NovelToon NovelToon
ISTRI SALIHAH TITIPAN KAKEK

ISTRI SALIHAH TITIPAN KAKEK

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Pengantin Pengganti
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: Uswatun Kh@

Safa adalah gadis cantik nan penurut yang tampaknya selalu dimusuhi takdir. Sejak kecil, ia tak pernah mencecap manisnya kasih sayang keluarga, bahkan dari ibunya sendiri. Kesalahan di masa lalu yang bukan kehendaknya membuat Safa dilabeli sebagai "anak pembawa sial" dan dibenci seumur hidup. Puncaknya, ia dipaksa menikah dengan seorang kakek demi menyelamatkan bisnis keluarga yang nyaris bangkrut.

Namun, kenyataan tak seburuk dugaannya. Sang kakek ternyata hanya perantara, ia mencarikan istri untuk cucu laki-lakinya yang bertemperamen kaku, cuek, dan dingin. Di rumah barunya, Safa yang terbiasa disisihkan justru mulai merasakan hangatnya kasih sayang dari keluarga sang suami yang memperlakukannya dengan sangat baik. Sayangnya, benteng es di hati suaminya sendiri tetap tak tergoyahkan.

Mampukah Safa memenangkan hati pria yang menikahinya hanya karena amanah sang kakek? Ataukah pernikahan "titipan" ini akan hancur dan berakhir dengan perceraian?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uswatun Kh@, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

29. Membuat Jera

Gedung tua itu berdiri kokoh di tengah keheningan, tampak seperti raksasa mati yang dilupakan waktu.

Di salah satu ruangan terbengkalai di lantai atas, seorang pria perlahan membuka matanya. Kepalanya terasa berat dan pening. Samar-samar ia mulai melihat sekeliling dengan bingung.

"Aku di mana? Tempat apa ini?" ucapnya sembari mengedarkan pandangan.

Ruangan itu luas dan kosong. Tak ada jendela, tak ada ventilasi. Udara terasa pengap dan kegelapan begitu mencekam.

Ketakutan mulai menguasai dirinya. Dengan tubuh bergetar, ia bangkit dan meraba dinding, mencari celah untuk kabur. Ia berlari ke arah pintu, namun nihil, pintu itu terkunci rapat.

Dor! Dor!

Suara gedoran pintunya memekakkan telinga, namun tak ada jawaban. Suasana tetap hening.

"Tolong! Tolong, siapa saja ... tolong saya!" teriaknya panik.

Lagi-lagi tak ada jawaban. Ia berlari ke sudut lain berharap menemukan sesuatu yang berguna, tetapi hasilnya tetap sama.

Putus asa, tubuhnya merosot bersandar di dinding dengan lemas. Manik matanya bergetar membayangkan kemungkinan terburuk yang akan menimpanya.

Tiba-tiba, permukaan dinding di depannya berkedip. Sebuah video mulai terputar.

Lelaki itu perlahan bangkit, menatap lekat ke arah dinding. Saat ia mengira itu hanya video biasa, tubuhnya seketika membeku. Orang di dalam layar adalah dirinya sendiri!

Rekaman itu menampilkan kesehariannya, dari bangun tidur hingga terlelap kembali. Semua informasi terpampang jelas, alamat rumah, anggota keluarga, bahkan seluruh daftar utangnya.

Mengerikan. Siapa yang tidak ketakutan jika dirinya diawasi sedemikian rupa, seolah-olah nyawanya berada di tangan orang lain? Bahkan untuk berpikir kabur pun rasanya mustahil.

Kedua tangannya tergenggam rapat hingga urat-uratnya menonjol. "Siapa kau, sialan! Apa maksud semua ini, hah?!"

Layar tiba-tiba mati. Saat menyala kembali, terpampang seorang lelaki setelan jas rapi yang duduk di tengah ruangan. Tatapannya tajam, memancarkan aura dingin yang membuat bulu kuduk berdiri.

"Kau tidak perlu tahu siapa aku. Tapi ingat satu hal, aku tahu semua tentangmu," ucap Arlan disusul seringaian tipis.

Ya, lelaki itu adalah Arlan. Ia sudah menyiapkan semuanya untuk membuat pencuri itu jera, bahkan menyesal karena telah lancang menyusup ke rumahnya.

Dari ruangan terpisah, Arlan mengawasi pria itu. Ia sengaja menyuruh Egar untuk mengurungnya di sana alih-alih langsung membawanya ke kantor polisi.

"Apa maumu, hah?! Aku tidak punya salah denganmu, kenapa kau lakukan ini?!" desis pria bernama Lucas itu.

"Heh, tidak punya salah? Salahmu itu cuma satu, kau sudah masuk ke rumah yang salah dan membuat wanitaku ketakutan. Jadi, bersiap-siaplah menerima akibatnya."

