NovelToon NovelToon
Pertemuan Diatas Luka

Pertemuan Diatas Luka

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Romansa Fantasi
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ersy 07

Dihianati oleh kekasih yang dicintai memang begitu menyakitkan, apalagi kekasih yang ia percaya akan membuat dirinya bahagia ternyata diam diam menjalin hubungan dengan sepupunya. Namaku Alisha Azura inilah kisah cintaku dan perjalanan hidupku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ersy 07, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perubahan Sikap Alisha

     Tanpa terasa sudah 1 jam Santa sibuk memasak didapur. Aroma wangi masakan Santa tercium semerbak sehingga Alisha yang tadinya tidur nyenyak terbangun karena mencium aroma masakan tersebut. "Santa kamu masak apa, baunya begitu harum sekali" tanya Alisha melihat sahabatnya sedang sibuk menata masakannya diatas piring. Santa yang ditanyai bukannya menjawab ia malah tersenyum kecil. "Coba tebak gue lagi masak apa?" tanya Santa balik. Alisha langsung mendengus kesal mendengar jawaban sahabatnya tersebut. "Kamu ya, kebiasaan banget kalau ditanyain mesti tanya balik" gerutu Alisha.

    "Hahaha... becanda becanda gitu aja ngambek" goda Santa terkekeh geli. Santa langsung membawa nampan berisi 1 piring spaghetti bolognese dengan topping daging sapi cincang dan segelas jus jeruk tidak lupa segelas air putih. Alisha yang melihat itu wajahnya langsung berbinar senang nampak sekali wajahnya tersenyum cerah. "Serius ini semua kamu yang masak San?" tanya Alisha tak percaya bahwa sahabatnya sudah pandai memasak. Santa yang ditanyai langsung memutar bola matanya malas "Emang Lo pikir dari tadi gue ngapain didapur, tidur..!??" sahut Santa kesal. Alisha yang mendengar jawaban sahabatnya langsung nyengir kuda. "Hehehe iya iya aku percaya kok" ucap Alisha sambil tersenyum manis.

      "Yaudah ayo makan, perut gue udah mulai keroncongan nih tadi pagi enggak sempat sarapan cuma makan sepotong roti beli pas belanja di supermarket tadi" ajak Santa langsung mengambil piring miliknya sendiri. Mereka berdua menikmati makan siang dengan diselingi obrolan ringan.

Ceklek..

     Pintu terbuka perlahan masuklah sepasang suami istri yang tak lain orang tua Alisha. "Wah anak anak mama sudah makan siang ternyata. Padahal mama bawakan makan siang untuk kalian berdua dari rumah. Mama pikir kalian belum makan siang jadi mama bawakan dari rumah" ucap mama Alena tersenyum lembut seraya memperlihatkan paperbag cukup besar berisi makanan. Santa dan Alisha mereka berdua saling pandang lalu tersenyum kecil. "Maaf Tante, kita enggak tau kalau tante mau datang siang ini. Jari Santa inisiatif masak sendiri deh hehehe..." jawab Santa sambil nyengir merasa enggak enak. "Maaf ya ma" sahut Alisha merasa enggak enak hati kepada mamanya.

    "Enggak apa apa sayang, makanannya bisa dimakan nanti sore. Nanti tinggal panasi saja sebentar" ucap Alena tersenyum. Alena langsung meletakkan paperbag yang ia bawa diatas meja. Lalu berjalan mendekati ranjang pasien, ia tersenyum lembut melihat putrinya makan dengan lahap padahal beberapa hari sebelumnya tidak berselera makan. "Bagaimana keadaanmu nak, apa yang kamu rasakan?" tanya mama Alena lembut mengelus rambut panjang putrinya. Alisha tersenyum lalu menjawab "Alhamdulillah ma, Alisha sudah baikan kok cuma ya itu tinggal kakiku saja yang belum ada perubahan sama sekali" jawab Alisha seraya menatap kedua kakinya yang tertutup selimut dengan pandangan sendu.

     Mohan yang sejak tadi diam langsung berjalan mendekati putrinya lalu memeluk erat putri semata wayangnya dengan penuh kasih sayang. "Sabar ya nak, kita usahakan sebaik mungkin untuk melanjutkan pengobatan di rumah sakit yang terbaik. Kalau perlu kita berobat ke luar negeri saja agar kamu cepat pulih kembali" ucapnya Mohan dengan lembut. Alisha yang berada di pelukan papanya hatinya begitu tenang dan nyaman. "Iya pa" jawab Alisha. Santa ikut tersenyum melihat sahabatnya mulai bisa menerima keadaannya saat ini.

