NovelToon NovelToon
Nelayan Miskin Dengan Sistem Pengumpul Emas

Nelayan Miskin Dengan Sistem Pengumpul Emas

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Epik Petualangan
Popularitas:6.2k
Nilai: 5
Nama Author: Sistem One

“[Ikan Langka! Hadiah 100 Emas!]”

Beni hanyalah nelayan miskin yang hidup penuh penderitaan. Ia dikhianati istrinya, dijebak hingga terlilit hutang, dan hampir kehilangan harapan hidup.

Namun saat berlayar di tengah badai, ia malah tersesat ke lautan misterius yang dipenuhi bahaya. Di sanalah sebuah sistem aneh tiba-tiba muncul di hadapannya.

Dengan bantuan sistem pengumpul emas, bisakah Ye Fan mengubah nasibnya dan menjadi orang terkaya di lautan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sistem One, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29: Ikan besarrrrr

Tawa Beni pecah, menggema di sepanjang pantai yang sepi pagi itu. Ia tertawa begitu puas, seolah-olah baru saja memenangkan lotre senilai miliaran.

Semua rasa ruginya karena joran patah dan perahu hancur mendadak menguap tanpa bekas, digantikan oleh rencana jahat yang sangat brilian di kepalanya.

​"Hei! Kenapa kau malah tertawa gila begitu, manusia mesum?! Cepat carikan aku air atau aku akan mengutukmu menjadi batu karang!" ancam wanita berambut hitam itu sambil mencoba menutupi tubuh polosnya dengan kedua tangan, wajahnya merona merah karena marah dan malu.

​Beni berhenti tertawa, namun wajahnya masih penuh dengan tawa kemenangan yang mengerikan. Ia melepas jaket luarnya yang agak kering, lalu melemparkannya ke wajah wanita itu dengan sembarangan.

​"Pakai itu kalau tidak mau dikira orang gila oleh warga desa," kata Beni santai.

​Tanpa membuang waktu, Beni langsung mencengkeram pergelangan tangan wanita itu dengan kuat, mengabaikan protesnya, lalu menyeretnya paksa untuk berjalan mengikutinya menuju ke rumah.

Karena wanita duyung itu belum bisa berjalan dengan kaki manusianya, ia terpaksa melangkah dengan pincang dan terseret-seret di atas tanah, persis seperti tawanan perang.

​"Lepaskan! Sakit tahu! Manusia tidak tahu sopan santun! Aku ini putri agung dari klan lautan berkabut!" teriaknya sambil meronta-ronta, mencoba melepaskan cengkeraman tangan besi Beni.

Ding!

[Dia mengarang saja -_-]

​"Putri agung pantatmu," cibir Beni tanpa menoleh ke belakang, terus menyeretnya dengan langkah mantap. "Dengar ya, Duyung Sialan. Kau sudah menghancurkan joran pancing terbaikku yang harganya setara puluhan keping emas, dan kau juga membuat perahu mata pencarianku hancur lebur hingga bocor. Kau pikir utang kerugian itu bisa lunas hanya dengan permintaan maaf atau tangisanmu?! Walaupun aku punya emas untuk membeli lagi... kau tetap saja harus ganti rugi."

​"L-Lalu kau mau apa?! Aku tidak punya sesuatu yang di sebut uang manusia!"

​Beni kembali terkekeh gila, membayangkan ruko dua lantai di kota yang baru saja disewanya kemarin. "Kau tidak punya uang? Bagus. Karena aku juga tidak berniat memintamu membayar dengan uang. Kebetulan sekali, aku baru saja menyewa ruko di kota untuk membuka restoran ikan. Dan tebak apa? Aku sedang sangat kekurangan tenaga kerja!"

​Beni menoleh sedikit, menatap wanita duyung itu dengan tatapan penuh kepuasan seorang kapitalis kejam. "Mulai hari ini, wujud manusiamu ini akan menjadi asetku. Kau akan menjadi budak korporat pertamaku! Kau akan mencuci piring, memotong sayur, membersihkan lantai ruko dari lantai satu sampai lantai dua, dan melayani pelanggan dari pagi sampai malam!"

​"Apa?! Menjadi pelayan ruko?! Aku?! Ogah! Lebih baik aku mati kering di sini!" jerit wanita itu menolak mentah-mentah.

​"Wow, Apa tidak ku sangka ikan tahu kata ogah. dan Kau tidak punya hak untuk menolak, Babu!" Beni menyeringai puas, mempercepat tarikan tangannya. "Dan bagian terbaiknya adalah... karena kau tidak punya kartu identitas manusia, tidak punya tempat tinggal, dan berstatus sebagai makhluk peliharaan hasil pancinganku... aku tidak perlu membayarmu sepeser pun! Hahaha! Gaji buta? Tidak ada! Jaminan kesehatan? Jangan mimpi! Kau adalah babu gratisan terbaik yang dikirimkan laut untuk kesuksesan bisnisku!"

​Mendengar kata-kata kejam Beni tentang eksploitasi tenaga kerja tanpa upah, wanita duyung berambut hitam itu hanya bisa melongo dengan wajah pucat pasi.

Ia baru sadar bahwa manusia yang memancingnya semalam bukan sekadar nelayan biasa, melainkan seekor monster kapitalis yang jauh lebih mengerikan daripada monster laut.

Dengan wajah penuh tawa kemenangan, Beni terus menyeret babu korporat barunya itu membelah keheningan desa, siap menyongsong masa depan restorannya dengan tenaga kerja gratisan yang sangat efisien.

1
Jerry K-el
up-nya harus konsisten biar pembaca tambah dan yg sdh baca gak kabur 😅
Manusia Biasa
utamakan mancing
Manusia Biasa
dimas udah punya wife ternyata 🗿
Manusia Biasa
/Scream/
Manusia Biasa
konsepnya menarik bosku. punya potensi naik rangking fiksi pria ini lanjutkan
Manusia Biasa
nice jangan mau balikan. cuma jadi lingkaran setan nanti
Manusia Biasa
mampus
Manusia Biasa
bro memilih rute membuat restoran 🤣
Manusia Biasa
jenius
Manusia Biasa
ada manusia setengah ikan kagak nanti? lawan mc grade s gitu🗿
Manusia Biasa
ada fantasi battle juga kah
Maul: Dikit-dikit
total 1 replies
Manusia Biasa
jir kirain emas batangan asli🗿
Manusia Biasa
gaz solo vs squad
Manusia Biasa
hindari cewek modelan gini aminn🙏
Manusia Biasa
sad ending😭 mana banyak yang demen genre ginian🗿
Manusia Biasa
wih novel sistem pecah telur gacor😘
Agen One
🤣
Agen One
ada apa nih di kejer
Agen One
🤕
Agen One
🤣🤣jadi seratus juta
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!