Lucas terdiam. Ia berusaha mengingat kembali ucapan pria di layar. Tiba-tiba kedua matanya membelalak. Ia teringat sesuatu.

Rumah yang beberapa hari lalu didatanginya. Ia memang berencana merampok rumah seorang pria yang sangat kaya, namun aksinya ketahuan.

Melihat situasi yang menyudutkannya, Lucas segera berlutut dengan kedua tangan bertaut rapat. "Maafkan saya, Tuan. Saya memang salah. Tapi saya tidak mengambil apa pun di sana. Jadi saya mohon, bebaskan saya!"

Arlan hanya terbahak sinis. "Apa kau pernah memikirkan dampaknya sebelum bertindak? Kau memang tidak mengambil apa pun, tapi kesalahan terbesarmu adalah berani masuk ke kamar istriku dan membuatnya ketakutan. Jadi, bersiap-siaplah membusuk di tempat itu."

"Berdoalah pada Tuhanmu supaya kau tidak mati membusuk di sana. Atau ada satu syarat, kau pergi sendiri ke kantor polisi, akui semua kejahatanmu, dan jangan pernah mengulanginya lagi," tegas Arlan.

Mendengar kesempatan untuk bebas, Lucas segera bersujud berkali-kali. "Baiklah, aku akan melakukan semuanya. Aku berjanji, mulai sekarang aku akan hidup dengan benar!"

Dengan gertakan ini, Arlan yakin pria itu tidak akan berani melakukan kejahatan lagi.

Layar segera dimatikan. Arlan bangkit dari duduknya. Sebelum pergi, ia memberikan instruksi terakhir pada anak buahnya. "Ingat, lepaskan dia setelah dua hari. Aku ingin dia benar-benar jera dan tidak menganggap ini hanya gertakan sambal."

"Baik, Bos!" ucap mereka serempak.

Setelah urusan Lucas beres, Arlan dan Egar memilih untuk pergi. Selebihnya ia serahkan pada para penjaga.

"Apa kita akan pergi ke tempat itu sekarang?" tanya Egar sambil membukakan pintu mobil.

Di ambang pintu, Arlan menghentikan langkahnya. Ia menatap Egar dengan pandangan mantap. "Iya. Aku sudah lama pergi, dan sekarang aku ingin kembali."

Egar tersenyum jahil sekaligus bangga. "Apa mungkin semua ini karena Nyonya Muda?" Kedua alis Egar naik-turun, sengaja menggoda sahabat sekaligus atasannya itu.

"Bawel!" celetuk Arlan, lalu masuk ke dalam mobil untuk mengabaikannya.

Bukannya kesal, Egar justru tersenyum simpul. Ia segera menyusul masuk dan duduk di samping Arlan.

Mobil pun melaju, meninggalkan tempat sunyi yang mencekam itu.

Lalu lalang kendaraan memadati jalanan kota, menjadi pemandangan yang tak terelakkan. Deru mesin yang nyaring menjelma melodi riuh yang menyesakkan dada.

Arlan duduk dengan tidak nyaman. Ada guratan keraguan di wajahnya. Tak ingin terus dihantui rasa gundah, ia mengambil ponsel berniat mengalihkan fokus. Namun, sebuah notifikasi pesan yang belum terbaca tertera di layar. Dari Safa ...

Arlan segera membuka pesan dari istrinya. Bibirnya melengkung membentuk senyuman saat membaca tulisan di sana.

"Syukurlah kalau dia suka," gumamnya lirih.

Karena tidak bisa langsung pulang, Arlan segera memberi kabar kepada sang istri.

Arlan: "Sepertinya aku pulang terlambat lagi malam ini. Jadi jangan tunggu aku untuk makan malam. Tutup pintu dan kunci rapat-rapat. Kalau kamu takut, pergilah dulu ke rumah temanmu, nanti aku akan menyusul."

Pesan dikirim, namun hanya memunculkan tanda centang satu. Arlan mengernyitkan kening. "Dia tidak online? Apa dia marah karena tadi aku terlambat membalas pesannya?"

Merasa lucu karena mengira sang istri sedang merajuk, Arlan tersenyum getir.

Mobil terus melaju menuju sebuah daerah di pinggiran kota. Tempat yang jauh dari hiruk-piruk kebisingan pusat perkantoran.

Rumah-rumah sederhana berjejer rapi, dihuni oleh masyarakat yang hangat dan bersahaja. Arlan menatap keluar jendela, mengamati canda tawa anak-anak yang bermain dengan ceria.

Sementara itu di tempat lain, Safa dan Farah tampak khusyuk mendengarkan tausiah dari narasumber.

Sepulang dari rumah ibunya, Safa memang berniat menemui Farah. Mereka sudah berjanji untuk menghadiri acara kajian bersama.

