NovelToon NovelToon
Mereka Adalah Suamiku

Mereka Adalah Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / CEO / Romansa Fantasi
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Pena Wisa

⚠️ ***+ | Kisah Cinta segitiga

Valencia kehormatannya direnggut, hatinya terbelah.
Valencia hancur saat kehormatannya direnggut oleh Ansel—pria yang hadir diantara cinta Valencia dan Zyro,. Namun Zyro, kekasihnya yang sangat mencintainya, tetap ingin menerima apa adanya dan ingin menikahinya.

Keduanya mengaku mencintainya, keduanya tak ada mau mengalah. Perkelahian sengit pun terjadi, hingga di batas keputusasaan, Valentina harus melukai dirinya sendiri hanya agar mereka mau berhenti...

Melihat wanita yang mereka cintai terbaring penuh darah, akhirnya kedua pria itu mengambil keputusan berat: mereka berdua akan menikahi Valen dan berjanji menjaganya bersama-sama.

Dua pria, satu wanita.

Akankah cinta bisa menyatukan mereka, atau malah membawa pada kehancuran yang lebih dalam?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena Wisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Zyro Mahardika

Tuan darma wajahnya sekita berubah bahagia, dia pikir kedua teman Valen datang karena menginginkan Clara dan Sania.

"Tuan Ansel, sebenarnya Anda tidak perlu bersusah payah dan repot-repot datang ke sini seperti ini," ujar Pak Darma dengan nada ramah dan penuh penghormatan.

 "Anda cukup menghubungi saya saja, dan saya akan datang menemui Anda di mana pun. Kita bisa melanjutkan pembicaraan kita tempo hari. Saya sangat paham betapa sibuknya jadwal Anda setiap harinya."

Pak Darma berkata demikian karena ia mengira kedatangan Ansel saat ini adalah untuk menyetujui tawaran perjodohan yang pernah ia ajukan sebelumnya. Ingatannya melayang kembali ke peristiwa seminggu sebelum kejadian yang membuat Valencia mencoba mengakhiri hidupnya. Saat itu, Pak Darma sempat menemui Ansel secara pribadi di kantornya. Tujuannya saat itu jelas: ia ingin menjodohkan Ansel dengan Sania, putri keduanya. Sania sendiri memang sudah beberapa kali ikut serta dalam pertemuan bulanan antara perusahaan ayahnya dengan perusahaan milik Ansel, karena Sania bekerja di perusahaan keluarga. Sementara itu, Clara—anak sulungnya—lebih memilih menekuni dunia hiburan dan berkarir sebagai model. Tanpa sepengetahuan banyak orang, Sania diam-diam sudah jatuh hati pada Ansel sejak pertemuan pertama mereka, dan ia terus-menerus memohon kepada ayahnya agar bersedia menjodohkan mereka berdua.

Belum sempat Ansel membuka mulut untuk menjawab ucapan Pak Darma, tiba-tiba ingatan Pak Darma kembali teralihkan pada percakapannya semalam dengan Clara. Ia lalu menoleh dan memanggil putri sulungnya itu dengan nada lembut.

"Clara, kemari lah, ..." panggilnya.

Sania segera berjalan mendekat dengan langkah anggun dan senyum manis di bibirnya.

"Apakah ini Nak Zyro yang kau ceritakan pada ayah semalam?" tanya Pak Darma lagi.

"Ya, benar sekali, Ayah," jawab Sania dengan wajah berseri-seri.

Pak Darma lalu menatap Zyro dengan pandangan kagum dan ramah.

 "Sebenarnya, hari ini saya memang sudah berniat untuk menemui Nak Zyro secara langsung. Selain ingin menyampaikan permintaan maaf yang tulus atas sikap dan ketidaksopanan Clara tempo hari, saya juga ingin menyampaikan sesuatu yang penting, sekaligus mengutarakan perasaan anakku, Clara."

Ia menoleh sejenak ke arah Clara yang tersenyum bangga, lalu kembali menatap Zyro.

"Semalam Clara bercerita panjang lebar tentang pertemuan kalian dulu. Dia bilang, saat itulah ia langsung tertarik padamu. Dia mengaku jatuh cinta padamu pada pandangan pertama. Benar begitu, kan, Clara?"

"Benar sekali, Ayah!" seru Clara dengan nada ceria, matanya menatap Zyro dengan penuh harapan dan kegembiraan.

 "Zyro, apa yang Ayah katakan itu benar semuanya. Aku sungguh-sungguh menyukaimu."

Pak Darma kembali angkat bicara, suaranya terdengar penuh harapan.

 "Jadi, sekiranya Nak Zyro berkenan dan bersedia, tolong pertimbangkan perasaan anakku ini ya. Jika di kemudian hari kalian saling menyukai dan cocok, kita bisa membicarakan rencana perjodohan ini secara lebih mendalam dan serius."

