NovelToon NovelToon
Ku Rebut Kembali Semua Milikku

Ku Rebut Kembali Semua Milikku

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Diam-Diam Cinta / Mengubah Takdir
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: Alisha Chanel

Tamara, seorang gadis muda berusia 19 tahun rela menjadi pelayan demi membalas dendam pada orang-orang yang telah menyakiti keluarganya.

Namun saat sedang menjalankan misi, hal yang tak terduga terjadi. Tamara terlibat cinta segitiga dengan suami majikannya.

Akankah misi Tamara untuk balas dendam berhasil? ikutin terus kisahnya ya🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alisha Chanel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mirip Dion

Pintu utama rumah megah itu terbuka lebar, membiarkan cahaya rembulan masuk menyapu lantai marmer yang mengkilap. Tamara melangkah masuk dengan penuh percaya diri, punggung tegak bak ratu yang baru saja memenangkan perang.

Ia mengenakan gaun yang elegan namun bagian lehernya sengaja didesain sedikit terbuka, dengan sengaja memamerkan deretan bekas ciuman merah yang kini menghiasi kulit putihnya, sebuah mahakarya yang dibuat oleh Dion semalam. Itu adalah tanda kepemilikan, sebuah bukti nyata bahwa tubuh dan hati pria itu kini sepenuhnya milik Tamara.

Senyum kemenangan terukir sangat lebar di wajah cantik Tamara. Tatapannya tajam menatap Giyandra yang berdiri di tengah ruangan. Senyum itu terasa begitu menyebalkan, penuh ejekan dan rasa puas karena telah merebut segalanya. Tamara benar-benar merasa Giyandra sudah hancur lebur, sudah menyerah, dan kalah telak dalam pertarungan ini.

"Kau memanggilku? Bagus sekali..." ucap Tamara dengan nada santai namun merendahkan, sambil berjalan santai menuju sofa ruang tamu. Ia duduk dengan sangat nyaman, menyandarkan punggungnya seolah-olah ia adalah nyonya rumah yang sesungguhnya, bukan tamu yang merebut suami orang.

"Akhirnya kau sadar diri juga ya, Giyandra?" lanjut wanita cantik itu sambil tersenyum miring.

"Kau mau menyerahkan semuanya padaku kan? Termasuk Dion? Hahaha... Memang seharusnya begitu. Segala sesuatu yang dulu pernah dirampas dari keluargaku, harus kembali padaku sekarang juga." lanjut Tamara.

Giyandra berdiri mematung di sana. Wajahnya datar tanpa ekspresi, seolah batu es yang tak memiliki perasaan. Namun siapa sangka, di balik ketenangan itu, matanya menyala tajam bak elang yang siap menerkam mangsa. Tatapannya menusuk hingga ke dalam jiwa Tamara.

"Tenang saja Tamara..." suara Giyandra keluar pelan, rendah, dan sangat dingin. Suaranya yang tenang itu justru membuat suasana ruangan terasa mencekam dan suhu udara seketika turun drastis.

"Aku tidak memintamu datang ke sini untuk mencari masalah atau memohon belas kasihan darimu," lanjut Giyandra perlahan, mulai melangkah mendekat. "Aku memanggilmu kemari hanya untuk memberitahumu satu hal penting... Bahwa kau salah besar jika mengira aku akan menyerah begitu saja dan membiarkanmu mengambil segalanya dengan mudah."

Tamara terkekeh pelan, suaranya terdengar sinis. Ia mengibaskan tangannya dengan wajah acuh tak acuh, seolah ucapan Giyandra hanyalah omong kosong belaka.

"Oh ya? Mau apa lagi kau sebenarnya, Giyandra?" cibir Tamara dengan mata memicing.

"Buka mata lebar-lebar! Kau sudah hancur! Dion sudah membencimu sampai ke tulang sumsum! Orang tuamu pun akan menuai hasil dari dosa-dosa mereka di masa lalu! Dan apa lagi?... Anak yang baru kau lahirkan itu pun tidak jelas siapa bapaknya, hasil tidurmu dengan sembarang pria kan?"

Tamara tertawa mengejek, "Apa lagi yang mau kau pertahankan? Kau sudah tidak punya apa-apa lagi!"

BRUG!!

Seperti ledakan gunung berapi, amarah Giyandra meledak seketika mendengar hinaan Tamara.

"JANGAN PERNAH MENYINGGUNG ANAKKU, DASAR JALANG!!" teriak Giyandra dengan suara melengking yang memekakkan telinga.

Dalam sekejap ia sudah berada di hadapan Tamara, mencengkeram bahu wanita itu dengan sangat kuat.

"Kau tidak tahu apa-apa! Kau tidak tahu siapa ayah dari anak itu! Jadi jangan asal bicara!" pekik Giyandra murka. Wajahnya memerah padam, urat-urat lehernya menonjol keluar.

"Kau datang kemari dengan topeng muka yang begitu suci dan polos! Mengaku sebagai korban yang malang yang ingin membalas dendam! Ya! Aku tahu semuanya sekarang! Aku sudah baca bukti-buktinya! Aku tahu Ayahku terlibat dalam kematian orang tuamu! Aku tahu kau menderita dan kehilangan segalanya!"

Giyandra mengguncang tubuh Tamara dengan kasar, membuat wanita itu terkejut dan berusaha sekuat tenaga melepaskan cengkeraman kuat itu.

"TAPI DENGAR BAIK-BAIK YA TAMARA! DOSA AYAHKU ADALAH URUSAN AYAHKU! ITU MASA LALU! TAPI KAU... KAU SUDAH MELAMPAUI BATAS!" teriak Giyandra tak mau kalah.

