ketika sebuah pernikahan di awali dari sebuah kebohongan
jeon kinan gadis 19 th yang tinggal di panti asuhan tiba-tiba diajak menikah oleh seorang pengusaha sekaligus pemilik yayasan di tempatnya tinggal.
kim victor seorang pengusaha yang memiliki sifat dingin dan sangat susah didekati tanpa angin tanpa hujan mengajak menikah seorang gadis yatim piatu.
apakah pernikahan mereka baik-baik saja setelah kinan mengetahui fakta yang menghancurkan dirinya?
apakah victor bisa mendapatkan maaf dari sang istri setelah luka yang dia torehkan kepada kinan?
bagaimana kelanjutan pernikahan mereka??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nia ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Usaha Victor
Malam hari.
Saat ini keluarga jeon sedang menikmati makan malam mereka, tapi salah satu dari mereka sejak tadi hanya mengaduk aduk makanannya.
“Sayang, apa kamu tidak cocok dengan menunya? Apa mau mama buatkan yang lain?" Tanya luhan saat kinan hanya mengaduk aduk makanan di piringnya.
“Ga usah mah, ini saja" ucap kinan lirih lalu memakan makanannya. Bayang-bayang pria itu kembali menghantui dirinya dan kinan benar-benar tidak menyukainya.
“Mom" panggil vicky.
“Ya sayang ada apa?" Tanya kinan.
“Kenapa daddy tidak pernah menemui kita" ucap vicky tiba-tiba yang tentu saja membuat situasinya tiba-tiba menegang.
“Daddymu sibuk sayang" ucap kinan pelan.
“Sesibuk apakah sampai tidak pernah menghubungi kita sama sekali, apa mungkin dia tidak menginginkan kita mom?" Tanya vicky.
“Suatu saat jika daddymu tidak sibuk pasti dia akan datang menemui kita" jelas kinan dan setelahnya berdiri dari duduknya dan berpamitan kepada semuanya untuk beristirahat lebih awal.
Setelah kepergian kinan.
“Kamu yakin besok ingin berbicara dengan daddymu sayang?" Tanya sehun.
“Iya grandpa, vicky mau bertanya alasan dia tidak menemui kami selama ini" jawab vicky.
“Bagaimana jika dia tidak mau mengakui sayang?" Tanya luhan khawatir.
“Mama tenang saja victor sudah tidak sabar bertemu dengan vicky, kami tadi siang juga sudah ngobrol banyak hal" jelas woonie.
“Sebenarnya papa masih kurang rela jika memang suatu saat kinan kembali pada pria itu, tapi setelah mendengar cerita vicky yang selalu mendengar kinan menangisi pria itu setiap malam papa hanya berharap pria itu benar-benar bisa membahagiakan putri papa" jelas sehun.
“Kita beri satu kesempatan victor untuk memperbaiki kesalahannya, jika suatu saat dia kembali menyakiti kinan maka kita ambil kinan secara paksa bagaimana?" Tanya luhan dan diangguki yang lain.
Sementara itu di kamar kinan termenung seorang diri, sekarang dia sama sekali tidak bisa menghindar lagi dan mau tidak mau karena proyek kerjasama sudah ditanda tangani kemarin maka selama dua bulan ini victor harus berada di los angeles bersama hoseok.
Sementara itu di korea tepatnya di perusahaan kim, kim namjoon baru saja menyelesaikan meeting dengan klien wanita bernama kim jennie.
"Oh iya tuan namjoon kalau boleh tahu kemana tuan taehyung? Saya lama tidak melihatnya di perusahaan, apakah dia sakit?” Tanya jennie setelah mereka selesai meeting siang ini.
“Dia baik-baik saja hanya dia sedang ditugaskan mengurus proyek yang di luar negeri" ucap namjoon lalu setelahnya dirinya keluar ruangan rapat.
Jennie hanya menatap kepergian namjoon dalam diam, sejak pertemuannya dengan victor beberapa waktu yang lalu dia sudah menyukai pria berwajah dingin tersebut.
Awalnya jennie berusaha mencari informasi tentang keberadaan victor tapi sepertinya victor bukan orang sembarangan yang semua orang bisa tahu tentang pribadinya.
Keesokan harinya terlihat vicky yang sudah mengetuk pintu kamar kinan dengan semangat dan tak beberapa lama terlihat kinan yang keluar kamar dengan pakaian formalnya.
“Loh sayang, kenapa tidak pakai seragam?" Tanya kinan saat melihat sang putra sudah rapi dengan pakaian kasualnya.
"Hari ini sekolah libur mommy, jadi vicky mau ikut mommy keperusahaan bolehkan?” Tanya vicky sambil menatap kinan dengan mata bulatnya yang terlihat sangat menggemaskan.
"Baiklah, jangan lupa obatnya dibawa ya sayang” ucap kinan dan diangguki oleh vicky sambil menunjukkan botol obat yang tak pernah anak itu tinggalkan.
