NovelToon NovelToon
Diabaikan Keluarga Disayang Mafia

Diabaikan Keluarga Disayang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / Penyesalan Keluarga / Mafia
Popularitas:11.2k
Nilai: 5
Nama Author: noerazzura

Sheza diculik ketika usianya 7 tahun, dan bibinya meninggal diduga karena telah menyelamatkannya saat itu. Karena dianggap berhutang nyawa, dia benar-benar harus merelakan tempat dan posisinya digantikan sang sepupu Karen. Kedua orang tuanya mengabaikannya, memprioritaskan Karen.
Bahkan tunangannya Alex, juga melakukan hal yang sama. Hingga malam itu, satu minggu sebelum bertunangan, Sheza melihat Alex dan Karen berciuman di villa mereka, villa yang katanya dibeli Alex untuk Sheza.
Sejak saat itu, Sheza sudah tak berharap lagi pada keluarga dan tunangannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22. Kebenarannya

Karen tentu saja membelalakkan matanya lebar.

'Mustahil, bagaimana dia punya keberuntungan sebesar itu. Bagaimana dia bisa kenal dengan orang sehebat itu?' batin Karen yang masih tidak bisa menerima kenyataan kalau memang pria yang selalu dia katakan sugar daddy-nya Sheza itu ternyata sehebat itu.

"Paman, dia pria yang bersama dengan Sheza!" ujar Alex dengan tegas.

Pras terdiam, dia menoleh ke arah Sheza yang masih terlihat santai. Kalau di perhatikan, sebenarnya gaun yang di pakai anaknya itu sangat mahal.

Pras menoleh ke arah Jendra yang berjalan ke arah mereka.

Adiyaksa dan Pras sama-sama tersenyum menyambut Jendra.

"Tuan muda Kenz..."

"Tuan...!"

Namun Jendra melewati mereka begitu saja untuk menghampiri Sheza.

"Lama menungguku?" tanya Jendra pada Sheza sambil meraih tangan Sheza.

"Tidak juga!" sahut Sheza santai.

"Tuan muda Kenz, dia putriku. Dan dia sudah punya tunangan!" kata Pras.

Meski Jendra kata raya, tapi perusahaan Alex sudah banyak membantu perusahaannya. Mereka juga terikat kerjasama, jadi memang Pras tidak bisa begitu saja mengkhianati Adiyaksa.

"Kalian berdua sungguh orang tua yang bodohh!"

Sheza menahan tawanya, ya... meski yang sedang di maki oleh Jendra adalah orang tuanya. Tapi, sebenarnya Sheza sendiri juga setuju dengan apa yang diucapkan oleh Jendra itu. Orang tuanya itu memang kelewatan bodohnya. Jadi dia tidak marah, menurutnya ucapan Jendra itu benar sekali, masuk akal dan dia setuju.

Pras dan Nella saling pandang. Keduanya bahkan lebih tua dari Jendra. Maka mereka sebenarnya juga cukup tersinggung dengan apa yang dikatakan oleh Jendra. Tapi, tidak mungkin juga mereka protes. Sementara ada lebih dari 10 orang anak buah Jendra di dalam ruangan itu.

"Tuan muda Kenz, apa Sheza mengatakan semua itu padamu? itu semua tidak benar! paman dan bibi adalah orang baik, mereka sudah merawat anak yatim piatu sepertiku dengan baik...!"

"Sayang, kamu dengar suara lalat?" tanya Jendra pada Sheza.

Sheza lagi-lagi dibuat terkekeh pelan.

"Menurutmu itu lalat? aku kira kecoa?" balas Sheza.

Jendra tersenyum puas. Wanita memang harus seperti itu, harus lebih kejam dan berani darinya.

Karen mendengus kesal, dia segera mendekati Nella.

"Bibi... aku hanya ingin membelamu!" ucapnya pelan sambil merangkul lengan Nella.

Nella bahkan menepuk lengan Karen pelan.

"Bibi tahu, jangan dimasukkan hati!" katanya pelan juga.

"Maksud tuan muda Kenz datang kemari ini untuk apa sebenarnya?" tanya Pras yang mulai tersinggung.