Seorang ustadz sedang menyampaikan materi tentang pentingnya menjaga keharmonisan dalam rumah tangga. Bagaikan mendapat tamparan sekaligus nasihat, Safa begitu hanyut dalam lamunannya. Ingin sekali ia merasakan indahnya pernikahan seperti itu sama-sama belajar menjadi lebih baik dan saling mencintai.

Safa menunduk dalam. Air matanya luruh begitu saja. Entah mengapa, rasanya begitu sesak menahan semua beban ini sendirian.

Melihat sahabatnya menangis, Farah hanya bisa diam. Ia membiarkan Safa mencurahkan seluruh keluh kesah lewat air mata, memberinya ruang untuk menenangkan diri.

Semua ini pasti tidak mudah bagi Safa. Bagaimanapun juga, itu adalah pernikahan yang mendadak. Pasti ada sesuatu yang mengganjal hingga sahabatnya itu tampak begitu terluka.

Salam diucapkan oleh sang ustadz, menandakan kajian sore itu telah berakhir. Saat jamaah lain mulai membubarkan diri, Safa masih terdiam dan Farah dengan setia menemaninya.

Mereka baru beranjak setelah perasaan Safa mulai membaik. Masjid agung pun sudah tampak lengang. Safa melangkah perlahan saat meNuruni anak tangga.

Tiba-tiba, perhatiannya teralih pada seorang wanita paruh baya di depannya yang berjalan dengan tubuh gemetar. Safa tidak langsung memeganginya, melainkan memperlambat langkah untuk memastikan ibu itu baik-baik saja.

Namun dugaan Safa benar, tubuh ibu itu mendadak lemas dan limbung. Secara refleks, Safa langsung meraih tangan dan menyangga punggung wanita tersebut.

Karena posisi mereka berada di tangga yang lumayan curam, Safa kewalahan menahan bobot tubuh si ibu yang terkulai lemas. Tepat saat merasa mereka berdua akan terjatuh, sepasang tangan yang kokoh tiba-tiba datang membantu.

Tangan kekar itu menahan pinggang sang ibu, sementara tangan satunya lagi menggenggam jemari Safa dengan erat untuk menyeimbangkannya.

Safa tersentak dan langsung menoleh. Jantungnya seketika berpacu kencang saat melihat suaminya sudah berdiri di hadapannya.

Pria itu hanya tersenyum hangat, sambil mengusap punggung tangan Safa dengan lembut.

1
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
siapa sih yg sering wa mas Arlan
Siti Anisa
bagus novelx suka
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☠️⃝🦐
hahhahaha.. aku ngakak ngebayangin ekpresi nya si Arlan🤣🤣🤣
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☠️⃝🦐
ganjalannya pasti tentang perasaan masing-masing🥺🥺
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☠️⃝🦐
nggak ada.. nggak punya/Tongue//Tongue/
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☠️⃝🦐
ya ampun, siapa itu😬😬😬😬
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
aq g absen hari di mana mana krn khusus buat baca novel🤭
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©Luo Yi⧗⃟: hok O di maratonin ma aunty🤭
total 1 replies
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
safar cerita aja ttg hendra ke suami kamu ya
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
uhuk uhuk
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
idih gtau aja klo safa it istri bos kamu, klo sampe tau bs mati mendadadak riana😂
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
edgar sama farah aja thori, klo author g jodohin edgar sama farah, kalo gitu edgar sama aq aja gimana setujuh kan?
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©Luo Yi⧗⃟: ihh aunty mah.. 🤣🤣
Berondong itu aunty, mau kah aunty🤭🤭
total 1 replies
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
heronya safa dateng🫶😂
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
siapa ya
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
blm tau aja suami safa orang keyong
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
sampe trauma begitu
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
arlan klo kamu tau safa sprti apa di rumah nya pasti kamu kasian
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
adit ini bener bener mulutnya seperti omprengan
𝓐𝔂⃝❥ ⃟🥑⃟ Sᴇɴᷢᴀͥᴀͥ☠️⃝⠀
mampir thor 🤔
Shankara Senja
safa itu bodoh bngt ya..apa apa diem..lebih baik dihajar abis sm mama lo dari pd dihajar abis diranjang sm bpk tiri lo.masa depan lo hancur ..kabur ,kek,takut bngt ga nemu makan..apa pengen ngancurin masa depan lu di perkosa bapak tiri lo..lo hancur jg keluarga lo ga perduli
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©Luo Yi⧗⃟: Iya mungkin kabur lbih enak. Tapi ada sebagian orang gak akan berani kak. Mereka selalu memikirkan bakti dan takut akan hal-hal yang belum pasti. 🤧
total 1 replies
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
ingat safa selalu tutup pintu dan kunci klo perlu gembok
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!