NovelToon NovelToon
Mahkota Duri Sang Putri Mati

Mahkota Duri Sang Putri Mati

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Reinkarnasi / Fantasi Wanita / Mengubah Takdir / Balas dendam dan Kelahiran Kembali
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: DRR_LOVE

Mereka membunuhnya perlahan.
Meracuni hidupnya, mencuri kasih sayangnya, lalu menguburnya sebagai putri yang tak diinginkan.

Ketika tubuhnya membuka mata, jiwa dari dunia modern terbangun di dalam tubuh Arcelia Vareinne putri keluarga duke yang mati secara misterius sebelum hari pernikahannya.

Semua orang menganggap Arcelia lemah.
Ayahnya mengabaikannya.
Ibu tirinya memanipulasinya.
Saudara tirinya merebut seluruh hidupnya sedikit demi sedikit.

Namun kali ini berbeda.

Sebuah sistem misterius muncul, memberinya kesempatan kedua:
mengungkap pengkhianatan, menghancurkan musuh-musuhnya, dan merebut kembali semua yang telah dirampas darinya.

Di tengah permainan politik kerajaan, rahasia keluarga bangsawan, dan konspirasi perebutan tahta, Arcelia perlahan berubah menjadi wanita yang ditakuti seluruh kerajaan.

Tetapi semakin dekat ia pada balas dendam, semakin dekat pula dirinya dengan pria paling berbahaya di kerajaan Pangeran Kael Draven. pangeran dingin yang dijuluki monster peran

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DRR_LOVE, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pewaris Arkanel

Kalimat yang baru saja diucapkan Marcus Vale terasa jauh lebih berat dibanding ancaman biasa.

Dan keheningan langsung menyelimuti ruangan Putra Mahkota.

“Serahkan pewaris Arkanel… atau malam ini istana akan dipenuhi darah.”

Tatapan Arcelia Vareinne perlahan berubah tajam, Jadi akhirnya mereka berhenti bersembunyi.

Di atas meja, Auriel menundukkan telinga pelan. Bulunya sedikit mengembang karena gelisah.

“Ini lebih cepat dari dugaan.” gumam Auriel.

Sementara Putra Mahkota Elias Astrael berdiri diam dengan aura dingin yang menyesakkan.

“Gerbang utara diserang hanya untuk mengirim ancaman?” tanya Putra Mahkota suaranya terdengar penuh tekanan.

Marcus mengangguk. “Mereka mundur setelah meninggalkan pesan.”

“Namun beberapa kesatria kerajaan terluka.” kata Marcus menundukkan kepalanya.

Putra Mahkota Elias memejamkan mata sesaat.

Lalu ketika membukanya kembali tatapan emasnya terlihat jauh lebih tajam. “Kael.”

Suara rendah itu dipenuhi kemarahan dingin.

Arcelia memperhatikan Putra Mahkota diam-diam.

Meski mengetahui adiknya kemungkinan berada di balik semua ini Putra Mahkota Elias masih terlihat menahan sesuatu.

Rasa kecewa. Atau mungkin… penyesalan.

“Tuan Rumah." Auriel melompat ke bahu Arcelia. “Kita harus pergi dari istana.” kata Auriel memberi peringatan kepada Arcelia.

Marcus langsung mengangguk setuju. “Benar. Kalau mereka sudah bergerak terbuka… Nona Arcelia menjadi target utama sekarang.” kata Marcus

Namun Putra Mahkota Elias justru berkata datar “Tidak.”

Deg...!

Marcus terlihat terkejut. “Yang Mulia?”

Tatapan Elias perlahan jatuh pada Arcelia. “Kalau dia pergi sekarang…” tangannya mengepal sangat keras.

“Black Serpent akan mengejarnya sampai ujung kerajaan.” Ujar Putra Mahkota.

Arcelia menyipit tipis dan ucapannya sangat masuk akal.

Dan kemungkinan besar mereka memang sudah mengepung istana.

“Kita justru lebih aman di pusat permainan mereka,” lanjut Putra Mahkota Elias.

Auriel menggeram kecil. “Aku benci kalau dia benar.” kata Auriel kesal dengan Putra Mahkota.

Sedikit senyum samar muncul di sudut bibir Putra Mahkota Elias.

“Aku mulai menyukai makhluk itu.” katanya sambil tersenyum.

“Aku sama sekali tidak menyukaimu.” kata Auriel kesal.

Marcus tampak berusaha keras menahan ekspresinya. Mungkin ini pertama kalinya ia melihat Putra Mahkota berbicara santai di tengah situasi genting.