Mendengar ucapan itu, Valencia terbelalak kaget, begitu juga dengan Zyro dan Ansel. Mereka sama sekali tidak menyangka bahwa kedatangan mereka akan berubah menjadi pembicaraan tentang perjodohan dengan orang lain.

Zyro menarik napas panjang sejenak untuk menenangkan diri, lalu menatap Pak Darma dengan tatapan tenang namun tegas. "Maaf, Tuan Darma... Izinkan saya memperkenalkan diri dengan benar. Nama lengkap saya adalah Zyro Mahardika. Mungkin Tuan belum mengenal saya secara pribadi sebelumnya, karena memang ini pertama kalinya saya bertemu langsung dengan Tuan."

Begitu nama itu terdengar jelas keluar dari mulut Zyro, wajah Pak Darma seketika berubah pucat, matanya terbelalak lebar menatap pemuda di hadapannya seolah tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya. Tangannya yang memegang gagang kursi perlahan menggigil karena terkejut luar biasa.

Mahardika? Nama itu bukan nama sembarangan. Pak Darma sangat hafal dan paham betul seberapa besar dan berpengaruhnya keluarga itu di negeri ini. Keluarga Mahardika adalah pemilik dari Luxury Jewels, merek perhiasan ternama dan paling mewah yang sering dipakai oleh kalangan atas dan bangsawan. Selain itu, nama Mahardika juga sangat lekat dengan dunia otomotif, karena merek Zyro Motor's yang dipimpin oleh Brian Mahardika—tempat penjualan dan penyediaan kendaraan bermotor serta mobil mewah terbesar dan terlengkap di seluruh negeri ini. Dan semua orang tahu, Brian Mahardika adalah satu-satunya pewaris dan keturunan murni dari keluarga besar Mahardika yang sangat disegani itu.

Pak Darma menelan ludahnya dengan susah payah, suaranya terdengar bergetar saat ia kembali bertanya, matanya masih tak lepas menatap wajah Zyro dengan pandangan takjub dan ragu.

"Zyro Mahardika..." ulangnya perlahan. "Apakah... apakah kau anak dari Tuan Brian Mahardika, dan cucu dari Tuan Mahardika pemilik kerajaan bisnis itu?"

Zyro mengangguk mantap tanpa keraguan sedikitpun di wajahnya. "Benar, Tuan Darma. Beliau adalah kakek kandung saya."

Mendengar jawaban itu, rasanya seluruh tenaga Pak Darma seolah tersedot habis seketika. Ia hampir saja jatuh terduduk jika tidak segera berpegangan pada sandaran kursi. Ia tidak menyangka sama sekali bahwa pemuda yang ada di hadapannya—yang selama ini ia anggap hanya seorang pembalap biasa—ternyata adalah bagian dari keluarga terkaya dan paling berkuasa di negeri ini.

Ia lalu menunjuk dirinya sendiri dan Ansel, kemudian menoleh sejenak ke arah Valencia.

Pak Darma tertawa lebar mendengarnya, dia tak menyangka sepagi ini dia kedatangan tamu hebat di negri ini

 "Hahaha... Dunia ini ternyata sempit sekali ya, Nak. Jadi ternyata kalian berdua adalah sahabat baik Valencia rupanya? Baguslah kalau begitu, berarti Valencia memiliki teman-teman yang hebat dan terpandang seperti kalian."

Zyro hanya berdehem pelan menahan kesal, sementara Ansel tetap diam di sampingnya, menunggu waktu yang tepat untuk berbicara.

"Tuan Darma," potong Zyro dengan nada suara yang lebih serius dan tegas.

"Kami datang ke sini bukan hanya sekadar berkunjung atau bertamu. Kami memiliki maksud dan tujuan yang sangat penting serta serius."

Di samping Tuan Darma, wajah Clara terlihat sangat cerah dan bahagia. Hatinya berbunga-bunga penuh harapan, ia sudah membayangkan bahwa Zyro pasti akan menerima perasaannya.

Zyro perlahan mengeluarkan sebuah kotak perhiasan kecil yang elegan dari dalam saku jasnya—kotak yang berisi cincin indah yang sudah ia pesan khusus beberapa waktu lalu. Ia meletakkannya di atas telapak tangannya agar terlihat jelas oleh semua orang.

"Sebenarnya, maksud kedatangan kami hari ini adalah untuk melamar anak Tuan," kata Zyro dengan suara tegas dan jelas, tidak ada keraguan sedikitpun di dalamnya.

Wajah Clara seketika berubah menjadi sangat bahagia dan penuh kemenangan. Ia tersenyum lebar, matanya bersinar terang.

"Benarkah itu, Zyro?" serunya antusias.

"Aku sudah menduga! Aku sudah menebak pasti kau juga merasakan hal yang sama denganku. Dan itu pasti cincin yang kemarin kau beli, kan? Kau ingin memberikannya padaku, kan? Ah, aku sangat bahagia sekali..."

1
Ichka Francisca
ceritanya menarik
Pena Wisa: bantu dukungannya ya kak ini novel perdananku
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!