Pernah di khianati oleh Wanita yang dicintainya, Membuat Kaivan menutup hati pada semua wanita karena rasa traumanya.
Tapi siapa yang menyangka, Kalau dia harus terseret dalam hubungan percintaan putri majikannya. Kaivan harus diminta menggantikan sang calon pengantin pria yang merupakan asisten majikannya itu dalam sebuah pernikahan yang telah disiapkan.
"Kamu yang telah mengakadku.. Dalam pernikahan ini, Tidak ada suami pengganti atau suami rahasia.. Mulai sekarang kamu adalah suamiku yang sah.." Raisha Azzaira Pangestu.
"Saya berjanji akan menjaga pernikahan ini dengan baik. Dan saya juga akan berusaha belajar mencintaimu.." Kaivan Anugerah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon El Viena2106, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Keluarga Pramudya Yang Hilang
Seorang pria tampan baru saja turun dari kendaraan roda empatnya. Dengan langkah cepat pria tersebut berlari masuk kedalam rumah mewahnya.
"Pa.. Papa!!" Dengan lantang pria tersebut memanggil sang Papa.
"Papa!! Pa...
"Tuan Steve.." Pria yang bernama Steve itu langsung menoleh kearah wanita paruh baya dengan pakaian pelayan itu. Wanita tersebut menunduk tak berani menatap sang Tuan muda.
"Kemana Papa?" Tanya pria itu.
"Eum.. Itu Tuan muda..
"Jawab kemana Papa??
"Tu.. Tuan besar sedang keluar Tuan.. Be.. Beliau mencari Nyonya.." Steve mengusap wajahnya dengan kasar.
"Astagaaaaa...Bagaimana bisa kalian kecolongan? Gak becus tahu gak??" Ucap pria itu dengan lantang. Tatapan matanya tertuju pada wanita empat puluh tahunan yang ikut berdiri disana. Wanita itu adalah pelayan dirumah ini yang ditugaskan untuk menjaga Mamanya.
"Maafkan saya Tuan.. Tadi saya bawa Nyonya jalan-jalan.. Terus bola yang biasa Nyonya bawa beliau lempar. Jadi saya ambil Tuan.. Pas saya kembali ternyata Nyonya sudah hilang bersama boneka yang selalu dibawanya.." Steve memejamkan matanya. Dia baru saja pulang dari luar kota karena urusan pekerjaan. Baru saja turun dari pesawat yang dia naiki, Ia sudah mendapatkan kabar bahwa Mamanya hilang dan sampai sekarang belum juga ditemukan.
"Tuan.." Kepala penjaga datang. Steve duduk dengan memijit pangkal hidungnya. Kabar ini sungguh membuatnya panik sekali..
"Kau sudah kerahkan seluruh anak buahmu untuk mencari Mama..
"Sudah Tuan..
"Hm.." Pria itu beranjak..
"Tuan mau kemana?
"Mau cari Mama..
"Tapi Tuan baru saja pulang dari luar kota, Apa tidak lelah?
"Yang penting Mama ditemukan dan pulang dulu.." Pria itu hendak pergi akan tetapi dengan cepat kepala penjaga tersebut mencegahnya.
"Biar saya antar Tuan.. Tuan terlihat lelah, Dan ini sangat bahaya.." Steve menghela nafas panjang kemudian mengangguk.
"Okey, Ayo..
Kepala penjaga itu membukakan pintu untuk sang majikan. Steve duduk bersandar di kursi bagian belakang. Berulang kali Steve menarik nafas panjang. Otaknya saat ini dipenuhi oleh Mamanya yang kabur entah kemana.
"Kak.. Kalau kakak masih hidup sekarang.. Aku mohon pulanglah Kak.. Hanya kakak yang bisa menyembuhkan Mama.." Steve memejamkan matanya. Semua berawal dari kejadian tiga puluh tahun yang lalu.
