NovelToon NovelToon
SATU ATAP DI BARAK MILITER

SATU ATAP DI BARAK MILITER

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Perjodohan / Balas Dendam
Popularitas:15.9k
Nilai: 5
Nama Author: Dunia Seleb

Ghazali Atharrazka adalah perwujudan dari presisi dan kedinginan yang sempurna. Sebagai Kapten termuda dengan rekam jejak tanpa celah, hidupnya diatur oleh jam dinding dan hukum militer yang kaku. Baginya, kesalahan adalah aib dan kecerobohan adalah gangguan yang harus dimusnahkan. Dia adalah pria dengan tatapan sedingin es yang mampu membungkam satu batalion hanya dengan satu kata.

Lalu hadir seorang bernama Keyra Azzahra

Seorang mahasiswi tingkat akhir yang hidupnya adalah definisi dari kata chaos, Sebuah insiden memaksa mereka tinggal di bawah atap yang sama di lingkungan barak. Di antara derap sepatu laras dan aroma mesiu, mampukah si mahasiswi perusuh mencairkan hati sang Kapten yang membeku? Ataukah markas ini akan meledak karena ulah Keyra yang selalu di luar kendali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dunia Seleb, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SABOTASE DIBALIK BADAI

Lampu lorong kapal patroli berkedip-kedip merah, menandakan sabotase sistem navigasi yang dilakukan Bastian mulai bekerja. Alarm peringatan berbunyi rendah, menciptakan kegaduhan di dek atas yang memberikan celah bagi Yudha untuk menarik Keyra keluar dari ruang isolasi.

"Ikuti saya, Dokter. Jangan lepaskan pegangan pada dinding, kapal ini akan segera melakukan manuver tajam," bisik Yudha sembari mengokang senjata rampasannya.

---

Keyra berlari menyusuri lorong besi yang sempit, jantungnya berdegup kencang seirama dengan langkah sepatu bot Yudha. Mereka menuju Unit Medis Eksklusif, tempat di mana Ghazali ditahan di bawah pengawasan ketat tim medis pribadi Clarissa.

"Yudha, bagaimana dengan Clarissa? Dia pasti tidak akan membiarkan Ghazali lepas begitu saja," tanya Keyra di sela napasnya yang terengah.

"Bastian membuat pengalihan di ruang mesin. Clarissa dan pengawalnya sedang menuju ke sana karena mengira ada penyusup yang mencoba meledakkan kapal. Kita punya waktu kurang dari empat menit," jawab Yudha tajam.

Mereka tiba di depan pintu geser otomatis unit medis. Dua penjaga berseragam hitam berdiri sigap. Tanpa membuang waktu, Yudha menerjang mereka dengan gerakan taktis yang cepat dan senyap. Satu hantaman pada saraf leher membuat keduanya tumbang sebelum sempat mengeluarkan suara.

Keyra segera menempelkan kartu akses yang ia curi dari saku petugas isolasi tadi.

Pip!" Pintu terbuka.

Di dalam ruangan yang serba putih dan steril itu, Ghazali terbaring dengan berbagai selang medis menempel di tubuhnya. Wajahnya masih pucat, namun monitor jantung di sampingnya menunjukkan grafik yang lebih stabil dibandingkan saat di perahu nelayan.

"Ghaz..." Keyra mendekat, tangannya gemetar saat menyentuh pipi pria itu.

"Dokter, bantu saya mencabut selang-selang ini! Kita harus membawanya ke sekoci nomor empat di lambung kiri!" perintah Yudha sembari menyiapkan tandu lipat.

Keyra dengan cekatan mencabut jarum infus dan kateter oksigen. Namun, saat ia hendak mengangkat kepala Ghazali, pintu unit medis terbuka dengan bantingan keras.

"Cukup permainannya, Dokter!"

Clarissa berdiri di ambang pintu. Mantel bulu putihnya kini tersampir di bahu, dan di tangannya ia memegang sebuah pistol kecil berlapis perak yang diarahkan tepat ke arah Keyra. Di belakangnya, empat pengawal bersenjata lengkap mengunci posisi Yudha.