"Membuka mata kalian. Tapi, kalau memang mata kalian masih tidak terbuka. Itu berarti kalian memang buta!"

Semua terdiam. Seperti rumor yang beredar. Tuan muda Kenz itu orangnya memang sangat pedas dan tegas kalau bicara.

"Paul!" perintah Jendra.

Paul mematikan lampu ballroom itu. Dan dari beberapa layar LED itu tampaklah video yang benar-benar membuat semua orang terkejut.

Apa yang terjadi di villa pagi itu, semua yang direkam oleh Sheza, semua di putar tanpa sensorr di layar yang lebar itu.

"Apa-apaan itu?" pekik Adiyaksa.

"Hah, matikan! matikan!" teriak Karen yang merasa sangat panik.

"Hentikan!" pekik Alex.

Brakk

Bahkan Alex membanting salah satu layar LED ke lantai.

Lampu ballroom kembali menyala. Semua tamu yang hadir bergunjing tak berhenti.

"itu bukannya sepupunya?"

"Apa yang mereka lakukan? menjijikkan!"

"Tega sekali, dia akan bertunangan dengan sepupunya, tapi main gila dibelakang dengan satunya lagi!"

"Ini memalukan!"

"Kita pulang saja! pemandangan tidak pantas!"

"Apa sebenarnya tujuan kalian? itu video palsu!" teriak Alex masih berkelit.

Namun Jendra hanya terkekeh pelan.

"Tidak tahu malu! sudah terpampang jelas seperti itu masih membual? kamu punya nyawa berapa, sampai bilang video yang aku putar itu palsu?" tanya Jendra.

Paul yang ada di dekat Jendra segera mengeluarkan senjataa apinya. Keringat mulai bercucuran, bukan hanya di wajah Alex. Tapi di wajah Adiyaksa juga. Alex adalah putranya satu-satunya. Mana boleh terjadi sesuatu padanya.

"Tuan muda Kenz, ini pasti ada salah paham!"

"Aku sudah katakan, Alex dan Karen itu selingkuh. Kalian yang tidak percaya padaku! karena buktinya sudah jelas. Sebaiknya nikahkan saja mereka! daripada kalian menanggung malu!"

Sheza ikut bicara, akhirnya tidak ada yang menyelanya bicara. Karena ada seseorang yang sangat kuat dan berkuasa yang berdiri di sampingnya.

"Sheza, ini salah paham. Karen tidak mungkin..."

"Anda benar-benar buta nyonya Nella. Bicara pada lalat, dan mengatakan kalau sampah itu hanya barang busuk yang bau, memang sangat sulit. Aku tidak akan menganggu lagi, silahkan selesaikan masalah kalian sendiri. Jangan pernah usik Sheza. Mulai sekarang, dia adalah tanggung jawabku!"

Sheza menoleh ke arah Jendra. Pria yang benar-benar bisa diandalkan. Bahkan mengambil tanggung jawab untuknya. Meski baru mengenalnya beberapa lama saja. Tak selama dia kenal orang tuanya. Tapi malah orang tuanya tak bisa percaya padanya.

Pras melebarkan matanya. Ucapan seperti itu, dikatakan di depan semua orang. Itu sungguh seperti tamparan baginya. Bukankah itu artinya sama saja Pras tidak bisa bertanggung jawab pada Sheza selama ini.

"Tuan muda Kenz, meski kami menghormatimu. Tapi ucapanmu barusan itu kurang tepat aku rasa! Sheza adalah anakku..."

"Lantas kenapa kamar paling besar di rumah kalian bukan ditempati oleh Sheza?" sela Jendra.

Sheza hanya diam, tangannya sedikit bergetar. Tapi Jendra menggenggam dengan kuat tangan Sheza itu.

Pras dan Nella saling pandang. Adiyaksa bahkan terkejut mendengar hal itu.

"Apa?" tanya Adiyaksa.

"Tidak begitu, Karen sejak kecil sakit-sakitan. Kamar yang itu dekat dengan taman..."

"Dan kenapa jatah bulanan Sheza bahkan hanya setengah dari keponakan kalian?" tanya Jendra lagi menyela.