"Kau tidak hanya ingin membalas dendam pada Ayahku yang sudah mati! Tapi kau ingin menghancurkan hidupku! Kau merebut suamiku! Kau menghancurkan rumah tanggaku! Kau membuatku dipermalukan dan hidup seperti sampah di mata semua orang! Kau menikmati setiap tetes air mataku, kan? Kau merasa sangat hebat dan menang, kan?!"

"Tentu saja!" potong Tamara dengan keras. Topeng manisnya kini sudah terlepas seluruhnya. Wajahnya berubah garang, matanya memancarkan kebencian yang mendalam. Ia tidak perlu lagi berpura-pura jadi gadis baik dan lugu di depan musuh bebuyutannya.

"Orang tuamu merenggut nyawa orang tuaku! Mereka membunuh orang tuaku demi harta! Mereka mengambil segalanya dariku! Maka wajar jika aku mengambil kembali kebahagiaanmu sekarang! Dion seharusnya memang milikku! Sejak awal perjodohan ini diatur oleh keluarga Anderson dan Wiratama, dialah yang ditakdirkan untukku! Harta ini milikku! Dan kau... kau pantas menderita selamanya sebagai gantinya!"

BRUKKK!!

Dengan sekuat tenaga, Giyandra mendorong tubuh Tamara hingga hampir jatuh tersungkur. Tapi Tamara berhasil menjaga keseimbangan tubuhnya. Tamara tertawa mengejek seakan menertawakan nasib buruk yang menimpa Giyandra.

"Kau! Apa yang kau tertawakan dasar jalang!"

Wajah Giyandra kini terlihat sangat menyeramkan, penuh dengan aura pembunuh berdarah dingin dan menakutkan. Ia perlahan mendekati Tamara lagi, hendak mencengkram lengan Tamara namun Tamara berhasil menghindar.

"Kau mau ambil semuanya dariku? Silakan coba..." bisik Giyandra tepat di telinga Tamara, suaranya pelan namun sangat mengerikan, seperti bisikan iblis. "Tapi ingat baik-baik kata-kataku... Selama aku masih bernapas, selama jantungku masih berdetak, aku tidak akan pernah membiarkanmu hidup tenang dan bahagia!"

Giyandra tersenyum miring, senyuman yang penuh ancaman.

"Kau ingin balas dendam? Lakukanlah! Mari kita mainkan permainan ini sampai salah satu dari kita hancur! Aku akan berjuang sekuat tenaga untuk merebut kembali Dion! Aku akan membuka matanya lebar-lebar! Aku akan pastikan dia tahu bahwa kau bukanlah malaikat seperti yang kau tampilkan selama ini... kau hanyalah iblis berwajah cantik yang haus darah dan dendam!" ucap Giyandra yang hanya ditanggapi dingin oleh Tamara.

Tiba-tiba Giyandra menoleh ke arah sudut ruangan, di mana sebuah box bayi terpasang.

"Dan lihat ini... Lihatlah anakku..." ucap Giyandra dengan nada penuh kemenangan. Ia menunjuk ke arah bayi yang sedang tidur pulas. "Apa kau tidak melihat wajahnya? Begitu sempurna, begitu tampan... dan sangat mirip dengan Dion, bukan?"

Mata Tamara seketika terbelalak besar! Wajahnya pucat pasi melihat bayi itu. Benar saja! Irama wajah, bentuk hidung, hingga lekuk alis bayi itu sangat identik dengan Dion.

"Ini... ini tidak mungkin!" pekik Tamara tak percaya, tubuhnya gemetar hebat.

"Dion bilang dia tidak bisa punya anak, anak ini bukan darah dagingnya. Apa Dion sedang mempermainkan aku?" wajah Tamara memerah padam menahan amarah dan keterkejutan. Ia berusaha menenangkan diri, mencoba tidak memperlihatkan kepanikannya. Ia tidak boleh terpancing emosi.

"Kau gila, Giyandra! Kau benar-benar wanita gila!" hardik Tamara gemetar. "Dan bahkan jika itu benar-benar anak Dion... kau pikir Dion masih mau peduli padamu? Dia tahu kelakuan kotormu! Dia jijik melihat wajahmu! Dia tidak akan pernah percaya padamu lagi!"

"Biarlah dia jijik sekarang! Biarlah dia marah sekarang!" Giyandra tertawa sinis, penuh keyakinan. "Tapi waktu akan menjawab segalanya! Ikatan darah adalah ikatan yang tidak bisa diputuskan!" Giyandra menatap Tamara dengan tatapan tajam.

"SEKARANG KELUAR DARI RUMAHKU SEKARANG JUGA! Tapi ingat baik-baik Tamara... Urusan kita belum selesai! Aku berjanji padamu... Suatu hari nanti, aku akan membuatmu menangis darah! Aku akan membuatmu menyesal seumur hidup karena pernah berani menantangku!"

Bersambung...

1
Dew666
👄👄👄
Dew666
🩵🩵🩵
Dew666
💄💄
Dew666
🔥🔥🔥
Dewi
fokus saja dengan misimu tamara, jangan terkecoh sama Dion
Dewi
Dion udh suka sama tamara, makanya nolak giandra
Dewi
Dion suka sekali bermain api
Dew666
💃💃
Jengendah Aja Dech
❤️
Dew666
🥰🥰
Dew666
🥰🥰
Dewi
kayaknya tamara mau balas dendam karena dion atau istrinya sudah menghancurkan keluarganya
Dewi
misi apa tuh?
Dew666
👑👑
Dew666
💜💜
Dew666
🌹🌹
Dew666
💎💎
Dew666
💐💐
Dew666
💐💐💐
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!