Dimana dia bersama Papa, Mama dan kakaknya yang bernama Aksa itu sedang pergi liburan keluar kota.
Puncak adalah tujuan mereka. Saat itu Steve masih berusia dua tahun sementara kakaknya yang bernama Aksa itu berusia lima tahun. Steve tidak tahu detail kejadian itu karena pada saat itu dia masih kecil.
Mereka sekeluarga liburan dipuncak yang dekat dengan aliran sungai air terjun yang indah dan jernih. Menurut orang setempat sungai tersebut aman dan tak pernah terkena bencana. Namun siapa yang menyangka, Sungai yang katanya tenang itu tiba-tiba saja berubah menjadi mala petaka.
Takdir Tuhan memang tidak ada yang tahu. Sungai air terjun yang biasa banyak di kunjungi oleh pengunjung itu tiba-tiba saja datang aliran air dari gunung hingga air yang datang dengan tak terduga tersebut menyapu para pengunjung yang asyik mandi disana. Tak terkecuali kakaknya Aksa yang pada saat itu sedang bermain dengan baby sitter nya.
Air bersih bening yang semula tenang itu berubah berwarna cokelat pekat dengan arus yang begitu deras.
Tuan Tama dan Nyonya Aida yang merupakan orangtua Steve dan Aksa jelas panik. Semuanya panik, Kejadian tersebut banyak menelan korban jiwa. Bahkan Baby sitter Aksa pun ditemukan dengan kondisi tak bernyawa. Sementara Aksa hilang dan tak ditemukan sampai saat ini. Jasadnya pun juga tidak ditemukan dimana pun.
Karena kejadian itu, Tuan Tama dan Nyonya Aida mereka kehilangan putra sulung mereka. Semua merasa kehilangan dan yang paling merasa kehilangan adalah Nyonya Aida sendiri. Wanita itu mengalami depresi hingga perlahan mengalami gangguan kejiwaan.
Jika yang lain mengira Aksa telah meninggal tapi tidak dengan Nyonya Aida. Wanita itu yakin kalau putra sulungnya itu masih hidup.
Nyonya Aida selalu membawa boneka laki-laki dan boneka bola yang menjadi temannya. Wanita itu selalu menganggap boneka tersebut adalah putranya yang hilang dan masih hidup sampai sekarang.
Namun meski kata orang istrinya Gila, Tuan Tama tidak pernah menganggap istrinya itu Gila. Rasa cintanya yang besar membuat Tuan Tama tetap setia merawat istrinya Nyonya Aida dengan sepenuh hati. Bahkan pria itu tak membawa Aida kerumah sakit jiwa dan memilih merawat Aida sendiri dirumahnya.
Terserah orang mau mengatakan apapun. Yang jelas Tuan Tama menganggap istrinya itu hanya depresi setelah kehilangan putranya tapi bukan berarti gila.
Dan saat ini wanita itu hilang entah kemana.. Semua orang panik termasuk Tuan Tama. Di saat pria lain kebanyakan akan meninggalkan wanitanya saat sakit, Tapi tidak dengan Tuan Tama. Pria itu masih tetap setia merawat istrinya yang kata orang telah gila itu.
Banyak para rekan kerja yang menawarkan wanita pada Tuan Tama, Sayangnya pria paruh baya tersebut tidak tertarik. Didalam hatinya hanya ada Aida seorang tidak ada yang lainnya. Cintanya telah habis untuk wanita itu.
Ddrrttt...
Steve terperanjat dalam lamunannya. Papanya menelfon..
"Halo Pa..
"Pulanglah.. Kau pasti sangat lelah.."
"Iya.." Steve menarik nafas panjang kemudian meminta kepada pekerja untuk kembali.
"Kita kembali kerumah..
"Baik Tuan..
Selang beberapa menit, Kendaraan roda empat yang ditumpangi oleh Steve telah sampai dikediamannya. Pria itu berlalu masuk dan melihat sang Papa yang duduk diatas sofa ruang tamu.