"Oya om dan tante sudah makan siang apa belum?" tanya Santa tiba tiba. Mama Alena menjawab "Sudah kok nak, om dan tante sudah makan siang tadi" jawab mama Alena. " Yah sayang sekali om dan tante sudah makan. Padahal Santa mau minta pendapat om dan tante loh soal masakan Santa hehehe..." ucap Santa sambil tersenyum malu malu. Mama Alena yang paham arah pembicaraan Santa langsung menjawab. "Memangnya boleh tante dan Om mencicipi masakan kamu?" tanya mama Alena tersenyum menggoda. Santa yang mendengar jawaban mama Alena wajahnya langsung berubah senang. "Beneran om dan Tante mau mencicipi masakan Santa?" tanyanya dengan antusias. Mohan dan Alena pun tersenyum seraya mengangguk "Kalau diijinkan" jawab Alena tersenyum. Expresi wajah Santa begitu bahagia saat mendengar jawaban mama Alena. Ini kalinya ia bisa memasak sesuatu dari hasil usahanya sendiri. Ia ingin orang tua sahabatnya mau mencoba masakannya. Seandainya kedua orang tuanya masih ada pasti Santa semakin bahagia. Melihat senyuman tulus dari kedua orang tua Alisha bagi Santa itu sudah lebih dari cukup sebagai pengobat rasa rindunya kepada kedua orang tuanya. Dengan airmata bahagia Santa langsung mengambilkan masakan yang tadi ya masak. Dengan tersenyum manis Santa mempersilahkan pasangan paruh baya tersebut mencicipi masakannya. Mohan dan Alena yang sudah mencobanya mereka berdua langsung terdiam sejenak. Santa yang melihat expresi wajah mereka hatinya berdegup kencang. "Bagaimana rasanya om tante?" tanya Santa penuh harap namun expresi yang ditunjukkan pasangan paruh baya tersebut justru membuat Santa tertunduk lesu "Pasti masakan Santa enggak enak ya.?" tanyanya pelan. Alena dan Mohan mereka saling tatap lalu dengan kompak menjawab "Sangat enak" jawab mereka serempak dengan tersenyum lalu mengacungkan kedua jempol mereka. Santa yang mendengar jawaban mereka langsung tersenyum senang

"Beneran om tante?" tanya Santa memastikan pendengarannya tidak salah. Alena tersenyum lalu menjawab "Iya sayang masakan kamu sangat enak, bahkan mengalahkan masakan tante" jawab Alena jujur. Santa tersenyum bahagia lalu ia menatap sahabatnya "Alisha, Lo dengar kan jawaban om dan tante kalau masakan gue enak banget, berarti gue sudah cocok dong buka restoran bintang 5 hehehe...." ucap Santa tersenyum bangga .

Mohan, Alena dan Alisha yang mendengar ucapan Santa mereka bertiga ikut tersenyum. "Dan om akan menjadi donatur pertama yang menanam modalnya nanti" sahut Mohan tersenyum kecil. "Wah kalau itu memang harus dong om hehehe..." jawab Santa terkekeh kecil. Mereka ikut tersenyum melihat expresi wajah bahagia Santa.

   Saat mereka sedang mengobrol santai tiba tiba ponsel Alena berdering. Ternyata panggilan dari Laras adiknya Alena. Wanita paruh baya tersebut langsung menerima panggilan dari adiknya.

"Halo Laras ada apa?" sapa Alena saat panggilan tersambung.

"Mbak, Vania anakku dia kecelakaan dan sekarang masih diruang operasi " terdengar suara Laras parau.

"Astaghfirullah...kapan kejadiannya?" tanya Alena kaget.

"Sekitar 2 jam lalu mbak" jawab Laras.

"Sekarang Vania dirawat dirumah sakit mana?" tanya Alena.

"Rumah sakit Citra Medika juga mbak karena kebetulan tempat terjadinya kecelakaan tidak jauh dari rumah sakit ini" jawab Laras.

"Baiklah mbak dan mas Mohan akan segera kesana sekarang juga" ucap Alena langsung mengakhiri panggilannya.

Mohan yang sejak tadi mendengar langsung bertanya kepada istrinya. "Ada apa ma?" tanya Mohan.

"Mas, Vania kecelakaan dan sekarang masih kritis kondisinya masih diruang operasi" jawab Alena wajahnya begitu kawatir mendengar kabar keponakannya masuk rumah sakit. Sedangkan Alisha yang mendengar kabar Vania kecelakaan expresi wajahnya berubah dingin. Kedua tangannya terkepal erat dibalik selimut yang ia kenakan. "Aku enggak tau ini kabar buruk atau kabar baik Van, tapi bagiku mendengar kamu kecelakaan entah mengapa hatiku merasa senang sekaligus sedih" batin Alisha.

   "Sayang, mama dan papa tinggal dulu ya nak. Kami mau melihat kondisi Vania dulu, enggak apa apa kan sayang mama tinggal dulu" ucap Alena lembut seraya mengelus pipi putrinya. Alisha hanya mengangguk singkat sebagai jawaban. Alena menatap Santa lalu berkata "Nak tolong temenin Alisa sebentar ya, kami mau jenguk Vania dulu" ucap Alena kepada Santa. Santa tersenyum lalu mengangguk "Baik Tante, Tante jangan kawatir biar Alisha, Santa yang urus" jawab Santa. "Sayang papa dan mama tinggal sebentar ya nak, nanti kami kembali kesini lagi, cup" pamit Mohan sebelum pergi tidak lupa mengecup kening putrinya sebentar sebelum keluar meninggalkan Alisha yang masih diam membisu.

   "Alisha, gue mau ngomong serius sama Lo. Ini soal Fandi dan Vania, mereka..." belum selesai Santa berbicara tiba-tiba Alisha menjawab "Cukup San, untuk saat ini jangan bahas mereka berdua. Aku sedang tidak ingin mendengar tentang mereka berdua" ucap Alisha langsung merebahkan tubuhnya dan menarik selimutnya hingga batas dada. "Maaf San, aku ngantuk..." ucap Alisha dingin. Entah mengapa melihat tingkah Alisha yang tidak seperti biasanya membuat Santa bertanya tanya. "Sebenarnya ada apa dengan mereka, apakah ada sesuatu yang belum gue ketahui" batin Santa dalam hatinya.

1
Erny Ersy07
alamat palsu 😄
Ahmad Muzayyin
duuuh alamat ini..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!