Vicky terlihat asyik bermain game di ipadnya sementara kinan sibuk dengan berkas-berkasnya, tak beberapa lama terlihat vicky yang meletakkan ipadnya dan berjalan menuju ke arah meja kerja kinan.
"Mom, vicky mau ke kantin ya beli cemilan” izin vicky kepada sang mommy.
"Biar dibelikan sekretaris saja sayang” ucap kinan dan vicky pun menggeleng pelan.
"Vicky sekalian jalan-jalan mom, bosan” ucap vicky.
"Baiklah tapi jangan keluar dari area perusahaan kamu mengerti sayang” pesan kinan dan diangguki oleh vicky.
Setelah kepergian vicky, victor memasuki ruang kerja kinan sambil membawa konsep kerja sama yang akan mereka lakukan.
"Ini proposal yang kamu minta sayang” ucap victor sambil duduk di depan kinan, sedangkan kinan yang awalnya serius dengan berkas berkasnya seketika mendongak mendengar panggilan yang terasa ambigu di telinganya.
"Jangan memanggil seperti itu lagi tuan victor, saya takut karyawan saya akan salah paham” ucap kinan.
"Salah paham dimananya? Tidak ada kesalahpahaman disini, kamu istriku dan itu panggilan yang biasa untuk pasangan suami istri bukan" ucap victor sambil menatap wanita di depannya saat ini.
“Sekali lagi saya minta jaga perkataan anda tuan victor ucap kinan lalu setelahnya fokus dengan proposal yang victor bawa, disaat kinan fokus dengan proposal tersebut tanpa kinan sadari victor berjalan ke arah pintu dan mengunci pintu itu pelan lalu setelahnya berjalan ke arah kinan dan menarik wanita itu itu untuk berdiri menghadapnya dengan tangannya berada di pinggang ramping istrinya.
"Kenapa kamu semakin kesini justru semakin menggoda sayang” ucap victor sambil mengangkat dagu kinan supaya menatapnya. Sedangkan kinan hanya terdiam karena detak jantungnya benar-benar tidak aman saat ini.
“Kamu tahu sayang melihat kamu yang sekarang aku merasa cemburu, berapa banyak pria yang menatapmu dengan tatapan kagum? Rasanya aku ingin mengurungmu di kamar selamanya" ucap victor lagi.
“Bisa anda lepaskan saya tuan victor" ucap kinan setelah berhasil mengatasi rasa gugupnya di depan pria yang masih berstatus suaminya tersebut.
"Tidak, tanganku nyaman disini” ucap victor sambil menarik pinggang kinan supaya lebih dekat.
"Ngomong-ngomong bagaimana kabar putra kita?” Tanya victor yang membuat kinan menegang seketika.
“Putra yang mana? Aku tidak mempunyai putra" ucap kinan terbata dan gugup.
"Putra kita yang kamu bawa pergi sejak dalam kandungan dulu sayang” ucap victor.
"Aku sudah menggugurkan nya, aku tidak ingin mengandung anak dari pria yang sudah membohongiku" ucap kinan spontan.
Victor tersenyum penuh kemenangan saat secara tidak langsung kinan mengungkap jati dirinya yang awalnya tidak mengakui siap dia sebenarnya.
“Lalu anak kecil yang mirip denganku tempo hari siapa sayang?" Tanya victor lirih.
“Dia sangat mirip denganku ngomong-ngomong" ucap victor lagi.
“Bagaimana kalau aku mengenalkan diriku sebagai daddynya hmm” tanya victor yang membuat kinan merubah ekspresinya seketika.
"Jangan coba-coba mendekatinya karena dia putraku bukan putramu tuan victor” ucap kinan dingin.
“Tapi aku daddynya dan dia harus tahu jika aku adalah daddynya" ucap victor sambil menatap kinan intens.
“Kamu tidak ada hak atas dirinya kim victor, sejak hari dimana kamu menyakitiku di hari itulah aku bersumpah jika kita sudah tidak ada hubungan lagi termasuk dengan putraku” tegas kinan.
“Benarkah? Bagaimana jika aku memaksa, memaksa putra kita untuk menerimaku hmm?" Ucap victor lalu perlahan mendekatkan bibirnya ke bibir ranum kinan dan melumat bibir tersebut sedangkan kinan hanya diam tanpa mau membalas, setelah beberapa saat victor melepaskan ciuman mereka dan menghapus benang saliva di bibir kinan lalu membisikkan sebuah kalimat
“Aku akan mengusahakan semua cara supaya dia mengakui aku sebagai daddynya" kata victor lirih lalu setelahnya pergi meninggalkan ruangan kinan setelah sebelumnya mengecup pipi istrinya tersebut.
Setelah kepergian victor tubuh kinan langsung merosot begitu saja di lantai marmer yang dingin, ketakutan menghantuinya ketakutan jika victor mengambil sang putra secara paksa.