Dia tidak pernah mengatakan itu pada Jendra. Jendra sendiri yang mencari tahu semua itu.

Ibunya Alex sampai mengernyitkan keningnya.

"Sebenarnya anak kandung kalian itu Sheza atau Karen?" tanyanya penasaran.

Pras yang tidak ingin nama baiknya dipertanyakan orang lain. Mendengus pelan.

"Urusan keluarga kami, bukan ranah tuan muda Kenz untuk ikut campur. Ada hal yang tidak bisa kami katakan pada orang lain...!"

"Maksudmu tentang kematian bibinya Sheza ketika dia berusia 7 tahun? bagus! aku akan tunjukkan sesuatu pada kalian! Vins!"

Vins datang dengan membawa beberapa lembar dokumen. Ada beberapa foto, ada juga video rekaman kamera pengawas dari toko yang ada di depan hotel.

Begitu video diputar, gambar disana jelas memperlihatkan kalau bibinya Sheza yang mengandeng tangan Sheza. Saat Sheza berdiri di depan pintu hotel. Bibinya membekap mulut dan hidung Sheza dengan sapu tangan, lalu Sheza pingsan.

Nella yang melihat itu sangat terkejut.

"Itu...!"

"Kalian orang tua Sheza kan? bahkan niat buruk orang pada anak kalian, kalian sendiri tidak tahu. Sheza tidak bertanggung jawab sama sekali untuk kematian bibinya. Wanita itu yang ingin menculik Sheza, tapi di jalan dia kecelakaan! aku benar-benar belum pernah bertemu dengan orang tua bodohh seperti kalian!"

***

Bersambung...

1
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
Karen mendrama lagi😡
Noer: sabar kak, sabar
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
kan kan dasar tak tau diri 😡
Noer: ho'oh ya
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
cari muka dong namanya 🤭
Noer: mungkin mukanya mau expired
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
dari pihak Jendra siapa namanya ya 🤔
Noer: Suketi kak
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
muncul sekutunya Karen 🤭
Noer: ho'oh
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
mantap hadiahnya, dirapel bukan sih namanya 🤭🤔
Noer: aseeekk
total 1 replies
vj'z tri
barang apa k Noer /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Noer: ho'oh barang
total 1 replies
Ariany Sudjana
Nella, kamu bodohnya kebangetan, masih percaya sama akting pelacur murahan kesayangan kamu itu? bodoh kamu
Noer: terlalu memang itu ibu²
total 1 replies
Ariany Sudjana
dasar kakek tua bodoh, minuman itu sudah dicampur racun sama cucu kesayangan kamu, supaya kamu cepat mati 🤣🤣😂😂
Noer: wkwk 🤣🤣🤣
total 1 replies
Ariany Sudjana
hahahaha kalian orang tua yang bodoh Pras dan Nella, kalian sudah menyakiti hati putri kandung kalian sendiri, dan lebih memilih percaya dengan omongan pelacur murahan Karen 🤣🤣😂😂
Noer: menyedihkan ya orang tua begono
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
semoga bahagia selalu Sheza 🤲
Noer: ❤️❤️❤️❤️❤️❤️
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
terima kasih kembali 🤣
Noer: wkwk 🤣🤣🤣
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
ulang tahun hadiahnya rumah, apa gak pengen ulang tahun tiap jam itu biar banyak rumahnya 🤭
Noer: eaaaa mau juga
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
hitam dan merah, belum pernah lihat kayaknya 🤭
Noer: kek gitulah kak, list list merah gitu
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
enak aja minta maaf 🤭
Noer: ho'oh
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
rasakan 🤭
Noer: kapok ya
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
Istighfar Karen 🤔
Noer: nah itu dia kak, dia gak bisa
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
iya nyonya, sama kamu disia-siakan sama Jendra diratukan🤭
Noer: ho'oh
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
sudahlah Nella jangan dikejar, jangan bikin masalah sama Vins , dia kan orang nya Jendra 🤭
Noer: nanti di dor
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
tapi gimana, dia kan ibunya 😔
Noer: dilema ya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!