"Kalian pikir bisa membodohiku dengan trik mesin murahan?" Clarissa tersenyum miring, sebuah senyum kemenangan yang dingin. "Ghazali adalah milik Atharrazka. Dia tidak akan pergi ke mana pun kecuali ke rumah sakit keluarga kami."

"Dia bukan barang milik keluargamu, Clarissa!" teriak Keyra, ia berdiri tegak di depan ranjang Ghazali, menutupi tubuh tunangannya dengan tubuhnya sendiri.

"Oh, Sayang... di tempat ini, semua orang punya label harga. Termasuk cintamu yang heroik itu," Clarissa melangkah maju, ujung pistolnya kini hanya berjarak beberapa senti dari dahi Keyra. "Berikan cincin itu sekarang, atau aku akan memastikan peluru ini menembus kepalamu sebelum jatuh ke jantung Ghazali."

Keyra merasakan keringat dingin mengucur di punggungnya. Ia melirik ke arah monitor jantung Ghazali. Tiba-tiba, grafik di layar itu berubah drastis. Garisnya melonjak tajam.

Tangan Ghazali yang tadinya terkulai lemas, tiba-tiba bergerak. Dengan kecepatan yang tak terduga bagi orang yang baru saja dioperasi, ia mencengkeram pergelangan tangan Clarissa yang memegang pistol.

Krak!

"Aaakh!" Clarissa menjerit saat senjatanya terjatuh ke lantai.

Ghazali membuka matanya. Netra hitam itu berkilat penuh amarah dan otoritas yang kembali bangkit. Meski napasnya masih berat, ia menatap Clarissa dengan pandangan yang membuat wanita itu gemetar.

"Jangan pernah... menyentuh... tunanganku," desis Ghazali. Suaranya rendah dan serak, namun mengandung ancaman yang mematikan.

"Ghazali!" Keyra memeluk lengan pria itu, air matanya tumpah karena lega.

"Yudha, ambil senjatanya. Kita keluar dari sini sekarang," perintah Ghazali sembari mencoba turun dari ranjang dengan bantuan Keyra.

Di saat yang sama, kapal berguncang hebat. Bastian berhasil mematikan stabilitator kapal. Di tengah kegelapan yang mendadak menyerang akibat lampu padam, suara tembakan mulai terdengar di lorong.

---

1
Murni Asih
Ghazali... aku sebel sama kamu..!
Rika Pulungan
up
Murni Asih
tenang keyra.... saya temenin...saya jg sakit ati kamu di gituin sm kapten Ghazali ,
Murni Asih
biar cuma buat melindungi keyra atau kenyataan tp aku sebel bgt sm kapten Ghazali yg kaya gini...
Murni Asih
keyra tau klo sarah benci sm keyra
Murni Asih
keyra udh pasrah...
Murni Asih
lanjut ka
Murni Asih
pengorbanan kapten Ghazali dan Dokter Keyra
Murni Asih
minta maaf kapten Ghazali
Murni Asih
semoga otor melindungi kalian ber empat. 😭😭😭❤️❤️❤️
Murni Asih
msh perang aja.... 😭
Herfan Wahyudi
ceritanya sangat bagus...lanjut lagi ya kak🙏
Murni Asih
sampe di part ini , otor seneng bgt bikin orang jedak-jeduk....
Murni Asih
jgn smpe chip nya ketemu sm mereka
Murni Asih
lagi dan lagi lindungi mereka ber 4 ya kaka.... 💪
Murni Asih
Ghazali....
keyra...
Bastian...
yudha....
kamu dimana....
Murni Asih
pinta ku selalu , tolong lindungi mereka ber 4 ya author
Rika Pulungan
crazy up
Murni Asih
baru bangun tidur , lngsng deg²an... author...tolong lindungi mereka ber 4
Murni Asih
ish... sempet² nya ngegombal dulu.....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!