"Pa.." Steve mendekat. Papanya terlihat kurang sehat akhir-akhir ini. Apalagi sekarang pria itu harus dihadapi oleh sang istri yang entah hilangnya dimana.
"Kita akan cari Mama sampai ketemu..
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Dadada.. Cilukba... Cilukba... Duh, Lucunya anak Mama.." Seorang wanita paruh baya sedang duduk diatas sofa sambil bermain boneka yang selalu dia bawa kemanapun.
Wanita tersebut bicara sendiri, Tertawa sendiri, Kadang juga menangis sendiri. Anggap lah wanita ini Gila, Namun jika dipandang dengan seksama tak ada raut wajah orang Gila sama sekali. Penampilannya cukup mewah dan elegan seperti kalangan orang kaya.
"Tante.. Makan dulu yuk.." Seorang pria tampan muncul dengan membawa nampan yang berisikan makanan diatasnya.
Melihat itu, Wanita yang tak lain adalah Aida itu mundur seakan takut padanya. Wanita tersebut memeluk erat bonekanya.
"Ssst.. Sayang jangan takut ya, Ada Mama disini.." Ucapnya seakan melindungi anaknya dari orang jahat.
"Kamu.. Pergi! Jangan ganggu anakku.. Anakku sedang menangis ketakutan... " Ucapnya, Ia mengusir pria tersebut dan semakin memeluk boneka yang sejak tadi dipegangnya seolah melindungi boneka tersebut.
Aida menganggap bahwa boneka itu adalah anaknya yang hilang keseret air sungai dan tidak ditemukan sampai sekarang..
"Pergi.. Jangan ambil anakku.." Pria itu tersenyum. Dia menggelengkan kepalanya..
"Saya gak mau ambil anak tante.. Tapi sejak tadi tante belum makan.. Ini Kaivan bawakan makanan untuk Tante.." Aida medongak menatap wajah pria tampan yang ternyata adalah Kaivan itu.
Perlahan Aida mulai tenang. Matanya berulang kali mengerjab memerhatikan wajah tampan yang mirip seseorang saat masih muda.
"Makan?" Kaivan mengangguk tersenyum.
"Iya.. Makan dulu ya.." Aida tak menjawab dan masih diam.
Siang tadi, Aida berjalan menelusuri jalan seorang diri. Di tengah teriknya matahari Aida merasa kepanasan. Dia mencari perlindungan atau lebih tepatnya untuk melindungi boneka yang selalu ia anggap anaknya itu agar tidak terkena terik matahari yang menyengat itu.
Melihat sebuah mobil yang terparkir, Aida langsung masuk begitu saja kedalam kendaraan roda empat yang tidak dalam kondisi terkunci itu. Dan ternyata mobil yang dimasuki Aida adalah mobil milik Kaivan.
Aida masuk dan mulai menimang bonekanya. Cukup lama Aida didalam mobil hingga wanita itu merasakan kantuk yang luar biasa. Aida pun tertidur, Hingga akhirnya Kaivan masuk dan terkejut melihat wanita asing didalam mobilnya.
Berulang kali Kaivan membangunkan Aida namun tidak terbangun juga. Kaivan jelas saja bingung harus bagaimana. Pria itu juga merasa tak tega. Ingin mengantarkan Aida pulang Kaivan tidak tahu alamatnya.
Alangkah lebih baiknya Kaivan membawa Aida pulang lebih dulu. Masalah rumah wanita itu apa kata nanti.
"Tante...
Aida kembali menatap wajah Kaivan dengan lekat. Kedua tangannya gemetar menangkup wajah tampan itu.
"Ak.. Aksa..." Ucapnya dengan mata yang berkaca-kaca. Sebuah memory tiba-tiba saja berputar di otaknya dan tak lama Wanita paruh baya itu langsung tidak sadarkan diri.
"Tante!!
•
•
•
TBC