidak malas seperti diri mu ia juga bisa memasak cobalah contoh dia jangan main terus kau itu"ucap Eka dengan marah
Sedangkan Aira hanya diam sambil mendengarkan ibu nya yang sedang marah,namun saat ia di bandingka dengan orang lain apalagi itu adakah ibunya sendiri yang membandingkan diri nya Aira tidak terima , karena selama ini Aira telah berusaha untuk membantu sang ibu mengerjakan pekerjaan rumah bahwa ia juga sering bermain dengan adiknya saat ibunya tengah pergi keluar ataupun tidur. jika selama ini Aira selalu diam saat sang ibu marah namun tidak dengan hari itu Aira kehilangan kendali emosi nya ia pun menatap ibu nya dan berkata.
"Ibu,kenapa ibu sekarang seperti ini apa salah Aira Bu,kenapa setiap ibu bertengkar dengan ayah Arif ibu selalu melampiaskan nya pada Aira"ucap Aira sambil menahan tangis nya
"Diam,kau berani menjawab ibu haaa"ucap Eka sambil berteriak dan mengangkat tangan nya tinggi lalu menampar pipi Aira
Aira yang terkejut melihat sang ibu sekarang manampar nya pun memegang pipinya yanh terasa kebas,ia menahan tangis nya namun tak bisa karena tiba-tiba Aira mata nya menetes membasahi pipi nya .
"Ibu nampar Aira"ucap Aira menatap sang ibu
"Iya kenapa,kau sudah berani menjawab kata-kata ibu,dasar anak tak berguna ,bodoh"ucap Eka
"Aira hanya bertanya ,kenapa ibu malah semakin marah dan bahkan menampar Aira. Apa Aira salah Bu selama ini memang benar ketika ibu ada masalah dengan ayah ibu selalu melampiaskan nya pada Aira,Aira lelah Bu dulu ibu tidak seperti ini mengapa sekarang ibu berubah ada apa dengan ibu sebenar nya,aku benar-benar kecewa dengan ibu"ucap Aira kemudian meninggalkan Eka dan menuju kekamar nya Aira langsung menutup pintu dan mengunci nya ia menangis di dalam kamar ia memeluk lutut nya sendiri badan nya bergetar hebat ia kecewa dengan sang ibu,sang ibu yang dulu nya penuh kasih sayang selalu mendengar kan cerita Aira kini ibu nya berubah Aira pun tak tau hal apa yang membuat sang ibu seperti ini,yang Aira tau ketika ibu nya ada masalah dengan ayah tiri nya ia jadi sasaran empuk sang ibu,Aira pun semakin membenci ayah tiri nya itu Aira pun berfikir bahwa ayah tiri nya itu berusaha membuat jarak antara Aira dengan eka.
"Ya Allah ,kenapa takdir Aira seperti ini,,dulu Aira selalu di hina,Aira di tinggal kan oleh ayah dan ibu ,lalu mereka bercerai,dan ayah pun sudah tak pernah perduli dengan Aira,sekarang ibu Aira pun tak perduli dengan Aira,,Aira lelah ya Allah Aira ingin pulang kepada mu Aira ga sanggup"ucap Aira dalam hati sambil terus menangis dan ia memukuk dadanya sendiri dengan kuat berharap rasa sesak di dadanya sedikit berkurang
"Kenapa,kenapa hidup Aira harus seperti ini Aira hanya ingin seperti teman-teman Aira yang lain yang bisa mempunyai keluarga yang lengkap bahkan kasih sayang kedua orang tua juga,bisa bercanda gurau tapi kenapa tidak dengan Aira"ucap Aira
Aira yang merasa frustasi ia Mandang kosong ke arah depan,ia pun menghapus air mata nya lalu melangkah kan kaki nya menuju meja belajar nya iaengambik cutter di sana lalu mengarahkan nya kepada lengan tangan nya. Di saat seperti ini lah Aira sering menyakiti diri nya sendiri ia selalu ingin mengakhiri hidup nya karena ia selalu mwrasa bahwa Tuhan tidak adil pada nya.
Aira pun menggores lengan nya berulang kali hingga terlihatlah beberapa luka sayatan pada lengan nya,dan keluarkan darah dari bekas sayatan tersebut Aira pun hanya memandang dengan tatapan kosong pada darah yang keluar , ia selalu merasa bahwa dengan menyakiti diri nya sendiri ia bisa merasakan lega pada diri nya bahkan ia merasa kan beban nya sedikit berkurang dengan menyakiti diri ya . Kemudian aira pun membuka jendela kamar nya dan menatap kosong ke luar . Sejak orang tua nya bercerai Aira menjadi orang yang introvert,ia menjadi orang yang selalu menyukai kesunyian tanpa ada gangguan dari siapapun,ia suka menyendiri,mengurung diri di dalam kamar nya ,ia juga tak pernah mengatakan atau berbagi cerita dengan orang lain. Ketika ia mempunyai masalah ia hanya akan memendam nya sendiri tanpa mau meminta bantuan kepada orang lain karena ia selalu berfikir bahwa orang lain pasti akan keberatan jika ia meminta bantuan,itu semua di karenakan orang tua Aira tak pernah sekalipun mau mendengarkan keluh kesahnya,jadi Aira tak mau merepotkan orang-orang di sekitarnya.