Namun suasana ringan itu tidak bertahan lama.

Karena tiba-tiba sistem milik Arcelia menyala,

[BIB...!]

[Peringatan Bahaya Tinggi.]

[Niat membunuh terdeteksi.]

[Jumlah target: 13.]

Mata Arcelia langsung menyipit tajam. “Auriel.”

Rubah kecil itu langsung berdiri tegak. “Mereka di atas.”

DETIK BERIKUTNYA—

BRAK!

Langit-langit ruangan meledak. Pecahan marmer berjatuhan ke segala arah.

Beberapa sosok berpakaian hitam langsung melompat turun sambil membawa pedang dan belati beracun.

"Black Serpent." bola mata Arcelia terbelalak.

Marcus langsung mencabut pedangnya. “Lindungi Yang Mulia!” teriaknya.

Para pembunuh bergerak cepat.

Namun lebih cepat lagi—

CLANG!

Putra Mahkota Elias menahan satu pedang dengan tangan kosong.

Aura emas langsung meledak dari tubuhnya.

Mata Arcelia sedikit melebar. "Kekuatan sihir dann levelnya tinggi." batin Arcelia.

Pembunuh di depan Putra Mahkota Elias langsung terpental menghantam dinding.

Darah memenuhi lantai marmer putih.

Sementara Marcus bertarung melawan dua orang sekaligus di sisi lain ruangan.

“Auriel!” teriak Arcelia.

“Aku tahu!” katanya.

Tubuh kecil rubah putih itu langsung bercahaya terang.

Untuk pertama kalinya ekor-ekornya terbelah menjadi tiga cahaya panjang.

Aura lembut putih dan merah muda memenuhi ruangan.

Dan para pembunuh langsung membeku sesaat.

“Jangan sentuh Tuan Rumahku.” Suara Auriel terdengar berbeda terdengar lebih berat dan lebih berbahaya.

Arcelia langsung merasakan energi hangat mengalir di tubuhnya.

[Sinkronisasi penjaga suci aktif.]

[Seluruh kemampuan meningkat sementara.]

Mata merah anggurnya berubah semakin tajam.

Dan tanpa sadar gerakannya menjadi jauh lebih cepat.

Seorang pembunuh menyerang dari belakang.

Namun Arcelia dengan mudah menghindar lalu menusukkan belati tepat ke bahu pria itu.

Jeritan memenuhi ruangan.

Putra Mahkota Elias yang melihat itu sedikit menyipit. “…Menarik.” batinnya.

Karena gerakan Arcelia tadi jelas bukan gerakan seorang bangsawan biasa.

Di sisi lain salah satu pembunuh tiba-tiba berteriak, “Bunuh pewaris Arkanel!”

Detik berikutnya semua mata langsung tertuju pada Arcelia.

Dan untuk pertama kalinya identitasnya disebut terang-terangan di dalam istana kerajaan.

1
Rain Aricia
Termasuk ayahnya berarti
Rain Aricia
Hah? Jadi main rahasiaan gittu?
Rain Aricia
Langsung gercep dikasih tau
Rain Aricia
Hah? Jadi matanya warna merah atau ungu thor?
Rain Aricia
Dia ngingatnya sampai menggigil gitu
Rain Aricia
Sopan gitu ya Aurel
Rain Aricia
Mereka ada dendam sama kerajaan gitu ya?
Rain Aricia
Oh, jadi kalau misalnya mereka tau ada pembunuh, langsung dihajar gitu ya thor?
Rain Aricia
Cepet bgt otakmu nangkap Cel
Rain Aricia
Ceritanya bagus dan menyenangkan. Fantasinya dapat banget, bisa dibayangkan dengan mudah. Paling suka waktu si rubah jadi temennya Arcel😍
Rain Aricia
Hah? Mau ngebunuh siapa sh
Rain Aricia
Rubahnya langsung peka ya. Lebih peka dari pd manusia🤭
Rain Aricia
Rubahnya punya kekuatan gitu kah
Rain Aricia
Ga beda jauh sama nama Arcel, sekarang dia punya temen baru🤭
Rain Aricia
Oh rubah toh, kirain kucing tadi sangkin pedenya nebak/Facepalm/
Rain Aricia
Kirain ini hadiahnya langsung 200 jt/Facepalm/
Rain Aricia
Ini ga sampe pingsan kan Arcel
Rain Aricia
Iya siapa tau putrimu benar
Rain Aricia
Ngeri juga efeknya
Rain Aricia
Tabib pintar
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!